
Diluar ruang kuliah, Jihan bertanya kepada Dio dan Vino.
Jihan : sebenarnya apa yang telah terjadi?, kenapa sikap nya sangat dingin padaku
Dio : tidak ada apa apa. Mungkin dia hanya bercanda kepada mu.
Vino : iya benar, dia hanya marah padamu karena kau baru datang selama setengah tahun ini
Jihan : kalian tidak berbohongkan kepadaku.
(Jihan menatap mata dio) tapi dio menghindari tatapan mata jihan karena takut ketahuan oleh jihan, jihan yang curiga dengan tingkah mereka,mencari jawabannya sendiri.
"baiklah jika kalian tidak ingin memberitahu ku, aku sendiri yang akan bertanya padanya" ucap jihan mengancam
Dio ingin menahan Jihan agar tidak menanyakan langsung padany, tapi tidak berhasil dia cegah.
Jihan masuk kekelas dan menemui ryan yang sedang berbicara dengan putri.
Jihan : ryan, apa kau sengaja melakukan ini padaku?
Ryan : jangan mengganggu ku, apa kau tidak lihat aku sedang berbicara dengan seseorang.
Jihan : apa kau sedang bercanda sekarang?
Ryan : buat apa aku bercanda dengan mu.
Jihan : apa kau memang tidak mengenalku?
Ryan: siapapun kamu, aku tidak peduli.
Ryan yang merasa di ganggu oleh orang tidak dikenalnya, mengumumkan kepada teman kelasnya bahwa putri adalah pacarnya, mendengar hal itu jihan benar benar terkejut.
Dio yang berada disana meluruskan pembicaraan mereka.
Ryan apa yang kau lakukan dia adalah jihan, dia itu tunanganmu.
Berapa kali harus ku katakan padamu aku tidak punya pacar apalagi tunangan.
Putri pun kaget dan berlari meninggalkan ruang kelas. Ryan yang melihat putri berlari segera mengejarnya. Menjelaskan padanya bahwa dia tidak mengenal wanita itu.
Jihan yang shock dan tidak mengerti situasi apa yang terjadi sekarang dan bertanya tanya dengan dirinya.
apa karena kecelakaan itu di membenciku, atau dia marah padaku karena tidak menemui nya setelah setengah tahun ini.
Jihan yang memilki kepribadian yang tenang dan menyelesaikan masalah dengan hati hati tanpa memperpanjang masalahnya, bertanya dengan dio dan vino
“ sebaiknya kalian berdua jujur saja dengan ku" kata Jihan
"tapi kau harus janji pada kami tidak akan berbuat hal yang aneh" kata Vino
"Dasar Bodoh, memang nya Jihan ini orang yang mau mencelakai dirinya sendiri" kata Dio
"iya aku janji, aku akan mendengar penjelasanmu dari awal" jawab Jihan
"Sebaiknya kita bercerita diluar saja, orang lain akan mengetahui nya jika kita tetap disini" ucap Dio
Jihan, Dio dan Vino pergi ke kafebiasa yang mereka datangi untuk membicarakan situasi yang sebenarnya, mereka melewatkan perkuliahan yang akan di mulai.
mereka berdua menjelaskan dengan detail ke jihan, jihan benar benar sangat terpukul mendengar cerita mereka,
Jihan : kenapa tidak ada seorang pun mengatakan dari awal kalo ryan hilang ingatan dan hanya melupakan ku. ( merasa kecewa)
Dio : aku ingin mengatakan itu kepadamu, tapi orang tua mu menyuruhku untuk merahasiakannya kepada mu,
__ADS_1
Vino : benar, jadi kami sepakat untuk tidak memberitahumu
Jihan : kenapa?
Dio : orang tua mu takut kau tidak ada semangat untuk kembali sembuh, mental kamu akan menurun jika tahu yang terjadi.
Vino: ini semua gara gara Rachel.
Jihan: Rachel?
Vino: saat polisi menyelidiki kecelakaan mu, Rachel ada dilokasi itu, menyuruh seseorang mencelakai i mu
Jihan: kenapa dia bisa mencelakai ku, aku tidak pernah berbuat salah denganny
Dio : karena kau bertunangan dengan Ryan.,dia marah padamu
Jihan : apa yang salah dengan diriku ini, kenapa begitu banyak cobaan yang menimpaku.
Jihan berusaha untuk tidak menangis tapi dia benar benar tidak bisa menahan rasa sakitnya, akhirnya dia meneteskan air matanya. Jihan berkata kepada mereka berdua agar merahasiakan hal ini anggap saja kalau aku tidak tau apa apa.
"Dio apa yang harus aku lakukan?, apa aku mempertahankan dia atau melupakan dia sama seperti dia melupakan ku?
"Jangan terlalu banyak berpikir jihan, dia hanya hilang ingatan, dia juga akan mengingat mu kembali" kata Vino
"Tapi kapan? Setahun 2 tahun, Bukannya akan sia sia aku menunggu nya, jika tidak ada hasil nya"
"Kau belum mencobanya tapi kau sudah menyerah". Vino
"Pengorbanan mu selama ini akan sia sia jika kau tidak berusaha membuatnya mengingat mu". Dio
"Kalau perlu buat dia cemburu padamu, sekalian kau buat dia menyesal telah melupakanmu". Ucap Vino
"heyy, apa kau tidak keterlaluan, ini bukan kemauan dia" kata Dio
"Dio aku sangat geram melihat mereka berdua"
" kau menyuruh ku hilang ingat juga, oke jika aku hilang ingatan yang paling pertama aku lupakan adalah kamu" jawab vino kesal
Jihan tersenyum melihat tingkah mereka.
"sudah lah, berhenti saling mengejek".
kata jihan
"baiklah, aku memutuskan untuk berusaha memulihkan kembali ingatan dia, aku akan merebut hatinya kembali" ucap jihan optimis
"aku bahkan berusaha keras untuk pulih karena ingin bertemu dengan dia, kenapa aku tidak berusaha lagi untuk membuat dia mengingat ku kembali"
"Ini baru Jihan yang aku kenal". Kata Dio
"memangnya jihan selama ini kenapa? " ucap Vino penasaran
" Jihan ayo kita kembali ke kampus lagi"
Meninggal Vino sendirian.
"Heyy kamu belum memberitahu ku"
" Dio tunggu aku" teriak Vino
Percakapan panjang itu berakhir, mereka kembali ke kampus untuk mengikuti kuliah.
Setelah sampai di kampus, Jihan melihat Ryan dari kejauhan yang sedang mengobrol dengan putri.
__ADS_1
" Vino, gadis yang Ryan ajak ngobrol itu siapa? " tanya Jihan
" Dio, kau yang mengatakannya saja"
" aku bertanya padamu, jadi kau yang menjawabnya"
" hah baiklah, Dia itu gadis yang membuat Ryan berubah seperti saat mengenal mu dulu.
" bukannya Ryan bilang kalau dia pacarnya" ucap jihan
"yahh ryan memang selalu bersama nya setelah masuk di kampus ini, dia bahkan jarang bertemu dengan kami" kata Vino
Jihan sedikit kecewa mendengar pengakuan Vino, tapi dia mengerti bahwa Ryan tidak mengenalnya, jadi wajar dia mencari wanita lain.
Jihan berjalan menuju ruang kuliah. Meninggalkan vino dan dio.
Saat itu dia mendapat telpon dari kakaknya.
Mengeluarkan Ponsel keluaran terbarunya.
"Iya kak ada apa?
"Apa kau baik baik saja"
"Kakak tidak usah mengkhawatirkan ku"
"Disini ada Dio yang selalu melindungiku"
"aku sudah memberinya pelajaran, karena lupa menjemput ku"
"Kau jangan galak galak sama Dio"
"baiklah kak"
" yah sudah, Kabari aku jika kau membutuhkan bantuan kakak"
"Oke"
"Jangan lupa makan siang yah"
Percakapan manis itu berakhir. Jihan kembali lagi berjalan menuju Kampus.
Semua mahasiswa yang di lewatinya, menatap jihan dengan kagum dengan kecantikan nya, tidak terkecuali Cindy yang menjadi teman Putri saat ospek lalu.
Jihan berhenti melangkahkan kakinya bertanya pada cindy
" apa aku boleh bertanya padamu? "
" tentu saja"
" apa kau tau tempat ruang kuliah no 205?
" oh ada di lantai atas"
"naik keatas"sambil menunjuk arah
"aku juga mau ketempat itu" ucap Cindy
" berarti kita satu jurusan?, oh maaf aku belum mengenal teman kuliah ku,aku baru masuk hari ini.
"Tidak apa apa, aku juga belum terlalu akrab dengan teman teman yang lain"
"baiklah, kita pergi bersama saja" Jihan tersenyum
__ADS_1
Cindy sangat kagum dengan keramahan Jihan, selain dia cantik dan kaya, dia orang yang tidak sombong. Pikirnya cindy yang senang saat diajak ngobrol.
Bersambung..