
Kanaya melepaskan pelukannya dan menatap sang suami lalu mengajaknya duduk di ruang tamu.Kanaya menyandarkan kepalanya pada dada bidang suaminya.sementara Anthony dan Nina duduk bersebelahan, mereka membicarakan resepsi Derren dan Kanaya yang akan diadakan 1 minggu lagi.
"Sayang kamu pasti lelah istirahat ya di kamar," tanya Derren
"iya," jawab Kanaya singkat
Derren mengendong Kanaya ala bridal style menuju ke kamar mereka. sementara mommy dan lainnya saling berbicang bincang.
"Gimana kabarmu Thony," tanya mommy Sarah
"Baik Bibi, oh ya bi perkenalkan ini Nina calon istriku," balas Anthony
"Halo bi aku Nina," sapa Nina sambil tersenyum
"Hallo sayang namaku Bibi Sarah dan ini Paman Johan," sahut mommy Sarah
"Halo paman," sapa Nina sopan
"Hai nak,"balas Daddy johan singkat
Mereka berbincang bincang sekaligus membahas kejadian tadi di mall pada kedua orang tua Derren.sementara di kamar Derren merebahkan sang istri di ranjang dan dia mengelus perut buncit istrinya yang kian hari akan membesar.
"Sehat sehat ya sayang di perut mommy," ucap Derren lalu mengecupnya dan mengelusnya
hari hari di jalani mereka seperti biasa dan Kehamilan Kanaya menginjak umur 18 minggu dan hari ini adalah hari yang ditunggu tunggu Kanaya dan semua orang.di kamarnya dia Kanaya memakai Gaun berwarna merah yang longgar cocok buat bumil dan di mak over oleh para perias.Nina datang menghampiri Kanaya di ruangannya dan melihat penampilan Kanaya.
"Kamu cantik sekali Nay," puji Nina
"Kamu bisa aja Nin," balas Kanaya teripu malu
"Kamu udah selesai kan," tanya Nina
"Udah kok mbak," sahut perias
"Baiklah ayo," jawab Nina
__ADS_1
Nina menuntun Kanaya menuju altar pernikahan dan di sana Derren menunggunya.dia terlihat tampan dengan tuxedo yang berwarna Putih bercampur hitam.
Nina menyerahkan kanaya pada Derren lalu mereka mengucapkan janji suci suami istri dan pendeta mengesahkan mereka.semua orang tersenyum melihat pengantin itu.
"Sayang aku sangat bahagia hari ini," ucap Kanaya
"Aku juga sangat bahagia," balas Derren
lalu mereka berciuman dan semua orang bertepuk tangan buat pengantin.Dari kejauhan Dona bersiap dengan pistol nya dan menatap mereka dengan penuh kebencian
"Aku takkan biar kan kalian bahagia," teriak Dona lantang
Mereka semua menoleh dan para undngan merasa ketakutan.Kanaya merasa ketakutan melihat Dona dan Derren segera memeluknya.Dona berjalan menghampiri mereka lalu menarik pistolnya.Nina yang di dekatnya langsung berlari dan menjadikan dirinya tameng dan Dorrr.... Pistol Dona menembus dada Nina dan Nina terjatuh dengan darah keluar dari dadanya.
"Nina," teriak Anthony sambil menangis lalu dia berlari dan mendekapnya
"Sayang hei bangun," ucapnya sambil menepuk pipi Nina
Kanaya yang melihat Nina terjatuh dengan bersimbah darah menangisi keadaan Nina.dia langsung memeluk suaminya dan menangis.
"Nina seperti itu karena melindungi ku Derren," sesal Kanaya sambil menangis
Anthony mengendong Nina dan membawanya ke rumah sakit, Derren dan Kanaya ikut menemaninya.Anthony menari nina di mobilnya dan melaju kencang menuju rumah sakit.Sementara Kanaya terus menangis tanpa henti dia mengkhawatirkan keadaan Nina.Derren melirik istrinya dan cemas dengan Kanaya yang terus menangis.
"Sst sayang yakinlah Nina pasti selamat," hibur Derren
Sampai dirumah sakit Anthony bergegas membawanya masuk dan memanggil dokter.dokter datang dan membawa ke ruang UGD dan Nina langsung mendapatkan penanganan.Anthony, Kanaya dan Derren menunggunya dari luar dan merasakan cemas yang luar biasa.
"Maafkan aku Thony karena ku nina jadi begini," sesal Kanaya
"Sudah lah nay tidak apa apa sebaiknya kita berdoa supaya Nina selamat," ucap Anthony mencoba tegar
3 jam berlalu pintu UGD terbuka dan dokter pun keluar.Mereka bertiga berdiri dan menghampiri dokter dengan raut wajah cemas dan tegang.
"Bagaimana keadaan kekasih saya dokter," tanya Anthony
__ADS_1
Dokter pun menghela nafas kasar dan menatap mereka dengan raut penyesalan.
"Ada kabar baik dan buruk yang harus saya sampaikan," ujar Dokter penuh penyesalan
"Apa dokter," tanya Anthony dengan tidak sabar
"berita baiknya peluru tidak sampai menembus jantungnya dan Berita buruknya maaf Pasien saat ini koma," sesal dokter
Anthony seperti tersambar petir mendengar penjelasan Dokter tentang keadaan Nina.lututnya terasa lemas dan seakan tidak bertenaga mendengar kenyataan kekasihnya sedang koma di dalam.
"Nina," lirihnya
sementara Kanaya pingsan setelah mendengar penjelasan dokter dan Derren menggendongnya lalu menaruh Kanaya di ranjang pasien yang kosong.dia memanggil dokter dan menyuruh memeriksa keadaan istrinya.
"Gimana dokter keadaan istri saya," tanya Derren cemas
"Dia hanya stress dan kecapekan tuan dan sebagai suaminya jangan biarkan istri anda terlalu stress karena bisa membahayakan bayi dalam kandungannya," ucap dokter
"Berikan vitamin ini padanya," lanjut Dokter
"Baik dok," sahut Derren
lalu derren menatap wajah pucat sang istri yang tertidur di atas ranjang pasien.lalu dia menciumnya dan mengexup perut istrinya.
eungh... uh..Kanaya Sadar dari pingsannya dan menatap kesekelilingnya.
"Sayang kamu sudah sadar," ucap Derren
"Dimana aku sayang," tanya Kanaya lemah
" Dirumah sakit sayang,kamu jangan stress ya kasihan anak kita,"sahut Derren
"maafin aku sayang, dan maafin mommya nak," ucap Kanaya sambil mengelus perut buncitnya
Derren memberikan vitamin itu pada Kanaya dan Kanaya pun meneguknya dengan air.lalu dia memeluk sang suami dengan erat dan Derren membalasnya.
__ADS_1
TBC
jangan lupa like , rate , vote dan komen