
motor sport itu terlihat memasuki halaman bandara Gaesan melajukan motornya menuju parkiran untuk memarkirkan motor sportnya di halaman bandara
Gaesan tiba di bandara setengah jam sebelum pesawat yang di tumpangi Kevin mendarat
Bandara Internasional Adi Sumarmo
bandar udara yang terletak di kabupaten boyolali, Jawa tengah , Indonesia
bandara ini dulu bernama Pangkalan udara (Lanud) lanasan
yang di bangun pertama kali pada tahun 1940 oleh Belanda sebagai lapangan terbang darurat
Gaesan menunggu di pintu masuk bandara
menyender pada tembok dengan kedua tangannya di masukkan dalam saku celananya tak lupa kacamata hitam yang bertengger di hidung mancungnya
orang2 yang berlalu lalang di area bandara itu menatap kagum Gaesan
Gaesan sudah biasa di tatap seperti itu tak memberi reaksi apa2
sampai tepukan di bahunya mengagetkannya ,dia berbalik dan telah menemukan Kevin sepupunya di belakangnya sambil menyeret koper cukup besar
"sepupu" ujarnya senang dan langsung bersalaman ala cowok
"lo ngagetin gue aja sumpah ! ,kalok aja bukan lo udah gue tonjok mentah2 tadi "jawabnya sambil tertawa
mereka mengobrol sambil berlalu menuju parkiran
"lo tunggu disini dulu" perintahnya pada Kevin dan langsung diangguki cowok itu
tak lama kemudian terdengar suara motor sport berhenti di depannya
Kevin yang sibuk dengan gawainya tak menyadari keberadaan Gaesan di depannya yang sudah menunggangi motornya
pikirnya Gaesan tak akan mungkin menjemput nya menggunakan motor
"elo mau nginep disini hmm ?" tanyanya
Kevin mendongakkan kepalanya dengan tatapan entah
"elo jemput gue pakek motor "tanyanya pada Gaesan
Cowok itu mengangguk mantap
"sumpah demi apa lo jemput gue pakek motor gee"
"gue bawak koper gee dan ini cukup besar , cara bawanya gimana "cercanya sambil menatap Gaesan kesal
Gaesan hanya tertawa melihat kekesalan sepupunya itu
"bercanda lo ngga lucu gee, trus koper ini mau gue kemanain, emang mobil lo kemana sih, persis orang susah lo ya seminggu tinggal disini "ujarnya menatap Gaesan yang tertawa
rasanya tuh Kevin pengen nendang tu muka
Gaesan menghentikan tawanya lalu menepuk pundak sepupunya itu
"lo bego nya ngga kelar2 ya "sahutnya sambil tertawa
"masak iya koper lo mau lo tinggal kan nggak mungkin, mau pakek baju ganti siapa lo entar, gue mah ogah ya minjemin ke elo" jawabnya masih tertawa melihat wajah Kevin
"gue selama disini ngga pernah makek mobil,enakan pakek motor " ujarnya
"buruan naik, lo pangku ni koper sampek rumah, lagian deket kok ngga sampek lima belas menit nyampek Vin " ujarnya
"emang lo ya sengaja banget gee, emang Lo ngga pernah sayang sama vue "gerutunya sambil menaiki motor sport sepupunya itu
"omongan lo jijik Vin " jawabnya
Kevin tertawa walaupun kesal banget, tapi menggoda sepupunya memang hobinya
"sumpah susah banget Gee, sempit lagi "gerutunya di belakang
"ya udah lo gue tinggal disini, kopernya gue bawa pulang gimana?" tawarnya sambil tertawa
"brengsek lo" ujarnya
orang2 yang melintas di area bandara itu tertawa melihat kelakuan cowok tampan yang super rempong itu
Gaesan melajukan motornya meninggalkan bandara
tak ada percakapan di antara keduanya, Kevin masih menekuk wajahnya karna masih kesal terhadap sepupunya yang jahil itu
bagaimana tidak kesal, Kevin harus memangku koper berukuran cukup besar itu sampai di rumah bundanya
rasanya tuh menyiksa banget memangku koper begini
mending mangku cewek kan
__ADS_1
Gaesan melirik wajah saudaranya di kaca spion terlihat wajah kesal sepupunya itu
Gaesan menggulum senyumnya
sebenernya dia lupa untuk memakai mobil dan bukan karna kesengajaan
karna selama berada disini memang Gaesan tak pernah memakai mobil, dia lebih nyaman memakai motornya
selain menghemat waktu, motor juga menghemat ruang
ruang parkiran mksudnya dan terhindar kemacetan
walaupun di desa tak kan mungkin ada kemacetan terjadi
sekitar 20 menit motor sport itu memasuki halaman rumah berlantai 3 itu,rumah Yang bisa di bilang mewah, dengan bangunan klasik masih sangat ketara
Gaesan mematikan mesin motornya
diliriknya kevin yang masih Setia di kursi belakang
"eh elo ngga mau turun hmm "tanyanya sambil menoleh pada sepupunya yang masih saja merengngut
"sumpah lo ngeselin banget, tadi bilangnya ngga nyampe 15 menit dari bandara, nah ini hampir sejam " sifat berlebihan nya kumat
tukk …
sentilan jari tepat pada dahinya
"awwww penganiayaan ini namanya Gee, yaampun elo bener2 ya nyiksa gue banget hari ini "gerutunya kesal sambil mengusap usap dahinya
"turun ngga lo, kalok lo ngga turun gimana gue turunnya bego" ujar Gaesan
"biar lo ngerasain kram. kayak gue "jawabnya
"bener2 lo ya, turun ngga?"
"ngga !" sahutnya cepat
"mau lo gitu ya "ujarnya sambil menghidupkan mesin motornya kembali
"ok ok gue turun "finalnya mengalah
Kevin yang sudah mengerti akan bagaimana setelahnya langsung menepuk bahu Gaesan meminta turun
gaesan memutar kembali kunci motornya ternyata rencana gilanya berhasil juga
di ruang tamu bunda Ayu Dan pak Pratama mengajak ngobrol nisa entah apa yang mereka bicarakan sesekali mereka tertawa
bunda Ayu yang mendengar ribut2 di depan berdiri dari duduknya
baru saja melangkah,langkahnya langsung terhenti melihat dua orang yang sedang adu mulut
"ini sebenernya ada apa sih kok ribut2 begini ,bukannya ngucapin salam malah saling adu mulut gini ngalahin emak2 tau ngga kalian" sanggahnya menatap dua pemuda itu
Gaesan dan Kevin hanya nyengir mendengar siraman rohani dari bundanya itu
"assalamualaikum bunda ku yang cantiknya kebangetan" ucap mereka kompak
bunda Ayu menggulum bibirnya agar tak tertawa melihat kelakuan anaknya tersebut
"udah telat ngucapinnya, sekarang kalian mandi trus pakai baju Yang rapi karna sebentar lagi akan ada tamunya ayah sekaligus makan malam bersama sahabat lamanya Ayah " mereka mengangguk patuh, namun lain dengan Gaesan Yang sedari tadi menatap gadis cantik Yang sedang asik mengobrol dengan ayahnya
Gaesan menatap tak berkedip hingga Kevin mengikuti arah pandangan sepupunya itu
pandangannya terhenti melihat gadis cantik Yang tersenyum memperlihatkan lesung pipinya.
kevin menatap gadis itu sambil menganga lebar tanpa berkedip
Gaesan Yang mulai sadar pandangannya berganti pada kevin di sebelahnya
Gaesan melirik Kevin tajam ,dia kesal karna sepupunya itu menatap Nisa damba
bugghhh
satu pukulan tepat pada kepala bagian belakangnya
Kevin meringis memegangi kepalanya Yang di timpuk gaesan menggunakan sandalnya
"sialan Lo ya setan " gerutunya kesal
sedangkan cowok itu berlalu dari hadapan bundanya menuju sofa dimana ayah Dan Nisa sedang mengobrol
"Ayah ngobrolin apa sih kayaknya seneng banget"suara dari arah belakang dengan mengambil tangan lelaki itu lalu di ciumnya dengan takzim di ikuti kEvin di belakangnya
"ngga ngobrolin apa2 nak,kamu sudah pulang ,kok ayah ngga denger suara motor kamu"tanyanya
"gimana mau denger ayah aja sibuk gtu ngobrolnya" gerutunya
__ADS_1
pak Pratama tertawa mendengar gerutuan anak laki2nya itu
memang benar dia sampai tidak mendengar keadaan di luar bahkan ribut2 yang barusan terjadi dengan bundanya
"udah sana mandi ,sebentar lagi tamu ayah datang untuk makan malam.disini " suruhnya pada kedua anaknya
Kevin yang masih saja menatap Nisa lagi2 di timpuk Gaesan menggunakan bantal sofa
bugghhh
"aww , emang sialan lo ya gee "
"mata lo di jaga , ngapain lo liatin cewek gue sampek segitunya hmm" ketusnya
Nisa menoleh pada Gaesan
apa katanya ? cewek?
bener2 otaknya udah ngga beres lagi
belum 24 jam juga kenalnya malah seenak jidat dia mengklaim dirinya sebagai kekasih
"dasar gila" gumamnya
"udah sana keatas bersihin tuh badan kalian bau keringet" usir ayahnya, reflek kedua cowok itu menciumi bagian badannya
Gaesan langsung menyeret Kevin dari ruangan itu dia kesal karna kevin terus menatap Nisa seperti itu
"benar2 jelmaan bidadari " gumamnya membayangkan wajah Nisa Yang tersenyum
lalu
plakkk
Gaesan lagi2 menimpuknya dengan sandal
"Lo bener2 KDRT ya Gee, ganggu orang Yang lagi bayangin wajah bidadari aja" gerutunya
"sekali lagi lo liatin Nisa kayak tadi, gue congkel biji mata lo"geramnya pada Kevin Yang sedari tadi senyum2 sendiri
Gaesan berlalu meninggalkan kevin Yang berjalan persis seperti siput itu
dan langsung membanting pintu kamarnya tepat saat cowok itu mau masuk
"brengsek lo ya" teriaknya karna Gaesan sudah di dalam kamar
di lain tempat
pak Darma sedang menunggu putrinya pulang, karna sepulang dari pabriknya dia tak melihat putri nya itu
sampai sekarang petangpun datang, Nisa masih belum menampakkan batang hidungnya
pak Darma cemas memikirkan dimana sekarang putrinya itu berada, apakah dia baik2 saja
Dan sebentar lagi akan berangkat ke rumah sahabatnya untuk memenuhi makan malam
"kamu kemana sih nak "mondar mandir dengan wajah cemas
berkali kali dia menelfon anaknya, tapi sama sekali ponselnya tak aktif,semakin cemaslah pak Darma memikirkan dimana anaknya sekarang
"ngapain mondar mandir gtu pa,kok belum siap2 katanya mau berangkat "tanya Ela yang sudah rapi
"Nisa belum pulang ma ,gimana kita perginya kalau dia belum pulang " katanya cemas
Ela teringat pertengkaran siang tadi dengan anak tirinya itu
"palingan dia lagi belajar kelompok di rumahnya Nara yah ,aku kirim pesan singkat aja biar dia nyusul ntar,sudah sana kamu siap2 yah,ini hampir jam 7 ngga enak buat mereka nunggu lama" lanjutnya
mau tak mau pak Darma mengiyakan perkataan istrinya itu
kekhawatiran sangat jelas di wajah pria itu
dengan gontai pak darma menaiki tangga menuju kamarnya
terlihat Dina menuruni tangga dengan pakaian yang sudah rapi
dia terlihat glamour malam ini
"loh ayah kemana ma ?" tanyanya karna jam sudah menunjukkan 6.30 ,dia tak melihat ayahnya
"lagi siap2" jawabnya tanpa menoleh
pak Darma menuruni tangga sudah dengan pakaian formalnya
tanpa berbicara dia langsung berlalu keluar tanpa menyapa anak dan istrinya itu
Ela dan Dina menatap heran namun tetap mengikuti langkah pria itu
__ADS_1
ketiganya masuk ke mobil,tanpa obrolan apapun pak Darma langsung melajukan mobilnya