
Hingga petang pun menyapa
Nisa terlihat gelisah dalam duduknya
bagaimana tidak, dia belum pulang Dan belum berkabar pada ayahnya Yang pasti saat ini sangat mencemaskannya
terlihat 2 cowok Yang sedang menuruni tangga dengan santainya
Nisa langsung bediri dari duduknya menghampiri dua cowok itu
Kevin terlihat berbinar melihat Nisa Yang menuju ke arahnya
tiba2 Nisa menggenggam tangan Gaesan Dan menariknya
"cepat lah sedikit, aku ingin pulang ini sudah larut, ayah pasti mengkhawatirkan ku " berjalan tergesa sambil terus menggenggam tangan cowok itu
Gaesan tersenyum melihat genggaman tangan nisa padanya
kevin Yang melihat adegan itu menganga lebar syok karna dia sama sekali tak dilirik oleh gadis itu
Nisa terus melangkahkan kakinya menyeret gaesan supaya cepat mengantarkannya pulang
pikirannya tertuju pada ayahnya
sesampainya di teras, terlihat mobil memasuki halaman rumah itu, mobil Yang sangat di kenalinya
pikirannya bertanya2 untuk apa ayahnya datang kesini
Nisa melihat pintu mobil di depannya terbuka, terlihatlah pria paruh baya Yang sedari tadi dipikirannya, Dan dua wanita yang selalu membuatnya kesal
Ayah nisa Yang hendak melangkah pun membelalakkan matanya ,rasa lega menyelimutinya karna melihat anak gadis kesayangannya baik2 saja
Dan bahkan sedang menggenggam tangan pria Yang entah siapa dia pun tak mengenalinya
Nisa tersenyum lalu berlari melepaskan tautan tangannya pada gaesan lalu berhambur memeluk ayahnya
dua wanita di sampingnya melihat nya dengan tatapan Yang sulit diartikan, muak tentunya
"kau baik2 saja nak"tanyanya pada nisa
gadis itu mengangguk dalam pelukan ayahnya
terlihat jelas kekhawatiran di wajah pria itu
"maafin Nisa yah ngga ngasik kabar ke ayah ,sehingga membuat ayah khawatir" sesalnya sambil menatap ayahnya
pak darma tersenyum "tidak apa2 nak, lain kali jngan begini lagi, kamu hampir membuat ayah gila gara2 tak melihatmu pulang bekerja sore tadi " lalu kembali memeluk putrinya itu
lagi2 nisa mengangguk dengan masa Yang berkaca kaca melihat kekhawatiran ayahnya ,dia merasa sangat bersalah atas perbuatannya hari ini
Gaesan tersenyum melihat adegan ayah Dan anak itu
sehingga dia tak sadar ada sepasang mata Yang sedari tadi menatapnya dengan penuh kagum
tak Lama kemudian terlihatlah pasangan suami istri keluar dari dalam rumah itu
menatap heran pada sahabatnya Dan teman anaknya itu, Yang dimana mereka terlihat begitu akrab bahkan berpelukan
"loh Gee kenapa tamunya ngga kamu suruh masuk " Tanya bunda ayu
Gaesan menoleh pada ayah Dan bundanya serta Kevin Yang berada di belakang mereka
"ini tamu ayah "tanyanya balik
pak pratama mengangguk
pak pratama melangkah menghampiri sahabatnya itu
"apa kabar sahabat" sapanya pada pak darma sambil mengulurkan tangannya
pak darma menoleh ke asal suara, dilihatnya sahabat Yang begitu ia rindukan selama 17 ini
__ADS_1
pak darma melepaskan pelukan pada putrinya itu
"kabarku sangat baik Dan sangat buruk ketika berpisah denganmu sahabat" jawabnya tertawa kecil lalu menjabat tangan itu Dan memeluk pria di depannya
pak pratama membalas pelukan sahabatnya itu, menepuk nepuk bahu sahabatnya dengan hati Yang tentunya sangat ia rindukan sejak Lama
mereka mengakhiri sesi2 romantisme itu
"kenalkan dia istri Dan anak2ku " tunjuknya pada ela Dan kedua putrinya
"loh bukannya " tanyanya menggantung sungguh bingung
pandangannya beralih pada sosok wanita di samping sahabatnya itu
wanita Yang terlihat elegan itu sedang tersenyum ramah padanya
pak pratama membalas tersenyum juga
Darma Yang melihat kebingungan sahabatnya pun mengerti lalu berusaha mencairkan suasana dengan mengalikan topik agar tak membahas itu sekarang, dia akan menceritakan kejadian 15 tahun Yang lalu tapi tidak sekarang karna waktu Dan tempatnya sngat tidak tepat
"apa kau tak menerimaku ?"tanyanya ambigu
pak pratama mengernyitkan dahinya bingung dengan pertanyaan sahabatnya itu
"oh ayolah tam, kau sama sekali tak mempersilahkan ku masuk "lanjutnya tertawa
mereka menyelesai kan makan malam dengan hati suka cita, memang tak perlu di ragukan masakan bunda ayu sangatlah enak
nisa berdiri Dan dengan sigap dia membantu pelayan di rumah itu membersihkan piring kotor di meja makan
lalu bunda ayupun ikut berdiri menghampirk gadis cantik itu
sungguh iya sangat mengagumi sifat nisa Yang begitu sangat sopan itu
"kamu ngapain nak"tanyanya pada nisa, lalu mengambil piring kotor itu meletakkannya kembali ke meja
Nisa tersenyum manis memperlihatkan lesung pipi Yang menghias wajahnya
"lagian tidak baik bukan, kalau sehabis makan membiarkan piring kotornya di depan mata" lanjutnya
bunda ayu sangat kagum terhadap gadis ini, selain parasnya Yang cantik dia juga sangat baik tentunya memiliki tata krama yang sangat baik
ada dua pasang mata Yang begitu tak menyukai interaksi keduanya sejak tadi, akrab Dan tentunya wanita paruh baya di depannya memperlakukan Nisa dengan sangat lembut
"Dan mulai sekarang bunda tidak mengijinkan calon mantu di rumah ini melakukan hal seperti Ini "jawabnya membuat semua Yang berada di meja makan tersentak kaget kecuali Gaesan dia malah senang dengan keadaan seperti ini
pak Darma mencerna perkataan istri sahabatnya itu dengan hati Dan pikiran Yang entah
lain pula dengan istri Dan anak tirinya Yang langsung menatap tak suka pada Nisa
apa kurangnya gue cobak Dan apa lebihnya dia
gumam dina dalam hati Yang tentunya sngat kesal dengan pemandangan di depannya
tatapannya beralih pada cowok tampan di depannya, walaupun ada dua sih, tapi siapa lagi kalau bukan gaesan Yang pada pandangan pertama langsung membuatnya suka sekaligus berambisi memilikinya
Dina Yang menatap gaesan lagi tersenyum melihat Nisa pun merasa darahnya semakin mendidih, apalagi sejak pertama dia menginjakkan kaki di sini tak sama sekali diliriknya, hal itu membuat dia ingin mencakar wajah nisa saat ini
"calon mantu idaman " imbuh pak pratama Yang langsung membuat wajah nisa memerah karna malu
sumpah semalam gua mimpi apa yaallah, ini pasti kerjaan Gaesan
gerutunya dalam hati tapi masih tersenyum menanggapi walaupun sebenernya dia ingin sekali menjambak rambut gaesan saat ini
entah apa Yang cowok itu katakan pada bundanya
"fiks, gue kalah lagi man" bisik Kevin pada Gaesan di sampingnya
gaesan tersenyum meremehkan, sepupunya itu memang selalu kalah satu langkah darinya
tapi persaudaraan mereka tak pernah retak, apalagi hanya karna wanita
__ADS_1
Kevin akuin memang pesona sepupunya tak bisa di ragukan
tapi tidak untuk Nisa tentunya, gadis itu sama sekali tak tertarik pada pesona gaesan dari pertama bertemu, malah gadis itu merasa kesal setiap melihatnya Dan itulah Yang Gaesan suka dari Nisa, disaat gadis2 di luar sana berebut ingin mendapat perhatiannya ,dia malah acuh
Dan Nisa tentu melakukannya karna alasan Yang kuat, dia berharap bertemu dengan cowok masa kecilnya itu lagi walaupun tak tau kapan tapi dia masih berharap
"kenapa kamu tidak pernah bilang Dar kalau kamu mempunyai putri secantik ini " Tanya pak pratama menatap Nisa
"bagaimana aku mau bilang, sedangkan kamu sibuk Dan berada di Jakarta dalam waktu Yang lama" jawabnya
"kenalkan juga putriku Yang tak kalah cantik ini, namanya Dina "tunjuknya pada anak tirinya
pak pratama tersenyum menanggapi ,entah mengapa dia tak terlalu menyukai gadis itu
"ngomong2 aku masih heran bagaimana anakku bisa berada disini "
"oh itu , dia teman sekolah anakku gaesan sekaligus pacarnya, tadi lagi main2 aja disini ,karna gaesan masih butuh menyesuaikan diri dan Nisa membantunya " jawab Ayu
sebenarnya dia tak tau kejadian tadi, tapi tidak mungkin kan dia menceritakan kalau Nisa di bawa gaesan dalam keadaan tak sadar
pak Darma manggut2 mengerti, lain dengan Nisa Yang sudah berubah ekspresi karna gaesan dengan lancang mengatakan bahwa dia kekasihnya
gaesan Lo bener bener cari mati
gerutunya dalam hati sambil menatap gaesan Yang dengan santainya tak berusaha menjelaskan kalau kenyataan nya tak seperti itu
Dina mengepalkan tangannya menahan amarah melihat Nisa
Ela memegang tangan putrinya mengisyaratkan untuk tenang
mereka melanjutkan mengobrol di ruang tengah
"kayaknya saudaranya nisa itu suka deh sama Lo Gee " bisik Kevin ,karna sedari tadi dia melihat Dina tan berhenti menatap gaesan, gaesan tak peduli itu, Yang ada dipikirannya hanya Nisa saja
Gaesan mengangkat bahunya "gue ngga peduli vin"
sedari tadi Dina tak henti2nya menatap gaesan, Yang di tatap malah terlihat acuh bahkan sama sekali tak meliriknya sama sekali, malah cowok itu menatap Nisa Yang sedari tadi mengobrol dengan bundanya
kok gue ngga tau ya ada murid baru di sekolah
tanyanya dlam hati, dia bahkan sering melewatkan hal penting di sekolah karna hobinya Yang sering membolos
malam sudah semakin larut, keluarga pak darma pamit untuk pulang
Gaesan Yang seakan ngga rela membiarkan gadisnya pulang, dia hanya bisa menekuk mukanya
Kevin pun tertawa mengejek melihat ekspresi sepupunya itu
"yaudah tam kami pulang dulu ya, terima kasih atas jamuannya Yang sangat luar biasa " pamitnya sopan
"sering main kesini ya Dar "
pak darma mengangguk tersenyum
"Dan anak ayah juga jngan sungkan main kesini ya nak "mengusap puncak kepala Nisa
Nisa mengangguk tersenyum lalu mengambil tangan ayah Dan bunda gaesan untuk di ciumnya takzim
melihat perlakuan Nisa pada orang tuanya itu Gaesan tersenyum lebar
tidak Salah dia mencintai gadis itu
Dina Dan ela menahan amarah melihat itu, dirinya tak di perlakukan seperti itu oleh orang tua Gaesan
tentunya gadis itu iri melihatnya
"cari muka"gumamnya sinis
keluarga pak darma pamit pulang
diantarnya mereka sampai teras
__ADS_1
dilihatnya mobil pak darma keluar gerbang lalu mereka kembali masuk ke dalam rumah