
Dio datang ke rumah sakit untuk menghibur Jihan, mama jihan menyuruh Dio untuk menenangkan perasaannya.
Saat Dio masuk ke kamar Jihan.
Jihan langsung melemparkan bantal nya ke arah pintu. Dio kaget melihat Jihan yang emosinya tidak terkendali, Baru kali ini dia melihat Jihan berbuat seperti itu.
Dio masuk menenangkan Jihan Walaupun Jihan enggan menemui siapapun.
"Keluar, aku bilang keluar"
"Jihan, kendalikan emosi mu"
Jihan hanya terdiam, tidak ingin meladeni Dio
"apa kau ingin berjalan jalan keluar kamar, aku akan menemanimu, agar kau bisa tenang"
Tidak ada tanggapan dari Jihan apapun yang dikatakan Dio.
Dio mengambil kursi roda, saat Jihan melihat kursi roda di sampingnya. Dia sangat marah.
"apa kau menganggapku orang yang tidak bisa berjalan juga, singkir kan benda itu di hadapanku" kata Jihan Kesal
"Baik lah" segera mengeluarkan benda yang disuruhnya tadi.
" kalau begitu kau mau apa? "
" tinggalkan aku sendiri"
"Jihan kau tidak boleh seperti ini terus"
"Kenapa, jika kau tidak suka kau boleh pergi, tidak ada yang menyuruhmu datang kemari"
"Jihan sadar lah, kau masih bisa sembuh, kenapa kau jadi pesimis begini "
"Percuma, jika aku sembuh, tidak ada gunanya juga kan"
"Ryan saja meninggalkanku karena aku pernah cacat, sekarang aku benar tidak bisa berjalan lagi, mana ada orang yang akan menyukai ku"
"Aku masih bersama mu Jihan, bukannya kamu sendiri yang bilang, ingin menikah denganku".
"Berhenti Dio, aku tau kau hanya ingin membuatku tenang saja kan".
Jihan mulai menangis, air matanya menetes membasahi pipinya.
Dio memeluk Jihan dengan lembut.
"aku janji akan membuatmu seperti dulu lagi, asalkan kau juga harus berusaha untuk sembuh" kata Dio
"Masih banyak orang yang peduli denganmu, bukan karena penampilan fisik mu, tapi hati mu, kau selalu tulus dengan setiap orang yang baru kau temui"
__ADS_1
Dio memaksa Jihan untuk melakukan pengobatan tapi Jihan tetap tidak mau karena itu sangat menyakitkan.
"Mengomsumsi obat saja tidak akan cukup untuk mengobati mu, kau harus melakukan terapi fisik juga . Ini tidak akan menyakitkan Jihan, kau hanya perlu berusaha berjalan dengan alat bantu" ucap Dio membujuk
"kau yakin"
"Aku yakin, terapi ini sudah menyembuhkan beberapa pasien seperti dirimu, setelah kau melakukannya kau akan sembuh"
"baiklah, aku akan mencobanya" kata Jihan namun masih ragu
Di kampus Ryan bertemu dengan Putri, Putri merasa Ryan telah berubah dengan nya dan membicarakan nya dengan Ryan,
Ryan mengungkapkan bahwa aku telah menemukan ingatan ku kembali, aku baru menyadari bahwa hubungan kita selama ini benar benar salah, aku minta maaf.
Jika bukan karena kecelakaan itu yang membuatku melupakan Jihan, aku pasti masih tetap bersama nya.
Putri merasa sedih mendengar pengakuan dari Ryan dan tidak bisa merelakan Ryan untuk meninggalkannya.
Putri: aku mencintai mu Ryan.
Ryan : aku minta maaf sebaiknya kita berteman saja, hubungan kita selama ini salah, aku bahkan membuat seorang yang aku cintai selama ini menderita karena perbuatanku
Putri : tapi aku tidak ingin putus dengan mu
Ryan : aku tidak bisa bersama mu lagi, kau akan mendapatkan lelaki yang lebih baik dariku, saat ini Jihan membutuhkan kehadiranku, aku tidak ingin dia kecewa denganku untuk kedua kalinya.
Ryan meninggalkan Putri sendirian dan segera menuju rumah sakit.
Saat berjalan di suatu ruangan, Ryan melihat Jihan bersama Dio di tempat terapi kemudian Ryan menghampiri mereka.
Ryan menatap Jihan dengan sedih, menghampiri Jihan dan Dio, dan menggantikan Dio untuk membantu jihan melakukan terapi.
Jihan : aku tidak butuh bantuan mu, lagi pula aku tidak mengenal mu.
Ryan : dia tidak menghiraukan Jihan, dia hanya membantu tanpa berbicara apa pun.
Jihan : aku tidak ingin kamu ada disini, Dio suruh dia pergi.
Ryan : Jihan, berhenti berpura pura tidak mengenalku, aku tau kau sedang berbohong.
Jihan : jika kau tau, kenapa kau masih ada disini,aku tidak ingin melihatmu aku membencimu.
Ryan : maaf kan aku Jihan, aku terlambat mendapatkan ingatan ku kembali.
Jihan sangat terkejut mendengar Ryan sudah mengingatnya lagi, Jihan menjadi lemas dan terjatuh. Jihan menatap ryan dengan penuh bahagia dan membuat dia menangis karena terharu.
Jihan: apa kau sudah mengingat ku?
Ryan : (mengangguk) iya,aku mengingat semua kenangan kita dulu
__ADS_1
Jihan merasa sedih karena saat ini dia sedang tidak berdaya dan membenci keadaan dia yang sekarang.
Ryan : Jihan apa kau masih marah dengan ku?
Jihan : aku marah dengan diriku seperti ini. Lebih baik kau pergi saja bersama Putri dan lupakan aku,
Ryan : aku sudah memutuskan hubunganku dengannya, yang seharusnya jadi pacarku itu kamu,aku minta maaf karena menyakiti perasaanmu. Selama ini, aku benar benar bodoh telah melupakanmu.
Jihan : aku bukan pacar kamu lagi, saat ini juga kita tidak punya hubungan apa pun
ryan : aku mencintaimu, hubungan aku yang dulu dengan Putri adalah kesalahan.
Jihan : bukannya hubungan kita yang dulu juga kesalahan katamu, akan lebih baik, jika kau melupakan ku saja selamanya.
Ryan : tidak Jihan, kamu tunanganku, kenapa aku harus melupakanmu.
Jihan : aku sudah tidak berguna lagi, jika kau bersamaku kau hanya akan mengurusi ku saja , aku tidak ingin membebani mu hanya karena aku.
Ryan memeluk jihan dan mengatakan untuk menyuruhnya berhenti berbicara, Ryan mengatakan, "apapun yang kamu katakan aku tidak akan peduli, yang kuinginkan hanya ingin bersamamu, aku akan selalu menjagamu dan mendampingimu dimanapun kau berada, aku mencintaimu dengan tulus walaupun kau punya kekurangan,aku akan masih tetap mencintai mu"
" jangan membuatku berharap banyak padamu, itu akan membuatku kecewa, jika semuanya hanya untuk membuatku bahagia"
Dio yang berada di dekatnya merubah suasana sedih menjadi canggung
" kalian masih tetap ingin terapi atau mau mesra mesraan dihadapan kami" kata Dio
" kau benar benar tidak tau situasi yah" kata Ryan
Jihan yang sudah berlinang air mata merubah ekspresi wajah nya menjadi kesal
Menatap Dio tajam
"Dio aku lapar" ucap Jihan kesal
" yah sudah aku akan meninggalkan mu dengan Ryan, Ryan kau gantikan aku yah, aku akan cari makan dulu" ucap Dio yang mengerti keadaan
Jihan mulai menunjukkan senyumannya, membuat dia bersemangat kembali setelah bersama dengan Ryan.
Ryan membantu Jihan untuk berdiri, lalu melanjutkan terapinya.
" apa sangat menyakitkan? Tanya Ryan
" hmmm" mengangguk kan kepalanya.
Saat di Luar ruang terapi
"wah aku yang capek capek bujuk Jihan, dia langsung aja tiba tiba menyingkirkan kan ku" kata Dio saat berjalan keluar ruangan itu.
" tapi gak apa apa lah, demi kebahagiaan Jihan, aku rela berkorban dan mengalah untuk mu"
__ADS_1
Bersambung..