
Dikampus, semua mahasiswa mengikuti pelajaran dari dosen nya, saat itu pelajaran bahasa inggris.
semua mahasiswa mendapatkan tes untuk mengetahui tingkat kepandaiannya dalam berbahasa inggris yaitu membuat cerita tentang dirinya dengan menggunakan bahasa inggris.
kertas latihan mereka di kumpul ke dosen, dosen itu mengambil 2 dari kertas tersebut untuk di bacakan keteman temannya.
Dosen memberikan ke mahasiswa untuk di bacakan.
Putri membaca milik Dio dengan cukup berani, mendengar dia membaca, teman temannya menertawainya.
Putri malu dengan dirinya yang tidak bisa berbahasa inggris, Ryan menenangkan Putri karena kekurangannya dan ingin mengajarinya.
Jihan yang melihat kedekatan Putri dan Ryan membuatnya cemburu namun dia masih tetap bisa mengendalikan emosinya.
Jihan menatap Ryan yang berada di depannya. Dio yang berada di sampingnya
Menjahilinya agar dia tidak fokus pada Ryan yang sedang bermesraan dengan Putri.
Dio menggambar di kertas kecil dengan gambar monyet
Jihan membalas di kertas itu dengan tanda panah menunjukkan ke arahnya.
Dio menulis lagi di bukunya, yang isinya mengejek nama panggilan dia saat kecil dulu. Jihan pun tersenyum melihat nama kecil nya yang membuatnya sering bertengkar dengan Dio saat SMP dulu.
Vino penasaran dengan buku yang di tulis Dio, mereka saling merebut buku itu.
Dosen pun menegur mereka berdua. Jihan tersenyum ceria melihat dia ditegur.
Ryan berbalik melihat mereka, tanpa sengaja melihat jihan yang sedang tersenyum.
Sekilas Ryan melihat bayangan senyum Jihan saat masih SMA dulu. Tapi Ryan tersadar saat Putri menyuruh nya berbalik kembali.
Saat itu handphone jihan berdering panggilan dari kakaknya, tetapi jihan tidak bisa mengangkatnya karena masih mengikuti pelajaran.
Setelah kuliah selesai jihan keluar ruangan dan menelpon kakaknya kembali.
Johan : jihan, kau dimana sekarang?
Jihan : aku ada di kampus kak, ada apa?
Johan : jika kau pulang kampus, bisakah kamu ke kantor kakak sebentar ?
Jihan: memangnya ada perlu apa?
Johan: kamu akan mengetahuinya setelah datang kemari.
Sesampainya jihan di kantor kakaknya, jihan bertemu dengan kepala sekolah dia saat SMA dulu, jihan yang melihatnya menyambut kepala sekolahnya dulu. Johan melihat jihan datang dan menyuruhnya masuk di ruangannya bersama kepala sekolah.
Jihan: ada apa kak?
Johan : kepala sekolah SMA mu datang ingin mencari mu
Jihan: ada perlu apa pak? Tanya kepala sekolah
Kepala skolah : saya kesini ingin mendapatkan persetujuanmu untuk mengadakan reuni sekolah kita?
Jihan : Kalo bapak ingin melaksanakannya silahkan, aku akan mendukung kegiatan tersebut.
Kepala sekolah : bapak ingin kau hadir di acara tersebut, untuk memberikan sambutan sebagai pemilik sekolah.
Jihan: bagaimana kalau kakakku saja yang menggantikanku, aku belum terbiasa memberikan sambutan di acara resmi seperti ini.
Johan: kalau kau tidak ingin, kakak akan mewakilimu.
Saat itu dia berbincang dengan kepala sekolah untuk menceritakan kegiatan tersebut, karena kegiatan ini di lakukan oleh setiap angkatan yang lulus, cukup banyak dana yang harus dikeluarkan. Sementara dana kegiatan masih kurang untuk dilakukan, Jihan menyutujui kegiatan tersebut dan memberikan dana yang kurang sesuai yang di minta oleh proposal kegiatannya. Sementara itu kakak jihan juga memberikan sponsor kepada sekolah SMA itu dari perusahaan nya.
Jihan kembali Ke rumah, Berbaring di tempat tidurnya.
Ponselnya berdering, panggilan dari
Dio.
"hmm kenapa"
"Kau dimana? " tanya Dio
" aku ada dirumah" jawab Jihan
__ADS_1
"apa yang sedang kamu lakukan? "
" tidak ada, cukup bosan tinggal dirumah sendirian"
" aku ada di depan rumah mu? "
" kau jangan berbohong"
Mengganti panggilan ke Video Call.
" apa kau sudah percaya"
Jihan memanggil pelayan yang ada di luar kamarnya.
"Siapa diluar"
pelayan segera masuk ke kamar nya.
" ada apa nona?, apa ada yang bisa aku bantu?"
"Temanku ada diluar, bukakan dia pintu".
"Aku akan segera turun menemui mu"
Mematikan ponselnya.
Jihan turun ke bawah menemui Dio.
" ada apa kau datang kemari"
" aku hanya ingin mengajak mu jalan jalan, aku bosan tinggal dirumah"
" mau jalan kemana? " jawab jihan penuh dengan semangat.
" sudah lama aku gak jalan jalan". Lanjut nya
" terserah kamu saja mau kemana, yang penting kita senang senang" ucap Dio
"Yah udah aku ganti baju dulu yah"
Menghentikan langkahnya.
" Aku lupa, harus beritahu kakak dulu kalau kau mengajak ku jalan jalan"
"Kamu telpon saja sekarang! " Dio
" ponsel ku ada di kamar"
Menyuruh pelayan mengambilkan ponselnya.
"Jihan, apa kakak mu yang menyiapkan ini semua? " tanya Dio
" maksud kamu apa? "
" maksud aku pelayan dirumah ini"
"Hmm, kak Johan tidak mau aku seperti yang dulu harus melakukannya sendiri, makanya dia menyiapkan semua ini hanya untuk ku"
"Kau tau, awalnya aku cukup tersiksa karena harus di awasi 24 jam begini, yahh sekarang aku malah terbiasa menyuruh orang" kata Jihan
" kakakmu benar benar sangat memanjakanmu" kata Dio
"Dia juga di dukung sama mama dan papa,
"Mau tidak mau aku harus terima"
Pelayan memberikan ponsel miliki Jihan.
" aku telpon kak Johan dulu, semoga dia mengijinkan kita"
"ada apa Jihan"
"Kak aku ingin pergi jalan jalan bersama Dio , boleh kan? "
"tentu saja boleh"
"Dio ada dirumah bersama mu? " tanya Johan
__ADS_1
"iya kak, dia ada di samping ku sekarang"
"Berikan ponsel mu ke Dio kakak mau cerita"
"Halo kak" ucap Dio
"Dio, jaga Jihan baik baik yah, aku mempercayakannya padamu" kata johan
" siap kak"
"Baiklah, jangan pulang terlalu malam yah" kata Johan
" iya, kak Johan tidak usah khawatir".
Menutup telponnya.
"tunggu aku disini, aku akan mengganti baju ku dulu"
" jangan lama lama, gak usah terlalu cantik"
" iya iya bawel banget sih"
Setelah berganti baju, dia langsung menuju mobil Dio yang sudah menunggunya di halaman rumah.
Mereka menuju di sebuah taman kota tempat dia kencan bersama Ryan.
Jihan terlihat sedih mengingat kenangan dia saat bersama Ryan.
" kau kenapa? " tanya Dio
" kita mau bersenang senang disini, tapi kau malah memasang wajah murung" lanjut Dio
"Apa kau tidak suka tempat ini?"
"Tentu saja aku suka, aku pernah kesini terakhir kalinya bersama Ryan, tepatnya saat kecelakaan itu" kata jihan
"ohh, Aku tidak tau"
"Kalau begitu kita pergi dari tempat ini saja" kata Dio agar Jihan tidak mengingat kenangannya bersama Ryan
" kita pergi ke mall saja, aku ingin membeli sesuatu" kata Jihan
"Baik lah nona, aku akan mengikuti keinginan mu, pokoknya hari ini adalah hari menemani jihan seharian" ucap Dio
Jihan tersenyum melihat tingkah Dio.
Mengendarai mobil nya menuju mall milik orang tua Dio.
Tentu saja saat memasuki mall , mobil Dio menjadi pelanggan VIP, tidak ada mobil satupun yang melewati jalan itu.
" wahh mobil mu seperti tamu penting saja"
Meledek Dio
" jihan kau tidak usah cerewet".
"Baiklah tuan VIP ". Jihan Tersenyum
Mereka memasuki mall yang di dampingi oleh beberapa staff yang sedang bertugas hari ini.
" Jihan kau mau beli apa?"
"aku ingin melihat lihat dulu, kalau ada yang aku suka, aku akan membelinya"
"Bukannya akan lebih bagus jika mereka yang membawakan nya padamu sesuatu yang ingin kau beli"
" Dio kau ingin mengajakku jalan jalan atau hanya ingin memanjakanmu, apa bedanya jika aku tinggal dirumah". Kata Jihan
Jihan melihat barang barang dan mencoba beberapa pakaian seperti pengunjung mall yang lainnya kemudian berpindah ketempat lain
" kau tidak membeli satu pun dari beberapa barang yang kau coba"
"aku tidak membutuhkannya"
" aku akan membelinya untuk mu" menyuruh pegawai untuk membeli barang itu
"Dio berhenti, jangan lakukan itu"
__ADS_1
"Batalkan" kata Dio ke pegawai tadi
Bersambung..