Cinta Pada Pandangan Pertama

Cinta Pada Pandangan Pertama
Cemburu


__ADS_3

Ryan memandang kedekatan Jihan saat bersama Dio, terasa ada sesak di dadanya yang seperti tertusuk sebuah jarum besar.


"Kenapa terasa begitu aneh saat melihat mereka" pikir Ryan


Putri memanggil Ryan yang sedang asik dengan lamunannya.


"Sayang" begitu panggilan mesra Putri ke Ryan


" Hmmm". Ryan terbangun dari lamunannya.


"Iya ada apa?" tanya Ryan


"Kau melamunin apa?"


" hah, tidak ada, aku hanya ingat lupa membeli sesuatu" jawab Ryan yang berbohong


"Oh aku pikir, kau sedang memikirkan seseorang" ucap Putri


" kau terlalu banyak berpikir, habiskan makan mu lalu kita pulang"


"Cepat sekali kita pulang, aku masih mau jalan jalan bersamamu" kata Putri yang bermanja manja dengan Ryan


" kamu kan sudah membeli barang yang kamu mau" kata ryan


"Yah sudah kalau kau mau pulang "


"Ada apa dengan Ryan, tidak biasanya dia seperti itu" pikir Putri


Mereka berjalan menuju parkiran mobil. Tidak sengaja bertemu Jihan dan Dio yang sedang bergandengan tangan.


Ryan memanggil Dio saat berada tepat di belakangnya.


"Dio" panggil Ryan ke Dio


Dio sontak berbalik kearah sumber suara itu. Tentu saja Jihan juga berbalik mendengar suara yang tidak asing di telinganya.


"Ryan, kau kesini juga, oh kau bersama putri" ucap Dio yang suaranya melemah saat melihat Putri


" sedang apa kau disini? " tanya Ryan


" Tentu saja sedang memanjakan nona ini" merangkul Jihan agar Ryan cemburu


"Dio, kau ini bilang apa sih" ucap Jihan


Ryan menatap Jihan dengan belanjaanya.


"kau sedang memanjakannya tapi hanya membawa 1 barang belanjaan" kata Ryan


Dio menatap putri dengan kedua tangannya yang penuh dengan barang belanjaanya.


"aku juga heran dengan anak ini, katanya mau membeli sesuatu, tapi malah aku yang dibuat capek karena ulahnya" kata Dio yang menjahili Jihan


" kenapa kau begitu perhitungan denganku, kau sendiri yang mengajakku jalan jalan, malah mengeluh karena aku" kata jihan yang sedang bermanja manja dengan Dio


" iya iya Nona" mengacak rambut Jihan yang membuatnya gemas


Terlintas di bayangan Ryan saat melihat jihan dan Dio, dia mengingat kenangan saat Jihan cemburu dengannya


" Dio berhenti mengacak rambutku" ucap Jihan.


"Aku haus kita ke kafe yuk" kata Jihan


" Ryan, kau mau ikut kami ke kafe juga"


"sayang, apa kau ingin ikut mereka? Tanya Ryan ke Putri.


Jihan yang mendengar Ryan memanggil kata sayang ke Putri, membuatnya cemburu.

__ADS_1


" aku akan ikut jika kau mau pergi" ucap Putri


" baiklah kita ikut dengan kalian" kata Ryan


Dio berkata ke Ryan, "kafe tempat biasa aja yah "


mereka masuk ke mobil dia masing masing.


Sesampainya di kafe Mereka mengobrol bersama sama, dengan tenang jihan tidak memperlihatkan kecemburuannya dengan kemesraan Ryan dan Putri.


Putri penasaran dengan kedekatan Jihan dan Dio. Putri memulai percakapan nya.


" Kalian berdua sepasang kekasih?" tanya Putri yang berada di hadapannya.


Dio tertawa saat mendengar perkataan Putri.


" kami tidak pacaran. Mana mungkin aku pacaran dengan anak kecil ini" jawab Dio


"Kenapa, kamu juga tidak kalah tampannya dengan Ryan?"


Ryan tersenyum menatap putri yang mulai cerewet karena memuji ketampannya juga.


"kami berdua bersahabat saat kecil, makanya kita sangat dekat" kata jihan dengan lembut menjawab pertanyaan putri


" kau begitu cantik, pintar, dan sangat baik, orang yang melihat mu pasti langsung menyukai mu" kata Putri memuji


"Tentu saja, orang yang se cuek dan se dingin pun bisa luluh karena jihan"


" kamu juga pasti menyukainya? " tanya putri


"Aku menyukainya sebagai kakak, bukan sebagai wanita" jawab Dio


Vino datang bersama temannya masuk le kafe.


" kalian ada disini, kenapa tidak mengabariku? "


"Ayo duduk gabung bersama kami" kata Ryan


" eh Jihan apa kabar? kata teman Vino yang bernama Bayu


"Baik" jawab jihan


" kau masih mengenalku kan?


" Tentu saja, mana mungkin aku melupakan


Mu".


"Bayu kau kenal Jihan darimana" tanya Vino


"Dia teman SMA ku dulu saat di Bandung, sebelum dia Pindah ke Jakarta". Kata Bayu yang merahasiakan dirinya pernah pacaran dengan Jihan


Aku berharap dia tidak mengungkapkan kalo aku mantan pacar dia, Dio sama Vino akan mengejek ku habis habisan. Pikir Jihan


" oh begitu, jihan kau terkenal juga yah disekolah mu dulu" kata Vino


Jihan hanya tersenyum lalu menunduk menggelekkan kepalanya, seakan memberikan tanda ke Bayu agar tidak mengungkap hubungan mereka dulu.


" bukannya kau kapten basket SMA Bandung kan, kita sering bertanding saat pertandingan antar sekolah" tanya Ryan


"Iya kau benar" jawab Bayu


Menyadari dia kapten basket di SMA Bandung tempat Jihan sekolah dulu, Dio langsung teringat perkataan Jihan pernah berpacaran dengannya. Dia adalah idola sekolah yang di kagum kaguminya dulu.


Jihan berdiri ingin ke toilet, Dio menarik bajunya yang sudah selangkah melangkahkan kakinya.


" kau mau kemana? "

__ADS_1


" Aku mau ke toilet" menghindari tatapan Dio.


Dio tertawa melihat tingkah aneh Jihan. Jihan menyadari kalau Dio tau kalau Bayu adalah mantan pacarnya, karena jihan telah menceritakan kan semua termasuk mantan pacarnya ke Dio.


"Kenapa juga sih Bayu bisa datang bersama Vino dan berpapasan dengan para lelaki itu" pikir Jihan di dalam toilet.


Saat jihan di toilet, Dio menatap Bayu.


"Dio memang tampan sih, tapi di bandingkan dengan Ryan, Ryan memang punya pesona yang lebih dari Bayu" Pikir Dio.


"Kau hebat juga yah" kata Dio memukul pundak Bayu


" hebat apa maksudmu? " tanya Bayu


" Jihan" berbisik ke telinga Bayu


" ahh, kau tau dari mana? " kata Bayu


" kau tidak usah tau, intinya dia bercerita banyak tentang mu"


" benarkah" kata Bayu.


Jihan keluar dari toilet mendengar percakapan mereka.


" kalian Sedang ngobrol tentang apa? "


Duduk diantar Dio dan Bayu


"Jihan, kamu menghalagi kami cerita" kata Dio


" aku tidak akan membiarkan mu bercerita, aku tau apa yang kalian bahas"


Vino yang melihat tingkah mereka, penasaran


" kalian ini kenapa sih? Kata Vino


" tidak apa apa" kata Jihan


" kami hanya membahas Jihan saat sekolah dulu" kata Dio


Jihan mulai tenang karena Vino tidak tau tentang Bayu.


Putri menatap setiap lelaki yang mengelilinginya, " wahh aku tidak menyangka bisa berkumpul dengan lelaki keren ini, ditambah wanita cantik di depanku". pikir Putri


"Ryan, siapa wanita di samping mu? " tanya Bayu


" Dia Pacarku" Bayu kaget saat mendengar kata Ryan


"Oh, dia sangat pendiam, dia Satu kampus juga dengan mu? Tanya Bayu lagi


"Iya, tidak biasanya dia pendiam begini" jawab Ryan sambil mengusap kepala nya.


Jihan sedikit cemburu melihatnya.


"bukannya saat bertanding disekolah mu, aku lihat kau sangat akrab dengan Jihan, aku pikir kau pacaran dengannya saat itu" kata Bayu.


" kau salah lihat orang pasti, aku tidak pernah bertemu dengan Jihan" ucap Ryan


Jihan hanya menunduk terlihat sedih di raut mukanya. Sedangkan Putri bertanya tanya kenapa Bayu bisa berkata seperti itu. Tapi mendengar perkataan Ryan dia langsung tenang.


" Dio aku mau pulang" ucap Jihan


Dio dan Vino menyadari kalau jihan sangat terluka saat Ryan tidak mengakui nya.


"Yah sudah kau pulang saja, Jihan pasti sudah mengantuk" kata Vino


Bergegas pulang, dengan air mata yang sudah hampir menetes ke pipi nya.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2