Cinta Masa Putih Abu-Abu

Cinta Masa Putih Abu-Abu
Menyebalkan


__ADS_3

Nisa yang duduknya merasa tidak nyaman karna adanya Gaesan ,dia gelisah sendiri di tempatnya


harum maskulin parfum yang seolah menggambarkan kata macho dan cool setiap berada di dekat Gaesan


dia gelisah harus melakukan apa, lebih sialnya sahabatnya Nara dan Ayara sedang tidak masuk sekolah *


"sial banget sih gue hari ini, pas banget sama izinnya si duo somplak ngga masuk sekolah, kenapa mesti sekarang coba izinnya" getutunya dalam hati


Nisa merasa duduknya ngga nyaman banget bersebelahan dengan Gaesan, ingin rasanya dia keluar ruangan sekarang


namun apalah daya jam pelajaran masih berlangsung, bisa2 dia kena hukuman gara2 membolos


"lo kenapa gelisah gtu, kayak orang cacingan aja"tersenyum tipis


Nisa menajamkan matanya pada Gaesan


"mulut lo ya lemes banget" sahutnya kesal


"apa2an gue di bilang cacingan, gue sumpel serbet juga tu mulut" gumamnya


Gaesan yang mendengar gumamannya pun melengkungkan bibirnya sekilas


kriiiing kriiing …


" hufffttthhh akhirnya " gumamnya pelan


bel istirahat berbunyi, Nisa secepat kilat mengbil tasnya ingin segera pergi dari hadapan Gaesan, namun tiba2 pergelangan tangannya ditarik oleh Gaesan


"apaan sih, lancang ya"ketusnya


"gue cuma pengen kenal lebih deket sama lo, disini gue kan baru belum ngerti banget sama suasana disini, lo maukan bantuin gue beradaptasi dengan baik?"tanyanya


Nisa diam seolah terhipnotis dengan wajah tampan di depannya, sampai jentikan jari Gaesan membuyarkan lamunannya


"ehh iya apa, ngomong apa?"bertanya bingung


Gaesan yang menggulum bibirnya menahan tawa takut gadis cantik di depannya mengamuk


"sudahlah lupakan" sahutnya


"ayo" ajaknya pada Nisa


"ehhhh mau kemana ?"


"mau ke KUA nikahin elo" sahutnya enteng membuat pipi sang gadis memanas seketika


"ngaco deh, ngga usah pegang2 juga risih tau ngga "jawabnya dengan muka di tekuk tapi Gaesan menanggapinya tersenyum penuh arti


"mau ke kantin ngga?gue laper"ajaknya


Nisa tidak menyaut namun dia menurut persis anak kucing yang lagi bingung

__ADS_1


entah apa yang di pikirannya, Nisa mengikuti langkah Gaesan tanpa melayangkan protes pada cowok itu


mereka berdua beriringan menuju kantin dengan Gaesan yang mengekori Nisa karna masih belum paham daerah sekolahnya yang baru


Sepanjang lorong koridor sekolah tak henti2nya Gaesan di pandang dengan senyum menggoda siswa wanita namun yang di senyumin acuh sama semua tapi mereka seakan tak peduli itu


setibanya di kantin mereka duduk di table kosong saling berhadapan persis sepasang kekasih yang baru kasmaran


"mau mesen apa nona ?"tanyanya pada Nisa


"ummm aku mesen bakso aja deh, kamu?tanyanya


"samain aja deh sama kamu, aku pesen dulu ya?" sahutnya


"yaampun tu cowok perlakuannya manis banget sih "gumamnya dalam hati, tak terasa di tersenyum lebar


"aisshhhh lo mikir apa sih nisa " tersadar dengan otaknya yang mulai ngeblank


Gaesan yang melihatnya tersenyum jadi ikut tersenyum juga dan ngga tahan buat ngegoda Nisa


"ngapain lo senyum2 sendiri? lagi mikirin gue ya " tanyanya sambil tertawa kecil


Nisa yang menyadari kelakuan memalukannya segera mengubah senyumnya dengan wajah juteknya


"menyebalkan" ketusnya sambil merengut pada Gaesan sambil memanyunkan bibirnya satu senti


Gaesan tertawa kecil karna berhasil mengerjai gadis itu


Gaesan tersenyum menatap nisa yang terlihat kesal gara2 nama panggilan yang dirinya berikan


"trus gue manggil siapa ,gue ngga tau nama lo"? jawabnya santai


"panggil gue Nisa !"jawabnya ketus


"uummmm…"manggut2 mengerti


"kok ummm sih" tanyanya kesal


"maunya?"


Nisa melempar tatapan tajam


"okok ! Nisayang jangan cemberut dong, ntar gue cium mau ?" jawabnya santai


Nisa langsung melolotkan matanya kesal tapi yang dipelototin malah tertawa santai


tak berselang lama pemilik kantinpun datang membawa pesanan mereka


"makasih mbak" tuturnya pada pemilik kantin


Nisa melemparkan tatapan tajam pada Gaesan

__ADS_1


yang ditatap hanya nyengir tak merasa bersalah sedikitpun


"wait wait Nisayang marahnya ditunda dulu sekarang kita makan dulu ok ,ntar keburu dingin"ajaknya dengan senyum


"what?kita ?sejak kapan?" tanyanya kesal


Gaesan malah senyum2 sendiri melihat kekesalan Nisa


"benar-benar menyebalkan" gumamnya kesal menatap bakso dan Gaesan bergantian


namun Nisa tetap mengambil semangkok bakso itu , walaupun kesal dengan cowok di depannya, namun perutnya tidak bisa lagi diajak kompromi ,ia bener2 keroncongan gara2 tidak sempat sarapan dirumah karna drama pagi yang di buat saudara tirinya


iya, nisa mempunyai saudara perempuan ,saudara tiri tepatnya


dia juga bersekolah di SMA harapan ini, namun berbeda kelas


dari tadi pagi nisa belum melihat kakaknya itu, sudah ia duga kakaknya itu membolos lagi


Nisa dan Gaesan menikmati makanannya dalam diam tak ada obrolan di antaranya


diam2 gaesan selalu mencuri pandangan pada Nisa yang sedang asik memakan bakso nya


dia tersenyum memandangi gadis di depannya itu


tanpa mereka sadari sedari tadi ada pasang mata yang terus mengamati mereka dengan tatapan tak suka, dia mengepalkan tangannya kuat seaakan ngga rela dengan kedekatan Nisa dan Gaesan


biasanya Nisa menikmati jam istirahat dengan kedua sahabatnya yang somplak itu


berhubung mereka sedang izin, apalah daya dia menikmati jam istirahatnya dengan cowok menyebalkan di depannya ini


Nisa menyelesaikan makannya bertepatan dengan bell masuk berbunyi


kriiing … kringggg …


semua siswa yang berada di kantin berlalu menuju kelas begitupun nisa yang langsung berlalu dari hadapan Gaesan


Gaesan menatap kepergian Nisa dengan tatapan yang entah


di lihatnya gadis itu dari bawah sampai atas


pesonanya memang sangat luar biasa


sampai tepukan tangan pada bahunya menyadarkan lamunan cowok itu


Gaesan menoleh


dilihatnya tiga cowok di belakangnya sedang tersenyum. meremehkan dengan tatapan yang sangat ketara tidak menyukainya


"jangan coba2 mendekatinya, kalok lo mau betah sekolah disini " ujar cowok paling depan lalu dia beranjak meninggalkan meja Gaesan


Gaesan hanya menggelengkan kepalanya melihat sikap ketiga cowok itu

__ADS_1


lalu dia beranjak dari duduknya menuju kelasnya dengan perasaan yang entah


__ADS_2