Cinta Masa Puber

Cinta Masa Puber
First Date


__ADS_3

Dirumah Mela


“eh udah sore ni guys” kata Nadia


“iya nih gak enak kalo keluar rumah kelamaan” kata Famela


“apa lagi aku, rumah paling jauh” kata Hikma


“paling jauhan rumah aku ya” kata Septi


“iya iya yang paling jauh, tapi gak keburu-buru amat kali” kata Mela


“enak kamu mah di rumah sendiri” kata Fitri


‘ya udah kami pulang dulu ya” kata Nadia


Sembari membereskan kekacauan yang kami buat, Hikma menyempatkan bertanya tentang kabar para doi


“eh sudah sore gini udah ada kabar belum dari doi kalian? Khusus yang punya doi ya” tanya Hikma


‘iya aku tau, kamu aja gak punya” kata Septi


“udah kok kalian yang malah rebut, sesame jomblo itu harus saling mendukung” kata Fitri sembari tertawa


“udalah gak usah bahas doi, buat mood berantakan aja” kata Famela


“sensitive amat Fam, lagi PMS yah” kata Putri sembari tertawa


“jangan diganggu orang lagi marahan” kata Nadia


“bentar lagi perang ketiga tuh” kata Mela


“tenang nanti kita bantu perangnya” kata Putri


“ihhh kalian ini nyebelin tapi saying” kata Famela dan membuat mereka berpelukan seperti teletubhis


“kok kaya telethubis ya” kata Septi dan kami pun tertawa bersama


Setelah berpamitan, kami pun langsung pulang kerumah. Di perjalanan Famela mengecek hp nya yang sedari tadi tidak Famela hiraukan


“Famela”


“sayang”


“yang”


“kamu marah ya?”


“maaf aku baru sempet ngasih kabar, gak ada sinyal ditempat kami tadi. Aku sama temen-temenku habis main”


“sayang jangan marah dong”


“yang bales dong pesan ku”


Kurang lebih begitulah pesan yang dikirim Alvaro pada Famela. Selain itu terdapat 10 panggilan tak terjawab


Famela mendengus kasar


“kenapa Fam?” tanya Putri. Ya sekarang ini Famela pulang diantar Putri


“Alvaro” kata Famela


“udah bales aja, jangan ngambek nanti keburu diambil orang” kata Putri


“gak mood aku bales pesannya” kata Famela


“seenggaknya kamu balas jangan di read aja” saran Putri


“iya udah lah aku balas” kata Famela


“oh gitu. Iya”


Tak lama kemudian

__ADS_1


“jangan marah yang, aku minta maaf ya”


“kalo memang niat ngasih kabar ya sebelum berangkat tadi, aku gak bakal ngelarang kamu mau main sama temen kamu baik cowok maupun cewek”


“iya sayang maaf, aku tadi gak sempet pegang hp. Mereka ngajaknya dadakan aku jadi terburu-buru”


“terserah”


“sayang sekarang kamu dimana? Masih di rumah Mela?” Alvaro tau Famela di rumah Mela karena sebelum berangkat tadi Famela kirim pesan walau enggak dibaca sama Alvaro


Famela yang masih kesal sama Alvaro tidak menjawab pesan dari Alvaro selain itu Famela sebenarnya baru sampai di depan rumahnya


“Makasih ya Put udah nganter aku” kata Famela


“ihh kamu itu kaya sama siapa aja Fam, yaudah aku pulang dulu ya” pamit Putri


“iya hati-hati” kata Famela, lalu motor yang dikendarai Putri pun melaju hingga tak terlihat lagi


Famela pun langsung masuk ke dalam rumahnya dan membantu ibu memasak untuk makan malam. Selesai membantu ibu Famela langsung membersihkan diri dan rebahan di dalam kamarnya


Tring tring


“siapa sih? Ganggu aja, gak tau apa aku baru mau menikmati nyamannya diatas kasur” kesal Famela sembari melihat hp nya


“Fam… Alvaro baru saja dari rumah ku ditemani habil dan arief. Alvaro nanya in kamu pulang jam berapa terus sama siapa marah enggak sama orangnya. Aku lihat tadi orangnya sampe bawa setangkai mawar loh. Terus aku jawab pertanyaan dia tadi diantar Putri terus akau jawab belum lama pulangnya terus aku bilang Famela gak marah hanya kesal sama kamu Al. Orangnya langsung meremas kelopak mawar dan dibuangnya ke sembarang tempat. Muka orangnya kelihatan frustasi banget Fam” itulah isi pesan dari Mela


“haduhh panjang banget sih Mel ceritannya. Biarlah biar dia ngerasain gimana rasanya gak di kasih kabar. Orangnya mesti gitu selalu lupa. Padahal aku selalu kasih kabar kalo aku mau berangkat kemana aja walau dia gak read pesan aku atau bales pesan aku”


“udah sabar aja, tadi habil dan arief bilang sebenernya yang ajak mereka main itu temen-temen ceweknya terus langsung kumpul di rumah Alvaro. Mungkin orangnya belum siap jadi harus siap-siap dulu dan lupa gitu, positif thingking aja Fam”


“iya Mela, makasih ya udah nenangin aku”


“jangan sungkan gitu kita ini kan sahabat”


Setelah berbalas pesan dengan Mela akhirnya Famela pun mematikan hp nya. Famela masih gak mood harus berbalas pesan dengan Alvaro


Keesokan harinya


Ruang kelas pagi hari ini tidak seperti biasanya. Terlihat ramai padahal masih terlalu pagi bagi anak-anak yang biasanya santuy untuk masuk ke kelas. Bagaimana juga gak ramai sepagi ini kalau jam pertama akan diadakan ulangan harian fisika. Terlihat semua sedang menghafal rumus, menyiapkan contekan rumus bahkan contoh soal yang kira-kira masuk hufftt


“iya apa lagi ngitung keadaan benda yang enggak kita lihat secara langsung” kata Septi


“gak jelas banget ya guys” kata Mela


Ya mereka bertiga merupakan orang-orang yang paling gak suka dengan yang namanya belajar. Mereka orang yang paling santuy diantara kami yang santuy ini


Ulangan harian Fisika pun dimulai semua siswa kelas pun dibuat pusing dengan soal yang diberikan oleh bu Senty tapi tidak dengan Famela yang menegerjakan dengan serius karena Famela tentunya belajar selain itu diawasi oleh bu Senty yang tau jika semua akan menanyakan jawaban kepada Famela.


Suasana kelas menjadi hening bukan karena serius mengerjakan akan tetapi tidak bisa jawab pertanyaan yang ada. Contekan rumus yang mereka buat pun sia-sia karena tidak mengerti menjalankannya. Alhasil mereka hanya bisa menulis ulang soal ulangan dan mengerjakan yang mereka ketahui saja


Tettt tettt


“akhirnya selesai juga” kata Putri ketika melihat bu Senty keluar dari kelas


“kamu jawab semuannya Put?’ tanya Nadia


“ya enggak lah, maksud aku tuh selesai ulangan fisikannya” kata Putri


“yehh kirain kamu jawab semua” kata Hikma


“udah lah masa bodo yang penting ada coretan tang kita” kata Putri


“iya setidaknya---“ kata Nadia terpotong


“dapet nilai upah nulis udah cukup kok” kata Fitri, Septi dan Mela barengan disambung gelak tawa kami bertujuh


“udah yuk ke kantin aja, ngisi energi tadi habis terkuras” kata Nadia dan diangguki oleh kami semua


Di kantin


“gila bener tadi soal fisika, soalnya aja susah gimana coba jawabannya” kata Septi


“bener itu, soalnya aja sulit difahami gimana mau jawab” kata Nadia

__ADS_1


“Fam gimana menurutmu soal fisika tadi?” tanya Mela


“Lumayan menguras sih” kata Famela


“soal segitu sulit dibilang lumayan, emang dasar kamu Fam” kata Fitri


“makannya belajar” kata Hikma


“emang kamu belajar?” tanya Putri


“belajar, tapi tetep gak bisa jawab” kata Hikma dan kami pun tertawa bersama


“bu Senty sih tau bener kalo kita mau contek sama Famela, jadi Famela dijaga” kata Septi


“buat gerogi saat jawab” kata Famela


“udalah yang lalu biarlah berlalu” kata Mela


Waktu istirahat pun selesai. Para siswa segera memasuki kelasnya masing-masing


“eh guys aku ke toilet sebentar ya, bilangin izin sebentar sama bu Weka” kata Famela


“oke siappp” kata Nadia


“mau ditemenin gak?” tanya Hikma


“gak usah, kalian langsung masuk aja” kata Famela


“siapp” kata Hikma


Di tolilet


Setelah selesai dari tolilet untuk buang air kecil, Famela berhenti di wastafel sembari membenahi baju seragamnya. Ketika keluar dari toilet perempuan dengan terburu-buru Famela tidak sengaja menabrak seorang laki-laki yang hendak ke toilet laki-laki yang berada di samping toilet perempuan


“aduhhh maaf aku gak sengaja” kata Famela tanpa melihat siapa yang Ia tabrak karena sibuk memasang jam tangannya yang tadi dilepas


“Fam” kata laki-laki itu sembari mencekal pergelangan tangan Famela dengan lembut


“A-al-alvaro” kata Famela terbata-bata ketika melihat orang yang Ia tabrak


“Fam aku mau minta maaf soal kemarin, aku gak bermaksud gak kasih kabar ke kamu” kata Alvaro yang masih mencekal pergelangan tangan Famela


“iya aku udah maafin kamu, udah ya aku mau ke kelas dulu” kata Famela sembari melepaskan cekalan dari Alvaro


“kamu gak ikhlas maafin akunya, gak boleh masuk kelas sebelum maafin aku” kata Alvaro


“Alvaro jangan kaya anak kecil deh, nanti kalo aku tela gimana? Ini yang masuk wali kelas aku loh” kata Famela yang kesal dengan sikap Alvaro


“aku lepas tapi ada syaratnya’ kata Alvaro


“iya. Apa?” tanya Famela


“kita ngedate hari ini setelah pulang sekolah” kata Alvaro


“APA? Ngedate?” ulang Famela yang terkejut


“iya. Kan selama pacaran kita belum pernah ngedate. Mau kan?” kata Alvaro


“emmm gimana ya?” kata Famela sembari berfikir


“pokoknya nanti pulang sekolah aku jemput di rumah gak ada penolakan. Tenang aja kita jalannya gak berdua aja. Nanti Habil bakal ajak Mela, Arief sama Rahma dan kalo kamu mau ajak yang lain juga gak papa” kata Alvaro


“ok ok kalo gitu aku kekelas dulu” kata Famela yang terburu-buru takut telat masuk pelajaran wali kelasnya


“sampai ketemu nanti sayang” kata Alvaro sembari menatap punggung Famela yang semakin menjauh dari pandangannya


“First Date. Semoga nanti lancar dan Famela suka” kata Alvaro tersenyum-senyum sendiri membayangkan senyuman Famela yang manis itu


Tunggu kelanjutan ceritannya ya guys


Maaf sudah lama gak up ceritanya ya


Jangan lupa vote, like dan berikan kritik serta saran ya untuk cerita ini

__ADS_1


Terima kasih guyss😄


__ADS_2