
Hari senin adalah hari dimana semua murid merasa malas untuk hari itu karna sudah melewati hari tenang seharian yang entah diisi dengan kegiatan apa, yang jelas hari minggu adalah hari yang pastinya semua murid tunggu
namun tidak untuk gadis cantik ini, dia selalu bersemangat untuk kembali ke sekolah, entah ada apa dan tujuan apa tak ada yang tau, namun yang pasti dia tak ingin menyia-nyiakan masa SMA nya
dia berjalan kaki menuju halte bus yang tak jauh dari rumahnya ,sebenernya dia memiliki mobil ,namun entah mengapa dia tak menyukai memakai mobilnya dan lebih memilih naik angkutan umum,sudah sering ayahnya memaksa nya memakai mobilnya tapi oya tak mau ,berbanding dengan saudaranya yang setiap bulannya selalu merengek meminta mobil keluaran terbaru pada mamanya hanya karna masalah gengsi
entahlah dia malas untuk memikirkan kakaknya yang boros itu
dia mah bodo amat lah yang penting tidak mengusiknya
agak lama nisa di halte, tak ada angkutan umum berhenti, bhkan bus yang biasa iya tumpangi tak ada, entah kenapa tak tau
nisa melihat arlojinya, sudah menunjukkan setengah tujuh dan bisa2 iya terlambat, karna hari senin pasti akan ada upacara rutin, ngga lucu kalok dia terlambat karna dia merupakan salah satu petugas
nisa memutuskan berjalan kaki, mungkin di depan sana ada angkutan umum
tttiiinnnn..
suara klakson dari arah belakan memekik teinga
Nisa menoleh, terlihat cowok tampan yang mengendarai motor sport merah sedang melepaskan helm
Nisa tertegun melihat gaesan yang memang sangat tampan dan cool
"ayok" ajaknya
"mau kemana" Nisa bodoh ,malah terpesona dengan cwok di depannya ini sampai2 tak sadar dia mau kemana
gaesan tertawa kecil, nisa bener2 menggemaskan sekali, apalagi saat linglung seperti ini, rasanya gaesam ingin mencubit pipinya yang chubby itu
"mau sekolah, emang kamu mau kemana" jawabnya tertawa
Nisa yang tersadar akan kebodohannya yang terpesona akan cowok di depannya itu, langsung memasang muka juteknya kembali
"kamu duluan aja, aku lagi nunggu bus" ketusnya
"yakin?" tanyanya
"ini hampir jam tujuj loh, ntar telat gimana "
nisa nampak berpikir ,perkataan gaesan ada benernya, kalau dia menunggu angkutan umum dia akan telat
dia melangkahkan kakinya menuju gaesan masih dengan muka juteknya itu
"ok kali ini gue nebeng sama lo, karna waktunya mepet banget, ngga mungkin gue bolos " ucapnya
"yaudah ayo" ajaknya lagi
Nisa yang memakai rok span pendek merasa sangat kesulitan menaiki motor, gaesan mengulurkan tangannya
"pegang tangan gue trus satunya pegangan sama pundak gue " suruhnya
"jngan ambil kesempatan lo ya" juteknya
"yaampun Nis, masih aja pikiran lo jelek tentang gue"
"ok ok " finalnnya mengalah karna memang dia harus melakuan itu
__ADS_1
Gaesan diam2 tersenyum dan memasang helmnya lagi dan menoleh ke jok belakang, diamana biasanya Kevin yang berada disana, sekarang beda, jantungnya mulai berdetak di atas normal
Tapi pandangannya berhenti pada rok yang sedikit tertarik keatas karna membonceng, dia melepaskan jaketnya dan di berikan kepada Nisa
Nisa mengernyit bingung tapi menerimanya
"ini buat apa" tanyanya masih ngga ngerti tatapan gaesan yang tertuju pada paha putihnya
susah payah cowok itu menelan salivanya melihat pemandangan di depan matanya yang mungkin akan mematahkan imannya bila terus seperti itu
"pakai itu buat nutupin noh"tunjuknya memakai dagu
nisa merasa malu sendiri, dengan segera dia memakainya untuk menutupi pahanya
"udah?" tanyanya
"heem"
Kevin yang hari ini di antar sopir karna dia masih perang dingin sama gaesan, ya ntar juga lengket lagi kek prangko, karna tadi memng gaesan sengaja tak mengajaknya bicara, walau sebenernya tak enak sekali mendiamkan sepupu sekaligus sahabatnya itu
terasa ada yang kurang
gaesan menghidupkan mesin motornya, melajukan motornya di atas rata2 karna memang waktunya mepet hampir terlambat
"lo bisa ngga sih pelan2 " terial nisa dari belakang
"pelan pelan gimana ya "godanya tersenyum senang karna pertama kalinya membonceng cewek pujaannya
"pliss ya lo pelan pelan bawa motornya, gue masih mau nikah san" teriaknya lagi, sedikit kesal karna gaesan menanggapinya salah pengertian
apa2an coba dasar gesrek
plakk …
nisa memukul bahu cowok itu,bener2 ya gaesan ngga nyambung banget
namun yang di pukul malah tertawa karna berhasil menggoda gadisnya ,
dia senang karna akhirnya bisa lebih dekat dengan nisa, memang ini yang dia inginkan selama ini, menjauhi semua wanita dan menjaga hati itu tidak gampang, tapi dia bisa
omg cowok idaman banget
gaesan tak kehabisan akal, dia melajukan motornya lebih cepat lagi, dan reflek nisa melingkarkan tangannya pada perut cowok itu menyenderkan kepalanya ke punggungnya ,anak rambut hitam legam itu berterbangan karna angin
gaesan melirik gadisnya lewat kaca spion, tak henti2nya dia tersenyum, mengagumi sosok cantik yang sedang memeluknya ini
jngan ditanya gimana perasaan gaesan sekarang
jantungnya ingin melompat dari tempatnya,merasakan bersentuhan dengan nisa dia merasa ada yang aneh
iyalah, secara dia cowok normal, apalagi nisa memang gadis yang dia suka
sama halnya dengan gadis cantik ini, jantungnya tiba2 berdetak tak karuan
nyaman itu yang dia rasakan
namun kenyaman itu cepat berakhir karna motor sport merah itu memasuki halaman sekolah
__ADS_1
gaesan menuju parkiran , dia mematikan mesin motor ,dilihatnya tangan putih itu masi melingkar di perutnya
banyak pasang mata yang menatap iri, berbisik tak suka karna cowok yang merek kaguni berboncengan dengan nisa
"nyaman banget ya" godanya sambil melepas helm
Nisa yang menyadari itu tersentak kaget langsung melepas tangannya, dan segera turun
wajahnya memerah, samabil mebuka jaket di pinggangnya lalu melemparkan pada gaesan yang cengar cengir ngga jelas
"makasih" juteknya langsung beranjak pergi
gaesan tertawa lalu menciumi jaketnya yang tentunya bekas gadis cantik itu
"Wangi" gumamnya beranjak melangkah ke lapangan karna sudah banyak anak2 yang berkumpul di area lapangan
dengan langkah coolnya dia melewati tatapan2 itu
Siska n the geng meneriaki cowok tampan itu namun tidak ada tespon sedikitpun
sama halnya dengan Dina menatap kagum namun kesal melihat adik tirinya berboncengan dengan cowok yang dia suka
tatapan tak suka dari ketiga cowok yang pernah bersiteru dengannya ,namun dia acuh tak acuh, ngga penting juga kan
gaesan menghampiri Kevin yang masih berpura pura kesal menatapnya
cowok itu langsung merangkul bahu sepupunya itu
"selamat pagi Kevin ganteng" godanya menoel dagu cowok yang cemberut itu
"cih" dengusnya menepis kasar tangan gaesan
gaesan tertawa terbahak
"masih ngambek" tanyanya usil
"lo masih nnyak hmm" ketusnya sambil menatap gaesan yang cengar cengir ngga jelas
"yaudah gue minta maaf sayang" jawabnya mengedipkan mata genit
"jijik anying" kesalnya
" lo ninggalin gue demi nisa kan yaampun lo emang tega banget mendua gee" pura2 merajuk
"peduli setan sama lo " jawabnya menoyor kepala Kevin
dilain sisi, nisa menundukkan kepalanya karna masih malu di tatap cowok itu, entah ada apa dengan hatinya, dia merasa nyaman saat berdekatan dengan cowok itu
gaesan yang melihat itu tersenyum, sungguh gadisnya menggemaskan sekali
Nara meihat tingkah tak biasa Nisa menyenggol tangan gadis itu
nisa mendongak
"lo habis kesambet gara2 di bonceng cowok ganteng " tanyanya tertawa kecil
"ngaco lo, gue cuma ngerasa cuaca makin panas aja " kilahnya memalingkan wajahnya dari tatapan gaesan
__ADS_1
Dina yang melihat itu sungguh tak suka, namun karna upacara sudah akan dimulai, terpaksa dia diam