
dirumah Nara...
sudah 5 hari setelah kepergian Nara, Rani masih juga menjawab tidak tau keberadaan Nara. diam diam pak Hari dan pak Wisnu tetap mencari Nara dan Edzard. pak Wisnu berharap Nara bersama dengan Edzard. pak Wisnu membayar orang untuk melacak keberadaan Nara dan Edzard.
mama Tiara mulai mencoba memahami alasan Nara pergi. mama Tiara sering masuk ke kamar Nara dan menangis disana.
Gavin hanya di kamarnya dan tidak ingin juga mengganggu Nara, ia di kamar melihat hasil foto yang ia ambil dan memindahkan hasil nya ke handphone nya. foto Nara yang banyak ia ambil dan disimpan di handphone nya.
" sebenarnya gimana jalan pikiran kamu Ra, aku akan coba memahami kamu..." kata Gavin sambil melihat foto Nara. Gavin lalu mengeluarkan kotak kecil dari tas nya dan membuka nya...
" aku belum sempat memakai kan cincin ini di jari kamu..." kata Gavin pelan sambil memandangi cincin itu
hari sudah malam, Nara sudah selesai mandi dan bersiap untuk keluar makan malam, tapi Nara terlalu kesal untuk mengajak Gavin makan malam. Nara lalu keluar dari kamarnya dan ternyata Gavin sudah di depan kamarnya bersandar ke dinding dengan kedua tangannya di masukkan ke saku celananya. Nara sedikit terpana melihat Gavin. Nara lalu cuek melewati Gavin dan masuk ke lift yang disusul oleh Gavin. pintu lift terbuka dan Gavin lalu menarik tangan Nara. Nara hanya mengikuti Gavin saja. cukup lama berjalan mereka akhirnya sampai di tepi pantai yang cukup sepi tak lama, seseorang datang membawa makan malam mereka.
" makan malam disini?" tanya Nara
" iya,
Nara dan Gavin duduk lesehan dengan tikar karet di tepi pantai menikmati makan malam mereka.
" masih marah?" tanya Gavin
" nggak, emang bener yang kamu bilang sikap aku salah, tapi aku nggak bisa kembali sekarang...aku belum siap mereka menghakimi aku, apa yang akan dilakukan suami aku nanti, papa aku, mama, papa Hari, mama Sisy.... aku nggak tau gimana reaksi mereka nanti selama ini Nara menebak nebak aja. mungkin setelah pulang Nara bakal jadi janda dari lelaki yang Nara belum pernah liat.. ironis kan.. setelah perjalanan ini, jika suami dan keluarga nya menerima Nara, Nara akan mengabdi pada mereka selamanya...Nara janji...
" nggak perlu berjanji dan kamu nggak akan jadi janda .... pikiran kamu terlalu jauh Nara...
" hei... atas dasar apa kamu bilang gitu... suami aku aja bukan....
" hei hei... nggak sopan banget sih" kata Gavin kesal
" makanya jangan sok tau!!! udah lah Nara mau balik ke hotel...
__ADS_1
Nara bangun dan Gavin langsung menarik tangan Nara...
" berani pulang gelap gitu...
Nara lalu melihat sekitar nya dan memang gelap sekali
" ya makanya ayo...
" sebentar lagi...
Nara lalu duduk lagi, Nara mengambil handphone nya dan memotret suasana pantai malam itu. sinar bulan memantul di air laut yang tenang malam itu. sedangkan Gavin memotret Nara dengan kamera handphone nya diam diam.
cukup lama menikmati malam tanpa banyak bicara. akhirnya Gavin dan Nara kembali ke kamarnya.
begitu waktu seminggu Nara dan Gavin lewati di kota itu.
malamnya Gavin dan Nara makan malam di restoran hotel.
" aku mau ikut tapi ada syaratnya...
" apa?
" kita liburan gaya aku gimana??
" boleh" kata Nara
esoknya Nara dan Gavin bersiap-siap. Nara hanya membawa ranselnya. pakaiannya Nara tinggal di kamar. Gavin sudah menunggu di depan pintu kamarnya yang bersebelahan dengan kamar Nara. mereka turun bersama, Nara dan Gavin naik taksi ke bandara lalu mereka naik pesawat hampir 3 jam. setelah turun Gavin dan Nara memilih makan dulu di kafe di bandara. setelah selesai Gavin pergi duluan dan Nara menuggu di depan bandara, tak lama Gavin datang dengan motor besar. Gavin memberi helm dan membantu Nara pakai.
" kamu curi dimana motor ini? tanya Nara
" emangnya tampang aku tampang pencuri?
__ADS_1
aku sewa, ayo naik
Nara lalu naik dan memegang pinggang Gavin. Nara ketakutan karena tidak pernah naik motor sebelumnya
" Gavin pelan pelan Nara takut...
" peluk aja...
Gavin lalu menarik tangan Nara dan meletakkan di perutnya. Nara memeluk Gavin karena takut Gavin membawa motor itu dengan kecepatan yang cukup laju. Nara mulai menikmati suasana kota yang ia tuju... jalanan tidak macet pemandangan masih hijau banyak pepohonan. cukup jauh perjalanan mereka berhenti di sebuah vila sederhana.
" kita akan menginap disini" kata Gavin
" wah... bagus tapi agak dingin disini..." kata Nara sambil melihat-lihat
tak lama penjaga villa itu datang
" wah sudah lama villa ini tidak kedatangan tamu suami istri gini,
" ah saya bukan..." ucapan Nara langsung berhenti saat Gavin memegang tangan nya
" iya pak kami baru menikah" kata Gavin pada penjaga villa tersebut membuat Nara terdiam dan kesal.
Nara lalu masuk ke villa itu.
" kamarnya dimana pak?" tanya Nara sopan paa penjaga vila
" disana neng..." kata penjaga itu sambil menunjuk sebuah pintu di sudut ruangan lantai 1.
" silahkan istirahat nanti kami siapkan makan malam,
tak lama penjaga paruh baya itu pergi meninggalkan Gavin dan Nara. Nara yang terlihat kesal langsung menutup pintu kamarnya.
__ADS_1