
"ckkk !malah mati lagi" di bolak baliknya ponsel yang jatuh tadi
"masak iya gue harus ganti lagi sih?" gerutunya
"sial banget sih hidup gue Tuhan"
tanpa Nisa sadari, ada sepasang mata yang mengamati nya sedari tadi
"ngga usah beli baru, ini pakek punya gue aja "ujarnya
nisa menoleh ke asal suara dan memplototi orang tersebut
Gaesan tertawa melihat wajah kesal gadisnya itu, dengan santainya dia melangkah mendekati Nisa "ngga usah sungkan, ini pakek aja hp gue"sahutnya
Gaesan berjalan mendekat dan berbisik di telinga Nisa "ini masih baru nyonya Gaesan " bisiknya mesra membuat nisa meremang merasakan sapuan hangat Nafas cowok tersebut
Nisa yang merasakan jantungnya berpacu cepat berusaha menetralkannya
dan …
plakkk
tangannya memukul bahu Gaesan , cowok itu tertawa dan dengan sigap menangkap tangan mungil itu
"jangan galak galak dong Nis !, elo sering banget ngelakuin KDRT sama gue" ujarnya menatap nisa sambil tertawa kecil
jngan ditanya bagaimana detak jantung nisa sekarang, berdetak di luar batas normal, namun ia geleng gelengkan kepalanya sesegara mungkin Nisa mengembalikan kesadarannya itu dan beralih menatap Gaesan kesal
"lo apa2an sih megang2 tangan gue ! , tangan perawan gue kan jadi ngga suci lagi !" mencebikkan mulutnya manyun
Gaesan yang gemas dengan tingkah Nisa tersenyum dan …
Cup
mencium sekilas bibir gadis itu lalu berlari menghindari amukan nisa sambil tertawa
" aaaa first kiss gue yaampuuunn Gaeesaaann !!! lancang lo ya ,jangan lari lo dasar brengsek " teriaknya kesal sambil berlari mengejar Gaesan
dan…
brukkk
awww …
Gaesan menghentikan larinya dan berbalik arah menuju Nisa yang terjatuh, gadis itu meringis menahan perih lukanya
di tiupnya luka itu dengan pelan hingga tanpa sadar Nisa tersenyum melihat cara Gaesan meniup lukanya dengan lembut ,hatinya menghangat dengan perasaan yang entah, namun dia meringis ketika tangan gaesan menyentuh luka di lututnya, cowok itu dan dengan telaten membersihkan luka di lutut gadisnya takut terkena infeksi
namun …
bughhhh
..
pukulan keras yang berasal dari sandal Nisa itu berhasil membuat Gaesan meringis memegang tangannya
"First kiss gue san " rengeknya lucu sambil mengerjap ngerjapkan matanya, seeakan dia melupakan rasa perih di lututnya itu
"mau tau gmna cara balikinnya?" tanya Gaesan gemas
Nisa mendongakkan kepalanya dan mengerjapkan matanya, lagi2 bulu mata lentiknya bergerak lucu hingga membuat Gaesan sangat gemas terhadap gadis di depannya ini
"caranya ?" tanyanya dengan polos
Gaesan mendekatkan wajahnya pada Nisa, aroma mint dan parfum maskulin bisa dia rasakan, dengan reflek nisa mundur sambil memejamkan matanya
__ADS_1
Gaesan menahan tawa nya agar tidak pecah melihat kelakuan gadisnya ini
"hahahahhah " tawanya pecah seketika melihat wajah lucu Nisa
jangan ditanya wajah gadis itu sekarang
sudah merah seperti tomat karna malu dikerjai cowok di depannya ini
Nisa berdiri mencoba melangkahkan kakinya namun perih di lututnya masih sangat terasa
Nisa berjalan tertatih, Gaesan yang melihatnya pun dengan sigap menggendong Nisa
Nisa memberontak di gendongan Gaesan meminta cowok itu menurunkannya namun tak sama sekali di hiraukan Gaesan, cowok itu terus berjalan menatap lurus ke depan
hingga akhirnya Nisa merasa lelah, tak ada gunanya memberontak pada cowok keras kepala di depannya, yang ada hanya buang tenaga saja
Nisa terlelap di gendongan Gaesan, menyenderkan kepala di dada pria itu terasa begitu nyaman
Gaesan yang menatap wajah damai gadisnya tak henti hentinya tersenyum
" kamu cantik peri kecil " gumamnya tersenyum
kemudian dia mengecup kening nisa dengan mesra
Gaesan terus berjalan menggendong Nisa berlalu di tengah hamparan kebun teh itu
para pekerja ayahnya pun menatap heran namun tak berhak untuk tau urusan pribadi anak tuannya itu, mereka menundukkan kepalanya tanda hormat
sepanjang perjalanan pulang ke rumahnya eh ralat ke rumah Gaesan tepatnya, Nisa sama sekali tak terusik apapun di sekitarnya, dia malah mengeratkan pelukannya pada leher pemuda itu
"pak…pak kardi " panggilnya " tolong bukain gerbangnya pak" lanjutnya
pak kardi pun segera berlari dan menatap heran pada anak majikannya tersebut namun segera dia membukakan gerbang pada anak majikannya itu
secara, Gaesan yang selama ini tak pernah membawa perempuan ke rumahnya dan sekarang tiba2 membawa gadis cantik dalam keadaan tertidur pula
"sama sama den" pak kardi balik tersenyum dan kembali ke tempatnya semula
"bun …bunda " teriaknya memanggil Ayu
Ayu pun yang mendengar teriakan Gaesan segera berlalu menemui anak manjanya tersebut
dan betapa terkejutnya Ayu melihat Gaesan menggendong seorang gadis yang dirinya pun tak tau gadis itu siapa
karna selama seminggu disini Gaesan tidak pernah berinteraksi dengan gadis manapun
tiba2 lamunannya di buyarkan Gaesan yang berbicara setengah berteriak karna Ayu tak kunjung menyaut
"bunda" panggilnya sedikit berteriak
"yaampun nak ini anak siapa Gee" tanyanya panik
"dia kenapa ? kenapa di gendong begini?" cercanya pada Gaesan
"oh ayolah bun, siapkan kamar dulu buat dia, tangan Gaesan kram bun" ujarnya pada Ayu
"eh iya bunda sampek lupa gara2 terkejut nak, ayo bawa ke kamar tamu "ajaknya
Gaesan menidurkan Nisa dengan hati2 takut mengganggu tidur lelapnya sang pujaan hati
Gaesan tersenyum menatap wajah ayu Nisa
disibaknya rambut nisa yang menghalangi wajah gadis itu
"dia siapa nak "tanya bunda Ayu penasaran karna sedari tadi pertanyaanya tak di jawab oleh Gaesan
__ADS_1
Gaesan berdiri dan berjalan kearah bundanya lalu mencium pipi wanita paruh baya tersebut
"Dia calon mantu bunda "ujarnya tersenyum dan berlalu dari hadapan Bunda Ayu
"benarkah?" gumam bunda Ayu sambil tersenyum menatap Nisa
"gee… tunggu gee, bunda ingin bicara" teriaknya
"Gaesan mau mandi bun, gerah" sahutnya berteriak dari lantai kamarnya
Ayu hanya geleng2 kepala melihat tingkah Gaesan
mungkinkah anaknya sudah dewasa sekarang hingga dengan beraninya membawa gadis cantik ke rumahnya
memikirkannya Ayu tersenyum
selesai mandi Gaesan langsung menuju kamar tamu di lantai bawah
pandangannya tertuju pada gadis cantik yang masih damai dalam tidurnya
tak henti2nya dia tersenyum melihat gadisnya yang terlelap
Gaesan bangkit menuju sofa, menjatuhkan bokongnya di sofa dekat jendela , menatap asri pemandangan desa yang seminggu ini dia tinggali
sesaat kemudian bulu mata lentik itu mulai bergerak lucu
Nisa mengerjapkan matanya , lalu matanya mengedarkan pandangannya menatap asing tempat tersebut
"elo udah bangun " suara bariton itu mengejutkannya, dia menoleh ke asal suara itu
dia membulatkan matanya melihat siapa yang duduk di atas sofa
matanya masih sibuk dengan gawainya tak menatap Nisa, namun bagaimana dia bisa tau kalau dirinya sudah bangun
otaknya berpikir keras akan hal itu
"sebaiknya lo mingkem deh, iler lo netes tuh " ujarnya masih sibuk dengan benda pipih di tangannya
suara nya membuyarkan lamunan Nisa
nisa memeriksa pakaiannya dari atas hingga bawah tidak ada yang berubah, dia bernafas lega untuk itu
"gue ngga sebrengsek itu ya" lanjut Gaesan yang melihat Nisa melihat penampilannya
Gaesan berjalan mendekati Nisa dengan senyum devilnya
semakin dekat Gaesan ,semakin Nisa menatap awas cowok itu
"Loh loh calon mantu udah bangun?" tanya Ayu yang berada diambang pintu menatap Nisa tersenyum
Nisa lega melihat ada orang lain di ruangan ini
Namun bola matanya membesar ketika wanita paruh baya itu menyebutnya calon mantu
beberapa saat Nisa masih berperang dengan pikirannya sendiri ,hingga tak menyadari keberadaan bunda Ayu di hadapannya
"Kamu udah bangun sayang " ujarnya membelai rambut Nisa sayang " yaudah sana mandi dulu, bunda sama Gaesan tunggu di meja makan " lanjutnya lembut
Nisa yang masih berada dalam bawah alam sadarnya hanya mengangguk patuh tanpa berbicara sepatah katapun
"Ayo Gee" ajaknya pada Gaesan yang sedari tadi menahan tawanya melihat wajah linglung Nisa
Gaesan mengekori bundanya, dahinya berkerut sempurna ketika bundanya berbalik ke arah nisa "Bunda tunggu di meja makan nak " ujarnya lembut sehingga membuat nisa merasakan kehangatan seorang ibu
Nisa hanya tesernyum lalu menunduk menanggapi
__ADS_1
namun keterkejutannya tak sampai disitu ketika dia dengan jelas mendengar nama yang sangat ia rindukan selama 17 tahun ini
"apa?"menutup mulutnya " Gee ?" gumamnya bertanya tanya pada fikirannya yang masih terkejut