
Gavin sudah bangun duluan dan Nara masih malas malasan. Gavin menyiapkan air mandi Nara, Nara berendam di bathtub dan Gavin menemani disampingnya
" Nara mau kita kembali seperti dulu lagi, semoga Nara bisa cepat hamil... kata Nara sambil tersenyum
" semoga sayang...
hari itu Nara dan Gavin kembali bersama kerumah mereka. Gavin dan Nara menguatkan diri untuk kembali kerumah itu. mereka berpegang tangan masuk kerumah nya. keluarga yang lain sudah tau kepulangan Gavin dan Nara bersama dan mereka memberi waktu untuk Nara dan Gavin.
Nara masuk ke kamarnya dan tubuhnya gemetaran. Gavin langsung memeluk Nara.
" kita pergi aja ya, aku akan cari rumah baru untuk kamu" kata Gavin
" nggak, Nara nggak papa,
seluruh ruangan dirumah itu sudah di bersihkan, kamar mereka juga bekas darah Nara sama sekali tidak ada di rumah itu. perabotan kamar pun sudah di ganti. Gavin memeluk dan mencium kening Nara.
Nara dan Gavin memilih tetap dirumah itu, mereka masih tinggal berdua. setelah 1 Minggu bi Ina, bi Ira dan pak Wahyu supir Nara kembali ke rumah itu.
Gavin akan mulai kerja hari ini. Nara dan Gavin sarapan bersama lalu Gavin mengantar Nara kerja. Nara dan Gavin sudah kembali ceria dan bekerja seperti biasa. seminggu sekali Nara dan Gavin mengunjungi orang tua mereka bergantian.
Nara yang sibuk di kantor nya tetap pulang tepat waktu, Nara selalu ada dirumah saat Gavin pulang kerja.
sudah 5 bulan sejak Nara dan Gavin kembali bersama. Gavin sering pergi meninggalkan Nara karena ada kerja diluar negeri, Nara tidak bisa ikut karena juga sedang mengerjakan proyek besar.
hari itu Nara kerja seperti biasa, sejak Nara pergi Yudo selalu mencari Nara, saat Nara sakit beberapa kali Yudo menjenguk Nara bersama Alex dan Rais.
sedangkan Nara menghindari Yudo Nara tidak ingin terjadi kesalahpahaman lagi dengan Gavin.
siang itu Nara makan siang dengan Rani di kafe depan kantornya. mereka asik bicara berdua dan Yudo menelpon Nara namun tidak Nara jawab.
perusahaan GNA cukup sukses ditangan Nara dan Rani. pak Wisnu sangat senang dengan kerja Nara dan Rani,
siang itu selesai makan siang Nara kembali ke ruangannya. dan melanjutkan pekerjaannya lagi, lalu Yudo datang dan masuk keruangan Nara,
" Ra?
" sekertaris aku nggak ada ya? kok kamu bisa masuk?
" ada, aku bilang kita udah janji jadi aku langsung masuk .
Nara lalu duduk di kursi kerjanya
__ADS_1
" lain kali jangan gini lagi Nara nggak suka. ada perlu apa?
" sudah lama sekali Ra aku ingin jumpa kamu,
" kenapa? bukannya kamu sibuk juga ya kerja di perusahaan papa kamu?
" aku cinta kamu Ra, dari dulu.. " kata Yudo tiba tiba
" Nara udah nikah, dan ini kantor jangan bicarakan masalah pribadi disini, " kata Nara sambil berjalan ke sofa di ruangannya mengambil handphone nya
" aku tau Ra, aku hanya mau ungkapin perasaan aku yang udah lama sekali aku tahan...
" Nara udah dengar jadi sebaiknya kamu pergi. dari dulu kita hanya berteman dan akan bisa tetap berteman kalau kamu pergi sekarang dan jangan bahas masalah ini lagi. Nara udah nikah dan bahagia dengan Gavin..
" ciuman waktu itu...
" udah Nara nggak mau dengar, lebih baik kamu pergi" kata Nara yang berdiri di pintu ruangannya mempersilahkan Yudo pergi,
" sepertinya lebih baik kita nggak bertemu lagi, " kata Nara lagi
" aku akan pergi Ra, aku akan kuliah lagi di luar negeri, aku akan kuliah sambil cari istri,
" makasih dan aku minta maaf
" iya,
Yudo dan Nara lalu bersalaman dan Yudo memeluk Nara. Nara lalu mendorong pelan Yudo,
" sebaiknya kamu pergi...
Yudo lalu mencium kening Nara dan pintu ruangan Nara terbuka, Gavin berdiri didepan Nara dan Yudo. seketika Nara panik takut Gavin salah paham.
" aku kesini untuk pamitan dengan Nara Vin, aku akan kuliah di luar negeri. maaf ya aku lancang" kata Yudo sopan
Yudo lalu pergi. Gavin menutup pintu ruangan Nara dan mendekati Nara, Gavin belum berkata apa apa tetapi badan Nara udah gemetaran dan air mata mengalir di pipi Nara
" Nara nggak ngapa-ngapain Vin, kamu jangan salah faham
" aku percaya sayang... aku nggak marah..." kata Gavin sambil memeluk Nara
" aku kangen kamu Ra, makanya cepat cepat pulang...
__ADS_1
" Nara kangen juga dan kamu jangan salah faham ya
" iya sayang..." kata Gavin sambil mencium kening dan menghapus air mata Nara
" kamu masih setakut itu sama aku Ra?" tanya Gavin pelan
" nggak Nara hanya...
Gavin lalu memeluk Nara lagi, lalu Nara pingsan di pelukan Gavin, Gavin panik dan memanggil Lia sekertaris Nara. Rani juga datang lalu Gavin menggendong Nara . Rani dan Gavin membawa Nara kerumah sakit. Gavin sangat ketakutan melihat Nara sampai dirumah sakit Nara di periksa Gavin tetap disamping Nara. Nara di pasang infus.
tak lama Nara bangun, dan dokter Andika datang memeriksa Nara lagi
" Nara kenapa om? tanya Gavin pada dokter Andika
" Nara kelelahan, kapan terakhir kamu datang bulan Nara? tanya dokter Andika
" Nara lupa,
" seharusnya kamu lebih perhatikan, setelah ini kamu tidak boleh capek dan stress kamu harus banyak istirahat. kamu hamil Nara sudah 8 Minggu, selamat ya Nara Gavin, om akan kabari pak Wisnu
" makasih om..." kata Gavin senang
" kamu Ra, kita, akan punya anak, aku akan jadi papa, kita Ra, kita akan jadi orang tua.... " kata Gavin senang, Gavin menangis memeluk Nara,
Rani juga menangis bahagia mendengar Nara hamil.
Nara menangis di pelukan Gavin,
" kita akan punya anak Vin...
" makasih Nara, makasih kamu kasih aku kesempatan lagi untuk punya anak...aku akan jaga kamu dan anak kita, aku janji Ra...
aku cinta kamu Ra,
Gavin dan Nara menangis dan berpelukan.
orang tua mereka mendengar kabar dari dokter Andika langsung datang kerumah sakit. mama Sisy dan mama Tiara menangis bahagia.
Nara masih harus di rawat dirumah sakit selama 2 hari. Gavin tak henti hentinya bersyukur atas kehamilan Nara.
Nara sangat bahagia melihat Gavin.
__ADS_1