
Nara bangun jam 6 mandi dan bersiap, Nara lalu bingung mencari baju untuk kerja dirumah ini hanya tersisa dress semua, Nara lalu memilih dress hitam selutut dan memakai outer .
" Gavin pakai baju gini cocok kan untuk kerja?" Nara bertanya pada Gavin yang baru bangun dan duduk ditepi tempat tidur
" bagus sayang,
Gavin lalu mandi, Nara masih memakai riasan nya. Nara memilih tas senada dengan bajunya. Gavin selesai mandi dengan handuk melingkar di pinggang nya memeluk Nara dari belakang.
" ih... baju Nara basah nanti, sini Nara bantu keringkan badannya..."
Nara mengambil handuk kecil dan mengelap tubuh dan mengeringkan rambut Gavin. Gavin hanya tersenyum, tangan Gavin ada di pinggang Nara, Gavin lalu mencium bibir Nara
" aahhh udah, riasan Nara bisa rusak...
Nara lalu keluar dari kamar meninggalkan Gavin Nara turun dan menuju ruang makan, mama dan papanya sudah duduk disana
" Nara, walau kamu kerja, kamu harus penting kan Edzard ya" kata pap
" iya pa
tak lama Gavin turun dan sarapan bersama. selesai sarapan mama dan papa pergi kerja terpisah diantar supir masing masing. Nara dan Gavin juga bersiap pergi, Gavin menarik Nara ke dalam pelukannya lama sekali,sedangkan Nara udah gelisah mau pergi kerja,
" sayang udah ya Nara mau pergi ni, kamu kan harus kerja juga,
" aku nggak harus kerja sayang..
" udah kerja sana nanti kita makan malam bersama. siang ini Nara makan siang dengan teman kerja. oh ya Nara lupa ada yang mau Nara tanya, tapi nanti malam aja, ya
" oke malam ini kita ke apartemen ya
" iya,Nara pergi ya
Nara pergi duluan tak lama Gavin juga pergi dengan mobilnya. jam 8 Nara sampai dikantor nya,semua mata melihat takjub pada Nara. Nara terlihat cantik memakai dress nya. Nara hanya tersenyum dan menyapa semuanya. Nara didepan lift bersama pak Ardan kali ini Nara menyapa
" selamat pagi pak Ardan
" selamat pagi Nara, kamu bisa rubah design ruangan saya?
" ruangan bapak mau dirubah? itu udah pas dan cocok dengan karakter bapak
" memang gimana karakter saya?
" ya gitu tenang, tegas , rapi
Nara dan pak Ardan masuk ke lift bersama
" kita makan siang bersama ya Nara" pak Ardan mengajak
" boleh di kafe depan ya,
" saya boleh minta no handphone kamu?
" ah maaf pak hubungi meja Nara aja ya,
Nara lalu tersenyum pada pak Ardan dan keluar duluan. Nara langsung ke mejanya dan ada jus dan sandwich lagi..
" Fera ini dari siapa?
" biasa satpam yang antar...
Nara lalu membawa paper bag berisi sarapannya ke satpam nya
" pak, bapak yang antar ini ke meja Nara?
" iya buk,
__ADS_1
" panggil Nara aja pak,
" iya, non Nara, saya disuruh pak Ardan
" pak Ardan? oh ya makasih ya pak
Nara lalu membawa paper bag itu menuju lift ke lantai 10
" Nara kira Gavin, kenapa pak Ardan kirim makanan terus ke Nara
Nara tiba di depan ruangan pak Ardan dan sekertaris pak Ardan Fani udah menatap sinis ke Nara. Nara hanya cuek
" saya mau keruangan pak Ardan ya..
" pak Ardan lagi sibuk, kamu bagian apa? nggak penting aja mau ketemu manager, dan penampilan kamu itu norak
" oh ya, besok Nara akan tampil lebih sederhana, mau gimana lagi Nara cantik gini, semua yang dipakai jadi terlihat lebih bagus" jawab Nara sinis membalas Fani
" dasar perempuan murahan" kata Fani kesal
" kamu salah, aku bahkan berpuluh-puluh kali lebih mahal dari kamu, kamu bahkan enggak pantas disamakan dengan aku" jawab Nara kesal tapi sok tenang di depan Fani
Fani mau berdiri dan memukul Nara tapi telponnya berbunyi dan meminta Nara masuk
" sana masuk!!!
Nara dengan santai masuk keruangan pak Ardan. setelah masuk Nara berhenti sebentar menenangkan dirinya.
" kenapa?" tanya pak Ardan
" nggak apa pak, saya mau tanya bapak yang kirim makanan ke meja saya? untuk saya?
" iya,
" kenapa pak? tanya Nara lagi
" oh ya, makasih pak dan ini, hari ini Nara sarapan. Nara permisi dulu
Nara meninggalkan paper bag di meja pak Ardan. Nara lalu keluar dan langsung pergi. sementara Fani dipanggil keruangan pak Ardan
" saya tau apa yang kamu katakan pada Nara, kemas barang barang kamu, saya masih berbaik hati kamu pindah ke tim lain dilantai 3.
" saya minta maaf pak
" pergi!!! bentak pak Ardan
Fani lalu mengemas mejanya. Fani jadi lebih membenci Nara. sedangkan Nara tidak tau apa apa dan kembali ke mejanya.
di kantor Gavin, Jody memberi kabar tentang perusahaan GNA tempat Nara bekerja.
" kita bisa ambil alih perusahaan itu dalam 3 bulan," kata Jody
" lakukan dengan tenang! kirim orang untuk mengawasi Nara, aku khawatir setiap Nara pergi kerja
" baik,
" kalau bisa kamu kunjungi dia kesana dan cari tau apa ada karyawan yang menyulitkan nya
" siap, akan gue selidiki secepatnya
siang itu Nara makan siang bersama pak Ardan di kafe depan. Nara terlihat cuek saat karyawan lain yang makan dikafe itu melihatnya
" bapak hanya ajak Nara?
" iya,
__ADS_1
" ow pantas yang lain pada melihat saya,
" makan aja,
" Nara minum jus aja pak
Nara hanya minum jus pak Ardan tak melepas pandangannya dari Nara membuat Nara risih.
" Nara balik ke kantor duluan ya,
Nara langsung meninggalkan pak Ardan. Nara kembali ke mejanya dan di meja udah ada macaron
" siapa lagi.." kata Nara sambil melihat seluruh ruangan. diruangan Nara masih sepi karena masih jam makan siang. tak lama Fani mendekati Nara
" hei, perempuan murahan kamu pasti ada main dengan pak Ardan makanya pak Ardan pindahin aku kebagian lain hanya gara gara kamu!" kata Fani kasar
" itu bukan urusan aku, dan lihat dari sikap kamu, kamu memang nggak pantas jadi sekertaris manager, kamu nggak berkelas, nggak sopan! dan aku bukan perempuan murahan!!!
Fani lalu mendorong Nara tapi Nara menghindar dan membuat Fani jatuh. Fani lalu berdiri dan mendekati lalu menampar Nara. tak lama rekan yang lain kembali dari makan siang dan langsung membela Nara membuat Fani lebih marah. Fani mengambil kopi yang masih panas lalu ingin menyiram Nara namun dihalangi Jody asisten Gavin, punggung Gavin basah. dan kena air panas, Nara menunduk menghindari siraman Fani lalu Nara berdiri dan melihat Jody.
" nyonya tidak apa apa? tanya Jody
Nara panik dan membantu membuka jas Jody
teman teman yang lain menahan Fani. mereka bingung melihat Jody yang cukup terkenal di dunia bisnis melindungi Nara dan memanggilnya nyonya
" kita kerumah sakit ya,
Nara mengambil handphone nya lalu Manarik tangan Jody ke mobilnya dan membawa kerumah sakit. dijalan Nara menelpon Gavin sambil menangis, Gavin langsung menuju rumah sakit. Nara menangis di depan UGD Jody didalam. Gavin sampai dan langsung memeluk Nara
" Gavin... Nara takut kalau terjadi sesuatu pada Jody gimana?
" tenang sayang, pantas aku tidak tenang hari ini, dan menyuruh Jody memeriksa keadaan kamu
" maafin Nara...
tak lama pak Wisnu datang kerumah sakit dan Nara kembali menangis di pelukan papanya.
lalu pak Ardan dan pak Irwan datang juga, melihat Nara dipelukan pak Wisnu Tama. pak Irwan dan pak Ardan lalu menunduk hormat pada pak Wisnu.
" udah sayang, tapi kamu nggak apa kan? ada kena air panas? papa akan urus dan pastikan dia dipenjara.
" udah Gavin urus pa,
Nara hanya diam di pelukan papa nya. ini pertama kalinya Nara mengalami ini.
" papa dengan perempuan itu menampar kamu ? tanya pak Wisnu sambil memeriksa pipi Nara
" Nara nggak apa pa,
Nara dan pak Wisnu lalu mendekati pak Irwan dan pak Ardan
" maaf ya pak, setelah ini Nara mau langsung pulang ya"
" ah i iya silahkan Nara,
" nanti ada yang ambil tas Nara di kantor" kata pak Wisnu
" iya pak silahkan
Gavin keluar dari UGD melihat keadaan Jody lalu mendekati dan memeluk Nara lagi.
" kamu pulang aja dengan Edzard Jody biar papa yang urus," kata pak Wisnu
Nara dan Gavin langsung pergi meninggalkan semuanya. pak Ardan tak melepas pandangannya dari Nara dan Gavin, pak Ardan bertanya tanya hubungan Nara dengan Edzard lelaki yang terkenal didunia bisnis sama seperti pak Wisnu.
__ADS_1
" kamu dikelilingi orang orang hebat Nara" kata Ardan dalam hati
Nara dan Gavin tiba diapartemen nya . Gavin sama sekali tak melepas pelukan nya.