
hari sudah pagi, Nara masih bermalas-malasan di tempat tidurnya melihat ke layar hp nya lalu meletakkan di sampingnya dan terhanyut dalam pikirannya yang panjang tentang rencananya melarikan diri selama 3 bulan bersama Rani. Hari ulang tahun sekaligus hari pernikahannya semakin dekat Tiara mama Nara menjadwalkan bermacam-macam perawatan setiap harinya untuk Nara. Nara semakin sulit keluar rumah. persiapan Nara kabur sudah siap Nara menyimpan obat dan juga ATM dan uang di beberapa tas untuk berjaga-jaga.
Jam 10 Nara baru turun setelah selesai mandi untuk sarapan. pak Wisnu dan ibu Tiara, mama dan papa Nara sudah tidak ada dirumah. Nara sudah terbiasa dari kecil ditinggal dengan bibi dirumah karena mama dan papa nya sangat sibuk. dulu Nara bersama Karin kakaknya, Karin yang selalu menjaga dan menghibur Nara, setelah Karin menikah hanya bi Ina yang menemani Nara ngobrol dirumah besar itu.
" bi Nara mau sarapan, abis ini Nara mau kerumah Rani ya
" nggak bisa non, nyonya Tiara udah pesan non Nara nggak boleh keluar rumah, non Rani aja yang kesini ya, bibi takut dimarahin nyonya...
"ihhhhh bi Ina bawel,
Nara lalu mengeluarkan handphone nya dan menelpon Rani
" RAN, aku nggak boleh keluar rumah hari ini, kamu aja ya yang kesini.
" oke bentar lagi ya aku siap siap dulu" jawab Rani
selesai makan, Nara duduk ditaman belakang rumahnya sambil melihat layar handphone nya. sebentar murung, lalu semangat lagi, membuat bi Ina bingung. bi Ina mencuci piring sambil memperhatikan Nara. Nara duduk di ayunan dan melihat langit yang cerah
" gimana ya, semua udah siap, kalau kabur sekarang....duh gimana......" gumam Nara sambil mengacak-acak rambutnya membuat bi Ina tambah khawatir. bi Ina langsung menghampiri Nara
" kenapa non bibi perhatiin gelisah sekali dari tadi. oh ya non Nara pak Wisnu nambah 4 orang untuk berjaga dirumah ini
" 4 orang? mau jaga apa bi?
" ya jaga non Nara kali...
" bibi ngapa nggak bilang Nara sih!!!
" ya ini kan bibi bilang non,
Nara kesal lalu ke depan melihat 4 orang penjaga yang bi Ina bilang.
" aduh...kacau ni, papa berlebihan banget...
Nara mengintip dari balik jendela depan rumahnya. lalu seseorang menyapa Nara membuat Nara kaget
" lihat apa non?
__ADS_1
" astaga!!! seru Nara sambil mengelus elus dada nya
ihhhhhh ngagetin aja!! bentak Nara
lelaki itu hanya tersenyum tipis. penjaga itu lelaki muda dan tampan tinggi badannya tegap namanya Gavin
" kamu ngapain disini? tanya Nara
" saya memang jaga disini non
" aneh.... tampang kamu nggak seperti penjaga..." kata Nara sambil memicingkan matanya melihat Gavin dari atas ke bawah..
" kenapa? saya terlalu keren??? biasa non udah banyak yang bilang gitu!!! kata Gavin membuat Nara kesal
" ih sok keren! lagian apa yang mau dijaga sih!!!
" ya semuanya, jaga supaya wartawan tidak mendekat karena berita pernikahan non pagi ini udah di umumkan pak Wisnu. dan jaga supaya non nggak kabur!!!
" hah!!! Nara nggak akan kabur!!! papa udah umumkan ya ?kok Nara nggak tau?
" udah pagi ini
" saya Gavin...
" Gavin... kayak pernah dengar nama Gavin" kata Nara pelan
" ya udah sebentar lagi temen saya datang dan santai santai aja ya nggak usah jaga beneran, Nara nggak akan lapor papa, bilang juga dengan yang lain, kalo butuh apa apa bilang bi Ina aja.
Nara lalu naik ke kamarnya meninggalkan Gavin dan membuka laptopnya melihat berita online
" papa... ternyata memang udah di umumin.... gimana ni? kok jadi sedih ya...
Nara lalu duduk di kursi santai di balkon kamarnya sambil melihat-lihat ke 3 orang penjaga di depan rumah.
tak lama mobil Rani memasuki halaman rumah Nara dan 1 orang penjaga mendekati Rani lalu memperbolehkan Rani masuk.
Rani sampai dikamar Nara dan langsung memeluk Nara yang berada di balkon kamarnya
__ADS_1
" Ra...sabar ya... kayaknya kamu memang harus menikah, dan gila aja penjaga nya rame gitu tapi yang di dalam keren ya ganteng lagi... namanya siapa?
" yang mana?
" yang di depan putih tinggi
" Gavin kalo nggak salah, orangnya ngeselin...
" nggak papa deh ngeselin yang penting keren ganteng lagi...
" hemmmm !! ingat tujuan kesini...." sindir Nara
" ah iya, kalo gini kaburnya gimana?
" Nara juga bingung,
" mau nggak mau kamu harus nikah dulu, kan abis itu langsung ikut suami kamu terus aku jemput dan kita kabur gimana...
" kedengarannya mudah...tapi... berarti Nara tetap nikah...
" ya mau gimana lagi... yang penting kamu kan tetap kembali setelah 3 bulan dan tetap menikah juga sama aja Ra... dan Gavin.... kayak pernah dengar nama Gavin,
" iya kan.... Nara juga rasa gitu, apa teman sekolah kita dulu ya?
" kayaknya nggak...
" ah sudah nggak usah di pikirin!!! sini lihat
Nara memperlihatkan tas yang berisi persiapan nya untuk kabur.
" butuh apa lagi? tanya Nara
" kayaknya cukup, uang aku udah lumayan juga kita bisa liburan mewah....." seru Rani sambil memeluk Nara...
Nara dan Rani melihat lihat tempat yang akan mereka tuju selama 3 bulan dan mencari hotel hotel yang bagus, villa dan tempat lainnya
" yang jelas kita harus pergi ke tempat yang belum pernah kita pergi, kita ke pelabuhan dulu naik kapal Fery nginap 1 malam di hotel lalu naik pesawat ke kota xxx ...." Nara menjelaskan panjang lebar ke Rani
__ADS_1
" bagus, kayaknya tempatnya bagus bagus ni," kata Rani
Nara dan Rani kembali duduk di balkon kamar Nara ngobrol sambil tertawa-tawa dan memperhatikan penjaga di depan rumah.