Cinta Masa Puber

Cinta Masa Puber
Alvaro Part 2


__ADS_3

"yola nur" panggil ku pada teman ku


"iya kenapa? tumben banget manggil kita berdua. pasti ada maunya" kata nur


"iya nih pasti ada maunya" tambah yola


"hehe aku mau minta tolong sama kalian boleh? soal hati ini" kata alvaro dengan wajah memelas


"emang kamu punya hati?" kata nur sambil ketawa


"iya nih tumben banget ngomongin soal hati. apa kamu sedang fall in love?" kata yola sambil ketawa


"terssrah kalian mau ngejek aku gimana yang jelas aku mau minta tolong kalian. soalnya aku lihat kalian cukup kenal dengan cewek ini" kata alvaro dengan tegas


"iya iya tenang aja kami bakal bantu" kata yola


"kami tadi cuma becanda sekalian goda kamu. masak cowok se dingin kamu bisa ngerasain jatuh cinta" kata nur


"eh aku juga manusia" kata alvaro


"iya iya emang siapa sih ceweknya itu?" tanya yola


"famela putri mentari" jawab ku


"what? anak kelas unggulan itu kan?" tanya nur


"iya. emang kenapa? kalian kenal kan?" tanya ku


"iya kenal. cuma dia orangnya agak cuek kalo masalah kayak gini" jawab yola


"terserah dia mau cuek atau mau gimana yang penting aku minta tolong sama kalian nanti bilangin kalo aku suka sama dia" mata ku


"bilang sendiri lah kamu suka" kata nur


"aku cuma mau lihat reaksi pertama kalo aku suka sama dia tapi dari orang lain yang bila. biar aku tambah yakin untuk nembak dia" jelasku pada nur dan yola


"oalah ok ok nanti pas pulang sekolah kami bilangi ke orangnya" jawab yola


"tapi bukannya famela banyak yang naksir ya? apa lagi waktu itu wawan juga pernah pdkt sama orangnya tapi responnya b aja" kata nur


"ya kita coba aja dulu" kata yola


"aku serahkan semua sama kalian ya. nanti aku tunggu kabar baiknya. sebelumnya terimakasih maaf ngerepotin kalian" kata ku


"iya sama-sama" serentak jawabnya


Pulang sekolah aku langsung pulang kerumah karena rasanya banyak sekali kegiatan hari ini di sekolah sehingga membuat ku lelah. ketika aku melajukan motor ku aku melihat nur dan yola sedang menjalankan aksinya setelah itu mereka berjalan dan bisa aku pastikan mereka sedang menggoda famela


"ehh sudah kalian sampain belum?" teriakku pada nur dan yola sambil mengendarai motor


"sudah" kata yola dan nur sambil mengacungkan jempol yang kulihat dari kaca spion


"famela" gumam ku dalam hati sembari senyum-senyum sendiri saat mengendarai motor


"akankah famela suka dengan diriku yang seperti ini? tapi aku harus berjuang untuk dapetin hati famela" gumamku dalam hati


Sesampainya di rumah aku langsung membersihkan badan dan makan siang, setelah itu aku langsung masuk kekamar ku dan mengajak sahabatku ke rumah ku

__ADS_1


"ngapain kamu nyuruh kami kesini alvaro?" tanya aldi


"biasa main ps lah gak asik kalo aku main sendiri" kata ku


"ayo tapi aku sama aldi duluan ya mainnya" kata anggi


"ok ok nanti yang menang lawan angga dan yang menang lagi baru lawan aku" kata ku


"ok siipp" kata aldi


anggi dan aldi sedang asik bermain ps sedangkan alvaro dan angga sedang membahas famela


"eh ga kayaknya aku beneran suka sama famela deh" kata ku


"ya udah kalo kamu memang beneran suka ya diungkapin" kata angga dengan raut muka yang sulit diartikan


"beneran kamu gak papa?" kata alvaro


"iya. kalo gitu gini aja kita ungkapin aja perasaan kita sama famela terus keputusan ada di famela" kata angga


"iya udah kalo gitu. eehh bentar aku dapet kabar dari yola sama nur ini. katanya famela agak salting saat mereka menggodanya dengan aku" kata ku sambil ketawa-ketawa


"ya udah dari pada nanti di embat yang lain mending kita langsung chatting orangnya terus kita bilang aja" kata angga dewasa


"eh anaknya online" kata ku


"hai" sapa ku


"duh kok lama banget ya dia balesnya" gumamku dalam hati


"kamu asli orang mana?" tanya ku


"kalo aku lahir di sini tapi kalo bapak aku bukan orang sini" jawabnya


"eh varo kamu tanya apa sama dia?" tanya angga


"aku nanya 'kamu asli orang mana?' gitu" kata ku


"oh ya udah kalo gitu aku tanya 'kamu asli orang sini?' gitu ya" tanya angga


"iya gitu gak papa. kita lihat jawabannya sama apa enggak" kata ku


"kira-kira dia curiga gak ya tentang pertanyaan kita yang sama?" tanya angga


"udah lah gak papa" kata ku


Kira-kira 30 menit kami telah chatting dan membahas yang tidak penting baik itu dengan aku maupun angga.


"famela aku suka sama kamu. mau gak kamu jadi pacar aku?" tanya ku


"aku gak percaya" jawabnya


"sesingkat itu jawabnya? emang susah dapetin inu anak tapj aku gak akan nyerah" gumam ku dalam hati


Tak selang berapa lama angga pun mengungkapkan perasaannya juga. Tapi bedanya dengan aku, angga tidak seperti memaksa harus pacaran dengannya. Memang dia meminta untuk dia jadi pacar famela tapi dia juga bilang 'kalo kamu gak mau dan ada pilihan lain gak papa yang penting kita temenan ya'. Mungkin angga mengalah dengan aku


"apa yang harus aku lakuin supaya kamu bisa percaya kalo aku beneran suka sama kamu?" tanya ku dengan frustasi

__ADS_1


"jadi gimana? mau jawab sekarang atau besok kita ketemuan di sekolah?" tanya ku lagi


"emm ya udah besok di sekolah aja" jawab nya


"ok aku tunggu besok pagi di depan gerbang" kata ku


"ok ok" jawab nya


"jangan lupa ya 😊😍" kata ku


"iya" jawabnya singkat


"kira-kira ini anak suka gak ya sama aku tapi biarin lah dia kayak gini tunggu aja besok" gumam ku dalam hati


"duh lama banget deh ini anak datengnya. apa dia udah sampe duluan ya? masak dia gak nunggu" gumam ku frustasi


"eh bro ngapain nunggu disini? yuk masuk" ajak aldi yang baru datang


"iya udah mau apel ini kalo telat dihukum loh nanti" tambah anggi


"ya udah kalo gitu ayo" jawabku


"hemm nanti habis apel aja aku nembak famela di lapangan" gumam ku dalam hati


tettt tetttt


"yo apel dulu varo" ajak aldi


"ayo. oh iya aku nanti habis apel mau nembak famela di lapangan rencananya" kata ku


"wow trending topik ini nantinya" kata aldi bersemangat


"tapi jangan bilang siapa siapa dulu" kata ku


"woke aman itu" kata aldi


"eh alvaro itu famela lagi jalan ke sini bareng temen-temennya" kata aldi


"iya. manisnya" kata ku sambil ketawa-ketawa sendiri


"famelaa" sapa aldi pada famela


"iya" jawab famela sambil senyum kearah kami


tapi nampaknya dia tidak melihat bahwa ada aku disana yang tersenyum ke arahnya dan ku rasa temannya menyadari


"eh jangan di gebet itu calon masa depan aku" kata ku cemburu


"iya tenang aja. aku manggil dia cuma mau lihat dia senyum kayak apa sampe-sampe sahabat ku tergila-gila sama dia" kata aldi sambil tertawa


"ya" jawabku kesal


Mau tau kelanjutan ceritanya?


Tetap setia ya nunggu ceritanya upload kembali. Maaf jika banyak alur cerita yang kurang mengena, maklum baru pertama buat cerita kayak gini.


Jangan lupa like dan komentar untuk menjadi penyemangat serta masukan untuk memperbaikki ceritanya

__ADS_1


__ADS_2