Cinta Masa Putih Abu-Abu

Cinta Masa Putih Abu-Abu
Penuh kejutan


__ADS_3

Nisa yang sudah selesai membersihkan tubuhnya dengan berendam cukup lama di kamar mandi merasakan tubuh dan fikirannya agak rileks tidak seperti tadi


ceklekk


kepala nisa menyembul dari dalam kamar mandi lalu matanya mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan itu, menatap awas keluar takut Gaesan ada di sana


"elo cari gue ?"suara bariton benar2 mengagetkannya, reflek Nisa menoleh ,diliatnya Gaesan berdiri tepat di depan pintu kamar mandi dengan tangan yang ada di saku celananya


"bener2 jelmaan hantu lo ya "jawabnya sambil. memegang dadanya


Gaesan tertawa kecil lalu beranjak dari kamar itu , namun kemudian berbalik menatap nisa


"cepetan lo ganti baju, udah di tungguin bunda di meja makan "ujarnya berbalik keluar kamar setelah itu pintu tertutup kembali


"huuufftttt lega gue " mengusap dadanya


nisa keluar kamar mandi dengan lilitan handuk di tubuh nya


namun matanya masih menatap awas ke seluruh ruangan


nisa berjalan gontai menuju ranjang, tiba2 teringat bahwa dirinya tak membawa baju ganti, masak iya dia harus menggunakan baju yang tadi


namun pandangannya terhenti ke arah ranjang yang sudah terdapat sebuah dress motif bunga2 tanpa lengan lengkap dengan pakaian dalamnya, diambilnya dress itu lalu berlalu kembali ke kamar mandi untuk bergantung baju


di meja makan


"bener2 ya cewek dandannya lama banget, sumpah laper banget " gerutu Gaesan ,


bunda Ayu hanya tersenyum melihat kegelisahan anaknya itu


Gaesan bergeming berdiri hendak melangkahkan kakinya namun


ceklek


pintu kamar tamu terbuka, memperlihatkan gadis cantik yang berdiri di ambang pintu sambil tersenyum manis ke arahnya lebih tepatnya pada bunda Ayu


jangan ditanya ekspresi Gaesan sekarang


cowok itu menganga melihat gadis cantik dengan dress selutut itu, rambutnya yang dibiarkan tergerai jatuh dengan Indah, bibir softpinknya sungguh membuat Gaesan yang menatapnya kehilangan kesadaran nya


bunda Ayu yang melihat anak laki2nya dengan eksepresi yang menurutnya langka itu menggulum senyumnya


Nisa berjalan ke arah meja makan, ia cukup risih dengan tatapan Gaesan sedari tadi


namun sekuat tenaga dia bersikap biasa saja melewati cowok itu


"Gee " panggil bunda ayu sedikit berteriak membuyarkan lamunannya


hingga sadar kalau Nisa sudah tak berada di tempatnya tadi


"kemana dia " gumamnya yang masih terdengar


"kamu cari siapa nak ? "tanya bundanya tertawa kecil

__ADS_1


"yang kamu cari sudah sedari tadi berada di belakang mu" ucapnya tertawa kecil


Gaesan membalikkan tubuhnya, netranya langsung bertemu dengan mata bulat nisa yang sungguh membuat jantungnya ingin lompat dari tempatnya


Gaesan tersenyum ternyata gadisnya sudah sedari tadi duduk di kursi meja makan


masih di bawah alam sadarnya, Gaesan menjatuhkan bokongnya ke kursi, tak henti2nya dia menatap gadis di depannya


karna jam dinding sudah menunujuk pada pukul 13.30 , yang artinya mereka sudah melewatkan satu jam makan siangnya


namun ketiganya tetap melanjutkan makan siang yang sudah terlewat itu dengan khidmat ,mereka makan dalam diam, hanya dentingan garpu dan sendok yang terdengar


makan siang itu selesai, dengan telaten nisa membersihkan piring kotor di meja makan, namun tangan bunda Ayu menahan tangan gadis itu


"sudah nak taruk di tempatnya lagi, ini bukan tugas calon mantu bunda ,biar pelayan yang membereskannya "ujarnya lembut pada Nisa


Nisa hanya menurut, di taruhnya kembali piring itu, namun pikirannya masih bingung dengan perkataan bunda temannya ini yang menyebut dirinya calon mantu


Namun dia tak punya keberanian untuk menegur atapun menanyakannya, ia memilih diam ,yang hanya di pikirannya sekarang adalah ini ulah Gaesan


tap tap tap …


suara langkah kaki menuruni tangga


Nisa menoleh ,dilihatnya Gaesan yang sudah rapi dengan jaket yang di sampirkan pada bahunya


ampun dah dia ganteng banget, yaallah jantung gue


ujarnya dalam hati


"gue tau , gue ganteng " membuat Nisa kaget


"tapi ya ngga usah gtu juga kali liatnya, naksir ya bilang aja, bakal segera gue halalin kok, iya kan bun?" lanjutnya menatap Ayu yang hanya senyum2 melihat tingkah keduanya


dan itu tentunya membuat Nisa malu sendiri dengan kelakuannya tadi, tapi munafik bukan jika dia tal mengakui ketampanan cowok di depannya ini


Gaesan berlalu dari hadapan Nisa sambil tersenyum tipis melihat bagaimana wjah gadis itu dengn penuh kekesalan di tambah malu


Gaesan mengambil tangan Ayu lalu di ciumnya takzim


"bun, Gee pergi dulu ya jemput Kevin, bentar kok, habis itu gee langsung pulang, karna ada alasan untuk gee betah di rumah hari ini" ujarnya pamit pada bundanya


Ayu tersenyum "hati2 nak, kalok urusannya udah selesai langsung pulang, kasian Nisa " katanya pada Gaesan


Gaesan hanya mengangguk tersenyum lalu melangkahkan kakinya, namun langkahnya terhenti ketika mendengar suara gadisnya


"lo mau kemana ?" tanyanya pada Gaesan


"gue mau pulang ,ini udah sore, takutnya orang rumah nyariin gue "lanjutnya


Gaesan berbalik menatap nIsa" lo tunggu disini bentar, ntar kalok urusan gue selesai gue bakal anterin lo pulang" jawabnya


"dan tenang aja, gue bakal nganterin lo sampek rumah dan bertemu calon mertua, lo disini dulu nemenin mertua lo ,karna ayah belum pulang ,kasian bunda sendirian " ujarnya pada Nisa sambil mengerlingkan matanya pada bundanya

__ADS_1


Ayu menggulum senyum nya menahan untuk tidak tertawa melihat tingkah anak nakalnya itu


Nisa melotot tajam pada Gaesan


bagaimana cowok itu mengatakan seperti itu di depan ibunya sendiri dan membuatnya malu


Gaesan tak tau malu


umpatnya dalam hati


"pergi dulu sayang" pamitnya pada Nisa


wajah Nisa sudah memerah menahan kesal karna sedari tadi dia di buat malu di depannya bunda Ayu


ingin rasanya nisa mengumpat nya dengan nama2 binatang ,namun itu sangat tidak mungkin, mengingat dimana sekarang dia berada


tak selang beberapa menit motor sport itu keluar gerbang tak lama kemudian suara mobil memasuki halaman rumah itu


bunda Ayu yang mendengar suara mobil suaminya pun berdiri dari duduknya bergegas menyambut kedatangan suaminya itu


Ayu tersenyum melihat suaminya yang berjalan kearahnya ,di ciumnya tangan itu dan segera mengambil tas kerja suaminya yang di tenteng pria itu


"udah pulang yah ? gimana kerjanya di kantor cabang yah ,nyaman kah ? tanyanya pada pak Pratama


iya, semenjak Gaesan mengajak pindah dari jakarta ke jawa tengah , pak Pratama meninggalkan pekerjaannya di kantor pusat ,dan mempercayakannya pada adik satu satunya


bukan tanpa alasan mereka menyetujui permintaan anaknya tersebut


selain demi kebahagiaan Gaesan, pak Pratama juga mengurus pabrik teh peninggalan orang tuanya di sini


pak Pratama sudah mengatur jadwalnya untuk kantor pusat, selama seminggu dia akan berada di Jakarta hanya untuk sekedar mengeceknya saja


"kerjanya menyenangkan bun, karyawan disini ramah semua, sehingga membuat ayah betah seharian ini dan mungkin selama masih disini " jawabnya sambil berjalan masuk ke dalam rumah


pandangannya terhenti pada gadis yang sedang duduk di sofa ruang tengah yang sibuk dengan gawainya mungkin tak menyadari kedatangannya


"loh ini siapa bun ? " tanyanya ada istrinya


Nisa terlonjak kaget ,langsung berdiri tersenyum lalu menyalami ayah temannya itu dengan sopan


Pak Pratama tersenyum melihat tingkah laku sopan nIsa


"Nisa om " tuturnya sambil tersenyum


"saya temennya Gaesan " lanjutnya lembut


"cantik sekali kamu nak" puji pak Pratama , Nisa hanya menundukkan wajahnya sambil tersenyum


"jangan manggil om dong ,panggil saya ayah " pintanya pada Nisa


Nisa mengangguk namun tak berani menatap laki2 paruh baya itu


"yaudah ayah keatas dulu sama bunda, kamu lanjutin kegiatan kamu disini"tuturnya pada Nisa lalu berlalu dari hadapan Nisa

__ADS_1


"loh ini jagoan ayah mana bun" tanyanya pada Ayu


"Gaesan lagi pergi jemput Kevin yah di bandara" jawabnya terus melangkah kan kakinya pada anak tangga


__ADS_2