
Di sebuah taman, Ryan dan Jihan sedang berbicara berdua.
"cepat katakan, apa yang ingin kau bicarakan" kata Ryan cuek
"Ryan, apa sedikit pun kau tidak mengingatku" kata Jihan
"aku mohon jujur padaku" lanjut Jihan
"tidak" Jawab Ryan tidak peduli
"karena kecelakaan itu kau melupakan ku"
"ini tidak adil bagiku"
"Aku berusaha cepat pulih dari kecelakaan itu untuk cepat menemuimu sedangkan kau tidak mengingatku sama sekali"
"Saat aku pulang menemui mu, aku berharap kau menunggguku juga, tapi apa yang aku dapatkan, kau memiliki kekasih lain" lanjut Jihan yang sedang berusaha membuat Ryan mengingatnya
Kenapa kau melakukan ini padaku? Tanya Jihan
"Sudah cukup ocehanmu itu,Aku muak mendengar semua perkataan kalian" ucap Ryan yang sudah mulai kesal
"Mungkin saat aku mengenal mu, aku hanya terpesona padamu tidak benar benar mencintai makanya aku tidak bisa mengingat mu" ucap Ryan
"Apa kau berpikir seperti itu padaku, kau sendiri yang mengejarku, ingin menjadi pacarku di hari ulang tahun mu, bahkan orang tua kita mengatur perjodohan di hari itu juga". Kata Jihan
"Apa kau tidak mengingatnya sama sekali? " tanya Jihan
"Tidak, dan aku tidak ingin mengingat nya" jawab Ryan
"Selama ini aku bersabar melihat mu dengan wanita lain, karena aku mengerti kau tidak mengingat ku" ucap jihan yang mulai meneteskan air matanya
"Ryan, sangat sakit saat melihat mu bermesraan dengan wanita lain"
"Setiap hari aku merindukan mu, menunggumu, tapi kau meninggalkan ku disaat aku sedang sayang sayangnya" dengan nada yang sedikit melemah
"Apa kau tidak tau bagaimana pahitnya menunggu seseorang yang kita sayangi sendirian?" tanya Jihan
"Jihan cukup, jika kau menyesal telah mengenalku, kau bisa meninggalkan ku saja, kau sudah tau kalau aku sudah punya pacar, jadi kau jangan berharap lagi denganku" jelas Ryan
"Aku tidak menyesal hanya saja kecewa denganmu"
"Terserah kau saja, dari setiap kata kata mu, kau seperti menyalahkanku. Ryan
"baiklah kalau itu keputusan mu, aku tidak akan memaksa mu" Jihan
"cuma itu yang ingin aku tau dari mu, aku sudah berusaha membuatmu untuk mengingat ku walau itu hanya akan terlintas di ingatanmu" lanjutnya
"Aku akan pergi, semoga kau bahagia dengan Putri"
"kau bisa pergi, aku sudah menyita waktu mu".
Ryan pergi meninggalkan Jihan yang berlinang air mata.
Putri ayo kita pergi, dia hanya berbicara tidak penting.
Di sisi lain Jihan yang sangat sedih tidak bisa rela melepaskan Ryan.
Ryan pulang mengendarai mobilnya mengantar Putri pulang ke Kosannya.
Ryan melamun memikirkan ucapannya tadi ke Jihan
"apa aku terlalu kasar padanya" pikir Ryan
Putri memerhatikan Ryan yang pikirannya di tempat lain.
__ADS_1
"Sayang, kau sedang memikirkan apa? Tanya Putri
"Hahh, aku tidak memikirkan apa pun" kata
Putri terdiam
"Apa karena saat Jihan berbicara padanya"
Pikirnya penasaran
"Ahh sudahlah, buat apa aku memikirkan dia, Ryan juga merasa Jihan itu penting untuk nya"
Setelah mengantar Putri, Ryan mendapat pesan dari Grup Sekolahnya bahwa mereka akan mengadakan kegiatan Reuni untuk setiap angkatan besok.
Jihan pulang ke rumahnya, setelah di hibur oleh Dio dan Vino.
Sesampainya dirumah, Jihan mengurung diri di kamarnya, mengenang semua kenangan indah bersama Ryan.
Jihan menyimpan semua foto Ryan dan barang pemberiannya, disebuah kotak yang disimpannya ke dalam lemari pakaiannya.
"Ini adalah akhir dari kisah cintaku bersama mu, aku akan berhenti mencintai mu mulai hari ini"
"Masih banyak lelaki yang lebih baik dari Ryan, Jihan ingat baik baik, Ryan akan menyesal memilih wanita sebaik diriku". ucap Jihan yang menyemangati dirinya sendiri.
"Betapa bodohnya kamu Ryan" ucap Jihan berteriak kencang
Ketukan dari luar kamar,
Pelayan memanggil Jihan untuk Makan.
"Nona makan malam sudah siap"
"Baiklah, aku akan segera keluar" kata Jihan
"Nona, ada tamu" kata pelayan itu
"Siapa?" tanya Jihan
"Aku juga kurang tau, jika nona melihatnya langsung, anda mungkin mengenalnya" kata pelayan sopan
Setelah makan dia keluar menyapa tamu yang baru datang itu.
Sesosok gadis manis dengan rambut panjang yang di balut pakaian elegan duduk di kursi sofa itu.
Jihan terkejut saat melihat gadis itu, entah berapa lama dia tidak berjumpa dengannya
Dia adalah sahabat kecil nya bernama Sofie
"kenapa tidak mengabari ku kalau kau kembali dari LA( Los Angeles ? " tanya Jihan
" Aku ingin memberi mu kejutan" kata Sofie dengan ceria
"Dari mana kau tau alamat rumahku? "tanya Jihan
" Dari lelaki yang sering kau ajak bertengar"
Ucap Sofie
"Sudah ku duga" kata Jihan, hanya Dio yang tau rumah ku ini
"kapan kau datang?" tanya Jihan
"kemarin" balas sofie
"Lalu kau bersama siapa kesini?" tanya Jihan
__ADS_1
Sofie tertawa melirik ke arah pintu
"Ayo keluar, aku tau kau ada disana" ucap Jihan
Dio keluar dari persembunyiannya dengan wajah tersenyum
"Kata Dio kau sangat sedih karena.., ucap Sofie yang tidak berani meneruskan perkataan nya.
"Sudahlah aku ingin melupakan semua tentangnya" jihan
"Jihan aku baru bertemu denganmu setelah beberapa tahun, tapi kau tidak berubah sama sekali, malah kau makin cantik" kata Sofie yang mengganti topik pembahasan nya
" yang harus bilang itu aku, kau makin cantik aja" jihan
"Lalu tidak ada orang yang membahasku" ucap Dio yang masuk di sela sela pembicaraan
" kau makin hari makin nyebelin" kata Jihan
" jihan kenapa kau sangat menjengkelkan hari ini, sikap mu berubah ubah" ucap Dio
"Itu karena mood nya lagi gak bersahabat, harusnya kamu itu menghiburnya, bukan nambah nambahin kekesalan dia" balas Sofie
"Sofie kau memang yang paling ter the best" kata Jihan memuji
"Hehh, liat dia, saat kau tidak ada dia selalu memuji mujiku, sekarang dia malah menganggap ku tidak ada" kata Dio
"Dio aku gak setega itu sama kamu, aku tuh sayang sama kamu" kata Jihan yang sedikit menggemaskan
"iya iya, aku tau kok" ucap Dio
"seperti nya dia sudah tidak sedih lagi" lanjut Dio ke Sofie
"Hahahaha" jihan mulai tertawa saat mereka menghibur nya
"oh iya aku pulang dulu yah" ucap Sofie
" memangnya mau kemana, cepat sekali pulangnya, rinduku bahkan belum terpenuhi, udah mau pulang aja" kata jihan
"Memang nya cuma kamu saja yang merindukan dia"
Kata Dio.
Ucapan Dio sudah membuat Jihan mengerti bahwa ingin bertemu dengn kekasihnya.
" baik lah, kau boleh pergi, tapi janji kita harus jalan jalan besok".
"Jihan bukannya besok ada reuni sekolah, kamu tidak ingin pergi? " tanya Dio
"Oh iya aku lupa, kepala sekolah kan sudah mengundang ku sebagai pemilik sekolah" pikir Jihan
"kau mau pergi kan?" tanya Dio lagi
"aku belum tau, kalau mood ku lagi baik, aku akan pergi" kata Jihan yang sedikit berpikir
"Yah sudah sampai jumpa besok" kata Dio
Saat selesai mengantar kedua sahabat nya pulang Jihan duduk termenung di sofa sendirian.
"Pasti Ryan pergi juga dan membawa Putri bersamanya. kalau aku pergi aku akan melihat dia, kalau aku gak pergi aku gak bisa ngumpul sama teman teman yang lain, lalu kepala sekolah mencari ku"
"Ahhh aku pusing" sambil memegang dahinya.
"Lebih baik aku pergi tidur saja, aku akan memutuskan nya besok" menuju ke kamarnya
Bersambung..
__ADS_1