
"Kenapa eh? malu?"
"Kamu ngomong apa sih, Baby. Mending kamu makan, nih”. Acha menyodorkan bekal berisi pancake dengan siraman madu ke arah Rama.
Acha menyendokkan potongan pancake dari kotak bekal menuju mulutnya. B*d* amat dengan orang disampingnya ini, mau makan atau tidak, ia sudah rela ya, malu dengan menenteng bekal seperti mau tamasya saja. Rempong tau.
Rama menyenderkan punggungnya ke sandaran kursi, masih mengamati Acha dari samping. Sebenarnya cewek disampinya ini gak buruk-buruk amat, sehingga ia harus menghindarinya, parasnya yang ayu dan tak membosankan jika dilihat terus- menerus. Tapi, kalau sudah tau sifatnya, jangan ditanya, jelas bukan kriterianya, jauh dari kata kalem dan sudah pasti cerewet.
"Apa tujuan lo deketin gue?"
"Hah?"
"Lo gak akan repot-repot kayak gini kan? kalo lo gak punya tujuan sama gue. Apa lagi dari badge hijau sampai badge merah, kita ini sama-sama asing”.
For your information, Cendikia senior high school mempunyai strata untuk membedakan mana yang kakak kelas dan adek kelas. Dengan pemasangan badge juga memudahkan para guru untuk menggolongkan para muridnya.
Untuk kelas 10 diberi warna hijau muda, kelas 11 warna kuning serta warna merah untuk kelas 12. Dan semua penempatannya di lengan atas sebelah kanan serta terdapat bordir bertuliskan Cendikia SHS.
M**pus. Harus dijawab apa ini. Tak mungkin kan, jika dirinya memberitahu kalau ini hanya sebuah challenge konyol yang sahabatnya buat? oh tidak, ia tak mau merayakan kekalahannya. Jika iya, maka siap-siap saja Fidelya dan Arin akan menertawakannya habis-habisan.
"E-em... gue tau ini mungkin kecepetan. Tapi sebenarnya gue suka sama lo. Mau gak jadi pacar gue?"
D*mn. Kenapa mulutnya malah menyerukan ajakan jadian. Ish, mau ditaruh mana muka cantiknya ini. Acha menunduk dalam. Harga dirinya hilang entah kemana. Ia seperti cewek agresif sekarang. Meski perkataannya bukan tulus dari hati, tapi ia sangat malu. Hatinya berdebar tak karuan.
Bukan karena cinta ya, lebih tepatnya takut akan penolakan yang akan ia terima.
Rama menaikkan sebelah alisnya, merasa tertarik. Padahal, sebelum gadis disampingnya, tak ada yang ia perlakukan seperti ini. Dekat pun tidak. Wajar sih, rencana yang ia susun hanya belajar dan belajar.
"Oh ya? apa yang membuat lo tertarik sama gue? lo taukan tipe gue yang kayak gimana. Modelan lo ini kayak anak ayam warna-warni."
Demi apa? Seorang Acha di samakan dengan ayam warna-warni. S**lan memang Rama.
"Rambut di cat biru gelap, baju kekecilan, rok yang tidak standar sekolah. Satu lagi, hari ini selasa dan lo pakek sepatu warna putih. Dan lo termasuk murid langganan masuk ruangan tata tertib. Sudah dikasih tau tapi bebal, kayak anak ayam kan?"
__ADS_1
S*alan sekali. Acha Sudah merendahkan harga diri, tapi malah dicaci. Apa ini yang dinamakan Air susu dibalas air tuba? dan apa tadi, anak ayam? what the hell. Buang saja Rama ke laut, please.
"Ini fashion tau dan menurut gue sih cinta tak butuh alasan, jika ada kata cinta "karena" berarti itu tidak tulus kan?"
Acha menatap iris mata hitam legam didepannya, mencoba meyakinkan agar pemuda tampan ini percaya dan tak mengucapkan kata penolakan.
"Oh”.
"Jadi, jawabannya apa?"
"Gue pikir-pikir dulu deh."
Double ****.
Memang bukan kata penolakan yang ia dengar. Tapi ini sih lebih dari kata ditolak. Ya, dig**tung a.k.a tak ada kepastian dan ujung-ujungnya di ghosting. Eh?
Tolong ingatkan Acha agar tidak mencakar lelaki tampan di sampingnya ini.
Terhitung sejak 4 hari Acha menjauhi Rama. Bahkan, saat akan melewati koridor yang sama, gadis cantik itu memilih putar balik agar tidak bertemu. Ia masih malu dengan insiden penembakan yang digantung itu, ya meski cuma pura-pura.
"Sampai kapan lo kayak gini?" Arin mendengus melihat Acha menutupi wajahnya dengan buku menu sambil mengawasi sekitar, berjaga-jaga jikalau bertemu orang yang ingin ia hindari.
"Heh ogeb, gue nanya nih anak malah celingukan”.
"Gu-gue antisipasi nj*ng. Lo kira malunya gak sampe urat?"
"Yaelah Cha, lagian Rama gak bakalan deh ke kantin. Gue udah survei selama seminggu full. Mulai dari istirahat pertama sampai ke-dua”. Fidelya berujar bangga.
"Kurang kerjaan banget lo sampai jadi penguntit segala”.
"Gue cuma mau mastiin gosip yang beredar. Katanya sih, Rama gak pernah ke kantin, mungkin pernah tapi jarang banget. Seringnya ke perpustakaan. Biasalah orang pintar mah beda”. Fidelya menyuapkan mie rendang ke mulutnya. Ia sampai memejamkan mata menikmati rasa enak yang menggoyang lidah. Ind*mie memang seleraku. Pikirnya.
"Wah, gila, gila, lo dapat gosip darimana? jangan hoax deh”. Arin menatap Fidelya selidik.
__ADS_1
"Lah, udah nyebar itu gosipnya. Secara doi kan orang beken. Siapa coba yang gak tau Rama. Otak encer, badan tegap muka tamvan”.
"Eh, lo tau juga nggak?--"
"Nggak”. Arin menjawab cepat, membuat cewek di sebelahnya mengerucut sebal. Ya, siapa juga yang mau kalo lagi ngomong di potong-potong.
"Ish, dengerin dulu goblok . Ada gosip juga katanya, Doi tuh suka makan nasi, lauknya cita rasa Indonesia gitu. Jadi, besok-besok, kalo lo mau bekalin doi lagi Cha, lo harus masak makanan Indonesia bukannya pancake”.
Acha memutar bola mata malas. Bisa gak sih kedua temannya ini berhenti bicara tentang pemilik nama yang ingin ia hindari. Meskipun tak ingin bertemu, tapi otak cantiknya ini masih memikirkan strategi lainnya.
"Sebaiknya lo gak usah menghindar lagi deh". Acha menaikkan alis seolah bertanya.
"Ya lo gak usah ngehindar. Faedahnya lo main kucing-kucingan gini apa? gak ada kan? yang ada lo malah ngulur waktu buat dapetin dia", tutur Arin
"Gue juga mikirnya gitu tapi mau gimana lagi. Lo tau kan malunya kayak apa. Harga diri, man." Acha berkata lirih.
"Sekarang ini eranya emansipasi wanita, Cha. Tenang aja. Kalau kata Bobby McFerrin nih ya, don't worry be happy. Jadi, mending besok lo harus baikan lagi sama tuh cowok". Arin mengangguk setuju dengan perkataan Fidelya.
"Oke, besok gue coba lagi. Makasih udah ngasih informasi dan nyemangatin gue ya. Gue sayang kalian”. Acha memeluk kedua sahabatnya dengan sayang. Untuk satu ini ia bersyukur diberi sahabat seperti mereka.
“Ehm... Sorry guys. But, kalian bikin orang lain salah faham kalau kayak gini”.
AN :
Beken \= Orang populer/terkenal
Oh ya, jangan lupa dukung Acha yuk!!!
Dengan cara klik star vote + komen
Untuk bab yang private bisa di baca di Kary*k*rsa : cutealpenlibe
More Information follow instagram : cutealpenlibe01_
__ADS_1