
siang hari di kediaman pak Darma terlihat gadis cantik sedang bersantai di taman depan seraya sambil memetik bunga mawar kesukaannya, bersenandung ria Dan sesekali menghirup aroma wangi bunga itu
dia sangat menyukai tanaman hias, sehingga di taman depan Dan belakang rumahnya terdapat bnyak sekali tanaman hias Yang indah terutama mawar
berbagai macam warna mawar dia tanam ,sehingga membuat rumahnya nampak asri dengan adanya tanaman2 itu
ini memang menjadi kebiasaan nya stelah pulang sekolah, siang terik ini tak terasa karna udara di desa sngatlah sejuk
"kau harus berbunga lebih banyak dari sekarang,ok" gumamnya tersenyum
"aku akan merawatmu dengan baik "sambil menata bunga mawar itu
dari kejauhan nampak dua cowok tampan sedang mengamati gerak geriknya sedari tadi
"kita udah mirip penguntit banget"gerutu Kevin jengah karna hampir 2 jam mereka disini
"Lo kali' gue mah ngga "jawabnya tanpa menoleh
Kevin mendesah berat, Gaesan memang keras kepala, demi gadis di depan sana dia rela melakukan hal gila ini, sudah mirip dengan penguntit saja, lebih parahnya mereka tidak pulang kerumah terlebih dahulu Dan masih mengenakan seragam Dan beruntungnya mereka membawa hoodie untuk menutup seragamnya itu, jika tidak, bisa2 dia di kira anak sekolah Yang membolos
Gaesan Dan Kevin memilih duduk di sebuah kursi Yang berada di bawah pohon, memarkirkan motornya di sebelah pohon itu agar tak di ketahui nisa
krrryyyuukkk …
suara itu langsung membuat gaesan menoleh kepada Kevin
"Lo lapar?"tanyanya tanpa merasa bersalah
"astakjim Gee Lo masih nnyak gue lapar?" tanyanya balik sambil merengut
"Lo bayangin aja, tadi pagi gue ngga sarapan trus pas istirahat di sekolah tadi gue ngga jadi makan lagi sampek sekarang kita belum pulang juga, belum ganti baju pula, yaampun otak Lo waras ? " gerutunya panjang lebar
"sumpah ya, Lo lebih parah dari mak2 tukang gibah tau ngga "
"gue dari tadi juga belom makan kali, ngga ngerasa lapar gue" jawabnya santai tanpa dosa
Kevin membuang nafas kasar melihat kelakuan sepupu sekaligus sahabatnya ini
kalau saja dia ngga respect, udah di getok pakek sepatu kali kepalanya si Gaesan
Kevin terlanjur sayang sih 🤭🤭
"gue udah kenyang makan angin Gee, jadi lupakan " finalnya mengalah
Gaesan menggulum senyum lalu berbalik badan merangkul bahu sahabat nya itu
"Lo emang terbaik, gue seneng Lo pindah kesini, gue sayang banget sama Lo " mengedipkan mata nya genit
"sumpah gue jijik Gee " melepas rangkulan tangan Gaesan di bahunya
Gaesan tertawa terbahak bahak melihat wajah Kevin Yang kesal karna kelakuannya
Gaesan mengambil 2 bungkus roti di tasnya, lalu memberikan nya pada Kevin, ia membelinya di kantin pas sepulang sekolah, karna dia memang sudah merencanakan ini, Dan pastinya mengajak kevin, gaesan tau kevin pasti akan kelaparan, jadi dia sudah menyiapkan semuanya
"buru makan Lo, gue takut Lo mati" melempar satu bungkus roti pada Kevin
"kalok gue mati, gue pastiin sebelum 24 jam Lo juga mati" jawabnya tertawa sambil membuka bungkusan roti trsebut lalu menyuapinya ke dalam mulutnya
pandangan Gaesan beralih ke rumah Nisa, di lihatnya gadisnya sedang duduk di ayunan sambil memangku laptop, tak berapa Lama datang pelayan membawa cemilan Dan minuman
__ADS_1
beberapa menit kemudian dilihatnya mobil berhenti di pekarangan rumah itu, nampak seorang cowok lebih dewasa darinya keluar dari mobil itu Dan menghampiri nisa, entah apa Yang di bicarakan mereka, Gaesan menatap tak suka pada cowok itu, karna menatap nisa begitu intens, sungguh dia tidak rela ada Yang menatap gadisnya dengan penuh kekaguman
seorang gadis keluar rumah dengan pakaian Yang sudah rapi sambil meneteng tas branded nya, lalu menghampiri dua orang Yang sedang berbicara itu
ralat, tepatnya cowok itu Yang banyak bicara sedangkan Nisa tak menanggapi
"udah Lama "tanyanya pada cowok itu
cowok itu menoleh sambil tersenyum "baru aja nyampek " jawabnya tersenyum
"kalian ngomongin apa " tanyanya lagi
"ngga ada, aku nnyak kamu tadi" kilahnya
Nisa Yang melihat adegan itu mau muntah saja, sebab kekasih kakaknya ini menggodanya dengan kata2 gombal ngga berfaedah, namun dia memilih diam tidak ingin menimbulkan keributan hanya karna cowok ngga penting ini
"yaudah ayo kita jalan"ajakn Dina sambil menggandeng tangan kekasihnya
"ayo " jawabnya ,lalu menoleh kebelakang sambil mengedipkan matanya pada nIsa
dasar buaya
gerutunya dalam hati sambil memalingkan wajahnya kelain arah ,terlalu muak untuk melihat wajah kekasih kakaknya itu
Gaesan yang melihat itu ingin sekali menonjok muka pemuda tersebut
mencongkel matanya karna sudah berani menatap bahkan mengedipkan matanya genit pada gadisnya
namun ,gaesan lega karna nIsa sama sekali tak meresponnya
bibirnya melengkung keatas melihat respon gadisnya pada cowok itu
Kevin yang melihat tingkah gaesan ,menggelengkan kepalanya tak percaya pada sikap gaesan yang sudah buta karna cinta
"terdeteksi bucin akut" gumamnya masih terdengar gaesan
cowok itu menoleh memplototi sepupunya tersebut
kevin senyam senyum melihat tatapan membunuh gaesan
"rotinya enak Gee, kalok Lo ngga mau mending buat gue aja " kilahnya mencairkan suasana
gaesan melempar roti tersebut pada kevin
dia mendengar gumaman cowok itu namun tidak ingin berdebat karna hal sepele, apalagi itu benar adanya, dirinya terdeteksi bucin akut pada Nisa
"semoga lo gendut" ketusnya
Kevin hanya cengengesan lalu membuka lagi bungkusan roti itu, karna memang dia sangat lapar tak peduli pada gaesan Yang memang sedari pagi belum makan apa2, toh dia harus bertanggung jawab karna ajakannya dia hampir kelaparan
biarlah gaesan makan cinta
Gaesan beranjak dari duduknya setelah melihat Nisa masuk kedalam rumah, dia melangkah menuju motornya, tak mempedulikan kevin Yang sedari tadi asik dengan roti Dan ponselnya
mendengar suara mesin motor Yang dikenalinya, kevin mendongakkan kepalanya, diliatnya gaesan sudah bersiap pergi
"Lo bener2 laknat ya" beranjak dari kursinya
"Lo udah gue temenin juga malah mau ninggalin " gerutunya menaiki jok belakang
__ADS_1
"Lo bawel banget, mau gue tinggal disini Lo" melajukan motornya pulang
sepanjang perjalanan kevin tak bisa menikmati pemandangan sekitar karna gaesan melajukan motornya dengan kecepatan tinggi
"Gee mending Lo kurangin ni laju motor, gue ngga mau mati" teriaknya di telinga gaesan
"Lo jngan ngebacot deh, gue laper pengen cepet nyampek rumah " jawabnya kesal
"kirain Lo ngga butuh makan" sarkasnya namun tak di tanggapi gaesan
15 menit motor sport itu memasuki halaman rumah
dilihatnya bunda ayu mondar mandir di teras sambil menggenggam hp nya
terlihat jelas kekhawatiran di wajah cantik wanita paruh baya itu
saat melihat gaesan Dan kevin turun dari motor, dengan langkah tergesa dia menghampiri 2 putranya tersebut lalu tanpa basa basi langsung menjewer telinga kedua cowok itu
gaesan Dan kevin meringis, karna jeweran tangan bundanya memang sangat menyakitkan dari dulu Dan untungnya sandalnya tak mendarat di kepalanya
"kalian dari mana saja hah" tanyanya kesal tanpa melepas tangannya pada telinga kedua cowok itu
mereka tambah meringis "ampun bunda ku Yang cantik ,kalok bunda mau marah ,marahin saja anak bunda yang gila ini,dia yang mengajak kevin menguntit nIsa "
gaesan melototkan matanya pada kevin
"apa Lo " sarkasnya menahan sakit
bunda ayu melirik putranya sambil tersenyum tanpa mereka sadari, benarkah putranya sudah jatuh cinta pada gadis cantik Dan manis itu
tak di pungkiri memang dia menyukai nisa Yang sangat sopan
bunda ayu melepaskan jewerannya
"benar itu Gee?" tanyanya garang padahal dalam hati ingin sekali tertawa melihat anak laki2nya Yang ketakutan itu
kevin tertawa melihat gaesan Yang seperti anak kucing ketakutan
"pecundang" ucapnya lagi ,gaesan memberanikan diri menatap bundanya, dia bingung dengan ucapan bundanya barusan namun tak berani bertanya
bunda ayu yng mengerti kebingungan putranya ,melanjtkan ucapannya
"iya kamu pecundang ,seharusnya kamu datangin rumahnya langsung bukan malah menguntit seperti ini" lanjutnya dengan tersenyum, gaesan melengkungkan bibirnya mendengar penuturan bundanya lalu ia langsung memeluk bundanya
kevin menghentikan tawanya melihat ini, ia pikir gaesan akan mendapat amukan bundanya, namun dugaannya salah
"bunda setuju sama keinginan Gee Yang ini" tanyanya Dan bunda ayu mennganggukkan kepalanya melepas peluka pada anaknya itu
gaesan kembali memeluk bundanya " terima kasih, gaesan sangat menyayangi bunda " ungkapnya
"gue juga mau di peluk " sanggah kevin dari belakang
cowok itu merntangkan tangannya
"Lo jalan kaki selama sebulan " ketus gaesan lau melangkah sambil merangkul bahu bundanya memasuki rumah
bunda ayu geleng2 kepala melihat tingkah keduanya
"sialan Lo, gue ngga bakal lagi ya nemenin lo jadi penunggu pohon di depan rumah nisa " teriaknya pada gaesan Yang menjauh
__ADS_1
gaesan tertawa mendengar ancaman sepupunya namun tak menghiraukan, ia terus melangkah masuk bersama bundanya ,karna merasa tubuhnya sudah lengket Dan perutnya terasa sangat lapar