Cinta Masa Putih Abu-Abu

Cinta Masa Putih Abu-Abu
Awal mula


__ADS_3

"Selamat pagi semua"


pak wira masuk kelas pertama, kegaduhan. yang terjadi dalam kelas terhenti seketika !


Hening *


"baiklah anak- anak, kita kedatangan murid baru di kelas ini"lanjutnya


"mohon untuk memberikan kenyamanan terhadap teman baru kalian"


"silahkan masuk, perkenalkan dirimu pada semua teman barumu !" imbuh pak wira


kelas yang tadinya hening, seketika menjadi riuh dengan teriakan murid-murid dikelas IPA ini, terutama para siswi


siswa menatap tak suka pada murid baru di kelas ini, bagaimana tidak, belum genap sehari dia disini sudah mendapatkan. respon tak terduga dari semua siswi lebih tepatnya kagum


namun lain halnya dengan satu gadis yang sedari tadi hanya sibuk dengan buku-buku dihadapannya, terlihat acuh tak peduli dengan keadaan *


"perkenalkan nama saya Gaesan Alvin Pratama"


ucapnya


"saya pindahan dari Jakarta"lanjutnya lagi


"saya harap saya bisa di sambut baik disekolah ini tentunya dengan suasana baru "


"terima kasih " lanjutnya tersenyum


melihat cowok itu tersenyum, semakin riuhlah kelas dan tentunya itu membuat siswa di kelas IPA tak menyukai kedatangannya di sini


mereka menganggapnya saingan untuk mendapatkan hati gebetannya masing2


"apa ada tempat duduk kosong?"pak wira bertanya


"ada pak, itu kursi kosong dekat Nisa "sahut salah satu teman sekelasnya

__ADS_1


.


Nisa pun yang namanya disebut langsung mendongakkan kepala, dan matanya membulat sempurna melihat cowok di depan kelas


sepasang mata menatap tak suka ketika Gaesan di berikan tempat duduk di sebelah Nisa


tangannya mengepal menahan amarah, namun tak tau pada siapa dia melampiaskannya


kenapa mesti di sebelah Nisa sih


Gumam cowok itu kesal


"aissshh mimpi apa gua bisa satu kelas sama dia " gumamnya dengan senyum dipaksakan saat melihat Gaesan menuju ke bangkunya


"Silahkan duduk di tempat yang masih kosong nak Gaesan" suruh pak wira


"terima kasih pak"sahutnya


pak wira hanya tersenyum menanggapi


sepanjang langkahnya menuju bangku tempatnya duduknya, tak henti hentinya gadis-gadis menyapanya dengan tatapan menggoda namun dia terlihat acuh


namun Gaesan berjalan seolah tak ada apa2 di sekitarnya, senyumnya mengembang kala melihat wajah tak bersahabat dari seseorang yang dia suka


"kita berjodoh bukan!" gumamnya sambil tersenyum, namun dia di suguhkan dengan wajah jutek di hadapannya


"Hay"sapanya basa basi


"boleh duduk disini nggak ?"tanyanya


Nisa melirik sekilas


"silahkan, bukannya ngga ada tempat yang kosong lagi ya"sahutnya


"malah basa basi bikin eneg aja"gumamnya pelan tapi masih di dengar Gaesan

__ADS_1


Gaesan tersenyum gemas menerima sambutan tak bersahabat dari Nisa, namun dia merasa tertarik dengannya bukan malah merasa kesal


"gue Gaesan"dia mengulurkan tangannya ke arah Nisa sambil tersenyum


Nisa melirik uluran tangan itu dengan senyuman manis di bibirnya


"gue udah tau, gue ngga budek, tadi kan lo udah memperkenalkan diri di depan" sinisnya


"ok baiklah nona " mendudukkan diri di sebelah Nisa


Nisa melirik sekilas, merasa tak penting dengan keberadaannya


namun harum parfum yang begitu manis menyapa Indra penciumannya


membuatnya hilang konsentrasi seketika


hatinya berlomba seperti ingin melompat dari tempatnya


namun segera dia menetralkan kembali dengan cukup merasakan gugup


"ada apa sama jantung gue? plis jantung diem! kenapa tiba2 lo berontak gini sih yg "


gerutunya dalam hati


Gaesan merasakan gadis di sampingnya gelisah , hanya melirik sekilas sambil tersenyum


"ok fiks! lo udah buat gue gila Anisa saputri"


ujarnya dalam hati


Gaesan lebih dulu mengorek informasi tentang keberadaan gadis kecilnya itu dengan kesengajaan


selama ini dia tak bisa melupakan kenangan singkat itu


entah rasa apa dia tak mengerti, karna pertama kali pertemuan nya dengan nisa kecil selalu saja membuat jantungnya berdetak tak normal

__ADS_1


mungkin ini sedikit berlebihan, mengingat dulu mereka masih kecil, mana mungkin akan tumbuh rasa Cinta, sangat tidak mungkin


namun tak dapat Gaesan pungkiri, pertemuan singkatnya lah yang sampai sekarang menjadi alasan untuknya tak membuka hati pada gadis manapun itu


__ADS_2