
3 bulan berlalu, terapi fisik yang dia lakukan dan mengkonsumsi obat herbal setiap hari membuah kan hasil, selama terapi Dio dan Ryan selalu menemani nya. Membuat Jihan selalu bersemangat dengan tingkah konyol mereka berdua yang selalu berebutan untuk menemani Jihan.
Saat hari pertama Jihan kembali ke kampus 5 mobil sport berjejeran dengan warna yang berbeda didepan pintu rumah Jihan, Ryan, Dio,Dika, dan tidak ketinggalan Vino keluar dari mobilnya masing untuk menjemput Jihan, dengan ekspresi kaget Jihan tertawa melihat tingkah mereka yang berlomba lomba untuk mengantarnya ke kampus,
Jihan : ada apa ini? Kenapa kalian ada didepan rumahku pagi-pagi begini
Ryan, Dio,Dika dan Vino : (menuju ke Jihan untuk menyuruh nya ke mobilnya) mereka bertengkar adu mulut
Jihan : “tertawa” stop stop, aku punya mobil sendiri dan aku punya sopir yang bisa mengantarku kemana pun aku mau pergi
Dio : kamu boleh memecat sopir mu.
Dika : betul, kemana pun kamu pergi aku bisa mengantar kamu.
Ryan : kalian itu kenapa sih, pacar Jihan itu aku, kenapa malah kalian yang berebutan mau mengantar dia
Vino : sekarang kamu belum resmi berpacaran dengan jihan. Bukannya kamu pernah punya pacar.
Ryan : jangan mengungkit itu lagi, intinya sekarang Jihan adalah milikku
Dika : Vino betul, dia bahkan belum menembak jihan kembali, jadi kamu belum berhak mendapatkan dia.
Dio : selama ini aku yang berada di dekatnya, aku adalah sahabatnya yang selalu melindungi dia dari pria modus seperti kalian, kalau kalian ingin mendekati dia, langkahi aku dulu.(sambil menyembunyikan Jihan di balik badannya)
Ryan,vino dan dika : (menarik Dio yang menghalangi Jihan)
Dio : hehhhh kalau begitu biarkan jihan memilih mobil siapa yang dia pilih.
"Oke aku akan memilih mobil siapa yang akan mengantar ku ke kampus" kata Jihan yang penuh semangat.
Kemudian Jihan menuju mobilnya dan diantar oleh sopirnya. Jihan melambaikan tangannya di mobil.
Mereka semua masuk kemobilnya masing masing dan mengejar Jihan, mereka semua menyusuri jalan dengan sangat keren.
Ke 5 mobil itu memasuki kampus dan memarkirnya tepat didepan fakultas nya, mereka membuat kehebohan saat masuk kampus, mereka turun dari mobil dan berjalan bersama, namun Jihan tidak ingin pergi bersama nya, jihan mengambil jalur lain agar menghindar dari mereka, salah satu dari mereka yaitu Dio menyadari bahwa Jihan tidak ada dibelakang mereka.
dio pun mengejar Jihan, namun Jihan berlari menuju ruang kuliah. Jihan bersembunyi di balik buku yang dia baca,
Ryan, Dio, Dika dan Vino masuk di ruang kuliah juga, mereka duduk disamping Jihan dan membuat jihan duduk ditengah tengah mereka, mahasiswa yang berada disana, menyaksikan mereka.
mereka menggosipkan putri yang berjalan sendiri tanpa teman. “princess yang sesungguhnya itu adalah Jihan, tapi putri masih bermimpi untuk jadi princess, Ryan saja sadar bahwa mereka itu tidak cocok sama sekali".
"Coba lihat Jihan dia dikerumuni oleh 4 cowok keren, kaya dan tampan"
mendengar temannya membicarakan Putri Jihan risih, merasa bersalah dengan Putri.
dia ingin keluar ruangan untuk membeli minum. Agar ke empat lelaki itu tidak dekat dekat dengannya.
__ADS_1
Dio : kamu mau kemana, dosen sudah masuk
Jihan : aku mau beli minum.
Ryan : biar aku yang membeli nya, kamu tidak usah pergi.
Jihan : biar aku saja.
Ryan langsung pergi walaupun Jihan melarangnya. Putri masuk ke ruang kuliah dan berpapasan dengan Ryan.
Putri yang masih berharap bersama Ryan menyapa nya, Ryan hanya menyapa nya kembali dan pergi untuk membeli minum untuk Jihan.
Putri merasa sedih melihat tingkah Ryan yang sudah tidak peduli dengannya. Jihan yang melihat Ryan dan Putri merasa terlalu egios telah memisahkan mereka, Jihan menyapa Putri, tapi Putri tidak menghiraukan Jihan dan mencari bangku yang kosong.
Mahasiswa yang melihat interaksi itu menggosipkan Putri yang tidak tahu malu, Ryan kembali dari membeli minum dan memberikannya kepada Jihan, Putri yang melihatnya benar benar kesal dan sangat cemburu.
Ryan membukakan tutup botol minumnya, lalu menawarkan minum dan menariknya kembali.
Ryan bertingkah romantis dengan menggoda Jihan, jihan yang malu melihat tingkah Ryan memalingkan kan mukanya, Ryan pun memberikan minum itu dan memegang kepala Jihan agar melihatnya.
Ryan tersenyum melihat tingkah Jihan yang menurutnya cukup imut, dia menjetikkan jarinya ke hidung jihan dengan pelan, mahasiswa yang melihatnya di buat iri dan memuji Ryan sangat romantis.
Setelah pelajaran selesai Jihan melihat Putri dan menyapanya di taman kampus,
Jihan : hay, Putri
Putri : iya ada apa? (cuek)
Putri : katakan saja
Jihan : tapi aku hanya ingin berbicara berdua saja, bagaimana kalo kita ke kafe saja
Putri : baiklah
Setelah sampai di kafe.
Putri : apa yang ingin kamu katakan?
Jihan : aku hanya ingin minta maaf padamu, karena telah memisahkan mu dengan Ryan.
Putri : kenapa kau minta maaf padaku, yang merebut tunangan mu itu adalah aku, kamu tidak usah sok baik padaku. Bukannya kamu senang telah bersama dengan Ryan lagi.
Jihan : aku sebenarnya merasa bersalah padamu, karena aku juga kamu jadi bahan gosip teman teman di kampus
Putri : aku tau kau sebenarnya menertawakan aku, karena aku tidak punya pengaruh apapun ,aku gadis yang miskin, kampungan dan juga bodoh, tidak seperti kamu yang di puji puji sama teman yang lain, aku tahu aku tak sekaya, pintar, dan sekeren dirimu, aku bahkan tidak bisa menyaingimu untuk bisa merebut Ryan lagi.
Jihan : aku tidak pernah berpikiran seperti itu tentang mu, bahkan aku berterima kasih padamu dan ingin minta maaf
__ADS_1
Putri : berhenti mengejek ku, kau memang terlihat baik di luar tapi sebenarnya bersenang diatas penderitaan ku.
Jihan : kamu salah paham padaku, aku hanya berharap kita bisa menjadi teman. Putri : aku tidak butuh teman seperti dirimu
"jika tidak ada lagi yang ingin kamu bicarakan, aku pergi dulu" kata Putri sambil berdiri meninggalkan Jihan.
Jihan pulang dan dijemput oleh sopirnya. Di dalam mobil Jihan mendapar telpon dari Paman nya di Bandung, dia memberikan kabar bahwa perusahaannya berencana ingin membuka kantor pusatnya di jakarta, agar jihan tidak perlu ke Bandung lagi untuk meninjau kegiatannya.
Jihan sangat senang mendengar hal itu dan memberikan kabar bahagia ini ke Orang Tuanya.
"Pak antar kan aku ke kantor papa ku"
Mobil itu melaju menuju kantor Papanya.
Jihan masuk menggunakan Lift untuk menuju Ruangan Papa nya.
"Papa"
"Kenapa kamu tidak memberi tahu papa kalau kau ingin kesini"
"aku sangat senang sehingga ingin langsung menemui papa"
"Coba beri tahu papa kabar gembira apa yang membuatmu sesenang itu"
"Perusahaan Jihan yang di bandung ingin mendirikan Kantor Cabang di Jakarta"
"oh itu berita yang sangat bagus, akhirnya kau bisa mewujudkan mimpi kakekmu"
"Menganggukkan kepalanya, tanda setuju"
"seandainya kakek masih ada, kakek pasti sangat bangga padaku"
"terima kasih pah, berkat papa juga perusahaan ini bisa berjalan lancar"
" ini karena usaha mu juga papa hanya mendukung mu"
Jihan mencari kakaknya.
"Dimana kak Johan pah? "
"Dia bilang mau bertemu seseorang tadi, tapi papa juga tidak tau"
"yah sudah tidak usah mengganggu nya mungkin dia sedang bertemu kekasihnya" pikir Jihan
"pahh bagaimana kalo sebentar malam kita makan malam bersama, papa tidak sibuk kan" usul Jihan
"papa tidak akan sibuk jika ingin berkumpul dengan kalian"
__ADS_1
Memeluk papa nya dengan manja.
Bersambung..