Cinta Pada Pandangan Pertama

Cinta Pada Pandangan Pertama
Mencari tahu


__ADS_3

Kegiatan reuni segera di mulai, Alumni SMA Jakarta berdatangan setiap angkatan termasuk Ryan,Dio dan Vino, Ryan mengajak Putri untuk ikut bersama nya diacara reuni sekolahnya.


Kepala sekolah meminta Jihan untuk memberikan sambutan sebagai pemilik sekolah. Jihan yang tidak ingin melakukannya menyuruh kakaknya yang datang sebagai tamu untuk menggantikannya


Kakaknya dengan terpaksa menggantikan adiknya, tidak ada yang tahu dari teman Jihan bahwa itu adalah kakaknya Jihan kecuali Dio . Dio yang melihat nya dan mendengar sambutan kakaknya yang mengatakan sebenarnya saya mewakili adikku sebagai pemilik sekolah ini, karena berhubung dia sedang tidak enak badan.


mendengar itu dio kaget dan menyadari bahwa selama ini Jihan pemilik sekolah itu tapi tidak memberitahunya, bahkan saat itu dia tidak bebas menggunakan fasilitas sekolah karena temannya yang beranggapan dia seorang anak yang miskin.


Dio mencari Jihan.


"anak itu kemana, bukannya memberikan sambutan malah menghilang"


Jihan duduk di pinggir danau tempat favorite nya. Sekarang danau itu terbuka untuk semua Siswa yang ingin kesana, karena permintaan Jihan.


"Ternyata kau disini rupanya" ucap Dio


Dio duduk di samping Jihan.


"Kepala sekolah mencari mu" kata Dio berbohong


"Untuk apa? Oh kau sudah tau" kata jihan


"Hmmm, kenapa kau melakukan itu? " tanya Dio


"Kau tidak perlu tau alasanku kenapa, cukup kau merahasiakannya dari orang orang" ucap Jihan tegas


" Baiklah"


Ryan dan Putri berada di danau kemudian dihampiri oleh temannya dan bertanya “siapa orang yang kau bawa itu Ryan?,


“dia pacarku” kata Ryan


“ dulu kau sangat lengket dengan jihan seperti tidak ingin lepas dengannya, begitu cepat kau melupakannya"


Temanya pun pergi meninggalkan, Ryan tiba tiba mengingat sesuatu tentang kenangannya bersama Jihan, saat menuju pintu tempat persembunyiannya.


Terlihat jelas wajah Jihan saat dia meminta jihan untuk memjadi pacarnya.


tetapi tidak di hiraukan nya seperti bayangan angin lalu.


" apa yang sedang ku pikirkan, kenapa aku selalu membayangkan Jihan setelah berbicara padaku"

__ADS_1


"Ahh sudah lah" pikirnya


Ryan menceritakan tempat tempat dia saat sekolah dulu ke Putri, beberapa kali Ryan melihat bayangan kenangannya saat bersama Jihan disekolah, tetapi dia masih saja tidak mengingat tetang jihan karena bayangan yang hanya sekilas itu. Tapi dia masih penasaran tentang ingatan bersama gadis yang dia lihat.


Saat Jihan dan Dio beranjak dari tempatnya. Lagi lagi melihat Ryan bersama Putri yang sedang tertawa bersama.


Sepulangnya dari Reuni, Ryan bertanya kepada ibunya mengenai barang barang nya saat SMA, dia menggeledah barangnya dikamarnya, meminta Handphone lama yang dia pakai dulu saat SMA ke Ibunya.


Membaca Chat nya dengan Jihan yang masih tersimpan di Ponselnya itu.


Dia baru menyadari ternyata dia memang pernah mengenal Jihan. Bayangan yang dia ingat terselip di Foto foto itu.


"Tapi kenapa aku masih tidak mengingat nya sama sekali, padahal sudah ada bukti bahwa dia memang pernah pacaran denganku"


Chat putri masuk dia pun membalas chat kekasih nya itu, tetapi dia masih mengingat Jihan yang terus memutari ingatanya.


Dia pun pergi tidur karena sudah capek dan menyerah dan tidak ingin memaksakan dirinya.


...----------------...


Semester pertama perkuliahan berlalu dan semester kedua dimulai mahasiswa memasuki ruangan dan mengikuti perkuliahan, seorang lelaki masuk diruang kuliah yang merupakan mahasiswa yang pindah dari luar negeri.


Dika pernah bertemu dengan Jihan di sebuah Kafe Di Paris, Jihan membayarkan minuman Dika yang tidak memiliki Uang Cash, karena pembayaran card sedang rusak.


Bahkan Dika sempat kenalan saat itu dengan Jihan.


kelas pun diakhiri, Jihan keluar dari ruangan dika mengejarnya ingin mengajak nya cerita.


Dika : hay, apa kau tidak ingat dengan ku?


Jihan : bukannya kau mahasiswa pindahan itu (Cuek)


Dika : bukan, maksud aku kita pernah bertemu di Paris, di kafe, kau membayarkan minumanku, kita sempat berkenalan disana.


Jihan : oh itu kamu, maaf aku benar benar tidak memperhatikanmu, kenapa kau bisa ada disini, bukannya kau berkuliah di luar negeri.


Dika : aku sudah capek tinggal diluar negeri, lagi pula orang tua ku sudah tinggal di jakarta, mungkin lebih baik jika aku tinggal disini saja (aku ingin mengenalmu dan menjadikan mu pacarku) pungkas dika di pikiran nya


Jihan : oh seperti itu, akan lebih baik jika kau merasa nyaman dimana pun kau berada.


Dika : kamu betul, apakah kau sudah makan?, kali ini biar aku yang mentraktirmu

__ADS_1


Jihan : belum, sebenarnya aku juga lapar


Dika : kalau begitu ayo kita pergi makan bersama.


Sesampainya ditempat makan Jihan dan Dika bertemu dengan Putri yang sedang menunggu Ryan untuk makan bersama.


Ryan pergi bersama temannya Dio dan Vino, Ryan sedang bertanya ke Dio mengenai kenangannya setahun yang lalu.


" Kenapa kau baru membahasnya" kata Dio


" kamu sudah terlambat Ryan, Jihan sudah menyerah dengan mu" kata Vino


"Vino, sebaiknya kau jangan membuat dia mengurungkan Niatnya mau mengingat Jihan" menyenggol lengan Vino dengan nada pelan.


Mereka berdua menjelaskan semuanya dengan Ryan, satu persatu Ryan merangkai bayangan yang dia ingat selama ini.


Cuma itu yang bisa kita katakan, selebihnya terserah kau saja, kalau memang masih mencintai nya kejar dia, jika kau tidak peduli keberadaannya, kumohon lepaskan dia jangan buat dia menderita" ucap Dio


"Pikirkan baik baik Ryan, mana yang terbaik buat mu" ucap Vino


"aku pergi dulu, Putri sedang menungguku". Kata Ryan yang beranjak dari tempat duduk nya.


"Buat apa kau bertanya mengenai jihan kalau masih bersama putri" kata Vino


"cinta memang bisa membuat kita buta yah, jelas jelas ada tunangannya yang cantik baik dan selalu menunggunya, malah masih dekat dekat aja sama Si Putri" lanjut Vino.


Disisi lain Jihan dan dika makan sambil mengobrol bersama, dika yang memilki karakter yang ceria namun serius bahkan dia membuat jihan tertawa disepanjang obrolan mereka.


Ryan datang kepada putri yang dari tadi menunggu nya makan kemudian melihat Jihan sedang bersama lelaki yang tidak dia lihat tampangnya


Ryan merasa terganggu melihat kedekatan mereka tetapi dia juga tidak ingin memperlihatkan kecemburuannya karena ada Putri di sampingnya.


"Siapa lelaki yang sedang bersama nya makan? "


" Dia terlihat bahagia sekali, apa dia memang sudah menyerah denganku" Pikirnya sambil memandang tempat duduk mereka


Putri menyadari perubahan sikap Ryan yang perlahan lahan tidak terlalu peduli dengannya,karena sibuk ingin mengetahui ingatan dia yang terlupakan setahun yang lalu.


"Tidak biasanya Ryan pendiam saat bersama ku, walaupun dia memang cuek sih" Pikir Putri


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2