
Orang tua jihan sangat sedih melihat keadaan anaknya. Mereka sangat cemas, mengkhawatirkan keadaan Jihan.
Dokter memberi tahukan agar tidak terlalu khawatir dengannya, lebih baik memberikan ruang untuk dia istirahat. Jangan paksakan dia untuk banyak berpikir.
Mama nya meminta teman Jihan untuk pulang saja beristirahat. orang tua dan kakak jihan yang akan menemani jihan dirumah sakit. Dio yang sebagai saahabat Jihan minta izin ke orang tua jihan untuk menjaga nya malam ini.
Sementara itu orng tua jihan pergi menemui Dokter untuk tahu keadaan yang sebenarnya.
Dio masuk keruang pasien menemani Jihan. Mereka berada di dalam ruangan.
Dio : Jihan apa kau benar benar melupakan ku?
Jihan : diam menatap dio sambil berfikir (sepertinya dio sedang mencurigaiku karena dia tahu jika aku sedang berbohong)
Dia mulai mencurigai Jihan dan menatap matanya dalam
Jihan : apa yang kamu lakukan?
Dio : hanya saja aku tidak bisa mengerti dengan jalan pikiran mu? Seharusnya aku yang ingin bertanya, apa yang sedang kamu lakukan sama otak kamu yang luka itu, kamu benar benar memanfaatkan keadaan sekarang.
Jihan berpura pura sakit kepala karena mulai ketahuan oleh Dio,
Dio : kau kenapa? Apa aku harus memanggil Dokter
Jihan : aku tidak apa apa.
Dio : apa kau ingin minum ?
Jihan : tidak
Dio : lalu kau ingin apa?
Jihan : aku hanya ingin tidur.
Dio : kalau begitu kau istirahat saja. Aku akan menjaga mu.
Jihan mulai gelisah karena ketahuan Dio, dia meraih tangan Dio untuk mengatakan yang sebenarnya karena tau sudah tidak ada lagi orang selain mereka.
Dio : ada apa?
Jihan : Dio , maafkan aku
Dio : apa sekarang kau mengingatkanku, apa kah secepat itu? Sambil tersenyum
Jihan : karena kau mencurigaiku dari tadi, terpaksa aku mengatakan nya kepadamu,tetapi kau tidak boleh memberi tahu siapapun.
Dio : kenapa kau melakukannya?
Jihan : hanya diam dan menangis
Dio : sudah lah, kau tidak perlu mengingat hal hal yang membuat kamu sedih, aku mengerti apa yang kamu rasakan. Aku selalu berada di samping mu untuk menjagamu, jadi kau tak perlu merasa sedih lagi.
Keesokan harinya jihan diperiksa dan mendapatkan hasil CT scannya, Dokter bercerita tentang keadaan Jihan.
__ADS_1
"sebenarnya tidak ada apa apa yang terjadi dengan ingatannya, hanya saja yang perlu di khawatirkan adalah kakinya, saraf otot kaki nya sudah mulai tidak berfungsi lagi" ucap Dokter
" sepertinya dia pernah kecelakaan sebelumnya"
"Dia memang pernah kecelakaan setahun yang lalu" kata mamanya dengan sedih.
"jika dia selalu memaksakan dirinya untuk berjalan dia akan lumpuh total, akan lebih baik untuk tidak menyuruh nya untuk berjalan untuk sementara waktu, aku akan berusaha untuk mencarikan dia alat teknologi yang dapat memicu otot kakinya kembali, agar bisa berjalan seperti dulu lagi"
Jihan yang tidak tahu masalah tentang kakinya yang sudah mulai parah, kemudian ingin ke kamar mandi untuk buang air kecil.
Satu persatu dia mengangkat kakinya turun dari tempat tidur, saat dia mencoba untuk berdiri, dia tidak bisa menopang kakinya karena terlalu lemah, akhirnya dia terjatuh dari tempat tidurnya, dia berteriak dan menangis karena keadaannya yang tidak bisa dia terima.
Ryan datang menjenguk Jihan,saat menuju pintu kamar jihan, mendengar suara teriakannya. Segera masuk dan melihat Jihan duduk di lantai sambil menangis.
Ryan segera membantu Jihan untuk berdiri, tapi dia tidak kuat untuk berdiri.
Jihan : lepaskan aku, lebih baik kau tinggalkan aku sendiri
Ryan : ada apa? Aku akan membantumu
Jihan : pergi, aku membencimu
Mendengar suara jihan orang tua jihan dan kakaknya segera menemui jihan,
Mama jihan: ada apa sayang?
Kakak jihan : (dia mengendong adiknya naik ke tempat tidur kembali)
Jihan : (menangis dan tidak ingin berbicara sedikit pun)
Ryan : sebenarnya apa yang terjadi dengan Jihan.
Johan : apa peduli mu, bukannya kau akan tertawa melihat penderitaan Jihan sekarang. Selama ini kau tidak pernah mau peduli dengannya. Buat apa kau disini,
Mama jihan menyuruh Johan berhenti untuk tidak memojokkan Jihan.
Ryan : tante kalau begitu aku pulang dulu, aku hanya mampir untuk melihat keadaan Jihan, Jihan semoga kau cepat sembuh.
Jihan tidak ingin menatap Ryan karena merasa sedih dengan dirinya.
Saat Ryan ingin keluar dari kamar Jihan, Mama Jihan menyusul nya.
Mama jihan : Ryan tunggu, tante ingin mengatakan sesuatu hal padamu,
Mereka keluar dari kamar jihan dan berbicara dengan serius.
Ryan : ini semua salah aku tante, jika bukan karena kecelakaan itu Jihan tidak akan menderita seperti ini
Mama jihan : ini bukan salah kamu, kamu tidak perlu menyalahkan dirimu, lagi pula kau juga terluka saat itu, semua itu sudah terjadi yang kami butuhkan hanya dukungan dan doa dari mu agar jihan cepat sembuh.
Ryan : sebenarnya aku sudah mengingat kenangan ku bersama Jihan, tapi saat aku ingin menemuinya, dia sudah membenci ku
Mama Jihan : kamu harus mendapatkan hati Jihan kembali, tapi untuk saat ini dia sangat terpukul, dia tidak bisa menerima kenyataan, lebih baik untuk memberinya waktu untuk memulihkan perasaannya.
__ADS_1
Oh iya Aku mendengar bahwa kamu punya pacar saat ini?
Ryan : memang benar tante, tapi saat itu aku tidak mengingat Jihan sama sekali, aku minta maaf tante.
Mama jihan : kau tahu selama dia berobat diluar negeri saat kecelakaan itu, dia benar benar berusaha untuk pulih kembali untuk cepat cepat bertemu denganmu.
Ryan : betapa bodohnya aku telah melupakan orang yang aku cintai, bahkan aku menyakiti hatinya saat dia tahu aku punya pacar.
Mama jihan : aku tidak ingin mengurusi soal percintaan kalian, lebih baik kau menanganinya sendiri, tante hanya mendukung apa yang menjadi pilihan kamu, tante juga pernah menjalani hal yang sama seperti kamu.
Ryan : terima kasih tante, untuk mengerti dengan keadaanku
Mama jihan : lebih baik kau pulang saja, pikirkan baik baik tentang pilihan kamu semoga kau bahagia dengan apa yang kamu jalani.
Ryan pulang kerumah nya menunjukkan raut wajah yang bingung kemudian bertemu dengan ibunya yang duduk di depan TV sambil menonton acara kesukaannya. Ryan duduk disamping ibunya.
"Ryan kau kenapa? "
Diam termenung memikirkan Jihan.
" Apa yang sedang kau pikirkan, coba beritahu ibu, siapa tau ibu bisa membantumu? "
" seharusnya aku mendengarkan perkataan ibu selama ini". Kata Ryan
" apa kau baru menyadarinya? "
" apa yang harus ku lakukan ibu? "
" Jihan tidak ingin melihatku,bahkan sudah membenciku"
"apa maksudmu Ryan, Jihan bukan orang yang seperti itu"
"apa kau sudah mengingatnya? Tanya Ibu Ryan yang cukup senang.
" menganggukkan kepalanya" terlihat murung
"Tunggu apa lagi, segera temui dia, beri tahu padanya bahwa kau sudah mengingat nya, Jihan pasti sangat senang"
"Selama ini dia menunggu mu"
"aku sudah membuatnya kecewa bu, dia sudah tidak ingin melihatku, melupakanku seperti dulu aku melupakan nya"
"Apa maksudmu melupakan mu juga" tanya Ibu Ryan penasaran
"Kemarin dia jatuh dari tangga rumahnya, sekarang dia ada dirumah sakit"
" kenapa kamu tidak memberi tahu ibu? " tanya Ibu Ryan kaget sambil kesal karena baru mengetahuinya
" kalau begitu ibu ingin melihat calon menantu ibu di rumah sakit"
"besok saja bu, dia sangat terpukul dengan keadaanya, lebih baik jangan mengganggunya dulu". kata Ryan.
Ryan lalu melanjutkan penjelasannya kepada ibunya mengenai Kondisi Jihan saat ini.
__ADS_1
Bersambung..