Cinta Masa Putih Abu-Abu

Cinta Masa Putih Abu-Abu
Masa itu


__ADS_3

Bruuumm bruuum…


suara motor sport cowok tampan ini memasuki gerbang rumah berlantai tiga itu, membunyikan klakson tanda hormat pada satpam yang setiap hari di depan gerbang


ya itulah Gaesan, tetap menghormati semua orang tanpa melihat pangkat masing2 orang


Dia si cowok tampan baik hati pula dan itulah yang membuat pekerja dirumah Pratama menyayanginya dari dia bayi ditambah Rendra ayah Gaesan yang sangat dermawan begitupun dengan Ayu bundanya


dengan gaya cool membuka helmnya mengibaskan rambutnya menjadi acak2an namun terlihat sangat tampan, berbalik arah menyapa satpam sambil tersenyum ,pas kardi pun menundukkan kepalanya sebagai tanda hormatnya pada anak majikannya itu


"ayolah pak, jngan bersikap seperti itu sama saya ,berasa saya majikan gila hormat pak"tertawa pada pak kardi


"isshhh si aden mah bisa aja, saya sebagai pekerja disini wajib menghormati majikan atuh den "jawabnya menunduk


"ngga begitu juga pak, anda lebih tua dari saya, sudah sepantasnya saya yang lebih menghormati bapak, tolong jngan bersikap berlebihan seperti ini pak, anggap saya anak bapak, oke !" menepuk pundak pak kardi dan berlalu


pak kardi yang melihat punggung Gaesan berlalu hanya tersenyum sambil memegang dadanya, tak hentinya rasa syukur dia panjatkan memiliki majikan sebaik keluarga Pratama


"den Gaesan paket kompit ,udah ganteng, baik lagi ,semoga keberkahan menaungi keluarga ini" gumamnya dengan tulus sambil menutup gerbang lalu kembali ke pos satpam


sesampainya di ruang tamu


"Assalamu'alaikum bunda … bun " teriaknya karena bunda Ayu tak dilihatnya di ruang tengah, langkahnya terus melangkah ke dapur mencari keberadaan bundanya itu


hingga suara dari arah dapur membuat bibirnya tertarik keatas

__ADS_1


"Bunda ! ,dicariin mah ada disini"katanya sambil mengambil tangan bundanya untuk di cium takzim tak lupa kedua pipi bundanya juga


"Ada apa nak hmm ?,gimana sekolah barunya nak suka ?" tanyanya sambil melirik gaesan yang bergelayut pada lengannya


"kamu ini udah gede masih aja manja gee "imbuh bunda Ayu sambil geleng2 kepala melihat tingkah anaknya yang satu persatu mencomot roti bolu coklat buatan bundanya itu


"suka banget dong "tersenyum lebar


"emmm bun emang ada apa kok bunda bikin kue banyak banget"? Gaesan bertanya


bunda Ayu tersenyum sambil mengelus pipi anak tampan semata wayangnya ini "nanti ada tamu nak, sahabatnya ayah "jawabnya


"jadi kamu ngga boleh kemana2 ntar malam ,ok sayang !" imbuhnya


"loh lohh muka anak bunda kok gni, ilang dong tampannya sayang"


pelayan yang melihat interaksi anak dan ibu itu tersenyum ikut merasa bahagia


"rencananya nanti Gaesan mau jemput kevin bun di bandara" jawabnya dengan wajah lesu "tapi berhubung bunda ngga ngebolehin Gaesan kemana2 ,rencananya gagal deh "lanjutnya


Ayu tersenyum " emang jam berapa yang mau jemput Kevinnya nak" tanyanya


"jam 6 bun"


"baiklah kamu jemput dulu sepupu kamu, makan malamnya jam 7 nak, berati masih ada waktu "mengusap kepala anak manjanya itu

__ADS_1


Gaesan tersenyum menatap bundanya "bneran bun boleh ?" tanyanya berbinar


"tentu dong anak bunda yang tampan"godanya membuat Gaesan memeluk bundanya erat


"Terima kasih bunda, Gee janji habis jemput Kevin langsung pulang, kevinnya aku bawak kesini" lanjutnya mencium pipi bundanya dan berlalu menuju kamarnya


Bunda ayu geleng2 kepala melihat anak tunggalnya tersebut


"Bayi kecilku yang manis" gumamnya tersenyum melihat punggung anaknya menjauh


"maaf nyonya kue ini mau ditaruk dimana?" tanya salah satu pelayan


"eh iya sampek lupa saya bi, langsung tata aja di meja sana ya bi "tunjuknya pada meja yang penuh dengan makanan itu


di tempat lain !


Braaakkkk !!


cowok tampan itu menjatuhkan bobotnya pada kasur empuk king sizenya


kamar bernuansa biru muda itu tertata rapi


"jadi inget masa itu" berbicara sambil menatap langit2 kamarnya


"Aku datang lagi Anisa Putri" gumamnya bibirnya melengkung sempurna, tak berapa lamun dia terlelap menuju alam mimpinya

__ADS_1


__ADS_2