Cinta Para Gadis

Cinta Para Gadis
ketahuan


__ADS_3

" maaf tuan muda kalau saya lancang tapi demi keselamatan mereka berdua kalian harus diam dan tetap tenang " ucap salah satu suster " t-tapi mereka akan baik baika aja kan " tanya Alvan


" iya.. Kami jamin mereka akan baik baik aja " ucap dokter itu, setelah Theo dan Alvan tenang dokter pun melanjutkan operasi itu, dan jantung Laura dan Clara kembali berdetak


" baik... Pasien sudah selesai di operasi pindahkan dia di ruangan VIP yang dipesan tuan muda " ucap dokter itu setelah itu Laura dan Clara pun sadar " Laura!! Clara!! huhu... Akhirnya kalian sadar " tangis para gadis


" syg udah gak sakit?" tanya Theo dan Alvan " k-kalian siapa kenapa ada di sini? " tanya Laura " siapa kalian!! " teriak Laura " a-apakah kalian lupa ingatan?! Tidak mungkin!! " panik Theo


" syg ini aku Alvan pacar kamu " ucap Alvan " iya Clara dia pacar kamu! " saut Fiona " t-tidak aku gak tau siapa kalian!! " bentak Clara " semua pun panik karna tingkah Laura dan Clara yang tidak ingat apa apa


" s-syg kamu?!! " panik Theo dengan mata yang sudah berkaca kaca " bercandaa syg kyuu " ucap Laura " haha... Mau aja di prank " saut Clara " satu kata buat kalian BANGSAT!! " kesal Brayen


" iya tuh... Gak lucu bercandanya bikin panik " saut Misyel " maaf lah " ucap Laura dan Clara " Evelyn mana!! " panik Laura " picek mata lo? " saut Evelyn yang istirahat di samping mereka

__ADS_1


" kirain di surga " saut Laura " m-maaf " penyesalan Theo dan Alvan " gpp santai aja " saut Laura dan Clara " gw akan cari siapa pelakunya " ucap Vano yang begitu marah


" Alya!! Katanya para gadis selamat dan mereka akan mencari tau kebenarannya " panik Vera " apa?!! " teriak Alya, para cowok pun pulang " kalian darimana?! " tanya Alya


" gk perlu tau! " dingin Vano, setelah beberapa hari mereka pun menemukan pelakunya " halo pak Toni apa kabar?" tanya Alvan dengan seram " lepaskan saya!! " takut pak Toni


" bapak yang membuat gadis di jalan menuju restoran melati kecelakaan sampai sampai jatuh ke jurang?!! " kesal Vano " i-iya tuan tapi.. Saya di suruh " saut pak Toni


" siapa yang nyuruh!! " marah Theo " A-Alya dan kedua temennya " saut pak Toni dengan gugup " owhh... Begitu rupanya permainan mereka, pak Toni sekali lagi saya mau nanya apakah bapak masih mau hidup?" tanya Theo


" bentar lagi Alya pasti akan menghubungi pak Toni dan menyuruh dia pergi dari negara ini ya kan " ucap Theo " dan pak Toni pura pura pergi tapi kita tahan di sini " ucap Vano yang mengerti rencana Theo


" benar sekali, untuk sementara kita berpura pura baik sama Alya " ucap Theo " tapi.. Gw gk nyangka Alya bakalan berbuat kayak gini " ucap Vano " demi cinta apa sih yang gak bisa dia lakukan " saut Alvan

__ADS_1


Sedangkan para gadis di rumah masih berpikir tentang truk warna merah " kenapa ya kita kecelakaan persis kayak ortu kita?" heran Clara, " halo syg.. " ucap Theo dan Alvan yang datang ke rumah para gadis


" yang lain mana?" tanya Evelyn " di villa.. Kami ke sini mau memberi tau sesuatu " ucap Theo, " jadi pelakunya sudah ketemu dan dia sedang berada di ruangan rahasia kami " ucap Alvan


" anterin kami ke sana!! Kami mau nanya sesuatu " ucap Laura " iya syg bentar ya.. emangnya mau nanya apa buru buru begitu?" tanya Theo " nanti kalian bakal tau sekarang anterin kita ke sana " saut Laura


karna permintaan para gadis untuk menemui pak Toni mereka pun pergi ke ruangan rahasia milik the six boy's " kalian siapa!! " tanya pak Toni " maaf pak membuat kaget kami hanya mau nanya sesuatu " sopan Clara


" bapak mengenal kecelakaan 12 tahun lalu? " tanya Laura dengan baik baik " 12 tahun lalu?? Hah?!! Apakah kalian!! " kaget pak Toni " iya pak kami anaknya " ucap Fiona


" g-gak mungkin!! Seharusnya semua udah tewas!!! " ucap pak Toni " kalau boleh tau kenapa bapak mau kita tawas?" tanya Misyel " kalau bapak gak mau bilang saya akan regut nyawa bapak " tegas Theo


" ampun tuan muda... Jadi waktu itu saya disuruh membuat keluarga kalian meninggal karna bos saya iri kepada kalian " ucap pak Toni " apakah dia papa nya Alya?" tanya Evelyn

__ADS_1


" benar nona jadi dulu keluarga itu iri sebab kalian lebih kaya daripada mereka jadi mereka merencanakan untuk membunuh keluarga kalian dan mengambil alih tahta mereka " ucap pak Toni


" kenapa bapak mau menuruti perintah mereka untuk menghabisi keluarga kami!!! " teriak Laura dengan penuh rasa sedih sebab mengingat keluarganya tewas dengan mengenaskan


__ADS_2