
"Sayang kamu jangan bersikap seperti itu pada Rafael nak," tegur Mommy
"Aku enggak suka aja mom dia selalu mencoba mendekatiku dan mencari perhatian dari ku," keluh Bianca kesal
"Setidaknya bersikap baiklah pada nya jika memang kamu tidak menyukainya sayang," ucap Mommy dengan lembut
Bianca hanya pasrah lalu mengangguk mengiyakan ucapan mommy nya. Sementara Jackson mengantar kan Felicia ke kamar yang berada di bawah.
"Ini kamarmu Feli dan lakukan tugasmu mulai besok pagi dengan membangunkanku oke," ucap Jackson santai
"Hemm," balas nya lalu masuk kedalam kamar setelah Jackson memberikan kunci nya
"Hei ," pekik Jackson kesal dengan sikap Felicia yang acuh pasa nya
Jackson langsung berjalan menaiki tangga menuju ke kamar nya.Cklek pintu kamar terbuka lalu dia membuka jas nya lalu melemparkan nya di ranjang kemudian masuk ke dalam kamar mandi.Beberapa menit kemudian dia keluar dari kamar mandi. Dia berjalan ke lemari mengambil kaos dan celana panjang nya setelah itu memakai nya.Jackson duduk ditepi ranjang dan menatap alarm menunjukkan pukul 04.00 sore.Dia memutuskan untuk turun kebawah menghampiri keluarga nya.
"Bianca kamu kenapa kok wajahmu masam seperti itu," tanya Jackson heran setelah duduk di sofa
"Kenapa kakak memberi izin Rafael mendekati ku kak padahal aku enggak menyukainya," protes Bianca kecewa
Jackson menatap kedua orang tua nya lalu memandang adik nya Bianca.Dia menghela nafas kasar mendengar pertanyaan Bianca.
"Dia terus memaksaku Bi dan aku sudah mengancam nya jika dia menyakitimu ku pastikan dia kehilangan nyawanya," ujar Jackson tegas tanpa bisa dibantah
"Jackson," teriak mommy lantang
__ADS_1
"Tidak mom ku mohon sekali ini saja aku cuma ingin melindungi adikku Bianca dan kumohon jangan menahan ku," ujar Jackson memohon menatap wanita paruh baya tersebut
Mommy hanya menghela nafas mendengar ucapan putera sulung nya itu.Sementara Daddy menenangkan mommy yang sedang tersulut emosi.
"Mom, sudahlah biarkan Jackson melakukan tugasnya sebagai seorang kakak," bujuk Daddy lembut
"Aku hanya khawatir Dad pada Jackson ," bals Mommy cemas
"Tenangkanlah dirimu mom," jawab Daddy sambil memeluk mommy dari samping
Di kamar Feli sudah menaruh pakaian nya kedalam lemari. Setelah mandi dan berganti baju, dia memutuskan keluar dari kamar. Dari kejauhan dia memperhatikan kebersamaan keluarga Jackson.Feli merasa iri dengan Jackson dan Bianca yang memiliki orang tua yang sayang pada mereka.
Felicia POV
Aku ingin merasakan kehangatan sebuah keluarga juga saudara.Apakah benar aku anak yang tidak diinginkan sehingga aku dibuang di panti asuhan. Mama, papa apa benar kalian tidak pernah menginginkan kehadiran ku di dunia ini.
"Feli.. feli," panggil Bianca
"Eh iya Bianca ada apa," tanya Feli gelagapan
"Ayo bergabung bersama keluargaku," ajak Bianca
Bianca langsung menarik tangan Feli dan membawanya ke ruang tamu. Bianca duduk di sebelah mommy dan Daddy nya.Sementara Feli duduk di samping Jackson dan mereka saling memalingkan muka.
"Feli kamu kenapa kok terlihat sedih," tanya Mommy Kanaya
__ADS_1
"Aku enggak papa tante," ucap Felicia tersenyum paksa
"Ayolah Feli aku tahu kamu sedih tadi aku melihatmu melamun," sahut Bianca penasaran
"Beneran aku enggak papa," jawab Feli tersenyum
Sementara Jackson sedari tadi terus memperhatikan raut muka Feli dan hal itu disadari oleh Daddy nya.Sang Daddy hanya tersenyum tipis melihat hal itu.
"Ehem, Oh ya nak bagaimana sekolahmu," Tanya Daddy pada Feli
Jackson melepaskan pandangan nya dari Feli.Kemudian dia memperhatikan Daddy nya yang bertanya pada Feli.
"Tinggal menunggu kelulusan Om," balas Feli sopan
Daddy Derren mengangguk mengerti dengan ucapan Feli.Lalu dia melirik puteranya yang sepertinya penasaran dengan Feli.
"Fel bagaimana kalau besok setelah aku pulang dari kuliah kita pergi ke mall gimana," ajak Bianca memohon
"Memangnya kamu mau belanja," tanya Felicia
"Iya jalan jalan sekaligus belanja," jawab Bianca
"Baiklah aku mau," sahut Felicia tersenyum manis
Bianca tersenyum mendengar jawaban Felicia.Sementara Jackson mengernyitkan dahinya pertama kali melihat senyum Felicia yang manis
__ADS_1
"Dia tidak pernah tersenyum seperti itu di depan ku hanya ada wajah masam, kesal dan jutek nya yang ia perlihatkan padaku," gerutu Jackson dalam hati