Cinta Masa Puber

Cinta Masa Puber
Tanpa Kabar


__ADS_3

Ketika apa yang diucap tak sama dengan apa yang dihati


Semua akan terasa perih dari pada terkena pecahan kaca


“kenapa belum kirim pesan juga ya? Apa aku kasih kabar dulu aja ya?” monolog Famela dengan dirinya sendiri setelah melihat hp ternyata belum mendapat kabar dari sang pacar


“gimana sudah ada kabar belum?” tanya Nadia


“belum” jawab Famela


“ya udah kamu aja kirim kabar ke dia duluan” saran Nadia


Tanpa menunggu Famela langsung mengirim pesan kepada Alvaro


“hay, kamu lagi dimana nih?”


5 menit kemudian


“kok enggak dibales ya?” tanya Famela


“mungkin masih dalam perjalanan” kata Nadia


“hemm mungkin juga ya” kata Famela yang mencoba positive thingking


5 menit kemudian


tring tring


“hallo, kamu dimana? Aku didepan rumah kamu nih sama temen-temen aku”


“what? Kamu main ke rumah aku? Kenapa gak bilang dari tadi kaya gini kan aku bingung harus gimana”


“ya udah kamu ke sini aja dulu”


“ya sebentar aku sama Nadia ke sana”


“bye sampai ketemu”


“ada apa Fam?” tanya Nadia


“yuk ikut aku ke rumah, Alvaro sama temen-temennya main kerumah mana gak bilang lagi dari tadi” kata Famela yang terlihat kesal


“yaudah ayo aku temani sampai depan rumah habis itu aku pulang” kata Nadia


“mana bisa gitu kamu temenin aku lah aku bingung mau cerita apa nanti pas ketemu temen-temennya” kata Famela


“ya lihat sitkonnya aja lah” kata Nadia


Sesampainnya di depan rumah Famela


“Ini mah bukan temen satukelas tapi satu angkatan” gumam Famela dalam hati yang terkejut melihat sebanyak itu teman Alvaro


“waduh Fam ini mah namanya sekampung” bisik Nadia


“iya nih, udah yuk langsung samperin” kata Famela kepada Nadia


“nah ini dia anaknya” kata Aldi ketika melihat Famela dan Nadia


“hai.. kalian ke sini kok gak kasih kabar sih?” ucap Famela canggung


‘ayo masuk guys” kata Famela


“Assalamu’alaikum” ucap mereka ketika masuk ke rumah Famela


“Wa’alaikumsalam” jawab ibu Famela dan Famela


“ayo masuk-masuk, Famela kok gak bilang kalo temen-temennya mau main ke sini” kata ibu Famela


“iya tante sebenernya kami yang gak bilang kalo mau main ke sini” kata Yola salah satu teman Alvaro


“ayo diminum guys sama makananya dicicipi ya” kata Famela


“iya makasih” jawab mereka


“tau gak kami bisa ke sini itu ajakan siapa?” kata Nur sembari melirik ke Arah Alvaro


“diem Nur” kata Alvaro kesal

__ADS_1


“emang bener kamu yang ajak loh” tambah Yola


“iya loh masak gak mau ngaku” kata Habil


“Alvaro mah malu-malu kucing” kata Arief


“terserah” kata Alvaro yang gengsi mengakui itu


Famela pun menahan tawanya melihat Alvaro kesal digoda temannya


“kalian ini godain Alvaro terus kasian tu mukanya udah merah” bela Famela


“ciee yang dibela” kata teman-temannya


“kalian ini ganggu aja” kata Alvaro


Kami semua bercanda gurau tanpa ada rasa kecanggungan dan akhirnya mereka pun pulang


Keesokan harinya


Tring tring


“hallo”


“Fam nanti aku jemput ya kite ke rumah Mela, Fitri sama Nadia, Septi sama Hikma”


“ok siipp aku tunggu ya Put”


“ok bentar lagi aku otw ke rumah mu”


“ke rumah Mela mau ngapain kita? Acara makan-makan pasti”


“100 buat kamu Fam, ya udah kalo gitu aku tutup dulu”


“ok siip”


Tok tok


“Assalamu’alaikum Famela” panggil Putri, Hikma dan Septi


“udah siap?” tanya Septi


“iya sudah. Sebentar ya aku pamit sama ibu aku dulu” kata Famela


Setelah pamit


“ayo, eh Fitri sama Nadia gimana ini?” tanya Famela


“kita disuruh ke rumah Fitri katanya Nadia sudah ada di sana” kata Hikma


Sesampainnya di rumah Fitri mereka pun langsung berangkat ke rumah Mela supaya tidak membuang-buang waktu


Di rumah Mela


“Assalamu’alaikum Melaaaa kami datang” kata Famela and friends


“Wa’alaikumusalam ayo masuk guys” kata Mela menyambut kami


“nih aku udah siapin ice cream buat kalian” kata Mela


“wahh ice cream gratis nih” kata Septi


“wuhh enak nih, makasih Mela” kata Nadia


“gak bakal nolak nih” kata Famela


“anak kecil aja mau masak aku gak mau” kata Fitri sembari tertawa


“eh guys jadinya kita mau masak-masak apa nih?” tanya Putri


“kalo urusan makan aja cepet banget kamu Put” kata Hikma


“kan perut karet” kata Fitri dan kami pun tertawa mendengar julukan untuk Putri itu


“kita bagi aja yang belanja sama yang masak biar nanti cepet jadinya” kata Nadia


“iya setuju banget itu. Biar gak buang-buang waktu” kata Famela

__ADS_1


“tentunya yang bersih-bersih juga dibagi ya. Masak udah ngehancurin dapur orang gak dibersih in juga” kata Hikma


“ok siapp kita bagi aja ya” kata Septi


“yang belanja Mela sama Putri, yang masak Famela sama Nadia, terus yang bersih-bersih Hikma, Fitri sama Septi” kata Nadia


“ok fiks itu ya” kata Fitri dan diangguki oleh semuanya


Setelah 1 jam proses berbelanja dan proses memasak akhirnya makan pun siap dihidangkan. Kami sangat menikmati makanan yang kami buat sembari bercanda gurau


“eh yang punya pacar kok gak jalan ya?” sindir Septi


“kalo aku mah jomblo” kata Hikma


“yang punya pacar kesindir nih” kata Putri


“hee anak kecil gak usah urusin orang pacaran” kata Fitri


“kemana pacar-pacar kalian?” tanya Septi


“punyaku lagi ke luar kota” kata Putri


“punyaku jangan ditanya disana ada punya Famela disitu juga ada punyaku” kata Mela


“iya lah kan satu geng mereka” kata Nadia sambal ketawa


“lah punyamu sendiri kemana Nad?” tanya Hikma


“masih belum pulang dari rumah ibunya” kata Nadia


“Fam kok diem-diem baek, punyamu gimana kabarnya?” tanya Septi


“gak tau kemana palingan ya main sama temen gengnya itu” kata Famela yang muka ditekuknya


“lah kenapa tu muka ditekuk kayak gitu?” tanya Hikma


“iya, punyaku aja kan pasti bareng sama punyamu mainnya biasa aja” kata Mela


“lah dia dari pagi tadi sama sekali gak ngabarin kalo mau keluar main” kata Famela dengan muka yang sama kaya tadi


“udah santai aja, mungkin dia masih ada urusan atau apa gitu” kata Fitri mencoba menenangkan


“mungkin aja gitu” kata Famela


“udah gini aja kita gak usah ngomongin masalah pacar, kita happy happy aja sama apa yang kita lakuin saat ini” kata Putri


“ya setuju itu Septi sih tadi ngingetin tentang pacar padahal dia jomblo” kata Hikma dan menggundang gelak tawa kami


“sebelum nomongin orang jomblo emang kamu enggak?” tanya Septi


“akum ah emang gak mau pacaran” kata Hikma


“gak mau pacaran apa gak ada yang mau?” kata Septi


“ehhh kalian berdua ini sesama jomblo gak boleh saling menjatuhkan” kata Fitri dan kami pun tertawa bersama


Sudah biasa bagi kami saling mengejek tapi dalam tanda kutip ya. Mengejeknya itu dalam hal candaan gitu bukan serius.


Setelah selesai sesi makan, bercanda dan bersih-bersih alat makan kami melanjutkan dengan kegiatan nonton film, bercerita tentang teman sekelas, selfie dan kegiatan lainnya yang sering dilakukan saat berkumpul bersama sahabat.


Bukan seberapa kaya teman yang kita miliki


Bukan seberapa mewah tempat yang kita datangi


Bukan seberapa mahal makanan yang kita makan


Tapi seberapa besar rasa nyaman yang kitarasakan ketika bersama teman


Itulah yang menjadikan suatu yang sederhana menjadi mewah


Tunggu kelanjutan ceritannya ya guys


Maaf sudah lama gak up ceritanya ya


Jangan lupa vote, like dan berikan kritik serta saran ya untuk cerita ini


Terima kasih guyss😄

__ADS_1


__ADS_2