Cinta Ini Menuju Ke Kamu

Cinta Ini Menuju Ke Kamu
kepanikan Gavin


__ADS_3

Nara memilih berhenti kerja dan dirumah aja menikmati masa kehamilan nya Nara semakin manja dengan Gavin, mama Tiara dan mama Sisy sering datang kerumah mereka untuk menemani Nara. Gavin menjadi over protective pada Nara. Nara sama sekali tidak boleh melakukan apapun. Rani dan Jody yang mengurus perusahaan tak lama lagi Rani dan si kaku Jody akan menikah. mereka sudah menjalin hubungan selama 6 bulan dan berniat menikah orang tua mereka sudah setuju.


usia kehamilan Nara sudah 4 bulan perut Nara sudah sedikit terlihat berbeda, setiap habis mandi Nara berdiri di depan cermin melihat perutnya yang semakin hari semakin membesar, Nara tidak mengalami kehamilan yang sulit hanya muntah saat pagi aja,Gavin memotret setiap momen perubahan perut Nara. Gavin tetap kerja dan pulang tepat waktu .


kehamilan Nara udah 7 bulan, perut Nara semakin membesar, Nara juga semakin merasakan gerakan bayinya. setiap di rumah Gavin memegang terus perut Nara dan berbicara pada bayinya. Gavin sangat senang merasakan gerak bayi di perut Nara.


mama Tiara semakin sering menemani Nara begitu juga mama Sisy mereka sangat menantikan kelahiran bayi Nara dan Gavin, mama Tiara sudah ada cucu satu anak dari kak Karin, namun untuk mama Sisy dan papa Hari ini adalah cucu pertama nya karena Gavin adalah anak tunggal. tak heran mereka sangat antusias dan bahagia.


Nara dan Gavin tidak mempersiapkan kamar khusus untuk bayinya nanti karena Gavin dan Nara bayinya bersama mereka . kamar Nara dan Gavin sangat besar. Gavin dan Nara hanya meyiapkan tempat tidur bayi dan lemari untuk bayinya yang lain mama Tiara dan mama Sisy yang beli.


delapan bulan usia kehamilan Nara, Nara semakin sulit melakukan apapun. perutnya semakin membesar, tubuh Nara juga sedikit berisi. Gavin sangat menjaga makanan untuk Nara. semakin besar perut Nara, semakin ketat Gavin menjaga Nara. memasuki usia kehamilan 9 bulan Gavin tidak ke kantor lagi, Gavin bekerja di rumah saja sambil menemani Nara. setiap tidur Gavin selalu memegang perut Nara dan terbangun saat bayinya bergerak diperut Nara. malam itu Gavin dan Nara berbaring di tempat tidurnya, Gavin berbicara dengan bayi Nya


" ajaib ya sayang, ada kehidupan lain di dalam perut kamu, yang membuat kita jatuh cinta bahkan disaat kita belum melihatnya. membuat kita selalu ingin melindungi nya, terimakasih sayang, karna kamu aku bisa merasakan keajaiban ini,


aku cinta kamu Kalila Tinara dan anak kita...


" Nara senang setiap kali kamu bilang anak kita,Nara bahagia nikah sama kamu, kamu pasti jadi papa yang hebat untuk anak kita, karena kamu udah jadi suami yang hebat untuk Nara


malam itu Nara terbangun jam 1 malam dan Gavin juga langsung bangun saat Nara gerak.


" kenapa sayang?


" Nara mau buang air kecil


" aku bantu ya


Gavin menggendong Nara ke kamar mandi dan Gavin merasa baju nya basah


" sayang kamu udah pipis? baju aku basah


" nggak... emangnya Nara ngompol, jangan bikin Nara malu....


" nggak tapi baju aku basah,


" ah sayang air apa ini Nara belum pipis" kata Nara saat melihat air di paha nya. Gavin langsung cepat memanggil bi Ina


" bi liat Nara itu air apa?" kata Gavin panik


" bi Ina Nara nggak ngompol, aduh... " kata Nara


" itu ketuban non ayo bawa Nara kerumah sakit

__ADS_1


" aaahh perut Nara sakit, Gavin, perut Nara sakit


" bi bantu Nara ganti baju aku panggil Jody" kata Gavin panik


" kenapa Jody? rumahnya jauh, " kata Nara


" oh ya aku panggil papa aja


" Gavin kenapa papa...


" oh ya jadi siapa? Gavin bingung karena panik, tangannya dingin dan gemetaran memegang handphone nya. Gavin pun menelpon Jody


" Jody tolong keluar in anak aku"


" anak Lo? yang mana? mau aku keluarin dari mana?tanya Jody bingung


" sayang keluarin anak kita dari mana? tanya Gavin bingung. Nara yang sedang mengganti baju bingung melihat Gavin. bi Ina hanya geleng-geleng kepala melihat Gavin dan Nara


" Jody aku nggak tau anak aku keluar dari mana kamu bantu ya, anak aku mau keluar


" gila masak aku disuruh keluarin anak Lo! Gavin lebih baik Lo tarik nafas dulu tenang, aku urus rumah sakitnya. sekarang kamu panggil pak Wahyu siapin mobil bawa Nara kerumah sakit sekarang!!!


Jody langsung menelpon rumah sakit dan semua sudah bersiap menunggu Nara sampai. Jody menelpon semua keluarga dan mereka langsung bergegas ke rumah sakit.


sementara di mobil Gavin tak hentinya panik. bi Ina dan Nara malah bingung liat Gavin. Nara mulai meringis kesakitan dan Gavin malah ikut merintih kesakitan sampai menggigit tangannya sendiri


" pak Wahyu ayo pak anak aku mau keluar pak... cepat


" tenang pak Gavin bayi nya nggak akan keluar di sini" kata bi ina


" tu kan pak jangan sampai bayi aku keluar di mobil pak cepat pak Wahyu, kamu gimana Ra sakit nggak, aduh... aku yang sakit ni Ra... perut aku sakit....


" kamu kenapa sayang? tanya Nara


" aku nggak tau, perut aku sakit kayaknya aku akan masuk UGD sama kamu, aduh gimana pak cepat pak Nara kamu tenang ya ada aku, kamu tarik nafas dalam-dalam,"


" Gavin, Nara tu tenang dari tadi, kamu yang harus tenang tarik nafas...


" iya iya ini aku nafas Ra, aduh aku sakit Ra...


" kamu anak papa sayang jangan keluar disini ya, keluar di tempat yang benar" kata Gavin bicara didepan perut Nara

__ADS_1


Nara dan bi Ina geleng geleng kepala melihat Gavin


" tempat yang benar gimana Vin, kamu tau tentang, Nara baik baik aja, kalau kamu panik gini, Nara bisa beneran lahiran disini!!!


" iya iya aku tenang, " Gavin mengatur nafasnya


" aduh tapi beneran Ra perut aku sakit, bi Ina aku beneran sakit loh!


" iya " kata Nara dan bi Ina serentak


sampai dirumah sakit perawat langsung membawa Nara ke UGD, dokter Andika juga menemani Nara


" om bawa Gavin juga om, Gavin sakit juga, perut Gavin sakit,


Jody sampai menepuk jidatnya melihat Gavin. Jody lalu membantu Gavin ke UGD. Nara masih tenang hanya sesekali merintih kesakitan. Gavin dan Nara bersebelahan, Gavin tetap memegang tangan Nara dan tidak mau disuruh baring,


" aduh aku sakit Ra, perut aku sakit


" iya Gavin om periksa kamu dulu, Nara biar diperiksa dokter Hanny,


" iya om periksa aja Gavin harus temani Nara,


" gimana om mau periksa, kamu baring dulu,


" nggak bisa Om


" kamu ikutin om berdiri tegak, tarik nafas pelan pelan dan buang pelan pelan...


" aaaaa sakit... teriak Nara


" aaaaahhhh sakit om" Gavin juga teriak


begitu terus hampir setengah jam membuat heboh UGD malam itu, dokter Andika bahkan belum bisa juga memeriksa Gavin


" suntik penenang aja dok sampai pingsan" kata Jody kesal yang masih tidak bisa menenangkan Gavin


" nggak nggak jangan aku harus dampingi Nara tapi serius om Gavin sakit...


" saya nyerah Gavin, " kata dokter Andika


Nara udah dipindahkan ke ruang bersalin. Gavin tetap mendampingi Nara menggenggam erat tangan Nara. Gavin menahan sakit di perutnya dan menahan diri agar tidak bicara. hanya meringis menahan sakitnya saat Nara teriak sakit.

__ADS_1


__ADS_2