Cinta Masa Puber

Cinta Masa Puber
Awal Melihatnya


__ADS_3

Namaku Famela Putri Mentari. Aku anak pertama dari dua bersaudara. Aku memiliki seorang adik laki-laki. Aku berasal dari keluarga yang sederhana. Walaupun berasal dari keluarga yang sederhana tetapi aku tidak kekurangan akan kasih sayang dari kedua orang tuaku. Kedua orang tua ku lebih mementingkan pendidikan anaknya dibandingkan dengan gaya hidup yang berlebih-lebihan. Bapak ku bekerja sebagai seorang petani dan ibu ku tidak bekerja alias ibu rumah tangga. Orang tuaku selalu berpesan kepada ku "Walau kita dari keluarga yang sederhana jangan sampai kita tertinggal oleh pendidikan", maka dari itu lah aku termotivasi untuk selalu membahagiakan kedua orang tua ku dengan prestasi dan tidak mengecewakan kedua orang tua ku yg telah membiayai keperluan sekolah ku.


Kini aku telah naik ke kelas 3 SMP. Dimana diawal tahun ajaran baru pasti masih banyak kegiatan, apalagi memasuki bulan agustus akan ada banyak perlombaan antar sekolah untuk memeriakan hari kemerdekaan RI.


Disekolah, aku memiliki 6 sahabat yaitu Hikma, Nadia, Fitri, Septi, Putri, Mela. Kami memiliki hobi masing-masing ketika di sekolah. Hikma dan Nadia sama seperti aku yaitu lebih suka berdiam dikelas, ketika jam istirahat kami langsung menuju ke kantin sehabis itu kami langsung duduk di depan kelas untuk melihat kegiatan para siswa yang lain. Fitri itu lebih suka keluyuran ke kelas lain karena Fitri mempunyai banyak teman di kelas lain tapi terkadang Fitri sering ikut dengan aku, Nadia dan Hikma saat jam istirahat. Septi dan Putri lebih suka menghabiskan waktu istirahatnya di kantin sampai waktu istirahat pun habis. Sedangkan Mela dia lebih sering menghabiskan waktu istirahat dengan teman-teman yang lain untuk mencari suasana baru katanya hehe maklum lah dia yang paling kecil diantara kami jadi suka bosenan orangnya.


Pelajaran tidak begitu efektif dikarenakan siswa banyak yang mempersiapkan perlombaan PBB. Lain halnya dengan aku dan teman-teman ku tidak ada yang mengikuti kegiatan perlombaan itu. Kami banyak menghabiskan waktu kami dengan berkeliling dari kelas ke kelas, kantin ke kantin dan duduk-duduk di depan kelas sambil bercanda gurau.


Setelah jam kedua selesai tibalah saat yang ditunggu-tunggu yaitu bel istirahat.


"Guys kita kekantin yuk! Aku laper nihh." pinta Nadia.


"Ya udah hayukk, aku tadi pagi juga belum sarapan nih." tambah Fitri.


"Ya udah kalo gitu tapi setelah itu kita duduk di depan kelas aja ya." pinta ku.


"Iya guys, soalnya aku males kalo harus nongkrong dikantin pasti banyak anak yg habis latihan PBB." ucap Hikma.


"Iya bau keringat pastinya." tambah ku sembari tertawa kecil.


"Eh septi, putri sama mela mau ikut gak?"


"Aku mau ngerjain tugas biologi nih gak enak sama kelompokku kalo aku gak ikut." ucap Septi sembari menenteng buku paket biologi.


"Kalo aku mau ngecek UKS katanya ada yg sakit." kata Putri yang merupakan anak PMR.


"Kalo aku masih mau ke ruang bendahara biasa mau bayar SPP" ucap Mela sembari menunjukkan deretan giginya.


"Oalah ya udah kalo gitu yuk nanti keburu kantinnya penuh." ucap Nadia.


Setelah mengisi perut di kantin, kami kembali ke kelas tepatnya kami duduk santai di depan kelas sembari melihat siswa lain yang sedang asyik dengan kegiatan mereka masing-masing. Kami pun disibukkan dengan acara curhat mengenai guru-guru yang mengajar di kelas kami. Lain halnya dengan aku yg duduk di antara mereka tapi mata ku malah melihat arah lain. Mata ku tertuju pada sosok laki-laki bertubuh tinggi, berkulit sawo matang dan senyumannya yang manis sedang berada di lapangan bersama teman-temannya yang baru saja latihan PBB. Mata ku tak henti-hentinya melihat ke arahnya.


"Wow keren sekalih itu anak, walaupun panas-panas terus capek habis latihan tapi tetep cool dan rapi tak kalah senyumnya yang manis hemmm. Dia anak kelas apa ya? Namanya siapa ya? Tapi apa mungkin aku bisa berkenalan dengannya? hemmm" gumam ku dalam hati.


"Eh Famela... Famelaaa..." panggil Hikma tapi aku tak meresponnya karena aku masih asyik dengan apa yang aku lihat.

__ADS_1


"Famelaaa kok malah ngelamun kesambet loh nanti." ucap Nadia.


"Gaa apa?" jawabku dengan wajah celingak celinguk.


"Ini sudah bel masuk kelas, ayo masuk nanti keburu gurunya dateng loh." ajak Fitri.


"Oh iyaa iyaaa maaf." ucap ku.


Keesokan harinya


Seperti biasa jam istirahat tiba para siswa dan siswi pun berbondong-bondong menuju ke kantin. Lain halnya dengan aku yang masih sibuk dengan barang-barang yang aku gunakan saat jam pelajaran.


"Yuk guys kita ke kantin!" ucap Fitri.


"Hayukkk." ucap Hikma dan Nadia.


"Eh Famela kamu ikut ke kantin gak?" tanya Hikma.


"Ia sebentar aku masih beresin barang-barang aku dulu." ucap ku dengan tergopoh-gopoh.


"Kami pesenin dulu aja makanan buat kamu, nanti kamu nyusul ya!" ucap Nadia.


"Ok.. ok.. kalo gitu kalian duluan gak papa." ucap ku sembari memasukkan buku dan alat tulis ke loker.


Selesai membereskan barang-barang ku. Aku langsung memenuhi janji ku untuk menyusul teman-teman ku di kantin.


"Coba kalo barang bawaan ku gak banyak terus gak aku keluarin semua pasti aku bisa bareng mereka ke kantinnya." gerutku dalam hati sambil berjalan menuju kantin.


Saat di jalan pas di samping kelas ku, aku berpapasan dengan siswa manis itu. Aku kira dia orang yang sombong seperti siswa yang lainnya tapi nyatanya dia beda. Saat kami saling berhadapan dan mata kami menyatu dia tersenyum manis padaku dan menunduk yang mengisyaratkan sapaan darinya. Aku yang melihatnya langsung membalas senyumannya yang sebenarnya aku tidak tau senyum yang dia berikan itu untuk siapa tapi ketika aku menoleh kebelakang dan sekitarku tidak ada orang.


"Gak ada orang di belakangku, disamping juga berarti dia tadi senyum sama aku dong wahhh manis bangett." gumam ku dalam hati.


Sampainya di kantin aku langsung menceritakan kejadian tadi kepada sahabat ku.


"Guys guysss aku tadi di senyumin sama cowok manis yang aku ceritain ke kalian itu lohh." ucap ku yang baru sampai di kantin.

__ADS_1


"Siapa sih? Kok aku gak tau." tanya Fitri.


"Itu loh anak kelas bawah yang tinggi itu lohh." kata Nadia.


"Itu loh tenennya Aldi" sahut Hikma.


"Aldi yang demen sama kamu itu loh Fit" goda ku pada Fitri.


"Ihh apaan sih kamu Famela. Dia demen tapi aku ogah." kata Fitri dengan nada kesalnya dan kami pun tertawa bersama.


"BTW siapa ya namanya?" tanya ku.


"Namanya Alvaro." jawab Fitri sembari memakan baksonya.


"Ohhh Alvaro." jawab ku.


"Kenapa? Kamu suka ya??" goda Hikma.


"Iihh apaan sihh. Enggak." jawabku dengan. malu-malu "Gak salah lagi." dalam hatiku.


"Kalo suka gak papa juga kalik. Kelihatannya anaknya baik dan masih jomblo juga." sahut Nadia


"Iya. Kalo mau nanti aku bisa bantu." jawab Fitri


"Ahh gak usah, aku cuma kagum aja sama anak itu, beda aja sama yang lain kalo ketemu mau senyum gak sombong dan songong." kataku.


"Hemm ya udah kalo gitu. Kalo demen jangan dipendem tapi diungkapin ya." goda Nadia dan diiringi gelak tawa khas suaranya dan temanku yang lainnya.


"Iihhhh apaan sihh kalian." ucap ku malu-malu.


Bel pun berbunyi yang menandakan jam istirahat telah habis. Kami pun langsung meninggalkan kantin dan menuju ke kelas.


Maaf guys jika bahasa dan tulisannya belum bagus dan masih kaku, baru pertama soalnya๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ™๐Ÿ™


Jangan lupa komen dan likee๐Ÿ˜Š

__ADS_1


__ADS_2