Cinta Pada Pandangan Pertama

Cinta Pada Pandangan Pertama
Wanita idaman


__ADS_3

Saat ingin pulang, Jihan berpapasan dengan Ryan dan Putri, kemudian Dika muncul dibelakang mereka setelah membayar makanannya, ternyata Dika dan Ryan saling mengenal saat di bangku SMA, Dika pernah bersekolah di SMA yang sama dengan Ryan dikelas 1 dan 2 tapi dia pindah keluar negeri karena mengikut dengan orang tuanya, Dika pernah dekat dengan Ryan,Dio dan Vino,


Saat melihat Ryan, Dika meyapa nya.


" Ryan"


" Dika, kapan kau datang?" tanya Ryan


"seminggu yang lalu, aku melanjutkan kuliah ku disini" jawab Dika


"kenapa kamu tidak mengabari kami?" tanya Ryan lagi


" aku ingin memberikan kalian surprise tapi kamu sudah menemukan ku" ucap Dika


"eh dia gadis yang bersama mu ?" tanya Dika


"dia pacarku, perkenalkan dia Putri" jawab Ryan


"aku Dika teman Ryan" sambil mengulurkan tangannya untuk salamam


" dengan siapa kamu?" tanya Ryan


"aku bersama Jihan, (menghampiri nya), Jihan ini Ryan temanku


"aku sudah mengenal mereka, dia satu kampus dengan kita, hanya saja dia mengambil mata kuliah yang berbeda dengan ku" kata Jihan


" jadi kita berada di kampus yang sama, kalau begitu kita akan sering bertemu" ucap Dika


"kalau begitu aku akan pulang duluan saja, aku masih ada urusan" ucap Jihan yang tidak ingin melihat Ryan


"aku akan mengantar mu" Dika


"kau tidak perlu mengantar ku, aku naik taksi saja" ucap Jihan


"Gak, aku yang membawa mu kemari" ucap Dika ke Jihan. Ryan aku pulang dulu yah, aku harus mengantar nya kembali, aku yang mengajaknya keluar" kata Dika ke Ryan yang segera pergi menyusul Jihan


Ryan sedikit cemburu dan bertanya tanya tentang hubungan mereka berdua.


" Kalau begitu kita pulang juga. aku akan mengantar mu pulang" ucap Ryan


Jihan sudah sampai rumah, dia sedikit sibuk karena urusan bisnisnya, Jihan harus ke Bandung untuk melakukan rapat perusahaanya untuk pertama kalinya.


Selama 3 hari Jihan tidak masuk kampus Dika mencari cari jihan tapi tidak memiliki nomor telponnya.


Di sebuah kafe, Ryan, Dio, Vino dan Dika sedang berkumpul karena baru bertemu, mereka berbincang bincang mengenai wanita.


"Dika apa kau punya pacar seperti Ryan? tanya Dio yang mengejek Ryan


"aku sedang tidak menjalin hubungan, tapi sekarang aku sedang menyukai seseorang" jawab Dika


" apa dia sangat cantik?" tanya Vino


" aku tidak melihat orang dari kecantikannya, yang penting dia terlihat menarik untukku" jawab Dika


"Lalu kenapa kamu tidak menyatakan perasanmu? " tanya Dio


"masih terlalu cepat untuk menyatakan perasaanku, seperti nya aku harus ekstra mendekatinya" kata Dika Jujur


"Kenapa?" tanya Dio

__ADS_1


" Dia orang yang sangat sulit untuk di dekati, tapi semakin dia menjauh denganku aku semakin ingin dekat dengannya" kata Dika


"siapa wanita yang telah mencuri hati mu, kamu bahkan tidak gampang menyukai seseorang" ucap Vino


"kau juga akan tau nanti, dia sekampus dengan kita juga" kata Dika yang membuat mereka penasaran.


" katakanlah pada kami siapa tau kita bisa membantumu" kata Vino


(Ryan hanya diam karena tahu orang yang di maksud Dika adalah Jihan)


" kenapa kau tidak menceritakan juga kepadaku, siapa pacar kalian" tanya Dika


" kau tidak usah bertanya pada kami, Apa lagi kalau dengan Vino" Dio tertawa


" Kenapa? "


" Kami ini jomblo"


" kalian memang tidak menyukai salah satu wanita di kampus ini, apa tidak ada yang menarik perhatian kalian" tanya Dika


"kami hanya tertarik pada 1 wanita di kampus ini, Tapi sayang kita tidak bisa menyimpan cinta padanya" kata Vino


" siapa wanita itu? "


" kau tidak perlu tau, kalau kau melihatnya, bisa jadi kita bisa menjadi saingan, karena menyukai nya juga" kata Vino


"kalo Ryan aku sudah tahu kalau dia punya pacar, dia bahkan sudah memperkenalkannya padaku" ucap Dika


" oh yahh, dia mengenalkan nya langsung padamu" kata Dio


"Ryan kenapa kau begitu pendiam, kau tidak berubaj yah" Dika


Saat mereka semua berjalan menuju ruang kuliah, Jihan berjalan menuju ruang kuliah juga, Jihan sudah pulang dari Bandung.


Jihan melihat mereka berjalan, segera masuk mengambil tempat duduk agar mereka tidak mengganggu nya. Vino mengisyaratkan kepada orang yang disamping Jihan untuk mengosongkan kannya, kemudian Dika duduk disamping kanan Jihan, Dio dan Vino duduk di sebelah kiri Jihan, Ryan seperti biasa duduk di samping Putri yang berada tepat di depan Jihan.


"kalian kenapa menyuruh mereka pindah, lalu duduk disamping aku, bukannya masih ada kursi yang kosong belakangku


"kami ingin duduk disebelahmu, lagi pula ini kursi yang kosong.


"Dio mengangguk" membenarkan Vino


"Minggir" kata Jihan berdiri dari tempat duduknya.


" kau mau kemana?, sudah tidak ada bangku kosong lagi" kata Dio


Melihat Di sekeliling, ternyata memang sudah penuh.


Jihan duduk kembali.


Dika melihat keakraban vino dan Dio dengan Jihan membuatnya penasaran.


"Kalian mengenal Jihan Juga" tanya Dika


"Tentu saja, siapa yang tidak mengenal nya di kampus ini" Kata Vino pamer


"Dia wanita yang aku ceritakan waktu itu" kata Vino lagi


" kalian sudah bercerita apa tentangku" Menatap tajam mata Dio dan vino

__ADS_1


" kami tidak berbicara yang aneh aneh kok, sumpah " kata Dio sambil mengangkat tangannya.


" Dika kau mengenal dia juga? " tanya Jihan


" iya aku mengenalnya" jawab Dika


" Wahh biar ku beri saran mulai sekarang berhenti mengikuti 2 orang ini"


" kenapa?"


" orang se kalem dirimu tidak cocok bergaul dengan mereka" kata Jihan


" Jihan berhenti menghasutnya, Kita itu sudah lama saling mengenal hanya saja baru bertemu lagi" kata Dio


" kenapa? Tanya Dika


" aku khawatir aja kamu ikutan cerewet karena terlalu lama bergaul dengan dia, sebaiknya mulai sekarang jauhi 2 orang ini".


Dika menatap Jihan berbicara yang membuatnya semakin suka


" kenapa dia begitu menggemaskan" pikir Dika


Dio mencubit pipi Jihan yang membuatnya menjerit.


"Awww"


"Dio lepasin gak" kata Jihan mengancam


" kenapa kau begitu bawel sih, kau sendiri selalu dekat denganku, mengapa menyarankan Dika untuk tidak bergaul dengan kami" kata Dio kesal.


" yahh karena aku udah merasakannya sendiri, aku yang dulu nya pendiam, malah sering berbicara begini" kata Jihan


" aku begini juga karena terlalu lama bergaul denganmu" kata Dio yang berbisik karena takut Jihan mendengarnya.


Adu mulut Dio dan jihan berakhir saat Dosen masuk memulai perkuliahan.


Putri yang melihat kedekatan jihan ke teman teman Ryan merasa iri karena dia tidak bisa mengambil hati dan simpati mereka.


Dika mengajak Jihan bercerita dan membisikkan sesuatu ke Jihan sehingga membuat Jihan tersenyum.


Tiba tiba Ryan melihat kenangannya dengan Jihan yang sama saat membisikkan sesuatu ke Jihan.


Saat Perkuliahan selesai mahasiswa telah keluar ruangan. Jihan berjalan keluar Ruang tapi kaki nya sedikit terkilir dan membuat dia hampir terjatuh, Ryan yang berada tepat di belakangnya langsung meraih tangannya dan menolong Jihan,dika dio dan vino menyaksikan nya.


Ryan terbayang ingatannya lagi saat mengendong jihan menuju UKS karena insiden sepatu itu, Jihan berdiri kembali tapi Ryan masih mengenggam lengan jihan


"kenapa kau selalu muncul di pikiranku? Kata Ryan.


Jihan yang kaget mendengarnya segera bertanya kembali kepada Ryan,


" apakah kau mengingat sesuatu tentangku?"


Ryan yang hanya diam karena masih bingung dengan dirinya, Jihan segera melepas genggaman Ryan.


“ sebaiknya kau tidak usah menolongku, pacarmu cemburu melihatku" kata Jihan kesal


Kemudian Jihan pergi meninggalkan mereka karena merasa sedih dan kecewa.


"aku sudah berusaha untuk menyerah denganmu, tapi kenapa kau memberiku harapan lagi agar kau mengingat ku kembali” sambil menangis didalam mobilnya.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2