Cinta Masa Puber

Cinta Masa Puber
Putus


__ADS_3

*Serumit apa pun sebuah hubungan,


Jika yang menjalaninya sudah matang,


Pasti akan tetap bertahan,


Daripada melepaska.


Masalah sepele pun bisa fatal,


Jika yang menjalaninya belum matang,


Dasar anak puber.


Famela*


Dirumah Famela


“bun nanti ada temenku yang mau belajar bareng kesini” kata Famela


“berapa orang Fam?” tanya Ibu


“satu orang aja sih” kata Famela


“beli cemilan di warung depan sana aja soalnya ibu belum sempat beli stok cemilan, nanti buatin minuman dingin atau teh hangat ya” kata Ibu Famela


“ok deh” kata Famela.


Setelah itu Famela beranjak menyiapkan tempat untuk ia dan Alvaro belajar bareng dan membeli cemilan untuk teman belajar.


1 jam kemudian


“Assalamu’alaikum” salam Alvaro sembari mengetuk pintu rumah Famela


“Wa’alaikumussalam” jawab Famela dari dalam rumah lalu membuka pintu rumahnya


“Ayo masuk” ajak Famela kepada Alvaro yang diangguki tanya ‘iya’


“Ibu kamu mana?” tanya Alvaro


“Ibu di rumah nenek, nenek kurang enak badan soalnya” jawab Famela


“ohh semoga lekas sembuh ya” kata Alvaro


“Aamiin” jawab Famela


“oh iya adek kamu mana? Kok gak kelihatan” tanya Alvaro


“biasa main sama temennya” jawab Famela dan dibalas anggukan oleh Alvaro


“oh iya mau minuman panas apa dingin?” tanya Famela


“dingin aja” jawab Alvaro


Lalu Famela beranjak menyiapkan minuman dan cemilan untuk menemani mereka belajar, sedangkan Alvaro menyiapkan buku yang akan mereka buat belajar.


5 menit kemudian


Famela datang dengan membawa nampan berisi minuman dan cemilan


“kita mulai dari pelajaran apa dulu ini?” tanya Alvaro


“Matematika dan Fisika aja dulu ya. Mumpung baru belajar jadi masih fresh otaknya” kata Famela


“kamu ini bisa aja yang” kata Alvaro sembari mengusap gemas puncak kepala Famela


“ayo kita mulai” kata Famela penuh semangat


Mereka berdua belajar dengan penuh keseriusan karena mereka menyadari mereka sekarang telah menginjak kelas tiga yang pastinya sebentar lagi akan lulus. Jika tidak belajar dari sekarang kapan lagi? Ujian Nasional sudah menghitung bulan.


Tidak bisa dipungkiri di sela-sela belajar yang serius, Alvaro tetap sempat-sempatnya menggoda Famela dan membuat Famela jadi salah tingkah.


Tidak terasa waktu cepat berlalu. Sudah 3 jam mereka habiskan untuk belajar bersama membahas materi yang akan diujikan. Akhirnya Alvaro pun berpamitan untuk pulang karena hari pun sudah beranjak sore.


“Sayang aku pulang dulu ya” kata Alvaro sembari menutup tasnya


“iya hati-hati di jalan ya” kata Famela


“iya, jangan lupa tetap semangat” kata Alvaro sembari mengacak puncak kepala Famela


“ihh kamu ini nyebelin banget sih” kata Famela sembari membenahi rambutnya yang berantakan


“inget belajar jangan main games terus, jangan buat contekan” kata Famela memperingati Alvaro


“iya bawel tenang aja, tadi kan udah belajar sama kamu” kata Alvar sembari mengacak puncak kepala Famela lagi


“ya udah aku pulang dulu ya sayang bye” kata Alvaro


“bye” kata Famela sembari melambaikan tangan


Hari Senin, hari yang sangat mendebarkan bagi setiap siswa yang akan melaksanakan Ulangan Akhir Semester apalagi bagi kelas 3. Bagaimana tidak, ini adalah Ulangan Semesteran terakhir bagi kelas 3. Karena selanjutnya akan dilanjutkan dengan Ujian Akhir Sekolah dan Ujian Nasional.


“Hi Guysss” sapa Famela pada teman-temannya yang duduk di depan ruangan ujian mereka


“Cerah amat tuh muka” kata Putri


“iya dong kan harus mengawali hari dengan senyuman” kata Famela


“bilang aja kamu hari sabtu kemarin habis belajar bareng sama Alvaro” sindir Mela

__ADS_1


“iya lah bahagiannya sampe sekarang orang berduaan aja” kata Nadia


“ati-ati loh berduaan nanti yang ketiganya setan” kata Hikma


“iihh apaan sih kalian ganggu aja” kata Famela


“udah lah kalian ini jangan ganggu mood Famela nanti dia gak fokus jawab soal kan kita yang berabe” kata Fitri


“oh iya yah kita kan mau contek sama Famela” kata Septi


“enak aja contek ini ujian woy” kata Putri


“bilang aja iri karena kursi mu jauh dari kita-kita” kata Mela sembari tertawa


“awas aja kalo berani noleh ketempat aku terus pura-pura pinjem tip-x padahal minta jawaban” kata Putri kepada Mela


“ampun ndoro ratu” kata Mela sembari diselingi gelak tawa dari kami


*Tak perlu memiliki teman yang hits maupun kaya


Yang diperlukan adalah teman yang selalu bisa membuat kita tertawa dan ada disaat kita senang maupun sedih


Sahabat bagiku adalah keluarga kedua


Yang selalu mensupport apapun yang kita lakukan


Yang selalu berbicara apa adanya didepan kita


Karena sesuatu yang baik adalah ketika kita merasakan pahit didepan dari pada pahit dibelakang


Terimakasih sahabat


Apakah masih mungkin kita tetap bersama seperti ini dimasa yang akan datang?


Aku berharap persahabatan kita akan tetap terjaga kedepannya


Walaupun kita berbeda sekolah maupun beda tempat tinggal dikemudian hari


Jangan sampai menjadi orang lain dimasa yang akan datang


Famela*


Ulangan Akhir Semester Gasal pun mereka lewati dalam beberapa hari yang tentunya menguras tenaga dan fikiran. Ya, walaupun diantara mereka ada yang santai-santai saja tapi tetap ketika menjawab soal mereka tetap menguras tenanga dan fikiran mereka untuk bisa menjawab. Karena memikirkan cara membuka contekan atau cara bertanya kepada teman butuh tenaga dan fikiran agar tidak ketahuan oleh guru pengawas hehehe.


Setelah 1 minggu mereka melewati masa Ulangan Akhir Semester, untuk menunggu waktu pembagian rapor sekolah dan anggota OSIS mengadakan acara class meeting. Class meeting diadakan untuk merefresh otak para siswa dan siswi yang telah berjuang selama 1 minggu untuk menghadapi soal-soal yang menguras tenaga dan fikiran. Selain itu, class meeting bertujuan untuk saling mengakrabkan dan menyambung tali silatuhrahmi antar kelas, menguatkan rasa persaudaraan diantara mereka.


Didalam class meeting, berisi perlombaan-perlombaan olahraga yang tentunnya sangat ditunggu-tunggu setiap anggota kelas. Walaupun tidak mengikuti perlombaan tetapi menjadi supporter merupakan kegiatan yang paling mereka tunggu. Bagaimana tidak, disekolah bisa berteriak bebas sebebasnya untuk menyemangati para pemain.


Class meeting hari pertama pun dimulai.


Famela dan para sahabatnya tidak ada yang mengikuti perlombaan. Bagaimana tidak mereka lebih bersemangat menjadi supporter keimbang jadi pemain. Maklumlah Famela and the geng tidak terlalu menyukai olahraga hehehe


“Semangat kelas kuuu”


“Semangat kakak”


“Semangat sayang”


Begitulah teriakan-teriakan alay para penonton termasuk Famela and the geng hehehe


Tahu sendiri lah Famela and the geng memiliki anggota yang bar-bar semua tapi tetap sopan ya hehe


Hari pertama dimulai dari perlombaan Volly


“Semangat kecilku” teriak Mela menyemangati pacarnya


“ihh alay banget sih kamu Mel” kata Septi


“biarin yang penting aku nyemangati pacar aku daripada dia disemangati perempuan lain” kata Mela yang super pencemburu


“iya deh yang punya pacar, kit amah apa ya gak Sep” kata Hikma


“makanya cari pacar dong” celetuk Nadia


“eh kamu kira cari pacar kaya beli gorengan gitu” kata Septi


“udah-udah kalian ini kok pada rebut” kata Putri


“iya nih, lihat tuh si Famela aja yang nyemangatin Alvaro gak seberisik kalian” kata Fitri sambil menunjuk kearah Famela yang sedang menyemangati Alvaro dengan gerakan isyarat dan Alvaro pun membalas semangat itu dengan gerakan isyarat juga.


“duhhh so sweet nya” kata Nadia sembari menyenggol Famela yang membuat sang empu malu karena kepergok sama sahabat-sahabatnya


“ihhh kalian ngagetin aja” kata Famela


“kamu sih asyik banget sampe gak lihat sahabat kamu ada yang debat” kata Putri sembari diiringi gelak tawa Famela and the geng


Hari kedua class meeting


*Tak terasa hari cepat berlalu, semoga semuanya akan menjadi kenangan yang indah dan berkesan di hari tua kelak


Famela*


“hari ini lomba apa guys?” tanya Nadia


“futsal kalo gak salah” jawab Famela sembari tetap pandangannya tak teralihkan oleh hpnya


“hallo guys aku traktiran nih yuk dimakan cemilannya dibelakang kursi” kata Putri dna tentunnya enggak bakal dapet penolakan dari kami para geng takul lapar hehe


Famela and the geng duduk lesehan diruang kelas bagian belakang. Sembari menghabiskan cemilan yang dibeli Putri mereka ada yang bercerita, main games, berfoto pokoknya asyik sendiri lah. Berbeda dengan Famela. Padahal dikelilingi sahabatnya yang sedang tertawa riang, Famela terlihat sedang memiliki masalah karena sedari tadi ia tidak melepaskan padangannya dari hp nya. Tapi Famela bukan lah Famela kao tidak bisa menyembunyikan masalahnya. Famela tidak mau temannya merasakan kegelisahan yang sedang ia rasakan.

__ADS_1


Famela mendapat pesan singkat dari nomor yang tidak dia kenal


[+62 831xxxxxxxx]


“hy, boleh kenalan?”


“ini siapa ya?”


“boleh kenalan?”


“iya, ini siapa ya?”


“sudah punya pacar?”


“iya sudah”


“tinggalin aja pacarnya terus pacaran sama aku”


“jangan asal ngomong ya, kamu ini siapa sih?”


“aku fans kamu, mau gak jadi pacar aku?”


“gak jelas banget jadi orang”


“jangan jutek-jutek jadi cewek nanti ilang loh cantiknya” dan masih banyak lagi pesan yang gak jelas dari nomor ini. Intinya ya menggoda Famela


“terserah” kata Famela untuk mengakhiri perdebatannya dengan nomor yang tidak ia kenali


“ping”


“ping”


“ping” beberapa pesan masuk dari nomor itu lagi tapi tidak Famela balas karena dia angak nomor orang iseng


“pacar mu Alvaro kan?”


“aku Alvaro sayang” kata pemilik nomor itu


“jangan asal deh” kata Famela karena beberapa menit yang lalu Famela bertanya kepada Alvaro tentang nomor yang mengirim pesan itu dan Alvaro bilang tidak mengenalnya.


Bagaimana bisa Famela percaya kalo Famela nanya di nomor Alvaro dan Alvaro jawab gak kenal sama nomor itu dan tiba-tiba nomor yang gak dikenal itu bilang kalo itu Alvaro


Famela merasa sedang dipermainkan. Famela hari ini merasa tidak fokus dengan apa yang sedang ia lakukan disekolah. Rasanya ia ingin seklai pulang dan menelpon nomor asing itu.


Akhirnya waktu pulang sekolah pun tiba, Famela langsung ingin sampai dirumah dan menelpon nomor asing itu. Dan benar saja sesampainya Famela di rumah ia tidak langsung makan melainkan langsung menelpon nomor asing itu.


“Hallo sayang tumben nelpon, ada apa?” jawab orang disebrang sana yang Famela ketahui betul itu suara milih siapa. Suara itu memang benar milik Alvaro. Famela otomatis langsung melihat nomor yang dia telpon itu nomor asing tadi apa nomor Alvaro (salah telpon)


“Hallo sayang kok diem aja” kata Alvaro yang tidak menyadari kalua Famela menelponnya lewat nomor barunnya yang dipakai buat menggoda Famela


Famela masih diam lalu dimatikannya sambungan telpon tersebut


Beberapa menit kemudia Alvaro menelpon Famela menggunakan nomor yang lama (baru menyadari tadi Famela nelpon di nomor yang baru). Alvaro menelpon Famela, hendak menjelaskan maksudnya menggoda Famela menggunakan nomor barunya. Tapi Famela tetap lah Famela yang tidak suka dibohongi dan Famela merasa Alvaro sedang menguji kesetiaannya. Padahal Famela sendiri merasa dirinya yakin akan kesetiaan Alvaro tapi Alvaro malah meragukannya.


Di rumah Famela


“Aku kecewa sama kamu Alvaro, bisa-bisanya kamu masih ngeraguin aku. Padahal aku berusaha biasa saja saat kamu berboncengan dengan sahabat perempuanmu, kamu bercanda gurau dengan sahabat perempuanmu. Aku bukannya gak cemburu tapi aku gak mau mengekang dan membatasi pertemanan kamu. Tapi balasannya apa? Kamu malah meragukan aku. Seharusnya yang perlu diragukan itu kamu. Apa ada persahabatan antara laki-laki dan perempuan? Kalo gak salah satu diantara kalian ada yang menyukai. Tapi aku berusaha positifthingking sama kamu” gumam Famela didalam hatinya sembari menahan sesak didadanya


Tringg pesan singkat dari Alvaro


“sayang”


“sayang kamu marah sama aku?”


“sayang aku hanya bercanda”


“bercandaan kamu itu gak lucu”


“sayang aku bisa jelasin”


“gak usah dijelasin. Aku tau kamu masih ngeraguin aku. Untuk apa didalam sebuah hubungan kalo salah satunnya masih ada yang meragukan”


“bukan begitu maksud aku sayang”


“terus apa? Aku jadi cewek gak pernah melarang atau ngekang kamu ini itu tapi kamu apa? Kamu malah ngeraguin aku”


“terus mau kamu apa yang?”


“hapus nomor aku” pinta Famela


“maksunya kita putus” tanya Alvaro


“iya” jawab Famela. “Pikiran kamu aja ke kata putus Var saat aku minta hapus nomor aku dihp kamu, berarti emang kamu gak pernah ada fikiran yang positif tentang aku” gumam Famela


“iya udah kalo itu mau kamu” kata Alvaro. "Kalau kamu benar-benar sayang aku Var kamu bakalan mempertahankan aku dan coba jelasin ini, tapi kamu malah ngeiyain. Cukup sampai disini Var aku diraguin sama kamu" gumam Famela sembari menahan sesak didadanya. Bukan karena laki-laki tetapi karena dia diragukan seakan Famela seorang pembohong yang sulit untuk dipercaya.


“Tapi janji ya Famla setelah kita putus kita tetap jadi teman ya, dan jangan jadi orang asing setelah kita mengakhiri hubungan ini”


“Iya Alvaro”


“Good Night Famela” ucap Alvaro


“Good Night too Alvaro” balas Famela. “Bahkan rasanya masih seperti mimpi, apa lagi saat kamu masih mengucapkan ucapan selamat malam tapi dengan memanggil nama tidak seperti biasanya” gumam Famela sembari berusaha lega setelah pertengkaran kecil ini selesai dan berakhir puusnya hubungan mereka.


-----------------------------TAMAT-----------------------------


Maaf sudah lama gak up ceritanya ya


Jangan lupa vote, like dan berikan kritik serta saran ya untuk cerita ini

__ADS_1


Terima kasih guyss


__ADS_2