Cinta Para Gadis

Cinta Para Gadis
pulang


__ADS_3

" please.. jangan pergi dulu kalau kalian pergi kalian akan ke mana?" Teriak Misyel yang tidak ingin Laura, Clara, dan Evelyn pergi namun, mereka bertiga tetap melangkah keluar Villa " Theo, Alvan, Vano kalian nggak menghentikan mereka bertiga? mereka mau pergi loh, jangan kayak gini, ego kalian terlalu besar!! " kesal Vania


"maaf kami tidak bisa menghentikan mereka bertiga, Karena kami lebih percaya kepada Alya, seharusnya mereka yang nyadar ego mereka yang besar!! " Saut tegas Theo Alvan dan Vano beserta dukungan dari cowok lainnya


" Oke!!.. kalau ini yang kalian mau kita bertiga juga ikut pergi bersama Laura!! " ucap Fiona. Vania, Misyel dan Fiona pun langsung menuju ke kamarnya dan langsung menyiapkan barang-barang mereka


mereka bertiga langsung menyusul Laura " heh.. rencana kita berhasil nih " gumam Alya " "Terima kasih telah mendukung kami, Maaf, kami telah membuat keributan di sini " ucap Tasya


sementara itu Vania terus berlari menyusul Laura " guys tunggu!! " teriak Misyel " Hah?!! kalian kok ikut pergi dari villa itu kalian nggak mau bersama pasangan kalian?" tanya Clara " buat apa pasangan yang tidak mengerti sekali tentang perasaan persahabatan? mending kita sama kalian!" saut Fiona


" huhu.. Gw terharu terima kasih ya" saut Evelyn " yaudah kita mau kemana?" tanya Vania " gimana kalau ke rumah peninggalan ortu kita? Yang deket dengan perusaan Bianca Group " saran Clara " boleh!!" seru para gadis

__ADS_1


Sesampainya di rumah peninggalan orang tua mereka, Mereka pun langsung membersihkan rumah, menaruh barang-barang dan menata rapi rumah itu, " huh.., nggak nyangka ya, kita kembali lagi ke rumah ini, dengan demikian lamanya " ucap Evelyn dengan mata yang berkaca-kaca


" Ayolah jangan sedih nanti gue ikut sedih " saut Laura " keingat nggak sih, kita kecil di sini bersama orang tua kita masing masing, kita dan orang tua sering kumpul di sini bermain, bercanda, makan bersama, tetapi.. Itu hanya sebuah kenangan " ucap Clara dengan ekspresi yang sedih


" saat kejadian di mana Kita mau liburan bersama Dengan menggunakan bus dan seketika ada truk yang menabrak kita, sehingga para orang tua kita menyelamatkan kita, tetapi.. mereka semua tewas dalam kejadian itu " ucap Laura yang mengenang kejadian itu


" udah ya, jangan sedih lagi, kalau kita sedih kayak gini, orang tua kita di sana nggak bakal senang melihat kita kayak gini " ucap Misyel "Apakah kita hidup tidak layak untuk bahagia? kita ditinggalkan oleh orang tua, pas usia 8 tahun dan ditinggalkan lagi oleh pasangan sekarang, demi cewek lain " sedih Evelyn


Sementara itu di Villa Theo.. " bro, Kok gw khawatir ya, sama para gadis, mereka malam malam gini pergi ke mana?" ucap Elvan " udahlah biarin.. mereka kan presdir perusahaan Bianca Group, Jadi mereka kaya bisa dong membeli rumah semau mereka " ucap Brayen


" Ih, kalian jangan mikirin Gadis-itu dong, palingan mereka tidur di jalan iuh.. " ucap Alya * keesokan harinya * " guys Sudah siap belum??" Teriak Laura dari bawah yang mau ke kampus " Iya bentar napa lagi Sedikit nih " saut Evelyn

__ADS_1


* di kampus * " Eh gimana kalau sepulang kampus kita pergi ke perusahaan Bianca Group?" ide Clara " boleh juga tuh!! " seru para gadis, Mereka pun menuju kantin di kampus, tetapi mereka melihat bahwa para cowok bersama, Alya, Tasya, dan Vera


" Beh, pemandangan apa ini? Tuhan!!! Ya udah yuk jangan di kantin ini!! " ucap Evelyn " Bro, Bukannya itu para gadis? mereka ke kampus? Gw, kirain enggak " ucap Elvan " Kenapa sih, lo selalu mikirin dia aja bisa nggak sih lupain mereka, mereka tuh egonya tinggi banget, tau nggak! " ucap Alya


Setelah pulang kampus para gadis pun pergi ke perusahaan Bianca Group " Selamat datang nona " "sambutan karyawan-karyawan yang ada di Bianca Group " Hai.. pagi juga Gimana kabar Kalian sehat nggak?? " seru para gadis


" sehat dong Nona, apalagi pekerjaan ini behh.. sangat betah " seru para karyawan, para gadis pun menuju ruangan kumpul mereka " atas nama karyawan Dita, silahkan masuk ke ruangan kami " ucap Laura


" Permisi nona cantik Ada apa ya? " tanya karyawan yang bernama Dita " halo Dita gimana kasus tentang orang tua kami Apakah sudah ketemu? " tanya Clara " untuk kasus itu, sedikit banget yang ketemu, soalnya susah banget Nona yang kami dapatkan hanya truk yang berwarna merah " saut Dita


" Oh begitu ya, terima kasih ya Dita, silakan kembali bekerjanya " ucap Laura " guys Apakah kita akan menutup kasus ini? sudah bertahun tahun kasus ini belum saja terungkap " keluh Vania " tidak!! orang tua kita harus mendapatkan keadilan, tidak boleh menyerah" ucap Laura

__ADS_1


__ADS_2