
Nara masih mengatur nafasnya duduk di halte bus,
" pasti orang suruhan papa, gimana ni, kita kembali ke hotel atau kemana???
" kita ke hotel aja,
Nara dan Gavin lalu naik taksi menuju hotel. Gavin dan Nara langsung ke kamarnya. Nara kelelahan membuka kulkas dan minum air begitu juga Gavin. Nara lalu duduk di balkon kamarnya disusul Gavin. Nara lalu berdiri melihat suasana malam di kota itu Gavin duduk di kursi santai. Nara lalu mendekati Gavin dan duduk dipangkuan Gavin dan mengalungkan tangannya di leher Gavin dan mencium bibir Gavin lama...dan Nara semakin agresif, Gavin bingung dengan Nara, Gavin membalas ciuman Nara.
lalu Nara berhenti
" kita siap siap ya langsung kabur, ada yang perhatikan kita,
Nara lalu menarik tangan Gavin ke kamar , Gavin lalu mulai mencium bibir Nara lagi,
" lepasin Gavin ayo kita pergi,
" sebentar...
Gavin lalu menarik tangan Nara dan memeluk erat Nara sambil mencium leher jenjang Nara,
__ADS_1
" lepasin Vin,
Nara lalu mencium bibir Gavin lagi,
" cukup, ini udah sangat salah, aku nggak bisa melakukan lebih dari ini
" apanya yang salah,
Gavin lalu mencium leher Nara lagi, dan membawa Nara ke dalam pangkuannya. nafas Gavin terasa di dada Nara, Gavin dengan liarnya mencium leher dan dada Nara, Gavin membuka dress Nara dan mencium dada Nara lagi, Gavin menurunkan bra Nara berwarna merah.
Nara semakin tidak bisa menolak, Gavin lalu mengangkat tubuh Nara ke tempat tidur, Gavin menarik baju Nara sampai terlepas, terlihat bara dan CD Nara yang berwarna merah. Nara mencoba menutupi tubuhnya namun ditahan Gavin, Gavin pun membuka baju dan celananya hanya tersisa celana pendeknya. Gavin mencium kening dan bibir Nara lalu membisikkan sesuatu ke Nara
Nara membiarkan Gavin mencium seluruh tubuhnya dan meninggalkan bekas bekas merah, Gavin dengan lembut membuka bra Nara, lalu menikmati dada indah Nara, Nara lalu menghindar dan ingin bangun tapi dihentikan Gavin, tubuh kekar Gavin menindih Nara yang hanya memakai CD itu, Nara mendorong Gavin tapi Gavin semakin kuat menahan Nara... Gavin mencium dan menikmati dada Nara, Nara tidak mendorong Gavin lagi dan menikmati setiap sentuhan Gavin, Gavin membuka CD Nara dan miliknya lalu dengan pelan membuka lebar kaki Nara dan memasukkan miliknya ke Nara... Gavin agak kesulitan karena sempit, Gavin lalu mencium bibir Nara dan dengan sedikit dorongan kuat memasukkan miliknya ke Nara, Nara lalu teriak kesakitan namun Gavin tetap menggoyang Nara, lama ke lamaan rasa sakit Nara sudah berkurang, Nara melihat wajah Gavin yang sedang menikmati tubuhnya itu, Nara membiarkan dan mengikuti semua gaya Gavin tanpa menolak sedikit pun, cukup lama Nara di bawah Gavin, Gavin mulai memegang kedua kaki Nara menaikkan ke bahunya, dan terus menggoyang Nara,
lalu Gavin merubah posisi Nara diatas dan Gavin menikmati dada Nara yang tepat diwajahnya. tangan Gavin terus membantu Nara goyang, cukup lama lalu Gavin duduk dan Nara dipangkuan nya lama,lalu Nara di bawah Gavin lagi, Gavin melebarkan kaki Nara dan dengan kuat menggoyang Nara lalu Gavin terbaring disamping Nara, nafas keduanya masih tidak beraturan. Gavin menutup tubuh Nara dan mencium kening Nara, air mata Nara membasahi pipinya, Nara menangis menyesali perbuatannya.
" aku nggak bisa pulang kerumah Vin, Nara harus kemana setelah ini, Nara udah kecewain mama dan papa,
" nggak sayang, kita nggak buat salah
__ADS_1
" apanya yang nggak!!! Nara menangis membelakangi Gavin, Gavin lalu melihat seprai banyak noda darah, Gavin lalu membuka selimut Nara dan melihat darah di paha Nara, Gavin dengan cepat menggendong Nara ke kamar mandi untuk membersihkan darah di paha Nara. Gavin dengan lembut membersihkan Nara dengan air hangat, Nara merasa kesakitan terduduk
" sakit, perih, gimana ni, banyak darah...Nara takut
" nggak apa Ra, maaf ya
Gavin lalu memandikan Nara yang masih kesakitan, Nara hanya diam membiarkan Gavin menyentuh lagi seluruh tubuhnya. selesai mandi Gavin menggendong Nara lagi Nara masih kesakitan, Gavin mengambilkan pakaian Nara lalu membantu Nara mengeringkan rambutnya.
Nara masih aja menangis,
Gavin lalu duduk berlutut didepan Nara,
" udah nggak usah nangis nggak ada yang salah dengan yang kita lakukan, dan aku yang akan bawa kamu pulang Ra,
" gimana caranya, Nara harus kemana, Nara nggak berani pulang gimana Nara melihat wajah mama dan papa, gimana mama Sisy dan papa Hari, Nara mengecewakan mereka
" nggak, kamu percaya ya sama aku...
Gavin menggendong Nara ketempat tidur, tak lama Nara tertidur,
__ADS_1