
Jihan menyusuri toko pakaian satu persatu.
"kau yakin tidak ingin membeli satupun" kata Dio
" aku akan membeli baju ini" menunjuk baju hoddy yang sedang dia pakai
" baiklah, aku akan membelinya untuk mu" ucap Dio
" aku akan membelinya sendiri" kata Jihan
" lalu apa gunanya kartu VIP ku ini"
"Kau bisa memakainya pada Kekasih mu nanti"
"gak, mba jangan mengambil kartunya" menyodorkan kartunya ke kasir toko
"Baiklah kalau begitu aku juga akan membelikan mu sesuatu" ucap Jihan
" terserah kau saja" jawab Dio
Mereka berpindah ke toko Kecantikan, Jihan kaget melihat Produk kecantikannya yang tersusun Rapi di sebuah etalase itu.
"Dio aku akan membelikanmu parfum, kau harus memakai nya setiap hari" kata Jihan yang sangat bersemangat
Memilih wangi parfum yang pernah dia buat.
"mba, apa kau punya wangi parfum selain ini" tanya Jihan
"kami punya produk baru, mba mau lihat" menunjukkan parpum produk baru itu.
"jihan kenapa kita tidak beli yang lebih bermerk dari ini" kata Dio berbisik
Jihan menatap kesal Dio karena menganggap produk itu di bawah level nya.
" aku ingin membeli ini untuk mu" ucap Jihan yang mulai kesal
"Baik lah kalau kau memang suka"
"Seharusnya kau harus menghargai pemberian orang apapun merknya, karena orang itu tulus memberikan mu"
"Coba kau wangi parfum ini" menunjukkan parfum seperti wangi pakaiannya
"Wangi nya sangat familiar"
"coba kau tebak ini wangi parfum siapa?"
Mengenduskan hidung ke Jihan
"Ini wangi yang sama seperti wangi parfum mu"
"Jadi kau membeli nya disini"
" tapi maaf, kami baru membuka toko ini hari ini, dan kalian adalah pelanggan pertama kami"
"benarkah, bodoh sekali orang yang tidak tau toko ini"
" sebenarnya kami memang kebanyakan mengekpornya ke luar negeri"
"Maaf mba apa aku boleh bertanya, dari mana anda mendapatkan parfum kami, parfum jenis ini stoknya sangat terbatas"
Jihan mulai mencari alasan karena ada Dio di sampingnya.
"Aku pernah tinggal di bandung, kebetulan aku kenal dengan yang punya toko ini"
"Apa anda mengenal mba jihan, pemilik toko ini"
Mendengar nama jihan di sebut, Dio langsung berbalik ke arahnya.
"Jihan ini milik kamu?"
Jihan menjawab dengan terbata bata.
"Kenapa kau tidak bilang kalau toko ini milik mu? "
"Ini bukan" jawab jihan menggantung
"Kau tidak usah menyangkal lagi, aku tau kau sedang mencari alasan"
"Iya iya aku mengaku"
"Kenapa juga aku bisa salah ngomong begini sih, kan aku jadi ketahuan" pikir jihan
"kalau begitu aku ingin membeli semuanya, bukannya kau ingin membelikannya untukku kan"
"Ehh, kamu mau pakai lipstick dan bedak juga" ucap Jihan sambil tertawa.
"Aku akan membaginya ke teman teman kampus"
__ADS_1
"Dio, kalau aku membelinya semua, kami mau menjual apa"
Hahhah, kau boleh membawa stok kamu lagi kesini.
"Kau pikir segampang itu" kata jihan
"Aku hanya akan membelikanmu parfum yang aku buat sendiri, kau harus janji memakainya tiap hari" lanjunya
"Aku beli ini saja yah mba"
Membeli parfum untuk Dio dan untuk nya.
Memberikan kartunya,
"tapi mba ini kan milik anda sendiri"
"Aku sebagai pembeli hari ini, kalau aku tidak membelinya bukannya kau tidak mendapat pemasukan"
Selesai membeli parfum untuk nya.
Mereka berjalan jalan lagi, mereka melihat kontes menyanyi di tengah.
"Dio ayo kesana" menunjuk kontes itu
"kau mau ikutan nyanyi juga" Dio tertawa
"aku mau melihat mereka bernyanyi saja"
"kalau kau bernyanyi, semua penonton akan kabur" kata Dio
"kalau begitu kau saja yang ikut"
Ucap jihan Tertawa
"aku hanya takut juri menunjukku jadi juara"
"Palingan mereka menyuruh mu turun panggung, karena suara mu yang cempreng itu"
"Kita pergi saja dari sini, ayo" merangkul jihan membawanya pergi dari keramaian
Dio merangkul lalu mengaitkan lengannya ke leher jihan.
"heyy kau mau membunuhku"
"Salah sendiri kenapa kau sangat menggemaskan"
Melepaskan lengannya,lalu berlari takut Jihan memukulnya
"Kau mau kemana, awas yah aku akan memberi mu pelajaran"
Berlari lalu naik keatas punggung Dio.
"Jihan kau sangat berat"
"Kau bilang aku ini gendutan"
Dio tersenyum setelah mengejek jihan
"pokoknya aku tidak mau turun, kau harus menggendongku sampai ketempat duduk itu" menunjuk kearah tempat duduk yang letaknya berada di dekat tangga lift.
"Baiklah Nona, aku akan mengantar mu sampai tujuan"
Jihan tertawa senang, jihan mengaitkan lengannya ke leher Dio
"Apa kau sedang membalasku? " tanya Dio
"Tentu saja" balas Jihan
"Kau boleh berbuat apapun yang kau mau" kata Dio
"Baiklah" spontan Jihan mencubit pipi bagian kiri Dio yang membuatnya terlihat lucu
Di sebuah tempat makan mall, Ryan dan putri sedang makan bersama, Ryan memandang mereka dari kejauhan.
Dia telah sampai di tempat duduk yang jihan inginkan,
Jihan duduk di tempat duduk itu setelah di gendong, Dio masih berada di bawah tempat duduk itu
"Dio"
"Hmm, kenapa?"
"aku mau menanyakan sesuatu pada mu"
"Katakan"
"Tapi kau harus menjawabnya dengan jujur"
__ADS_1
"Iya aku akan jawab jujur"
"Apa selama kita bersama, kau ada perasaan padaku" menatap mata Dio
Dio terdiam sejenak, terkejut mendengar pertanyaan jihan
Sebenarnya aku pernah menyukai mu, tapi aku membuang perasaan itu jauh jauh"
"Kenapa? "
"Aku punya 2 alasan yang membuatku tidak bisa meneruskan perasaanku"
"Pertama karena kau sahabatku aku tidak ingin kita saling membenci"
"Kedua karena kau pacar temanku, aku tidak ingin merebut kebahagiannya"
Sambil memegang tangan Dio, jihan meneteskan air matanya. Dio duduk disamping jihan, mengusap air matanya
"Heyy kenapa kau menangis" ucap Dio
"Aku hanya sangat bersyukur memiliki sahabat seperti mu"
"Aku sangat keren kan? "
"Hmm " mengangguk.
" Lalu kenapa kau tidak mencari pacar juga"
"aku pernah berjanji pada diriku, aku akan mencari pasangan setelah kau bahagia"
"Kenapa tidak mencari kebahagian juga?"
"Karena aku sudah bahagia jika kau bahagia"
"Dio jangan membuatku terlena dengan kata katamu"
"Aku tidak bertingkah sok keren dihadapanmu, tatap mataku apa aku sedang berbohong"
"Iya iya aku percaya"
"Sekarang aku mau bertanya padamu, apa kau pernah punya perasaan padaku"
Menggelengkan kepalanya
" lalu kau selama ini menganggap ku apa? "
" seorang kakak laki laki yang selalu melindungiku"
Dio tertawa
"kenapa kau tertawa, apa ada yang lucu dari perkataan ku"
"Tidak, aku hanya membayangkan kau punya 2 kakak, yang berebutan untuk selalu mengejek mu"
"kau membayangkan sejauh itu, apa kamu bilang tadi, ingin mengejek ku, kalau begitu aku tidak akan menganggap mu sebagai kakakku" kesal
"Jihan, aku hanya berharap kau tetap bahagia, walaupun banyak cobaan yang menerpa mu, kau harus tersenyum melaluinya, karena kau tidak sendiri, ada aku, kak johan, dan mama dan papa mu"
Jihan kembali mengeluarkan air matanya.
Dio membuka kedua tangannya menawarkan pelukan untuk Jihan.
" kemari lah" jihan menyandarkan kepalanya sambil memeluk Dio sambil menangis.
Dio menatap jihan yang berlinang air mata.
" terima kasih sudah selalu berada disisi ku" ucap jihan
"Bukannya itu kegunaan seorang kakak untuk adiknya" balas Dio
Jihan mengelapkan air matanya ke baju Dio. Menyadari baju favoritnya terkena air mata jihan
Menunjuk dahi jihan untuk menjauhi dari bajunya.
" menyingkir dari baju ku" kata Dio
Jihan tertawa melihat tingkah Dio yang mengkhawatirkan baju nya.
"Dio bukannya baju itu pemberian ku saat ulang tahunmu. Kau tidak usah khawatir aku akan memberikan mu baju yang lain"
"Bukannya kau sendiri yang bilang harus menghargai pemberian orang, tapi kau malah tidak menghargai pemberianmu" ucap Dio
"Iya iya aku minta maaf"
"Kita pulang saja kalau begitu. Sepertinya kau mulai kesal padaku"
"Mana mungkin aku kesal padamu" memukul hidung jihan pelan lalu beranjak dari tempat duduknya
__ADS_1
Bersambung..