Cinta Masa Putih Abu-Abu

Cinta Masa Putih Abu-Abu
gadisku


__ADS_3

siang hari di kediaman pak Darma terlihat gadis cantik sedang bersantai di taman depan seraya sambil memetik bunga mawar kesukaannya, bersenandung ria Dan sesekali menghirup aroma wangi bunga itu


dia sangat menyukai tanaman hias, sehingga di taman depan Dan belakang rumahnya terdapat bnyak sekali tanaman hias Yang indah terutama mawar


berbagai macam warna mawar dia tanam ,sehingga membuat rumahnya nampak asri dengan adanya tanaman2 itu


ini memang menjadi kebiasaan nya stelah pulang sekolah, siang terik ini tak terasa karna udara di desa sngatlah sejuk


"kau harus berbunga lebih banyak dari sekarang,ok" gumamnya tersenyum


"aku akan merawatmu dengan baik "sambil menata bunga mawar itu


dari kejauhan nampak dua cowok tampan sedang mengamati gerak geriknya sedari tadi


"kita udah mirip penguntit banget"gerutu Kevin jengah karna hampir 2 jam mereka disini


"Lo kali' gue mah ngga "jawabnya tanpa menoleh


Kevin mendesah berat, Gaesan memang keras kepala, demi gadis di depan sana dia rela melakukan hal gila ini, sudah mirip dengan penguntit saja, lebih parahnya mereka tidak pulang kerumah terlebih dahulu Dan masih mengenakan seragam Dan beruntungnya mereka membawa hoodie untuk menutup seragamnya itu, jika tidak, bisa2 dia di kira anak sekolah Yang membolos


Gaesan Dan Kevin memilih duduk di sebuah kursi Yang berada di bawah pohon, memarkirkan motornya di sebelah pohon itu agar tak di ketahui nisa


krrryyyuukkk …


suara itu langsung membuat gaesan menoleh kepada Kevin


"Lo lapar?"tanyanya tanpa merasa bersalah


"astakjim Gee Lo masih nnyak gue lapar?" tanyanya balik sambil merengut


"Lo bayangin aja, tadi pagi gue ngga sarapan trus pas istirahat di sekolah tadi gue ngga jadi makan lagi sampek sekarang kita belum pulang juga, belum ganti baju pula, yaampun otak Lo waras ? " gerutunya panjang lebar


"sumpah ya, Lo lebih parah dari mak2 tukang gibah tau ngga "


"gue dari tadi juga belom makan kali, ngga ngerasa lapar gue" jawabnya santai tanpa dosa


Kevin membuang nafas kasar melihat kelakuan sepupu sekaligus sahabatnya ini


kalau saja dia ngga respect, udah di getok pakek sepatu kali kepalanya si Gaesan


Kevin terlanjur sayang sih 🤭🤭


"gue udah kenyang makan angin Gee, jadi lupakan " finalnya mengalah


Gaesan menggulum senyum lalu berbalik badan merangkul bahu sahabat nya itu


"Lo emang terbaik, gue seneng Lo pindah kesini, gue sayang banget sama Lo " mengedipkan mata nya genit


"sumpah gue jijik Gee " melepas rangkulan tangan Gaesan di bahunya


Gaesan tertawa terbahak bahak melihat wajah Kevin Yang kesal karna kelakuannya


Gaesan mengambil 2 bungkus roti di tasnya, lalu memberikan nya pada Kevin, ia membelinya di kantin pas sepulang sekolah, karna dia memang sudah merencanakan ini, Dan pastinya mengajak kevin, gaesan tau kevin pasti akan kelaparan, jadi dia sudah menyiapkan semuanya


"buru makan Lo, gue takut Lo mati" melempar satu bungkus roti pada Kevin


"kalok gue mati, gue pastiin sebelum 24 jam Lo juga mati" jawabnya tertawa sambil membuka bungkusan roti trsebut lalu menyuapinya ke dalam mulutnya


pandangan Gaesan beralih ke rumah Nisa, di lihatnya gadisnya sedang duduk di ayunan sambil memangku laptop, tak berapa Lama datang pelayan membawa cemilan Dan minuman

__ADS_1


beberapa menit kemudian dilihatnya mobil berhenti di pekarangan rumah itu, nampak seorang cowok lebih dewasa darinya keluar dari mobil itu Dan menghampiri nisa, entah apa Yang di bicarakan mereka, Gaesan menatap tak suka pada cowok itu, karna menatap nisa begitu intens, sungguh dia tidak rela ada Yang menatap gadisnya dengan penuh kekaguman


seorang gadis keluar rumah dengan pakaian Yang sudah rapi sambil meneteng tas branded nya, lalu menghampiri dua orang Yang sedang berbicara itu


ralat, tepatnya cowok itu Yang banyak bicara sedangkan Nisa tak menanggapi


"udah Lama "tanyanya pada cowok itu


cowok itu menoleh sambil tersenyum "baru aja nyampek " jawabnya tersenyum


"kalian ngomongin apa " tanyanya lagi


"ngga ada, aku nnyak kamu tadi" kilahnya


Nisa Yang melihat adegan itu mau muntah saja, sebab kekasih kakaknya ini menggodanya dengan kata2 gombal ngga berfaedah, namun dia memilih diam tidak ingin menimbulkan keributan hanya karna cowok ngga penting ini


"yaudah ayo kita jalan"ajakn Dina sambil menggandeng tangan kekasihnya


"ayo " jawabnya ,lalu menoleh kebelakang sambil mengedipkan matanya pada nIsa


dasar buaya


gerutunya dalam hati sambil memalingkan wajahnya kelain arah ,terlalu muak untuk melihat wajah kekasih kakaknya itu


Gaesan yang melihat itu ingin sekali menonjok muka pemuda tersebut


mencongkel matanya karna sudah berani menatap bahkan mengedipkan matanya genit pada gadisnya


namun ,gaesan lega karna nIsa sama sekali tak meresponnya


bibirnya melengkung keatas melihat respon gadisnya pada cowok itu


Kevin yang melihat tingkah gaesan ,menggelengkan kepalanya tak percaya pada sikap gaesan yang sudah buta karna cinta


"terdeteksi bucin akut" gumamnya masih terdengar gaesan


cowok itu menoleh memplototi sepupunya tersebut


kevin senyam senyum melihat tatapan membunuh gaesan


"rotinya enak Gee, kalok Lo ngga mau mending buat gue aja " kilahnya mencairkan suasana


gaesan melempar roti tersebut pada kevin


dia mendengar gumaman cowok itu namun tidak ingin berdebat karna hal sepele, apalagi itu benar adanya, dirinya terdeteksi bucin akut pada Nisa


"semoga lo gendut" ketusnya


Kevin hanya cengengesan lalu membuka lagi bungkusan roti itu, karna memang dia sangat lapar tak peduli pada gaesan Yang memang sedari pagi belum makan apa2, toh dia harus bertanggung jawab karna ajakannya dia hampir kelaparan


biarlah gaesan makan cinta


Gaesan beranjak dari duduknya setelah melihat Nisa masuk kedalam rumah, dia melangkah menuju motornya, tak mempedulikan kevin Yang sedari tadi asik dengan roti Dan ponselnya


mendengar suara mesin motor Yang dikenalinya, kevin mendongakkan kepalanya, diliatnya gaesan sudah bersiap pergi


"Lo bener2 laknat ya" beranjak dari kursinya


"Lo udah gue temenin juga malah mau ninggalin " gerutunya menaiki jok belakang

__ADS_1


"Lo bawel banget, mau gue tinggal disini Lo" melajukan motornya pulang


sepanjang perjalanan kevin tak bisa menikmati pemandangan sekitar karna gaesan melajukan motornya dengan kecepatan tinggi


"Gee mending Lo kurangin ni laju motor, gue ngga mau mati" teriaknya di telinga gaesan


"Lo jngan ngebacot deh, gue laper pengen cepet nyampek rumah " jawabnya kesal


"kirain Lo ngga butuh makan" sarkasnya namun tak di tanggapi gaesan


15 menit motor sport itu memasuki halaman rumah


dilihatnya bunda ayu mondar mandir di teras sambil menggenggam hp nya


terlihat jelas kekhawatiran di wajah cantik wanita paruh baya itu


saat melihat gaesan Dan kevin turun dari motor, dengan langkah tergesa dia menghampiri 2 putranya tersebut lalu tanpa basa basi langsung menjewer telinga kedua cowok itu


gaesan Dan kevin meringis, karna jeweran tangan bundanya memang sangat menyakitkan dari dulu Dan untungnya sandalnya tak mendarat di kepalanya


"kalian dari mana saja hah" tanyanya kesal tanpa melepas tangannya pada telinga kedua cowok itu


mereka tambah meringis "ampun bunda ku Yang cantik ,kalok bunda mau marah ,marahin saja anak bunda yang gila ini,dia yang mengajak kevin menguntit nIsa "


gaesan melototkan matanya pada kevin


"apa Lo " sarkasnya menahan sakit


bunda ayu melirik putranya sambil tersenyum tanpa mereka sadari, benarkah putranya sudah jatuh cinta pada gadis cantik Dan manis itu


tak di pungkiri memang dia menyukai nisa Yang sangat sopan


bunda ayu melepaskan jewerannya


"benar itu Gee?" tanyanya garang padahal dalam hati ingin sekali tertawa melihat anak laki2nya Yang ketakutan itu


kevin tertawa melihat gaesan Yang seperti anak kucing ketakutan


"pecundang" ucapnya lagi ,gaesan memberanikan diri menatap bundanya, dia bingung dengan ucapan bundanya barusan namun tak berani bertanya


bunda ayu yng mengerti kebingungan putranya ,melanjtkan ucapannya


"iya kamu pecundang ,seharusnya kamu datangin rumahnya langsung bukan malah menguntit seperti ini" lanjutnya dengan tersenyum, gaesan melengkungkan bibirnya mendengar penuturan bundanya lalu ia langsung memeluk bundanya


kevin menghentikan tawanya melihat ini, ia pikir gaesan akan mendapat amukan bundanya, namun dugaannya salah


"bunda setuju sama keinginan Gee Yang ini" tanyanya Dan bunda ayu mennganggukkan kepalanya melepas peluka pada anaknya itu


gaesan kembali memeluk bundanya " terima kasih, gaesan sangat menyayangi bunda " ungkapnya


"gue juga mau di peluk " sanggah kevin dari belakang


cowok itu merntangkan tangannya


"Lo jalan kaki selama sebulan " ketus gaesan lau melangkah sambil merangkul bahu bundanya memasuki rumah


bunda ayu geleng2 kepala melihat tingkah keduanya


"sialan Lo, gue ngga bakal lagi ya nemenin lo jadi penunggu pohon di depan rumah nisa " teriaknya pada gaesan Yang menjauh

__ADS_1


gaesan tertawa mendengar ancaman sepupunya namun tak menghiraukan, ia terus melangkah masuk bersama bundanya ,karna merasa tubuhnya sudah lengket Dan perutnya terasa sangat lapar


__ADS_2