
Mentari pagi telah hadir
Menyambut hari dengan senyuman manis
Membuat siapa pun melihatnya meleleh
tringg tringg tringgg
"ih bunyi apaan sih berising banget gak tau apa aku masih ngantuk banget ini" ocehku
"famelaaa ya ampun alarm kamu sudag bunyi dari tadi tapi kamu masih aja setia ngekepin guling. famelaaa... ya ampun ini anak kalo tidur kayak kebo" omel ibu
"sebentar lagi bu 5 menit lagi ya" kata ku
"kamu mau terlambat apa. hari ini hari senin kamu harus upacara" kata ibu melanjutkan omelannya
"iya sebentar masih jam 5 kan ini" kataku dengan mata yang masih setia tertutup
"jam 5? ini sudah jam 6" kata ibu padahal jam 5.30
"ha?? jam 6. ya ampun kenapa ibu gak bangunin dari tadi sih. jam 6.30 aku harus sudah ada di sekolah" kata ku panik sambil berjalan menuju kamar mandi
"siapa bilang dari tadi sudah ibu bangunin alarm kamu aja udah bunyi berkali-kali. buruan mandi daripada berdebat terus nanti malah terlambat" kata ibu sambil membuntutiku meneruskan omelannya
Di sekolah
"huftt untung belum telat" kata ku saat memasuki halaman sekolah
aku itu paling gak suka kalo dateng kesiangan saat hari senin apalagi anak-anak sudah pada kumpul di lapangan upacara rasanya itu malu. aku paling seneng kalo aku the first yang kelapangan walau bareng temen daripada akhir jadi bahan tontonan orang walau upacara belum di mulai
"tumben siangan kamu datengnya" kata mela
"iya tadi kesiangan sedikit akunya" jawabku sambil ketawa
"ya udah ayo cus ke lapangan mumpung masih sepi sebentar lagi upacara dimulai loh" kata fitri
"nadia mana?" tanya putri
"biasa nadia siangan paling kita udah di lapangan dia baru nongol" kata hikma
"ya udah aku udah naruh tas ku" kata ku
"ya ayo ayoo" kata septi
Di lapangan
"haiii guys maaf telat lagi" kata nadia sambil cengengesan
"hemm rmang dasar kamu itu hobinya siang mulu" kata mela
"eh hari ini kita foto untuk ijazah" kata putri
"masak? kapan ngumuminnya?" tanya ku
"iya nih aku juga gak tau" kata nadia
"kalian bawa persiapannya?" tanya fitri
"lupa" jawab serentak hikma, mela dan septi
"tenang guys aku bawa kok" kata putri
"putri emang the best" kata kami serentak
"oh iya yang cowok rambutnya pada pendek ya?" tanya hikma
"iya pada pendek dari pada dipotong sama guru kan nanti bukanya rapi malah kayak gigitan tikus" kata septi
"eh kita kok gak tau ya kalo ada pengumuman" tanya ku pada fitri dan nadia dengan berbisik
"emang ngumuminnya kapan sih?" tanya fitri pada mela
"sabtu pas pulang sekolah" jawab mela
"pantesan kita kan lagi ngerumpi" kata nadia
"iya lebih tepatnya kalian godain aku terus" kata ku kesal
"ealah gitu aja sebel tapi akhirnya seneng ka? apa sekarang tak panggilkan alvaro?" goda fitri
"iya panggilin aja fit. biar orangnga gak sebel sama kita" tambah nadia
"ehh jangan lah aku malu" kata ku
Siswa-siswi mulai berkumpul di lapangan karena sebentar lagi akan dilaksanakan upacara bendera hari senin
__ADS_1
"famela" panggil seseorang
"fam kayak ada yang manggil kamu deh" kata nadia yang barisnya sejajar dengan ku dibelakang sedangkan temanku yang lain baris didepan semua
"iya aku denger tapi siapa ya?" tanyaku pada nadia sambil celingukan cari sumber suara itu
"fam famelaa" panggil seseorang lagi dan ternyata orang itu alvaro yang baris dibelakang siswa kelasnya karena melas kami tidak berjauhan jadi kami bisa saling komunikasi hehe
"hai" sapa ku dengan gugup
"senyum dong" pintanya
"ciee yang pagi-pagi disapa terus minta senyum buat penyemangat pagi ya" goda nadia
"ih apaan sih kamu nad" kata ku dengan pipi yang sudah blush
"ayolah fam mana?" pintanya dan akhirnya aku menoleh ke arahnya lagi dan tersenyum
"sudah berdiri jangan gitu" kata ku yang melihat dia masih jongkok padahal upacara sudah mau dimulai
"siap manis" katanya sambil hormat ke arahku
"gini dah kalo gak jomblo temenya yang jomblo dilupain" sindir aldi
"iya di dunia serasa milik berdua itu" sambung nadia
"ih apaan sih" kata ku dan alvaro cuma senyum melihat ku yang sudah blush
"baiklah anak-anak untuk hari ini kelas sembilan akan mengadakan sesi foto untuk ijazah dimulai dari kelas A sampai F dengam waktu 1 jam tiap kelas" kata pak satrio
"siap pak" jawab kami serentak
"eh fam kamu gak penasaran lihat alvaro rambutnya pendek?" tanya nadia
"penasaran sih tapi gak mungkin aku minta dia lepas topi dari tadi aja orangnya gak lepas -lepas topi di kepalanya ya memang sih dia suka pakai topi biasanya bukan topi sekolah yang dia pake tapi aku masih bisa lihat dia lepas topi tapi hari ini gak deh kayaknya" kata ku menjelaskan
"ya udah kamu coba buju aja" saran nadia
"ih gak ah nanti orangnya ngira aku campurin orangnya" kata ku
"kamu kan pacarnya fam" kata nadia
"cuma pacar belum istri nad" kata ku
Upacara selesai dan selanjutnya sesi foto diamana kelasku yang paling awal. setelah sesi foto kami melanjutkan pelajaran
"hemm aku penasaran juga apa yang dikatakan nadia tadi tapi gimana nyuruh orangnya lagian gak sopan juga aku ngepoin orangnya" gumam ku dalam hati
Saat pelajaran berlangsung aku tiba-tiba kebelet buang air kecil hehe mengharuskan aku izin ke toilet
"huft lega juga" kata ku sambil berjalan melewati tempat wudhu
"famela" "alvaro" kata kami serentak
"ngapain kamu disini?" tanya alvaro
"emm aku habis dari toilet. kamu ngapain disini? sudah seai foto kelasmu?" kata ku yang menahan tawa lihat rambutnya pendek sekali
"aku habis cuci muka. iya ini baru aja sudah " jawabnya sambil menggunakan topi lagi
"oalah iya. emm kenapa dipake lagi topinya? gak biasanya kamu make topi sekolah sebetah itu biasanya pake topi biasa itu pun gak sesering ini" kata ku yang menyindir
"kamu ini nyindir kepalaku yang botak ya?" katanya yang mulai kesal
"siapa yang nyindir aku cuma nanya alvaro" kata ku
"aku malu fam rambutku pendek banget dan gak mungkin juga aku pake topi lama di sekolah kalo bukan topi sekolah" katanya
"oalah iya gak papa. apa gak nambah lama tumbuh rambutnya kalo ditutup terus?" goda ku
"ihh kamu ini fam emang nyebelin ya" katanya
"nyebelin nyebelin gini kamu suka kan?" godaku lagi
"kamu ini bisa aja deh fam. ya udah sana masuk kelas apa kamu emang modus keluar kelas untuk lihat aku?" goda alvaro
"ihh enak aja modus?? enggak lah ya. aku emang kebelet tadi pengen buang air kecil" kata ku kesal
"iya iya aku percara aku cuma goda aja kamu idah ngambek" katanya menenangkan
"siapa juga yang ngambek" kata ku kesal
"hemm iya udah kok malah gini sih suasananya. aku anter ke kelas ya?" tanya nya
"gak usah" jawabku sambil meninggalkannya
__ADS_1
Di kelas
"ada apa nih dari luar kok malah senyum-senyum gini kesambet kamu ya" kata fitri
"iya kesambet alvaro" kata ku sambil senyum-senyum
"jadi kamu keluar tadi emang modus ya?" kata nadia
"eh enak aja aku emang kebelet tadi" kata ku
"kirain. jadi kenapa kamu jadi kayak gini? diapain kamh sama alvaro?" tanya nadia
"enggak di apa-apain kamu cuma ngobrol biasa. eh nad aku tadi sudah lihat alvaro buka topi" kata ku
"pantesan nih anak senyum-senyum dari tadi" kata nadia
"gimana alvaro? masih manis?" goda fitri
" iya masih lah " jawabku sambil ketawa
"dasar ini anak" kata fitri sambil nepok jidatku
"eh nad nanti kita pulang sekolah ambil topi alvaro terus kita kasih ke famela gimana?" bisik fitri pada nadia yang mulai muncul sifat jahilnya
"ok siapp" kata nadia
Seperti biasa kami pulang bertiga karena rumah kami yang searah
"fam itu alvaro kan?" tanya fitri
"iya, itu sebelahnya aja ada aldi" kata ku sambil goda fitri
"ih apaan sih kamu fam" kata fitri
"hai sayang" sapa alvaro aku pun langsung tersenyum padanya
"gini nih kalo sudah berdua dunia serasa milik berdua dan yang lain cuma numpang" sindir fitri
"iya nih kita bagaikan racun nyamuknya" kata nadia
"makanya fit ayo jadian" ajak aldi
"ih apaan sih di" kata fitri
"pepet terus sampe nyantol" goda alvaro
"terima aja fit" kata ku dan nadia barengan
"gak mau lebih baik temenan aja deh" kata fitri kesal
aku dan alvaro masih asik bercerita sambil jalan menuju parkiran etss tapi aku sama alvaro gak bareng ya karena aku udah janji pulang bareng sahabatku. saat kami sedang asik cerita tiba-tiba
"yeahh dapet" teriak fitri
"eh kalian jangan gitu dong kembaliin" kesal alvaro
"ambil sama famela ya tapi famelanya kami bawa pulang jadi ambilnya di rumah famela" kata nadia dan aku pun ditarik sama mereka untuk pulang
"daaahhh" kata fitri dan nadia
"ehh dasar kalian ya" teriak alvaro frustasi
"ya udah besok pake topi biasa aja" kata aldi
"gak bisalah masak aku pakek topi gaya pas jam pelajaran kalo topi sekolah kan masuh di maklumi" kata alvaro
"ya udah ambil aja nanti di rumah famela" kata aldi
"yang bener aja aku harus ke rumah famela cuma ambil topi mending beli lagi malu aku kalo nanti ketemu sama ibu bapaknya gimana?" kata alvaro
"ya udah terserah kamu aja" kata aldi
Saat hendak menjalankan motor
"eh di tapi aku juga penasaran dimana tempat tinggal famela" kata alvaro sambil tersenyum yang entah arti dari senyum itu
"ya udah nanti habis beli topi kamu cari rumahnya aja" kata aldi
"temenin" kata alvaro
"ok siapp" kata aldi
Terimakasih telah setia membaca cerita ini. Maaf banyak yang typo dan agak kurang nyambhng ceritanya.
Jangan lupa like dan komen, berikan saran yang terbaik ya
__ADS_1