
seminggu setelah kejadian di danau itu , dua muda mudi itu makin terlihat akrab saja ,namun Nisa masih tak menanyakan perihal gelang itu ,karna setelah hari itu gelang itu tak pernah melihat gaesan memakai nya lagi ,namun rasa penasaran masih saja memenuhi pikirannya
sepulang sekolah mereka menyempatkan untuk menikmati makan siang di sebuah kedai sederhana cukup jauh dari sekolah mereka ,karna selama seminggu ini kelas masih free
Nisa berpamitan pulang lebih awal pada Nara sahabatnya itu langsung mengambil ranselnya dan berlalu meninggalkan kelas
Nara yang melihat bahu sahabatnya semakin menjauh pun hanya menggelengkan kepalanya heran akan tingkah sahabatnya itu , sedari SMP memang Nisa tak pernah dekat dengan seorang cowok seperti sekarang ini
namun dia bahagia bila sahabatnya bahagia ,sedangkan sepupunya Ayara yang kini sudah berpindah sekolah karna dinas orang tuanya pindah kota pun masih sering bertukar kabar dengan kedua sahabatnya ,saling mendukung sama lain meskipun mereka tak satu sekolah lagi
tiba tiba sebuah lengan kekar memegang bahu Nara dari belakang ,Nara yang merasa terancam pun membalikkan tubuhnya dan langsung melayangkan tamparan di pipi putih pemudaa tampan itu ,siapa lagi kalau bukan Kevin
"Awww …" ringisnya sambil memegang pipi nya yang terasa panas akibat tamparan Nara
Nara yang menyadari kalau itu kevin langsung kelabakan merasa bersalah karna perbuatannya itu reflek memegang pipi cowok itu yang terlihat memerah dengan bekas tangannya disana ,mengelusnya dengan sayang sangat menyesali perbuatannya itu
"aku ngga pp kok" jawab kevin sambil memegang tangan Nara ,lalu menatap wajah gadis yang terlihat khawatir itu
Nara begeming matanya berkaca kaca ,memang pada dasarnya cewek manis itu tidak pernah melakukan hal kasar seperti sekarang ini
Kevin tersenyum lembut " jangan nangis "imbuhnya ,tanganya terulur mengusap air mata di wajah itu
sedari pertama Kevin masuk sekolah di SMA ini ,iya sudah tertarik pada Nara , cewek manis dengan lesung pipi itu selalu menarik perhatiannya ,senyumnya menghipnotis seorang Kevin walau memang kevin akui iya juga sempat terpesona akan gebetan saudaranya juga
Namun setelah bertemu Nara ,dunianya berubah drastis , Nara mengalihkan semuanya ,dan iya akan berusaha mendapatkannya apapun caranya
"maaf" lirihnya sambil sesunggukan
Kevin menggeleng lalu tersenyum lembut " aku ngga pp ra,ini ngga sakit kok" jawabnya membawa cewek itu kedalam pelukannya
cukup lama Nara menangis hingga terasa tenang lalu tersadar dia sedang di pelukan Kevinpun langsung melepas pelukan itu
Malu ,teramat malu akan kejadian ini , bisa2nya dia merasa sangat nyaman di pelukan cowok tampan itu
Kevin terkekeh melihat wajah Nara yang memerah , Nara yang memalingkan wajah nya berlawanan arah untuk menghindari tatapan Kevin ,kevin gemas ,sangat gemas dengan tingkah cewek di depannya ini ,Nara sangatlah polos , Nara yang tak pernah berkata kasar ,apalagi ketus padanya ,sungguh ia sangatlah suka
berlanjutlah obrolan ringan mereka berdua di dalam kelas yang sudah sepi itu
sedangakan di lain tempat ,Gaesan sedang merasakan kebahagiaan teramat sangat ,karna semakin hari semakin dekat dengan Nisa ,dia membawa gadis cantik itu melihat pemandangan desa dari dataran tinggi di bukit itu setelah mereka menikmati makan siang tadi di kedai tak jauh dari sana
Nisa menghirup udara kesejukan di atas bukit itu ,terhampar perkebunan teh yang menghijau teramat sangat menyejukkan mata nya
__ADS_1
pemandangan itu tak luput dari penglihatan gaesan yang sedari tadi setia dia sampingnya ,cowok itu tersenyum lebar melihat gadisnya seperti itu dan sekarang lah waktunya memberitahukan masa lalu itu ,masa lalu yang hanya beberapa jam saja namun melekat indah di hati dua insan muda itu
"ekhemm" gaesan berusaha mencairkan suasana ,dan Nisa pun menoleh dan di saat itu tepat cowok tampan itu tersenyum begitu manisnya
Nisa menatap lekat dengan wajah khawatir
"kamu ngga pp" tanyanya
gaesan tersenyum lalu menggeleng pelan "aku tidak akan pernah merasa kenapa2 jika masih tentang kamu" jawabnya mengerling
Nisa tersipu mendengar gombalan cowok itu
Gaesan berjalan menyusuri tepian bukit itu dengan tangan yang berada dalam sakunya membuat cowok itu terlihat cool
"Anisa Saputri" panggilnya , yang mempunyai namapun menoleh sambil tersenyum
"iya" jawabnya membalas senyumnya
gaesan mengeluarkan benda dari saku celananya dan itu langsung menarik perhatian Nisa
apa ? gelang itu ? sama persis dengan punya nya yang selalu dia pakai kemana mana
"kamu ingat ini?" tanyanya menatap lekat mata Nisa yang indah itu
"ingatkah kamu terhadap anak cowok kecil 17 th lalu yang membuatkan gelang ini untukmu?" tanyanya lagi
Nisa tersentak kaget , antara percaya tak percaya akan hal ini , benarkah dia ?
pangeran kecil yang masih iya tunggu kedantangannya sampai sekarang ?
sungguh ia tak percaya akan hal ini !
benarkah dia di depannya sekarang ? pikirannya di penuhi banyak pertanyaan , kalau memang benar dia lah pangeran kecilnya ,kenapa tidak memberitahunya dari awal , dan kalau memang benar cowok dihadapannya inilah pangerannya ,rasa sesal nya telah bersikap tak mengenakkan seperti sebelum2nya
matanya mengembun , cairan asin itu akan tumpah , menemukan fakta bahwa cowok didepannya lah yang iya tunggu seoama ini
Gaesan yang menyadari itu berusaha menenagkan gadisnya
"kamu kenapa nngis" tanyanya lembut ,tangannya mengusap air mata yang keluar dari mata indah itu
Nisa masih saja menangis dan seperkian detik dia berhambur memeluk cowok itu ,seseorang yang sangat dia rindukan , seseorang yang mengikat hatinya begitu erat sampai tak ada yang menggantikan posisi itu sampai sekarang
__ADS_1
Nisa mendongak menatap wajah tampan itu ,bahkan sangat tampan
"kenapa kamu tega ngga ngasik tau aku "?tanyanya sambil terus menangis di pelukan cowok itu
gaesan merenggangkan pelukannya ,mebalas tatapan penuh rindu itu lalu tersenyum
"maaf" jawabnya sambil mengusap air mata yang membasahi pipi mulus Nisa
"aku mau tau aja ,gimana reaksi peri kecil aku ini kalau di sekolahnya ada cowok setampan aku" imbuhnya narsis
Nisa cemberut mendengar itu , tapi itu membuat gaesan gemas dan langsung mecium bibir tipis itu ,memberinya sedikit ******* ,Nisa menukmati momen itu tak terasa dia memejamkan matanya
gaesan melepaskan pangutannya ,membersihkan sisa Saliva di bibir gadisnya itu ,lalu tersenyum melihat gadisnya masih setia memeluknya
"kamu ternyata manja ya"tanyanya dengan nada mengejek
Semakin cemberutlah nisa mendengar itu ,gaesan terkekeh melihatnya lalu kembali mencium bibir yang mengerucut itu sekilas
Nisa melotot "ternyata kamu yang lancang mengambil ciuman pertama aku " serunya kesal
"kamu pasti udah bnyak ngoleksi cwek cantik di kota sana,secara cewek disana cantik2 ,modis dan…!
"aku ngga tertarik" potong gaesan cepat
Nisa melengos jutek " bohong " ketusnya
gaesan yang merasa gemas akan tingkah gadisnya itu menahan tawa sebisa mungkin takutnya gadis galak ini ngamuk
"ngga ada yang lain Anisa Saputri" bisiknya tepat di belakang telinga Nisa ,ada raksi berbeda pada tubuhnya namun iya mencoba menetralkan nya
"selama ini hati dan fikiran ku masih disini sama kamu ,aku masih yang dulu Nis ,aku masih pangeran milik peri kecil " imbuhnya tersenyum melihat Nisa tersenyum
Nisa berhambur kepelukan cowok itu , menangis bahagia , rasa rindu itu sudah terjawab , ternyata tak sia2 dia menjaga hatinya ,karna pangerannya telah kembali
"Aku merindukan mu" lirihnya
Gaesan tersenyum mendengar itu ,di balasnya tak kalah erat pelukan gadis itu ,mencium pucuk kepalanya dengan sayang
"Akupun sangat merindukanmu" jawabnya
mereka menikmati hari itu hingga senja menyapa ,dan lagi2 menikmati sunset itu di tempat yang sangat indah
__ADS_1