
pagi itu Gavin dan Nara sudah bersiap. Nara dan Gavin sarapan di restoran hotel. setelah selesai mereka ke depan dan 3 mobil sudah bersiap menjemput mereka. Nara ketakutan memikirkan penjelasan apa yang akan dia kata kan pada kedua orang tuanya. Gavin terlihat santai dan menggenggam erat tangan Nara.
siang hari Nara dan Gavin tiba dirumah mewah Nara. semua sudah menunggu mereka. mama dan papa Nara, mama dan papa Gavin, kak Karin Rani.
Gavin melihat wajah Nara dan mencium kening nya. Gavin menenangkan Nara dan turun bersama. Nara dan Gavin berjalan bersama masuk ke rumah itu.
mama Tiara sudah menunggu di depan pintu dan langsung memeluk Nara, dan tangis Nara pecah di pelukan mamanya. sedangkan Gavin memeluk mamanya mama Sisy dan papa Hari lalu memeluk papa Wisnu. cukup lama dipelukan mama nya Nara mendekati papa nya dan memeluknya.
" maafin Nara pa,
" nggak sayang papa yang minta maaf udah egois selama ini. kamu tetap anak papa kebanggaan papa,
" Nara kangen papa...
mama Sisy lalu mendekati Nara dan memeluknya
" aduh... menantu mama....
" maafin Nara ma,
" nggak sayang..
__ADS_1
lalu semuanya duduk diruang tamu. Gavin duduk disebelah Nara sambil menggenggam tangan Nara.
" ma pa, Gavin dan Nara akan tinggal di apartemen kami, 3 bulan perjalanan pernikahan kami, tanggung jawab Gavin sepenuhnya. kami sudah berhasil melewati semua dan izinkan Gavin dan Nara hidup sesuai keinginan kami berdua. dan Gavin akan tetap melakukan kewajiban Gavin sebagai anak dan Dirut perusahaan papa. kasih waktu Nara dan Gavin 1 Minggu lagi dan Gavin akan mulai kerja lagi setelah itu. " ucap Gavin panjang lebar
Nara hanya diam melihat Gavin yang melindunginya. dan para orangtua terlihat kagum dengan Gavin dan Nara.
" dan secepatnya buat pesta pernikahan kami ma, pa,
di depan mama dan papa saya Edzard Gavin Pradana meminta Kalila Tinara istri saya. saya akan jaga Nara mulai sekarang. Gavin cinta Nara ma pa...
Nara melihat takjub ke suaminya. sedangkan mama dan papa senyum senyum mendengar ucapan Gavin. mama Sisy dan papa Hari bahkan tidak menyangka Gavin bisa bicara seperti itu.
Nara lalu ke kamar bersama Rani sedangkan Gavin masih bersama orang tua mereka
" Nara... aku kangen" kata Rani sambil memeluk Nara
Gavin keren kali sih, aku mau nikah juga.... jadi iri sama kamu Ra...
" aku beruntung RAN orang itu Gavin...3 bulan ini sangat membahagiakan, menyenangkan dan ini...
Nara menunjukkan jari nya yang memakai cincin nikahnya.
__ADS_1
" selama ini Gavin membawa cincin pernikahan yang belum sempat aku pakai... berkali kali dia bilang suami aku dan bodohnya aku nggak percaya... aku merasa mendapat 3 bulan kebebasan aku Ran, cinta aku...selalu menuju ke dia..." kata Nara berbunga bunga membuat Rani iri
" oh ya makasih ya kamu sakit waktu itu" kata Nara lagi membuat Rani kesal..
" jahat.... terus kamu langsung tinggal di apartemen?
" iya biar bebas berdua...
Nara menceritakan banyak hal tentang perjalanan mereka. Nara juga memperlihatkan foto foto hasil perjalanan nya dengan Gavin. tempat tempat bagus yang Nara kunjungi...
setelah bersih bersih Nara turun lagi dan duduk disamping Gavin dan Gavin langsung menggenggam tangan Nara lagi. sesekali Gavin mencium kening dan membelai rambut Nara didepan orang tua mereka. Nara masih malu-malu. setelah itu mereka makan malam bersama Gavin benar benar tidak ingin jauh dari Nara. setelah selesai makan kak Karin menarik tangan Nara ..
" sayang adik Kaka udah besar...." kata kak Karin sambil memeluk Nara
" maafin Nara kak
" minta maaf untuk apa Ra, kamu berani mewujudkan mimpi kamu, Kaka bangga Ra, sekarang waktunya kamu melaksanakan tugas kamu sebagai istri, anak, menantu dan kelak jadi ibu... Kaka yakin kamu bisa...
" Nara ngerti kak...
setelah menghabiskan waktu bersama mama Sisy dan papa Hari sudah pulang, Gavin dan Nara pun bersiap pulang ke apartemen mereka. Nara memeluk mama dan papa juga Rani dan Nara langsung pergi dengan Gavin cukup lama akhirnya mereka sampai di apartemen mereka. Nara masuk dan melihat lihat semuanya berbeda dari yang terakhir Nara lihat. kamar Nara dan Gavin sangat mewah...
__ADS_1