Cinta Pada Pandangan Pertama

Cinta Pada Pandangan Pertama
Melamar Jihan


__ADS_3

Ryan menelpon Jihan untuk bertemu dengannya di Sekolah mereka dulu, dia bermaksud ingin menembak Jihan untuk jadi Pacarnya kembali, tapi setelah berpikir panjang dia berencana untuk melamar nya saja.


Ryan telah mempersiapkan kejutan untuk Jihan dengan bantuan teman-temannya,


Sesampainya Jihan didepan sekolah dia tidak melihat siapapun disana. Karena sekolah sedang libur, Saat Jihan berjalan memasuki pintu masuk sekolah dia melihat setangkai mawar merah dan sebuah catatan kertas yang ditulis Ryan, kertas itu berisi kata kata petunjuk untuk bertemu Ryan disuatu tempat, Jihan tertawa melihat tingkah Ryan yang kekanak-kanakan namun romantis yang cukup menyentuh hati Jihan.


“apa yang sedang dia lakukan sekarang, apa dia meyuruhku untuk bermain teka teki”


tapi jihan tetap melanjutkan permainan itu dan mencoba memecahkan petunjuk yang di berikan.


Petunjuk itu berhubungan dengan kenangan mereka berdua,Sebuah kata kata Romantis yang terselip disetiap kalimat yang di tulisannya membuat Jihan semakin penasaran. saat dia membuka kertas lagi, kertas itu bertuliskan “ aku yakin kau bukan orang yang bodoh"


"Apa sekarang dia mengejekku" tersenyum lepas


Setiap menemukan petunjuk Jihan mendapat setangkai bunga mawar merah, kertas berikutnya adalah menuju ke sebuah danau yang telah di hias oleh Ryan.


sesampai disana jihan tidak melihat siapapun termasuk ryan , Jihan melihat pohon yang terdapat foto mereka berdua saat mereka mulai dekat, berpacaran lalu tunangan, semua foto itu di gantung di pohon yang sering ditempati Ryan berbaring dengan hammocknya.


Jihan meneteskan airmatanya terharu melihat semua foto kenangan mereka, setelah yang dia lalui setahun belakang ini, beban cinta yang mereka berdua lalui benar benar sangat di uji.


Saat melihat satu persatu foto yang tergantung di pohon itu, Di balik pohon itu Ryan menampakkan dirinya yang sudah menunggu Jihan cukup lama.


Jihan yang melihat Ryan berlari memeluknya, Jihan menangis bahagia melihat Ryan, Ryan menyeka air mata nya


"apa kau menyiapkan kejutan ini untukku"


Tanya Jihan


"hmmm" mengangguk lalu menggelengkan kepalanya


"maksud kamu apa" mengerutkan alisnya


"mereka membantu ku melakukan ini semua"


"kau tidak romantis" Jihan cemberut


"lalu kata kata yang di kertas itu?"


"Tentu saja itu ungkapan dari ketulusan ku


Saat menulisnya"


"jadi kau yang mengatakan aku ini bodoh"


"bukan seperti itu maksudku, aku hanya ingin bersikap Romantis tapi kau malah menanggapi nya bercanda"


Jihan tertawa lalu memeluk Ryan.


"terima kasih sudah menungguku selama ini, aku janji tidak akan membuatmu merindukan ku sendirian lagi" ucap Ryan


"kau janji tidak akan melakukan nya lagi" ucap Jihan terdengar sedih


"aku sudah merasakannya saat kau bilang tidak ingin menemui ku lagi, itu sangat menyakitkan"


Jihan kembali meneteskan Air matanya lagi

__ADS_1


“ kau terlihat jelek jika sedang menangis” ucap Ryan bercanda


Jihan memukul Ryan di dadanya dan tersenyum.


"lihat kau mengejek ku lagi"


Teman temannya yang menyaksikan mereka ikut terharu melihat mereka,


"Ryan romantis juga yah" kata Vino yang sudah cekikan melihat mereka berdua


"seperti ini lah rasanya menjomblo, kita hanya bisa menyaksikan keromantisan orang" ucap Dio


"Dika apa kau cemburu melihat mereka, bukannya kau juga menyukai Jihan" tanya Vino


"bukannya kau sama sepertiku, mencintai orang yang bukan milik kita, aku akan bahagia jika melihatnya Bahagia" ucap Dika


"Sudah sudah kalian jangan berdebat lagi, Jihan akan curiga kalau kita sedang mengintipnya" Dio yang mulai kesal


saat itu Ryan berlutut dan menawarkan cincin kepada Jihan


“ will you marry me “


Jihan yang sock menangis kembali, Jihan tidak menyangka Akan dilamar oleh Ryan.


"kau tidak bercanda kan Ryan"


"apa kau tidak ingin menikah denganku"


"bukannya tidak terlalu cepat untuk melakukan pernikahan"


"apa kau menolak ku? "


"Lalu kenapa kau tidak mengiyakan lamaranku"


"hanya saja ini terlalu cepat"


"aku tidak ingin kehilangan kamu lagi Jihan, sudah cukup yang kita lalui selama ini"


Jihan mengiyakan dengan menganggukkan kepalanya. Mereka pun saling berpelukan dan mencium Jihan.


Karena tidak tahan melihat mereka bermesraan teman teman nya keluar dan memberikan selamat kepada mereka berdua.


"akhirnya kalian bersatu kembali" kata Vino


Mereka menikmati danau dan bercanda tawa bersama.


Saat pulang kerumah, Ryan membawa Jihan kerumah nya, memberi tahu bahwa dia telah melamarnya.


Ibu Ryan sangat senang dengan mendengar perkataan anaknya


"Jihan, kau akan segera menjadi menantu ku"


"iya tante"


"ehh kau tidak perlu memanggil ku tante lagi, Panggil aku Ibu"

__ADS_1


"aku kan belum resmi menikah dengan Ryan, tante" Jihan tersenyum


"gak apa apa Jihan, lagi pula selama ini kamu memang sudah ku anggap sebagai menantuku"


"Tante aku akan memanggilmu ibu setelah aku menikah nanti"


"gak.. gak.. ibu sudah ingin mendengarnya, ayo katakan! "


" Iya Tante, ehh I.. Bu. " dengan terbata bata.


Ibu Ryan tersenyum lalu memeluk Jihan hangat.


" sekarang aku tidak di anggap gak ada setelah bertemu dengan calon menantunya" kata Ryan


Mereka menantap Ryan lalu tidak memedulikannya. Ibu Ryan membawa Jihan Ke Ruang keluarga, mengajak nya ngobrol.


"Bu, apa sesuka itu dengan Jihan?, kemarikan Jihan, dia calon Istri ku" tanya Ryan Teriak


Ryan tersenyum tipis saat melihat kedekatan Jihan dan Ibunya.


setelah berbincang cukup lama, Jihan berpamitan pulang karena langit sudah gelap.


"Tante aku pulang dulu yah, ini sudah malam" ucap Jihan


"sudah ku bilang jangan panggil Tante"


"Maaf Bu" tersenyum


" Ryan, antar Jihan pulang" memanggil Ryan


"Loh, kenapa? Aku pikir kau akan menginap disini" ucap Ryan


"Ryan kamu jangan macam macam yah, kau belum menikah, mau suruh Jihan nginap aja"


"Ryan hanya bercanda Bu, lagian kalian mengobrol gak ada habisnya, yah aku pikir kalian akan bercerita sampai pagi tiba"


"yah begitu lah kalau wanita Ryan, kamu ngerti dikit lah, selama ini aku gak pernah ada teman ngobrol, kamu dan Ayah mu hanya sibuk dengan urusanmu, sampai-sampai cuekin Ibu" kata Ibu Ryan yang curhat dengan isi hatinya


" Ryan, jadi selama ini kamu cuekin Ibu, awas yah kamu kalau seperti itu lagi ke Ibu"


Kata Jihan memarahi Ryan


"Bukannya Aku cuekin, yah hanya saja, Ibu terlalu cerewet" kata Ryan berbisik ke telinga Jihan


" lalu aku?, mau bilang aku cerewet juga?, jadi mau cuekin aku" Tanya Jihan


" tentu saja tidak, kau memang cerewet tapi sangat menggemaskan" mencubit pipi Jihan


Jihan tersenyum, Ryan mengajak Jihan Pulang,


"Ibu aku Pulang dulu yah" kata Jihan


Saat beranjak pergi Ryan kemudian menggoda ibu nya,


"aku sayang sama ibu" ucap Ryan lalu mencium Pipi ibu nya

__ADS_1


"Dasar Anak nakal, kau sudah tumbuh dewasa sekarang" ucap Ibu Ryan tersenyum senang melihat Anaknya sangat bahagia hari ini.


Tamat.


__ADS_2