
setiap hari Nara bekerja dan pulang tepat waktu untuk bersama Gavin, sudah 3 bulan Nara kerja. Nara mulai sibuk ikut proyek apartemen. tak lama terjadi perombakan besar-besaran di perusahaan itu. pak Irwan menjadi manager operasional. pak Ardan masih menjadi manager perencanaan. siang itu pak Ardan memanggil Nara keruangan
" apa itu tujuan kamu kerja disini?" tanya pak Ardan
" saya nggak ngerti pak...
" Edzard Pradana sudah mengambil alih perusahaan ini,kamu siapanya Edzard?
" saya... saya benar-benar tidak tau masalah ini pak Ardan, saya hanya kerja disini
" kamu bisa saja memimpin perusahaan pak Wisnu kenapa kesini?
" karena ini sesuai dengan keahlian saya,
" pak Wisnu juga ada perusahaan pengembang..
" saya minta maaf saya telpon suami saya dulu
" tunggu suami?
" iya pak
" kamu udah nikah?
" udah , siapa?
" Gavin, ah Edzard Pradana suami saya
" kamu benar benar rencana in ini semua Nara!
" nggak Nara nggak tau apa apa. Nara lalu keluar dari ruangan pak Ardan di luar sudah ada Gavin dan pak Wisnu dan beberapa orang bersama mereka membuat heboh gedung itu. Nara juga kaget dengan kedatangan Gavin dan papa nya
"papa, Gavin kenapa kesini?" tanya Nara bingung
pak Ardan keluar dari ruangan nya dan menyambut pak Wisnu. Gavin dengan tenang dan dingin menatap wajah Ardan. Gavin lalu menarik pelan Nara ke samping nya. lalu pak Wisnu, Gavin Nara dan yang lainnya berjalan menuju ruang pimpinan. Jody juga ada berdiri di belakang Gavin.
" ini semua maksudnya apa pa? " Nara bertanya pada papanya. pak Wisnu lalu merangkul bahu Nara dan berjalan bersama menuju ruangan pimpinan. disana sudah ramai karyawan yang berdiri berbaris menyambut kedatangan mereka.
" ini hadiah dari papa dan Edzard untuk kamu Nara" kata pak Wisnu didepan semua orang. tak lama Rani datang dan berdiri disamping Nara. Gavin menggenggam erat tangan Nara.
" bukan ini yang Nara mau pa, Gavin,
" ini yang terbaik untuk kamu sayang," kata papa nya
" ayo masuk, Gavin membawa Nara keruangan pimpinan.
" 3 bulan masa kerja kamu, papa yakin kamu bisa memimpin perusahaan ini Nara" kata pak Wisnu
" Nara nggak bisa pa,
" bisa Rani akan disini mendampingi kamu, ini juga permintaan khusus dari Rani
" makasih om, kata Rani pada pak Wisnu
pak Wisnu, Gavin Rani Jody dan Nara keluar dan mengumumkan kepemimpinan Nara dan Rani pada semuanya. pak Wisnu juga mengundang semua untuk pesta perayaan malam ini di hotel berbintang. semua karyawan pada antusias. Fera dan Lia memandang hormat pada Nara.
__ADS_1
" kamu nikmati ini dulu ya, rubah ruangan kamu jika kamu tidak suka" kata papa nya
papa akan kembali ke kantor" kata pak Wisnu sambil memeluk dan mencium kening Nara didepan semuanya
" makasih pa,
Gavin juga berpamitan dengan Nara
" bayar aku malam ini" bisik Gavin
Nara lalu memandang wajah Gavin . Gavin mencium kening dan bibir Nara di depan semuanya lalu pergi bersama Jody dan yang lainnya.
" penyambutan udah selesai silahkan kembali bekerja, tidak akan ada yang berubah, saya minta para manager datang keruangan saya sekarang" kata Rani memerintah
Rani lalu memeluk Nara,
"tu kan aku udah bilang akan ikut kerja disini dengan kamu Ra,"
" tapi Nara nggak berfikir akan memimpin perusahaan ini RAN, apa Gavin yang melakukan ini?
" iya, dan om Wisnu mendukung.
" Nara nggak siap Ran..
" udah kamu nikmati ruangan kamu dulu, Rani keruangan Rani dulu ketemu manager lain
Nara hanya terdiam di ruangannya. tak lama Nara kembali ke mejanya dan mengambil barang-barang nya. Fera, Lia, Tari dan lainnya menunduk hormat pada Nara begitu juga dengan karyawan yang lain, Nara cuek dan mengambil barangnya. Lia membantu Nara membawa barang-barang nya.
" makasih ya Lia,
" iya buk
Nara memeriksa internet berita tentang likuiditas perusahaan GNA dan terlihat bersih. Nara lalu mengecek semua proyek yang sedang berjalan. jam 4 Nara mengajak Rani pulang, mereka jalan bersama, semua melihat takjub pada Nara dan Rani yang sama sama cantik dan terlihat berkelas itu. Nara kembali ke apartemen nya sedangkan Rani pulang kerumahnya untuk bersiap pesta nanti malam.
jam 5 Nara sampai di apartemen nya dan duduk di meja makan,
" bi Ira, ambilin Nara jus ya,
" iya non
Nara duduk dimeja makan, hanya terdiam tak lama Gavin pulang langsung mendekati Nara dan mencium kening Nara.
" sayang kamu mau makan?' tanya Nara
" nggak, ayo kita mandi dulu
Gavin lalu menarik tangan Nara dan bersama ke kamarnya. Gavin dan Nara mandi bersama di shower Nara mengalungkan tangannya di leher Gavin,
" kamu nggak lakukan apapun yang salah kan Gavin?
" nggak, perusahaan itu memang ada masalah
" tapi banyak proyek yang jalan dengan lancar, kenapa tiba tiba bisa dialihkan?
" kamu tambah pintar,
__ADS_1
Gavin lalu mencium bibir Nara, lalu menikmati dada indah Nara, Gavin lalu menggendong Nara ke sofa dan melanjutkan disana. Gavin sangat bertenaga menggoyang Nara, Nara juga menikmati nya. hampir 2 jam Gavin dan Nara selesai. mereka lalu membersihkan diri lagi dan bersiap untuk ke pesta. Nara sangat cantik dengan gaun berwarna merah, belahan dada rendah dan belahan panjang. Gavin memakai setelan jas senada. mereka pergi diantar supir Gavin jam 8 Nara dan Gavin tiba di hotel dan disambut dengan banyak wartawan. Gavin dan Nara jalan bergandengan. Nara dan Gavin masuk keruangan tempat pesta berlangsung disambut meriah. Nara lalu menghampiri mama dan papanya lalu mencium nya. lalu Nara mendekati mama Sisy dan papa Hari.
" menantu mama tambah cantik,
" makasih ma,
Nara lalu memeluk mama Tiara lama sekali.
teman teman kerja Nara sebelumnya hanya bisa melihat Nara dari kejauhan
" Nara cantik sekali,dia memang berbeda kelas dengan kita, dia jauh dari jangkauan kita" kata Fera pada Lia dan Tari
Rani lalu mendekati Nara. Jody selalu berada di belakang Gavin
" kamu udah sembuh? makasih ya udah bantu Nara" kata Nara sopan pada Jody
" udah tugas saya nyonya
" panggil Nara aja,
Nara dan Rani lalu mendekati Fera Lia dan Tari.
" kalian nikmati ya pestanya jangan sungkan" kata Nara ramah
" iya buk,
Nara dan Rani lalu mendekati teman teman grup mereka Alex, Rais dan beberapa teman perempuan.
" teman temannya memang dari kalangan atas ya" kata Lia melihat Nara
" iya, mereka kan anak pengusaha, ibu Rani juga anak dari rekan bisnis pak Wisnu. aku dengar Nara dan Rani udah dari kecil sama sama,
tak lama kak Karin datang bersama suami dan anaknya Nara dan Gavin menyambut mereka. keluarga mereka duduk di meja VVIP berkumpul menikmati makan malam, Nara bermain dengan Queen anak kak Karin.
" wah... keluarga itu sempurna sekali, semua cantik dan tampan berkelas pula, liat mama dan papa nya Nara masih terlihat muda" kata Fera mengagumi keluarga Nara
Gavin terus merangkul pinggang Nara.
" kamu suka anak kecil kan? kita bisa punya anak sendiri Ra" bisik Gavin
Nara lalu mencium bibir Gavin didepan semuanya,
" iya, semoga secepatnya ya" kata Nara pada Gavin membuat Gavin senang dan menarik Nara ke pangkuannya dan mencium lama bibir Nara, semua orang memperhatikan Nara dan Gavin, keluarga mereka hanya tersenyum mengerti anak muda dan juga terbiasa melihat sikap romantis Nara dan Gavin.
" udah, Nara lalu kembali ke kursi nya dan memakai lipstik nya.
" maaf ya ma pa, kata Nara pada orang tua nya
" kenapa minta maaf cium istri sendiri ya kan ma, pa " kata Gavin
mereka hanya tertawa melihat Gavin dan Nara. sementara dari jauh sepasang mata menatap tajam pada Gavin dan Nara. dia adalah pak Ardan yang diam diam menyukai Nara,
" aku akan dapatin kamu Nara..." kata Ardan berniat jahat
pesta berlangsung meriah sampai malam, Nara dan Gavin jam 2 malam baru sampai ke apartemen mereka
__ADS_1