Cinta Karena Taruhan

Cinta Karena Taruhan
14. Unek-Unek Rama


__ADS_3

"Ram, antar pesanan ini ke meja nomor 5". Rama hanya mengangguk sebagai jawaban. Setelah membersihkan meja kemudian mengangkat piring kotor yang akan ia letakkan di dapur, pemuda jangkung itu mengambil nampan yang berisikan dessert dengan toping berbagai macam yang menambah kesan wah, guna memperindah tampilan.


Yap, dari deskripsi di atas. Kalian bisa menyimpulkan bahwa ia merupakan seorang yang bekerja di bidang waiters dan merupakan pekerja part time untuk menghasilkan uang tambahan.


Meski bersekolah dengan jalur beasiswa dan mendapatkan hadiah atas banyak lomba yang ia menangkan, Rama juga harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari kan? apa lagi ia memiliki tanggungan lain, yaitu adiknya.


Mangkanya ia tak mau memasukkan plan untuk berpacaran seperti teman-temannya lakukan, karena itu hanya akan menyusahkannya, belum juga para cewek yang sukanya di kasih surprise. Uang dari mana? boro-boro surprise, nongkrong seperti remaja seusianya lakukan saja, ia masih pikir-pikir. Sayang kalau uang yang sudah ia kumpulkan dengan susah payah, dibuang untuk kesenangan sementara.


Bukan pelit tapi ini namanya berhemat. Ya, berhemat level akut. Memang kalau bukan Rama, siapa lagi yang menjadi tulang punggung. Adiknya? Ayolah, adik seusianya itu masih kecil, meski bergaul dengan para remaja di lingkungannya. Jadilah ia yang mengambil peran sebagai ayah sekaligus kakak. Menjadi tulang punggung keluarga serta berperan memberi contoh yang baik. Makanya, ia harus pintar- pintar membagi waktu dan mengatur keuangan agar sang adik tak haus akan kasih sayang juga kelaparan.


Lagipula dirinya juga tak ada kesempatan untuk menghabiskan waktu bersenang-senang layaknya remaja seusianya. Ya gimana, pagi hari dirinya bersekolah. Sore hari setelah pulang dari sekolah ia langsung berangkat menuju tempat kerja dan pulang jam 9 malam, jika restaurant sedang ramai maka ia akan pulang terlambat dari biasanya. Coba jelaskan bagian mana dirinya bisa nongkrong enak tanpa kepikiran tanggungan hidup.


Tapi tak apa, anggap saja ia sedang berlatih menjadi sosok yang bisa berfikir lebih dewasa. Ia juga bisa membentuk skill dalam dirinya sebagai bekal untuk masa depannya nanti.


Ah ya, berbicara mengenai masa remaja. Tak dapat dipungkiri juga jika sekarang ia sudah berganti status menjadi taken dengan salah satu anak ayam yang kelakuannya banyak minus daripada positifnya menurut Rama. Menyebalkan bukan?


Begini, bukannya mau narsis atau sombong. Ia mengetahui jika dirinya tampan serta otaknya juga cerdas, tak salah kan kalau ia mencari seseorang yang levelnya sepadan. Setidaknya dengan otaknya lah, agar pembahasan mereka itu bisa sama alias sefrekuensi. Bukan hanya modal cantik saja.


"Strawberry milk shake and croissant turkish Coco . Silahkan dinikmati”.


Rama membungkuk sebagai service awarness yang restaurantnya ajarkan. Ia bahkan tak mau berususah untuk menyematkan senyum kepada pelanggan.


Yang dirinya lakukan hanya menunduk kemudian berbalik kembali ke arah ruang yang bertuliskan ‘staff only’. Katakanlah ia sombong tapi menurutnya ini merupakan salah satu bentuk profesional kerja.


Meski tak ayal, ia sering mendapatkan godaan dari gadis seusianya. Bahkan ada yang terang-terangan menanyakan nomornya yang tentu saja ia tolak secara halus.


"Eh, Baby. Kamu kerja disini? Astaga aku baru tau loh kalau kamu kerja di salah satu cabang caffenya daddy”.

__ADS_1


Apa tadi dia bilang, daddy? Pemuda jangkung itu menghela nafas kasar. Huh, pepatah yang mengatakan jika dunia hanya selebar daun kelor memang benar adanya. Gak di sekolah bahkan di tempatnya kerja sekalipun, Rama menemui gadis bernetra coklat madu ini. Jangan-jangan...


Hush, ngelantur. Gak usah mikir macam- macam kalian, sebelum kena damprat mulut pedas Rama.


"Sini, makan dulu. Aku traktir baby". Acha menarik lengan kekasihnya agar duduk di kursi depannya, namun segera ditepis, Rama ingin bekerja secara profesional. Lagian ini masih waktu kerja, tak mungkin kan dirinya mangkir begitu saja.


"Kerja”.


Netra coklat madu itu menatap penuh harap, "Ih. Gak apa-apa, orang aku yang traktir kok. Mau ya. Lagian ini caffe milik daddy, siapa yang mau macam- macam?”


Rama tak mau menjadi bahan gunjingan rekan kerjanya, dikiranya ia memanfaatkan pembeli. Apalagi ini anak dari bossnya, bisa-bisa ia menjadi bahan gosip.


Kalian tau kan kalau gosip itu lebih cepat menyebar layaknya virus. Alhasil, ia menolak dengan sedikit tegas agar putri tunggal Adinata itu tak memaksanya lagi. Sehingga ia bisa kembali melanjutkan pekerjaan yang sempat tertunda akibat anak ayam ini.


"Hallo daddy, boleh gak salah satu pegawai daddy aku ajak ngobrol?”Acha menatap pemuda tampan di depannya dengan senyum ceria.


“Ih, engga, dad. Pokoknya Acha ingin ajak ngobrol aja. Acha kesepian, Arin sama Fidelya lagi gak bisa diajak main. Nanti Acha kenalin deh”.


“Baiklah sayang. Ada lagi princess?”


“Em... engga dad. udah dulu ya dad, thank you”.


Setelah sambungan terputus, putri tunggal Adinata masih memperhatikan Rama dengan pandangan berbinar. Asik, daddynya mengijinkan. Peluang menumbuhkan benih cinta semakin kuat. Satu langkah lagi, rencananya akan berhasil.


“Ayok baby, udah deh, gak usah malu. Aku udah ijin kok sama daddy”.


“Gak. Gue gak mau”.

__ADS_1


“Kenapa?”


Pemuda jangkung mendekat. Mensejajarkan tingginya dengan gadis yang akhir-akhir ini selalu mengusik kehidupannya.


“Lo tau kalau orang yang sudah diberi amanah mengerjakan sesuatu tetapi tidak melaksanakannya, itu sama sama seperti makan gaji buta. Permisi nona”.


Setelah mengucapkan kalimat tersebut, kekasihnya menghilang dibalik pintu bertuliskan staff only, membuat Acha menghembuskan nafas kasar. Memang sih apa yang dikatakan kekasihnya memang benar adanya. Tapi, apa salahnya juga menemani kekasihnya sebentar?


Lagian dirinya sudah meminta izin, bukan ke manager malah langsung ke ownernya sendiri.


Untung saja ia memesan dessert. Rasa manis yang menggoyang lidahnya lumayan mengobati kekesalannya.


Ah, memang tak mudah menaklukan cowok pendiam nan cuek macam pacarnya itu.


AN:


Ajarin Acha masak nasi goreng dong.


Kasian Rama lidahnya nanti bisa keseleo. Wkwk.


Oh ya, jangan lupa dukung Acha yuk!!!


Dengan cara klik star vote + komen


Untuk bab yang private bisa di baca di Kary*k*rsa : cutealpenlibe


More Information follow instagram : cutealpenlibe01_

__ADS_1


__ADS_2