
Nisa yang duduknya merasa tidak nyaman karna adanya Gaesan ,dia gelisah sendiri di tempatnya
harum maskulin parfum yang seolah menggambarkan kata macho dan cool setiap berada di dekat Gaesan
dia gelisah harus melakukan apa, lebih sialnya sahabatnya Nara dan Ayara sedang tidak masuk sekolah *
"sial banget sih gue hari ini, pas banget sama izinnya si duo somplak ngga masuk sekolah, kenapa mesti sekarang coba izinnya" getutunya dalam hati
Nisa merasa duduknya ngga nyaman banget bersebelahan dengan Gaesan, ingin rasanya dia keluar ruangan sekarang
namun apalah daya jam pelajaran masih berlangsung, bisa2 dia kena hukuman gara2 membolos
"lo kenapa gelisah gtu, kayak orang cacingan aja"tersenyum tipis
Nisa menajamkan matanya pada Gaesan
"mulut lo ya lemes banget" sahutnya kesal
"apa2an gue di bilang cacingan, gue sumpel serbet juga tu mulut" gumamnya
Gaesan yang mendengar gumamannya pun melengkungkan bibirnya sekilas
kriiiing kriiing …
" hufffttthhh akhirnya " gumamnya pelan
bel istirahat berbunyi, Nisa secepat kilat mengbil tasnya ingin segera pergi dari hadapan Gaesan, namun tiba2 pergelangan tangannya ditarik oleh Gaesan
"apaan sih, lancang ya"ketusnya
"gue cuma pengen kenal lebih deket sama lo, disini gue kan baru belum ngerti banget sama suasana disini, lo maukan bantuin gue beradaptasi dengan baik?"tanyanya
Nisa diam seolah terhipnotis dengan wajah tampan di depannya, sampai jentikan jari Gaesan membuyarkan lamunannya
"ehh iya apa, ngomong apa?"bertanya bingung
Gaesan yang menggulum bibirnya menahan tawa takut gadis cantik di depannya mengamuk
"sudahlah lupakan" sahutnya
"ayo" ajaknya pada Nisa
"ehhhh mau kemana ?"
"mau ke KUA nikahin elo" sahutnya enteng membuat pipi sang gadis memanas seketika
"ngaco deh, ngga usah pegang2 juga risih tau ngga "jawabnya dengan muka di tekuk tapi Gaesan menanggapinya tersenyum penuh arti
"mau ke kantin ngga?gue laper"ajaknya
Nisa tidak menyaut namun dia menurut persis anak kucing yang lagi bingung
__ADS_1
entah apa yang di pikirannya, Nisa mengikuti langkah Gaesan tanpa melayangkan protes pada cowok itu
mereka berdua beriringan menuju kantin dengan Gaesan yang mengekori Nisa karna masih belum paham daerah sekolahnya yang baru
Sepanjang lorong koridor sekolah tak henti2nya Gaesan di pandang dengan senyum menggoda siswa wanita namun yang di senyumin acuh sama semua tapi mereka seakan tak peduli itu
setibanya di kantin mereka duduk di table kosong saling berhadapan persis sepasang kekasih yang baru kasmaran
"mau mesen apa nona ?"tanyanya pada Nisa
"ummm aku mesen bakso aja deh, kamu?tanyanya
"samain aja deh sama kamu, aku pesen dulu ya?" sahutnya
"yaampun tu cowok perlakuannya manis banget sih "gumamnya dalam hati, tak terasa di tersenyum lebar
"aisshhhh lo mikir apa sih nisa " tersadar dengan otaknya yang mulai ngeblank
Gaesan yang melihatnya tersenyum jadi ikut tersenyum juga dan ngga tahan buat ngegoda Nisa
"ngapain lo senyum2 sendiri? lagi mikirin gue ya " tanyanya sambil tertawa kecil
Nisa yang menyadari kelakuan memalukannya segera mengubah senyumnya dengan wajah juteknya
"menyebalkan" ketusnya sambil merengut pada Gaesan sambil memanyunkan bibirnya satu senti
Gaesan tertawa kecil karna berhasil mengerjai gadis itu
Gaesan tersenyum menatap nisa yang terlihat kesal gara2 nama panggilan yang dirinya berikan
"trus gue manggil siapa ,gue ngga tau nama lo"? jawabnya santai
"panggil gue Nisa !"jawabnya ketus
"uummmm…"manggut2 mengerti
"kok ummm sih" tanyanya kesal
"maunya?"
Nisa melempar tatapan tajam
"okok ! Nisayang jangan cemberut dong, ntar gue cium mau ?" jawabnya santai
Nisa langsung melolotkan matanya kesal tapi yang dipelototin malah tertawa santai
tak berselang lama pemilik kantinpun datang membawa pesanan mereka
"makasih mbak" tuturnya pada pemilik kantin
Nisa melemparkan tatapan tajam pada Gaesan
__ADS_1
yang ditatap hanya nyengir tak merasa bersalah sedikitpun
"wait wait Nisayang marahnya ditunda dulu sekarang kita makan dulu ok ,ntar keburu dingin"ajaknya dengan senyum
"what?kita ?sejak kapan?" tanyanya kesal
Gaesan malah senyum2 sendiri melihat kekesalan Nisa
"benar-benar menyebalkan" gumamnya kesal menatap bakso dan Gaesan bergantian
namun Nisa tetap mengambil semangkok bakso itu , walaupun kesal dengan cowok di depannya, namun perutnya tidak bisa lagi diajak kompromi ,ia bener2 keroncongan gara2 tidak sempat sarapan dirumah karna drama pagi yang di buat saudara tirinya
iya, nisa mempunyai saudara perempuan ,saudara tiri tepatnya
dia juga bersekolah di SMA harapan ini, namun berbeda kelas
dari tadi pagi nisa belum melihat kakaknya itu, sudah ia duga kakaknya itu membolos lagi
Nisa dan Gaesan menikmati makanannya dalam diam tak ada obrolan di antaranya
diam2 gaesan selalu mencuri pandangan pada Nisa yang sedang asik memakan bakso nya
dia tersenyum memandangi gadis di depannya itu
tanpa mereka sadari sedari tadi ada pasang mata yang terus mengamati mereka dengan tatapan tak suka, dia mengepalkan tangannya kuat seaakan ngga rela dengan kedekatan Nisa dan Gaesan
biasanya Nisa menikmati jam istirahat dengan kedua sahabatnya yang somplak itu
berhubung mereka sedang izin, apalah daya dia menikmati jam istirahatnya dengan cowok menyebalkan di depannya ini
Nisa menyelesaikan makannya bertepatan dengan bell masuk berbunyi
kriiing … kringggg …
semua siswa yang berada di kantin berlalu menuju kelas begitupun nisa yang langsung berlalu dari hadapan Gaesan
Gaesan menatap kepergian Nisa dengan tatapan yang entah
di lihatnya gadis itu dari bawah sampai atas
pesonanya memang sangat luar biasa
sampai tepukan tangan pada bahunya menyadarkan lamunan cowok itu
Gaesan menoleh
dilihatnya tiga cowok di belakangnya sedang tersenyum. meremehkan dengan tatapan yang sangat ketara tidak menyukainya
"jangan coba2 mendekatinya, kalok lo mau betah sekolah disini " ujar cowok paling depan lalu dia beranjak meninggalkan meja Gaesan
Gaesan hanya menggelengkan kepalanya melihat sikap ketiga cowok itu
__ADS_1
lalu dia beranjak dari duduknya menuju kelasnya dengan perasaan yang entah