Cinta Masa Puber

Cinta Masa Puber
Dilema


__ADS_3

Famela POV


"famela aku lihat PR matematika dong" kata hikma


"nih.. pasti mau nyamain jawabannya" kata ku sambil menyerahkan bukuku


"iya pastinya itu" kata hikma


"eh kalian ngapain? ngerjain PR di kelas ya?" kata nadia yang baru datang


"enak aja. kami nyamain jawaban" ejek hikma


"oh ya udah kalo gitu. fam nanti kalo sudah aku lihat punyamu ya?" kata nadia


"iya-iya yang tenting nanti pas ditanya tau cara ngerjainnya" kata ku


"heleh tadi bilang kalian ngerjain PR dikelas ya? sekarang malah dia yang mau ngerjain PR di kelas" ejek hikma


"elah aku sibuk semalam jadi sak sempat" elak nadia


" iya sudah sudah cepetan ngerjainnya keburu bel masuk" tengah ku


Pelajaran pada hari ini telah dilewati dengan cukup menyenangkan dan bel pulang pun sudah berbunyi


"eh aku duluan ya" kata hikma


"aku juga" susul mela dan putri


"aku juga mumpung kakak aku baik hati mau jemput aku" tambah septi


"aku sudah ada janji sama indah jadi aku duluan juga ya" kata fitri pamit pada aku dan nadia


"ok deh" kata kami kompak


"ya tinggal kita berdua" kata ku


"iya nih mereka lagi sibuk semua kayaknya" kata nadia


"iya udah ayo keburu angkotnya habis" kata ku


Saat berjalan dan hampir sampai di depan gerbang sekolah seakan ada yang memanggil


"famelaa famelaaa" panggil yola dengan ngos-ngosan


"famelaaa tunggu" panggil nur dengan ngos-ngosan juga


"iya ada apa?" tanyaku


"tarik nafas dulu rileks baru ngomong" kata nadia menenangkan


"dapet salam-" kata yola


"dari siapa?" potong nadia


"sudah lah pasti mau bilang wawan" gumam ku dalam hati


"itu dari alvaro" kata nur


"alvaro siapa?" tanyaku soalnya lumayan banyak yang namanya alvaro di sekolah ku


"alvari teman sekelas kita la" kara yola


"ehh dia itu bukannya yang kamu kagumin ya?" bisik nadia


"ciee yang dapet salam" goda nur


"ihh apaan sih kalian, kenal juga enggak" elak ku, saat itu muka ku langsung bulshing


"hehe udah ayo kita pulang" ajak yola


"iya ayo" jawab kami


FYI ya guys yola dan nur itu temen aku dari kelas lain yang notabennya satu kelas sama alvaro


"ehh sudah kalian sampain belum?" teriakan orang dari atas motor yang terus melaju dengan kencang

__ADS_1


"sudah" kata yola dan nur sambil mengacungkan jempol


"alvaro" gumam ku dalam hati


"kami duluan ya" kata nur


"iya hati-hati" kata nadia


aku masih bingung dengan adegan yang baru terjadi


"ciee yang cintanya terbalaskan" goda nadia


"ehh siapa yang cinta aku kan cuma suka dan kagum aja sama itu anak" elak ku


"iya sama aja dari kagum, suka, cinta jadinya sayang" terang nadia ditambah tawanya yang menggelegar


"apa mungkin yang dikatakan nadia itu benar ya? tapi aku masih ragu dan mana mungkin itu bisa terjadi" guman ku dalam hati


Sesampainya di rumah aku langsung membersihkan badan dan makan siang, setelah itu aku langsung masuk kekamar ku dan mengambil leptop


"hemm enaknya ngapain ya, nonton film apa main game hufftttt. oh iya aku buka facebook dulu aja deh" gumam ku


"ehh ada yang chatting" gumamku sendiri


"hai" sapa alvaro


"what? ini mimpi apa kenyataan sih? alvaro chatting aku?" gumamku tak lercaya


"*juga" jawab ku


"hy" sapa angga*


"ini anak temennya alvaro kalo dilihat dari foto-foto mereka. tapi kok barengan ya chatting akunya" gumamku bingung


"*juga" jawab ku


"kamu asli orang mana?" tanya alvaro


"kalo aku lahir di sini tapi kalo bapak aku bukan orang sini" kata ku


"iya aku lahirnya di sini" jawab ku*


"ehh kok pertanyaan mereka hampir sama ya? satu nanya yang satu kayak nanyain kebenaran yang aku jawab sama yang satunya. jangan-jangan ini ada yang gak beres" gumam ku sendiri


Kira-kira 30 menit kami telah chatting dan membahas yang tidak penting baik itu dengan alvaro maupun dengan angga.


"famela aku suka sama kamu. mau gak kamu jadi pacar aku?" pernyataan alvaro


"aku gak percaya" jawab ku


Tak selang berapa lama angga pun mengungkapkan perasaannya juga. Tapi bedanya dengan alvaro, angga tidak seperti memaksa harus pacaran dengan ku. Memang dia meminta untuk aku jadi pacarnya tapi dia juga bilang 'kalo kamu gak mau dan ada pilihan lain gak papa yang penting kita temenan ya'.


"apa yang harus aku lakuin supaya kamu bisa percaya kalo aku beneran suka sama kamu?" tanya alavaro


"Haduuu bales gimana ini ya?" gumam ku dengan bingung


"jadi gimana? mau jawab sekarang atau besok kita ketemuan di sekolah?" tanya alvaro


"emm ya udah besok di sekolah aja" jawab ku


"ok aku tunggu besok pagi di depan gerbang" kata alvaro


"ok ok" jawab ku


"jangan lupa ya 😊😍" katanya


"iya" jawabku singkat


"haduu tamat lah riwayat ku besok. gimana ya cara menghindar, aku belum siap" kata ku frustasi


"aku dateng agak siang aja ah hari ini, terus lewatnya bukan gerbang utama biar gak ketemu orangnya hehe aku belum siap mau jawab apa dilema ini rasanya. apa lagi kemarin mereka nembaknya barengan terus sahabatan" kata ku saat mau berangkat ke sekolah


Di sekolah


"wah aman ini kayaknya anak-anak sudah rame dan gak mungkin dia masih nunggu di depan gerbang" gumam ku dalam hati

__ADS_1


"eh ngapain kamu ngendap-ngendap kayak maling" kata nadia yang kerjaannya dateng siang


"hehehe aku takut" kata ku pelan


"takut sama siapa? bilang sama aku dan yang lain biar kami hajar itu anak" kata nadia penuh percaya diri


"emm bukan itu maksud ku" kata ku dan akhirnya aku menceritakan tentang alvaro yang hendak mengungkapkan perasaannya secara langsung di sekolah


"eh kalo dia nembak kamu di lapangan gimana? kita kan hari ini ada apel jum'at bersih" kata nadia


"ya Allah aku gak inget dan gak kepikiran soal itu. gimana dong nih?" jawabku cemas


"kelas kita kan di ujung terus kamu ngumpet dulu diantara anak kelas kita setelah anak kelas lain bubar baru kamu jalan. tenang kami akan bantu kok" kata nadia dengan santai


"tapi nanti anak-anak kelas jadi tau kalo gitu" kataku dengan penuh kegelisahan


"ya ampun famela aku tentunya gaka akan bilang nanti aku cuma mengarahkan anak-anak buat ngerumpi sebentar terus kamh gunain deh kesempatan kita yang lagi asyik ngerumpi itu untuk kamu bersembunyi hehehe" kata nadia dengan cengengesan


"oh iya. tumben bagus juga ide kamu hehehe" kataku sambil ketawa-ketawa


"kata kamu tumben hufftt dasar udah dibantuin malah gitu" kata nadia kesal


"hehehe makasih nadia yang selalu membantu famelaa. aku cuma becanda kok hehe" kataku merayu nadia


"kalo ada maunya ya gini ni" kata nadia


"untung sayang" tambah nadia sambil ketawa


tettt tetttt


"ayo guys kita apel" kata mela dengan semangat


"eh tunggu jangan tinggalin aku sendiri di kelas" kataku tak mau ditinggalin di kelas sendirian


"iya iya tenang aja aku setia menunggu mu sampai kamu janda pun fam" kata hikma ditambah gelak tawa dari sahabatku yang lain


"eh enak aja nyumpahin aku janda nikah aja belum huuffttt" kata ku kesal dan berlalu meninggalkan mereka yang masih menertawakan ku


"ehhh jangan ngambek dong fam aku cuma becanda tadi itu" kata hikma ketakutan lihat ekspresi aku yang lagi ngambek


"iya nih. kami gak bisa kalo lihat kamu kaya gitu" kata septi yang dramatis


"iya iya aku juga cuma becanda kok ngambeknya" kataku sambil ketawa lalu berjalan menuju lapangan bersama sahabatku


"famelaa" sapa aldi padaku


"iya" jawabku sambil senyum kearahnya


"ini anak kenal juga enggak kok main nyapa-nyapa aja sih" gerutku dalam hati sambil berjalan menuju ke barisan kelas ku


"eh fam lo gak nyadar tadi pas di panggil aldi?" bisik nadia agar tidak didengar oleh orang lain karena yang tau tentang dia hanri ini cuma nadia


"emang kenapa? aku heran sama tuh anak, kami kan belum kenal terus dia kok berani nyapa aku. itu kan aneh huftt" kata ku kesal


"astaga famelaa kamu gak lihat disebelah aldi tadi ada siapa?" tanya nadia


"enggak" jawabku singkat


"disebelah aldi tadi ada alvaro, lagian mereka sahabatan pasti mereka saling cerita walau dia cowok" kata nadia menerangkan pada ku


"what? jadi disebelah aldi ada alvaro?" tanya ku histeris


"eh jangan besar-besar suara mu nanti orang-orang pada tau" kata nadia


"upss maaf kelepasan" kata ku sambil ketawa kecil


"kamu tau apa reaksi alvaro saat kamu jawab iya sambil senyum? alvaro ikut senyum-senyum gak jelas kayak orang salting gitu. padahal kamu senyum kan cuma bales sapaan temennya" kata nadia menjelaskan sambil ketawa kecil


"astaga aku gak tau banget kalo di samping aldi ada dia. malu banget aku"


Mau tau kelanjutan ceritanya?


Tetap setia ya nunggu ceritanya upload kembali. Maaf jika banyak alur cerita yang kurang mengena, maklum baru pertama buat cerita kayak gini.


Jangan lupa like dan komentar untuk menjadi penyemangat serta masukan untuk memperbaikki ceritanya

__ADS_1


__ADS_2