Cinta Masa Putih Abu-Abu

Cinta Masa Putih Abu-Abu
cobaan


__ADS_3

waktu berjalan sangat cepat, seminggu sudah Gaesan melewati hari harinya di sekolah barunya dengan baik


namun hubungannya dengan gadis cantik itu masih sama saja, tidak ada Yang berubah .


bukan apa, Nisa gadis Yang sangat sulit untuk di dekati, tidak seperti gadis2 pada umumnya Yang berlomba lomba mencari perhatiannya


Gaesan justru sangat menyukai hal itu, karna dia yakin, mungkin Nisa bersikap seperti itu karna dia masih mengharapkan cowok di masa kecilnya Yang tak lain adalah dirinya, mungkin bisa dikatakan Gaesan terlalu percaya diri


namun iya yakin itu Dan memang benar adanya gadis itu masih mengharapkan cowok dimasa kecilnya walau nisa tidak pernah mengatakannya pada siapapun


Gaesan Dan Kevin berjalan menuju kantin, dilihatnya gadis itu sedang berbincang ria dengan sahabatnya


ya, Kevin sudah bersekolah di SMA Harapan juga karna memang permintaannya pada kedua orang tuanya untuk satu sekolah dengan sepupunya ini hingga rela meninggalkan sekolahnya di Jakarta karna ingin selalu bersama Gaesan


isshhh lebay 🤭


tapi itulah Kevin, memang sedari kecil sudah tumbuh bersama Gaesan, malah dia lebih sering bersama bunda ayu daripada mama Dan papanya Yang sibuk bolak balik ke luar kota untuk pekerjaan


tapi bukan berati tak menyayangi kedua orang tuanya, dia mengerti akan keadaan itu, apalagi bundanya selalu memberi pengertian bahwa semua Yang dilakukan orang tuanya itu Demi dirinya


maka dari itu Kevin tak pernah mempermasalahkan semuanya, karna dia tak merasa kekurangan kasih sayang meskipun sering di tinggal karna masalah pekerjaan


dua cowok itu menghentikan langkahnya tepat di samping Nisa Dan Nara, kedua gadis itu tak menyadari kedatangan mereka karna terlalu asik bercerita


"ekhem"


sontak kedua gadis itu menoleh ke asal suara ,namun kembali bercerita tak menghiraukan gaesan Yang disampingnya


Kevin menggulum senyum ,karna selama ini tak pernah ada Yang menolak pesona seorang Gaesan Alvin Pratama ,tapi sekarang dia melihat pemandangan benar2 langka, karna pesona sepupunya tak sama sekali di hiraukan


"ekhem, boleh gabung ngga" Tanya gaesan tak menyerah


nisa mendongakkan kepalanya menatap cowok itu dengan perasaan entah


dia akui semenjak pulang dari rumah Gaesan seminggu lalu ,perasaannya tak menentu


ada rasa kesal tapi juga entahlah tak bisa di jelaskan


namun sebisa mungkin gadis itu bersikap biasa saja


"ngga"

__ADS_1


"boleh"


jawab gadis bersamaan


Nisa menatap tajam Nara Yang dengan gamblangnya mengijinkan Gaesan duduk, Nara memalingkan wajahnya kelain arah untuk menghindari tatapan nisa Yang seakan mau membunuh


Gaesan senyum2 sendiri mendengar jawaban mereka


"jadi?" tanyanya sambil tersenyum


"Lo kan ngga budek, pasti udah denger jawaban kita tadi" jawabnya sinis


"jawaban kalian kan beda tadi"


"apanya Yang beda, coba aja Lo gabungin, jadinya ngga boleh, iya kan "tanyanya pada Nara sambil mengedip ngedipkan matanya


nara merasa bingung dengan sikap sahabatnya itu hanya mengangkat bahunya membuat Gaesan tertawa kecil melihat tingkah kedua gadis dihadapannya


Nisa sangat kesal terhadap ketelmian sahabatnya itu


kalau saja ada Ayara pasti dia bisa membantu nisa Yang sedang dalam keadaan seperti ini, karna memang dia termasuk orang waras tidak seperti Nara Yang telminya kebangetan


"yaudah deh kalok kalian keberatan, gue mau kekantin aja " finalnya pada gadis di depannya


"yaudah kita ke kantin dulu ya "pamitnya sambil tersenyum manis pada Nisa


"hm" jawabnya cuek


Gaesan Dan Kevin melangkah meninggalkan tempat itu menuju kantin, banyak pasang mata Yang menatap kedua cowok itu kagum


namun mereka berjalan tanpa menghiraukan tatapan 2 itu


di meja paling pojok depan ada ketiga gadis Yang berbinar melihat kedatangan kedua cowk tampan itu,siapa lagi jika bukan siska the geng


mereka kompak berdiri lalu mempersilahkan kedua cowok itu untuk duduk di kursi mereka, karna memang kantin sedang ramai Dan tidak ada kursi kosong


"duduk sini aja " ucapnya dengan nada di buat selembut mungkin ,namun Gaesan tak mempedulikan ocehan Siska ,matanya celingak celinguk mencari kursi kosong


siska Yang merasa tak di respon gaesan pun sedikit kesal ,namun bukan siska namanya kalau menyerah begitu saja ,dia mengikuti langkah gaesan ,terus mengekori di belakang cowok itu


hingga suara cewek mwnghentikan langkah keduanya

__ADS_1


"kalian duduk disini aja " serunya


Gaesan dan kevin menoleh ,mereka terkejut karna yang menawarkan mereka tempat duduk adalah Dina kakaknya Nisa


Gaesan bingung dan terkejut karna iya tak tau kalau Dina bersekolah disini juga, Dan selama seminggu ini dia tak pernah melihat gadis itu


dia bersekolah disini juga


gumamnya dalam hati


siska Yang melihat Dina tersenyum manis pada Gaesan merasa sangat kesal


adik Dan kakak sama aja pikirnya


"udah ngga pp kalian disini aja, temanku udah pergi dari tadi ,dan aku sendirian "


Kevin langsung mendudukkan bokongnya pada kursi dekat Dina, gadis itu tersenyum karna sebentar lagi Gaesan pasti akan duduk juga pikirnya senang


namun diluar pemikirannya ,Gaesan tak berkata apapun ,dia melenggang pergi dari sana ,tak mempedulikan kevin


"woyy tungguin gue anying " teriaknya karna Gaesan semakin menjauh ,selera makannya tiba2 hilang begitu saja karna insiden ini ,padahal mereka memang belum sempat sarapan dirumah karna kesiangan ,namun Gaesan terlalu eneg terhadap kelakuan cewek2 tadi


Dina yang merasa diabaikan mengepalkan tangannya menahan amarah


selama ini dia tak pernah di abaikan seperti ini ,tapi sekarang ada cowok yang menatap saja pun enggan


"lo akan gue buat jadi milik gue seutuhnya" gumamnya sambil tersenyum devil


sejak tau Gaesan bersekolah di SMA Harapan ,sekolah yang sama dengan dirinya ,Dina memutuskan untuk tak membolos lagi ,dia terus berfikir bagaimana cara menaklukkan hati cowok itu


siska Yang melihat adegan itu bersorak ria sambil meleletkan lidahnya pada Dina


Kedua cowok itu meninggalkan kantin tanpa percakapan apapun Dan tepat bel masuk tanda istitirahat berakhir


Gaesan Dan Kevin beriringan masuk kelas, dengan gaya coolnya Yang tentu tak mengubris tatapan serta sorak murid2 cewek Yang membuatnya eneg


tatapannya tertuju pada gadis Yang sedang duduk anteng dengan buku ditangannya, dia melangkah menuju bangku nya Dan kevin pun sama


kevin duduk disebelah Nara setelah Ayara memutuskan pindah sekolah karna urusan kerja orang tuanya Yang berada di kota berbeda


sebenarnya Nisa ingin pindah tempat duduk ,namun niatnya urung karna kevin lebih dulu meminta sebangku dengan Nara

__ADS_1


entah tujuannya apa dia tak tau


__ADS_2