
sepulang sekolah Nisa yang memang merasa tidak betah berada dirumah yang serasa neraka itu langsung melimpir pergi setelah berganti pakaian santainya
dia jengah harus melihat apalagi mendengar ocehan ibu tiri beserta kakak tirinya yang gila harta itu ,sekarang tujuannya hanya suatu tempat ,tempat favorit sedari kecil dulu ,tempat yang menenangkan hati dan pikirannya , tempat dimana dia bertemu pangeran penolongnya dalam waktu yang amat singkat
disini dia sekarang ,ditepi danau yang indah ditengah hamparan kebun teh , Nisa tersenyum melihat pantulan dirinya di air yang tenang , membuat pikirannya tenang pula
hingga suara bariton menyadarkannya " disini tempatnya sejuk banget ya " ucapnya sambil menengadah membuat wajah tampannya tersapa indah sinar mentari sore
dia berjalan gontai sambil tersenyum kearah Nisa yang terpaku memandang ciptaan Tuhan itu ,hingga lanbaian tangan pas di depan wajahnya membuyarkan lamunannya itu
"jngan terlalu memandang gue seperti itu ,ntar ngga bisa lupa trus kebawa mimpi lagi" ucapnya sambil terkekeh pelan
Nisa melotot mendengar ocehan cowok narsis didepannya itu , walau memang setiap bertatap muka dengannya jantung bahkan mata indahnya tak pernah bersahabat ,selalu saja mengaguminya dalam diam ,namun terlalu malu untuk mengakui semua itu
"ckk , kenapa lo kayak hantu sih tambah lama ,dimana2 selalu ada lo " ujarnya ketus sambil membuang muka kearah lain ,malu , teramat malu dimana saat dirinya ketangkap basah sedang memandang wajah cowok di depannya itu
Gaesan berderhem untuk mempertahankan sikap coolnya itu di depan Nisa
"gue lagi suntuk aja di rumah ,mencari udara segar aja sih " jawabnya sambil tersenyum kearah Nisa
jngan ditanya perasaan Nisa sekarang , sudah pasti gugup melihat gaesan tersenyum lebar seperti sekarang ,senyum yang jarang sekali iya tampakkan di sekolah
tanpa iya sadari , gaesan sudah berada di sampingnya ,duduk dengan santainya sambil bermain air danau
dengan jahilnya dia mencipratkan air itu ke wajah Nisa ,Nisa yang semula kaget dengan kelakuan jahil gaesan itu tiba2 melengkungkan bibirnya lalu membalas cipratan itu pada wajah tampan itu
tawa yang selama berhari hari tak ada diantara mereka pun sekarang sudah menemani di senja yang hampir tenggelam itu
__ADS_1
Netranya bertubrukan , menatap kagum satu sama lain , saling menggenggam satu sama lain lalu melempar senyum malu terlihat jelas di wajah Nisa itu , dan itupun membuat Gaesan gemas sendiri
reflek gaesan mencium tangan putih mungil itu ,siempunya tersadar dan langsung menarik tangannya ke belakang tubuhnya sambil memalingkan wajahnya yang memanas itu
Gaesan yang melihat kelakuan Nisa hanya tersenyum tipis ,sungguh pesona nya tak pernah luntur dimata cowok tampan itu
entah rasa jengkel , kesal nisa kepada gaesan hilang kemana tak tau kemana, mereka menikmati sunset indah itu berdua , mengobrol layaknya sudah saling mengenal lama ,meskipun tak di tepi pantai , tapi ini sangat amat berharga bagi gaesan
hingga suara perempuan paruh baya itu terdengar memekikkan telinga
"gee … !" teriaknya di seberang danau itu
Gaesan menoleh menghadap cantik itu tepat dia saat nisa juga menoleh , saling melempar senyum dan akhirnya terdengar nada ejekan
"anak mama dicariin tuh" ujarnya terkekeh
" kami ngejek aku ya " tanyanya seraya tak memutus pandangan diwajah cantik itu
Nisa tersentak , kamu ? ,apa panggilan itu untuknya , bukankah biasanya manggilnya lo gue ? pikirnya linglung
gaesan terkekeh melihat nisa seperi itu " udah jngan di pikirin ,mulai sekarang ngga ada lo gue lagi ,yang ada aku kamu " ujarnya tersenyum
dan tersemogakan untuk menjadi kita secepatnya
ucapnya dalam hati
"gee ,, gaesan kamu dimana nak " teriak bunda ayu lagi
__ADS_1
"yaudah kita pulang yuk udah mulai malam juga ntar kamu di cariin ayahnya ,takutnya salah sangka sama aku ,dikiranya bawa kabur anak gadisnya " ucapnya terkekeh
Nisa menggelengkan kepalanya mendengar ucapan gaesan yang ngelantur itu ,namun dia akui ,sore ini hatinya senang ,menghangat karna berdekatan dengan cowok tampan ini ,
dia akui gaesan anak yang baik , dan asik buat diajak ngobrol , selama beberapa hari ini dia salah menilai cwok tampan ini
gaesan mengulurkan tangannya , nisa yang mendongak tak percaya , melihat gaesan mengangguk ,dia menerima uluran tangan itu lalu tersenyum
" terima kasih " ucapnya Nisa tulus
gaesan mengangguk lalu tersenyum " kembali kasih my sweety " jawabnya
Nisa tersentak akan panggilan itu ,dan lagi2 dia dibuat terpaku karna tiba2 gaesan mencuri kecupan di pipi kirinya
"gee disini bun" teriaknya sambil berlalu tak lupa menautkan jarinya pada tangan mungil itu
Nisa yang masih belum sadar ,terus berjalan namun tangan kirinya tetap memegangi pipi kirinya itu , tanpa gaesan sadari bibir itu tersenyum tipis
jantungnya berdetak kencang , gaesan mencuri ciuman pertama di bibir dan pipi nya
tapi mengapa iya tak bisa marah , selalu ada perasaan yang entah di hatinya , ingin rasa menggampar wajah itu ,namun reaksi tubuh dan hatinya berkata lain
tanpa sengaja diliatnya gelang yang melingkar di tangan gaesan itu ,membuat nisa melototkan mata
mungkinkah dia , apa iya dia ?
tanyanya dalam hati
__ADS_1