
Saat itu ryan berusaha menjelaskan ke putri bahwa aku tidak mengenal gadis itu, aku bahkan kaget dia tiba tiba memanggil namaku, putri yang sangat polosnya mempercayai apa yang dikatakan ryan.
mereka pun kembali ke ruang kelas untuk mengikuti kuliah, jihan yang baru masuk ruangan melihat kedekatan Ryan dan Putri itu membuat hatinya benar benar sakit, tapi jihan berusaha menahan untuk tidak menghiraukan dia.
jihan berencana untuk memulihkan ingatan ryan secara perlahan dengan melakukan hal yang sama seperti kenangan yang pernah mereka lalui.
Jihan duduk di samping selurusan Ryan seperti saat dia duduk di bangku SMA.
Walaupun ada Putri disampingnya.
Putri menatap Jihan yang duduk tepat di sampingnya.
"kenapa ada dia di samping ku, aku kan bisa di ejek, kalau aku jadi penghalau mereka,tapi bodo amat lah Ryan bilang kan tidak mengenal gadis ini". Pikir Putri
Dosen masuk dan menjelaskan pelajaran kemudian dosen memberi pertanyaan untuk di jawab oleh putri, karena putri tidak tahu jawaban yang dipertanyakan dosen, dosen melempar pertanyaan kepada mahasiswa disampingnya.
Karena kecerdasan yang dimiliki jihan, jihan menjawab nya dengan sempurna. Ryan melihat jihan berbicara serasa dia akrab dengan kejadian yang tadi, tapi dia tidak menghiraukannya.
Waktu kuliah selesai, jihan menuju mobilnya yang sudah terparkir tepat di depan fakuktasnya. Sopir mobil nya membukakan pintu mobil untuknya.
Di tengaj perjalanan.
"pak aku inginmampir kerumah ryan untuk bertemu dengan ibu ryan, antarkan aku kesana".
"baik Nona".
Dia sampai dirumah besar mewah dia masuk kerumah Ryan. saat bertemu dengan ibu ryan mereka sangat senang, tetapi raut wajah jihan berubah dan terlihat sedih.
Jihan : aku minta maaf tante baru datang menyapamu setelah pertunanganku dengan ryan.
Ibu ryan : tidak apa apa sayang, kami mengerti dengan keadaan mu
Jihan : aku sudah bertemu ryan di kampus tadi. (nada melemah)
Ibu ryan : lalu apa yang di katakan padamu?
Jihan : aku pikir dia marah padaku tante, karena tidak menghiraukan ku sama sekali.
Ibu ryan : jihan, sebenarnya dia tidak marah sama kamu, hanya saja saat kecelakaan itu dia kehilangan memori nya setahun yang lalu sebelum kau masuk sekolah bersamanya.
Jihan: aku sudah tau dari Dio dan Vino.
Ibu Ryan: anak itu
Jihan: tante jangan marah padanya, aku yang memaksanya mengaku
Ibu Ryan : tante sudah berusaha untuk memulihkan ingatannya, tapi kau tau sendiri Ryan seperti apa sebelum mengenal mu.
Jihan : tante, apa tante ingin membantuku? Aku akan berusaha memulihkan ingatan dia, tapi aku takut dia tidak akan mengingatku lagi karena dia sudah menemukan penggantiku,
__ADS_1
Ibu ryan : apa dia mempunyai pacar di kampus?, siapa wanita yang dia pacari, padahal selalu mengingatkannya bahwa dia punya tunangan.
Jihan : tante aku tidak apa apa, tante tidak usah khawatir, jika memang dia mencintaiku dia pasti akan kembali kepadaku.
"Oh iya Kalo begitu aku pulang dulu, aku takut kakakku akan mecariku karena aku tidak langsung pulang"
"Baiklah"
Ryan datang dan membawa putri kerumahnya karena ingin mengenalkannya kepada ibunya, ryan yang melihat jihan heran
Ryan : apa yang kamu lakukan dirumahku?
Ibu ryan : ibu yang memanggil nya kemari, karena dia baru datang dari luar negeri karena pemulihannya saat dia kecelakaan bersama mu, lalu siapa gadis yang kau bawa ini
Ryan : ibu, perkenalkan dia adalah pacarku namanya Putri
Putri : halo tante. (dengan sopan)
Ibu ryan tidak menyukai gadis yang dibawa Ryan karena terlihat kampungan.
"Ryan kenapa kau membawa gadis seperti ini masuk kerumah kita" ucap ibu Ryan
"Memang nya dia kenapa, tidak ada yang salah dengan dia" kata Ryan
"Ibu tidak suka kau membawa gadis lain selain Jihan ke rumah ini" ibu Ryan
Jihan yang berada di sampingnya merasa tidak enak dengan Putri karena ibu Ryan menyudutkannya karena membela Jihan.
Jihan : tante sebaiknya tidak melakukan hal yang seperti itu, tante bertingkah kekanak kanakan, dia ingin menyapa tante, tante masuk saja aku bisa pulang sendiri.
Ibu ryan : kamu benar benar anak yang baik, mengusap kepala jihan dan mengatakan kamu hati hati yah di jalan.
Jihan : baik calon mertuaku, sambil menggoda ibu ryan
Ibu ryan tertawa dengan jihan, ibu ryan kembali masuk rumah
Dia melihat ryan dan putri yang sedang duduk menunggu ibunya , ibu ryan berjalan mendekati mereka kemudian duduk dikursi dan menanyakan pertanyaan kepada putri.
ibu ryan : dari mana kamu berasal ? bagaimana bisa kau mengenal anakku?
Ryan : mama sedang bertanya atau sedang memojokkan nya
Putri: aku dari palembang tante,aku mengenal Ryan di kampus.
Ibu Ryan: jadi kau kuliah bersama anakku.
Putri : iya tante
Ibu Ryan: kau pasti telah merayu anakku
__ADS_1
Ryan: ibu, kenapa malah menuduhnya, Ryan yang menyukai Putri Bu.
Ibu Ryan: ibu tau kau tidak sembarangan memilih seorang wanita.
Ryan : kenapa ibu bersikap seperti itu. Saat ada jihan ibu bersikap baik padanya.
Ibu ryan : tentu saja ibu baik padany, dia calon menantu ibu. dari awal ibu tidak menginginkan dia disini, jadi jika kau menyuruh ibu untuk menyukai nya jangan berharap lebih (pergi kekamar nya) didalam kamarnya ibu ryan mengatakan
"jangan harap aku bisa menerima mu, aku sudah memiliki calon menantu yang akan menjadi anggota keluarga kami, jihan jauh lebih baik dibanding kamu"
Ryan menatap putri kemudian membujuknya agar tidak mererasa kecewa dengan perlakuan ibunya, tidak biasanya ibunya seperti itu.
"ibu selalu mendukung keputusan yang aku buat tapi kenapa dia bisa berubah seperti itu " kata Ryan
" mungkin waktunya kurang tepat untuk mengenalkan putri ke ibu mungkin dia hanya memiliki mood yang jelek" lanjut Ryan
" Putri aku akan mengantar mu pulang"
"Kamu jangan sedih seperti itu, lain kali aku akan mengenalkan mu lagi ke ibu"
"Seiring berjalannya waktu, dia pasti bisa menerima mu" Ryan
Putri hanya menuruti perkataan Ryan yang menenangkan nya.
masuk ke mobil untuk mengantarnya ke Kosan.
Saat di Mobil tidak ada kata sedikit pun yang keluar dari mulutnya.
Ryan memulai pembicaraan lebih dulu.
"Apa kau masih kesal dengan perkataan ibu ku?"
"bukan begitu" kata Putri
"Lalu kenapa kau diam seribu kata begitu, biasanya kau sering mengomel" ucap Ryan yang mengejeknya
"aku hanya berpikir saja, bagaimana bisa kau tidak mengenal jihan, sedangkan ibu mu sangat akrab dengan nya"
"kau tidak usah peduli dengan itu, intinya aku lebih memilih mu"
"Kata Dio, jihan itu tunanganmu? " tanya Putri
" Mereka hanya ingin menjodohkan ku dengan gadis itu, tapi aku tidak setuju" jawab Ryan
"oh seperti itu"
"kau tidak usah banyak berpikir tentang yang dikatakan orang, yang perlu kau tau hanya mencintai ku".
Putri tersenyum mendengar perkataan Ryan yang perlahan membuatnya tenang.
__ADS_1
Dia sampai di kosan milik Putri, dia segera turun dari mobil dan masuk ke dalam kos nya.
Bersambung...