
Setelah dari rumah Fitri selanjutnya giliran ke rumah Famela dan yang jelas pacarnya Fitri sudah pulang.
Di rumah Famela
“eh Fam ortu mu mana ni?” tanya Nadia
“biasa mereka ke rumah nenek” jawab Famela
“lah adik mu kemana Fam?” tanya Fitri
“biasa anak cowok main sama temennya” jawab Famela
“ayo guys dimakan gak usah malu-malu” kata Famela
“wah gak usah repo-repot Fam” kata Nadia dengan nada bercanda
“iya Fam, tapi tenang aja gak usah takut kalo makananya gak habis kami siap ngehabisinnya” kata Fitri dan disusul gelak tawa kami bersama
Tidak harus dengan kemewahan jika yang sederhana pun bisa membuat kita tertawa bahagia
Bukan mencari yang sempurna tetapi yang dapat melengkapi kekurangan kita
Yang dapat menerima kekurangan itu susah untuk dicari
Terimakasih telah memberi sahabat dan keluarga kedua bagiku
Setelah beberapa jam di rumah Famela yang mereka habiskan tidak hanya cerita akan tetapi makanan yang ada disana juga mereka habiskan. Oh iya, Ibunya Famela paling rajin buat makanan jadi wajarlah dirumahnya banyak makanan apa lagi ini hari Raya.
Selanjutnya mereka ke rumah Nadia. Di rumah Nadia
“Nad kita naik pohon samping rumahmu aja yuk dari tadi cuma duduk di rumah aja kan bosen” kata Fitri
“iya Nad, duduk makan terus dari tadi. Kita cari suasana yang baru aja” sambung Famela
“iya betul juga saran kalian, kita bawa jajannya aja ya. Biar kita makannya diatas pohon itu” kata Nadia menyetujui
“bawa yang banyak ya makanannya” pesan Fitri. Fitri dan Famela pun langsung pergi ke pohon dahulu tanpa menunggu Nadia
Setelah membawa makanan yang cukup Nadia pun menyusul Famela dan Fitri di pohon samping rumahnya
“hy guys” sapa Nadia sambal memperlihatkan 2 kantung kresek yang berisi makanan ringan dan air mineral
“Nadiaaa banyak banget makananya” kaget Famela
“niat mau piknik ya Nad?” tanya Fitri yang kaget melihat makanan yang dibawa Nadia
“iya, gila-gilaa” kata Famela sambal geleng-geleng
“tapi tenang tetep habis kok” kata Fitri
“iya lah orang kita pasukan perut karet” kata Famela sambal tertawa
“nah betul sekali itu” sambung Nadia setelah naik ke atas pohon
Akhirnya mereka makan dan bercanda gurau diatas pohon
“BTW pacar kalian gak main ke rumah ya?” celetuk Fitri
“oh iya sampe lupa ngecek hp” kata Famela yang langsung membuka hp nya
“punyaku pulang ke rumah ibunya di kota B” kata Nadia
“wah punyaku katanya nanti sore mau kerumah, temenin ya guys” kata Famela
“yah kalo nanti sore aku ada janji sama teman genk sepeda” kata Fitri
“yahh Nadiaaa” kata Famela dengan nada imut
“pasti ngajak aku” kata Nadia yang tau dengan gaya nada Famela
__ADS_1
“tau aja deh kamu, kamu kan baik hati dan suka menolong” rayu Famela
“InsyaAllah siap” kata Nadia
“uhh tambah sayang deh sama Nadia” kata Famela gumush sama Nadia
“kalo ada maunya aja gitu ya Nad adik kita ini” kata Fitri
“hehe iya Fit” kata Nadia
Sore harinya
“Fam bantu ibu masak ya” kata ibu Famela
“iya bu” kata Famela
Tring tring
Hp Famela berdering
“Halo kenapa Nad?”
“Ada Alvaro nih di rumah ku”
“Lah kenapa kok kesana gak langsung ke rumah ku?”
“gak tau nih, gimana boleh langsung ke sana?”
“Iya ajak ke sini aja, nanti temenin aku ya?"
Tak ada jawaban karna Nadia langsung mematikan sambungan telponnya
“siapa yang nelpon?” tanyaa ibu
“Nadia bu katanya ada temen aku mau ke sini” kata Famela
“oh ya udah siapn minum sana” kata ibu
“Wa’alaikumsalam” balas salam dai dalam rumah
“ehh masuk-masuk” ajak Famela agak canggung karena baru pertama kali teman cowoknya main kerumah yang tepatnya pacar
“Assalamu’alaikum” ucap Alvaro dan temannya siapa lagi kalo bukan Aldi, Arief dan Habil
“Wa’alaikumsalam” jawab Famela
“oh iya aku cuma nganter mereka, aku pulang dulu yam au bantu ibu ku masak” kata Nadia sambal tersenyum mengejek pada Famela
“Nadiaa” panggil Famela dengan nada yang memelas tapi tidak dihiraukan dengan Nadia
“ehem” deheman dari Aldi
“oh iya sebentar ya” kata Famela permisi ingin ambil minum
“silahkan diminum” kata Famela sembari memindahkan minuman dari nampan ke meja
“makasih” kata Alvaro sembari tersenyum manis
“gak usah dilihat segitunnya kali var” goda Habil
“iya tuhh kaya udah lama gak ketemu aja” sambung arief
“diem gak?” kesal Alvaro yang terus digoda
“udah-udah kalian ini, ayo dimakan makanannya” kata Famela menengahi
“baik bu bos’ kata mereka serentak
“apaan kalian ini” jawab Famela sembari tertawa kecil
__ADS_1
Setelah mereka berlima asik bercanda gurau Alvaro and friends pun pulang
Keesokan harinya
Bukan seberapa perhatiannya
Tetapi seberapa jujurnya
Hubungan tidak hanya butuh perhatian
Tetapi kejujuran yang paling penting
“Famelaa” panggil Nadia yang langsung masuk ke kamar Famela. Ya Nadia dan Famela memang selalu begitu karena mereka sudah berteman sejak kecil bahkan sejak mereka belum dilahirkan.
“apa?” jawab malas Famela yang sedang membereskan tempat tidur
“kamu marah ya? Jangan marah dong. Aku kan pengen kalian ngobrol lepas gitu kalo ada aku kan kurang enak nanti yang banyak bicara pasti aku” kata Nadia yang sangat tau sifat sahabatnya yang satu ini yaitu malu kalu mau bicara sama pacarnya sendiri yang jadi tamengnya selalu Nadia atau Fitri
“hem iya dehhh aku tuh cuma kesel aja” kata Famela
“hem yaudah kalo gitu aku ajak kamu main aja deh kalo gitu biar kamu gak kesel lagi sama aku” kata Nadia
“main apa?” tanya Famela
“main curhat-curhatan” kata Nadia
“ihh kamu ini malah bikin aku kesel aja” kata Famela yang kesal dengan candaan Nadia
“iya-iya maaf deh. Kita ke pohon aja yuk kita cerita-cerita disana” kata Nadia
“yaudah yuk. Bawa bekal nasi aja ya soalnya aku belum makan” kata Famela
“iya siipp aku juga belum makan nih” kata Nadia
Setelah menyiapkan bekal Famela pun jalan ke rumah Nadia dan setelah itu lanjut ke pohon yang mereka buat sebagai bersantai
“enak juga ya kalo seperti ini, jadi nggak bosen” kata Nadia
“iya kita harus cari hal-hal yang baru” kata Famela
“eh kita kok gak ajak Fitri ya” kata Nadia
“oh iya tapi bukannya dia hari ini jalan sama pacarnya ya?” tanya Famela
“oh iya aku kok lupa, pacar mu mana? Kamu gak diajak jalan nih mumpung libur” kata Nadia
“hari ini dia main sama teman satu kelasnya, silaturahmi ke rumah teman-temannya gitu” jelas Famela
“lah kamu gak diajak?” tanya Nadia
“enggak, lagian walau diajak mana akum au, lah aku sendiri dari kelas kita” kata Famela
“hem udah ngabarin kamu belum?” tanya Nadia
“gak tau aku belum cek hp nih” kata Famela
“ya di cek dong Famela kamu kebangetan deh cueknya kalo diambil orang baru tau rasa” kata Nadia
“ya jangan doain gitu dong Nad” kata Famela
“makanya jadi orang itu yang perhatian dikit sama pacarnya jangn cuek mulu kerjaannya” nasihat Nadia
“iya-iya Nadiaa bawel banget deh” kata Famela
Ketika Famela cek hp nya, kira-kira Alvaro kasih kabar gak ya?
Tunggu kelanjutan ceritannya ya guys
Maaf sudah lama gak up ceritanya ya
__ADS_1
Jangan lupa vote, like dan berikan kritik serta saran ya untuk cerita ini
Terima kasih guyss