Cinta Para Gadis

Cinta Para Gadis
Jadian


__ADS_3

" Ya sebenarnya sih gw buat rencana sama Theo supaya lu deket sama gw" ucap Alvan seketika Clara merasa salting, singkat cerita semua pun pulang " Widih Ada apa nih kalian udah baikan ya?" tanya Fiona " Ya begitulah hehe.." saut Clara


2 minggu berlalu libur pun telah berakhir, saatnya kembali ke kampus untuk melanjutkan pendidikan " Huh.. Kembali lagi ke neraka ini " ucap Vania yang lemas " Yaelah Lemes amat ini tuh surga bagi gw " saut Misyel " dulu lu juga bilang neraka kan sekarang mentang mentang udah punya pacar, surga" ejek Evelyn


Cowok cowoknya pun datang Clara langsung tersenyum ke hadapan Alvan begitu juga sebaliknya " Idih ra.. kesambet apa lu senyum-senyum kayak gitu" heran Laura, tiba-tiba Tasya datang dan memeluk Alvan " Sya lu apa apaan sih jangan deket-deket gw dong!!' marah Alvan, Clara yang melihat itu terdiam " Wow kayaknya ini bukan saatnya deh Clara di sini " bisik Misyel ke Laura


"ih Alvan lu lupa bahwa lu kemarin nembak gw" ucap Tasya " dengar ya sya, jangan nyebar hoax!! gue tuh kagak ada nembak lu ngerti!! " kesal Alvan " guys gw ke kelas dulu ya " Clara langsung pergi ke kelas " Clara tungguin gw lu jangan marah dong " teriak Alvan


Jam istirahat Clara ke kantin sendirian " Laura, Lu lihat Clara Nggak? kok dia gak bareng lu? " tanya Alvan " enggak tuh, tadi istirahat dia ke kantin sendirian, dia nggak mau ditemenin" ucap Laura " Ya udah Thanks ya Lau infonya " sopan Alvan, sementara itu, Tasya dan Vera senang karena rencananya berhasil membuat hubungan Clara dan Alvan renggang


" lalala.... Gw senang sekali " ceria Tasya, Vera melihat Clara yang duduk sendirian di kantin " sya lihat tuh Clara sendirian gimana kalo kita sakiti aja " ucap Vera " boleh juga tuh ya udah yuk! " seru Tasya " Eh ada gadis sok manis di sini sekarang lu ikut kita berdua cepet" ucap Tasya " "lu ngapain sih? nggak cukup! ganggu Alvan doang? Sekarang gw!!" marau Clara, Vera dan Tasya langsung membawa Clara ke tempat yang sepi " lu mau nyakiti gw kan di sini, udah sakiti aja, gue nggak peduli sama kalian berdua!" ucao Clara

__ADS_1


" alah banyak bacot lu Vera cepetan ambil tongkat di sana kita pukulin cewek ini " ucap Tasya " Ni sya kayu nya sekarang lu mati gadis sok polos " saut Vera ketika Tasya ingin memukul Clara, Alvan langsung datang dan menghalangi pukulan kayu itu " Alan lu kok di sini?" cemas Tasya " "gw nggak tolol ya seperti kalian, Gw naruh pelacak kecil di baju Clara " ucap Alvan


" gw tuh gak suka sama Clara dia tuh cewek sok polos banget!!" saut Tasya, Tasya pun marah dan memukul Clara tapi Alvan yang menghalangi sehingga punggung Alvan yang kena pukulan itu " ALVAN!! " teriak Clara " gw gpp ra asalkan lu gk kena" ucap Alvan "Alvan!! lu nggak papa kan " caper Tasya " udah gw bilang jangan menyentuh Clara!! " Alvan marah besar " Tasya kita pergi yok" takut Vera


Vera dan Tasya pun langsung pergi " Thanks ya Van " ucap Clara " udah gpp itu tugas gw kok" saut Alvan. Mereka pun pergi dari tempat itu " raa!! Lu kenapa huhu... Gw sedih" teriak Evelyn " gw gpp ada Alvan yang bantuin gw " saut Clara " bentar.. Emang kalian jadian kok Alvan segitunya bantuin lu " tanya Laura


" ya.. Gw suka ama Clara" ucap Alvan, Clara yang mendenger kaget dan salting " gw masih ngambek ya ama lu" ucap Clara " lah kenapa tentang Tasya lagi? Dia emang caper udahlah biarin " saut Alvan " enek banget liat kalian berdua" ucap Theo


" raa.. Lu jangan pergi lagi dong " ucap Alvan yang meminta mohon agar Clara tidak pergi, Clara langsung pergi dan Alvan beserta cowok lainnya menyusul *di villa* Alvan memegang tangan Clara " raa.. dengerin dulu" ucap Alvan " dengerin apa lagi jelas jelas Tasya manggil sayang tadi " ngambek Clara


" yang gw suka itu lo bukan Tasya lo gak denger tadi" pengakuan Alvan " a-ah lu suka gw?" tanya balik Clara " iya raa.. mau gak jadi pacar gw?" tanpa basa basi Alvan langsung menembak Clara " mmm.. Gw trima Van " saut Clara

__ADS_1


" aaa!! Lu sekarang gk jomblo" Triak Evelyn yang menguping dari awal bersama yang lain " Bro lu hebat banget " puji Daniel " hadeh.. Gw kapan yak" ucap Laura " tuh ama cowok yang kemarin aja " saut Elvan, seketika Theo langsung menatap tajam Elvan


" gw juga mau nembak cewek " ucap Elvan " What!! Siapa anjir" kaget Laura " Fiona lu mau gak?" ternyata Elvan nembak cinta kepada Fiona " what? G-gw? Jujur sih gw juga suka tapi gw grogi end gw takut lu ninggalin gw" ucap Fiona " enggak kok gw bakal selalu ada buat lu " saut Elvan


" Vania mau gak?" tanya Daniel " hah? Mau apa? " bingung Vania " gw mau nyatain perasaan ama lo gw suka ama lo Vania" ucap Daniel yang romantis " g-gw mau" saut malu Vania


" ini kenapa semua jadian anj " iri Laura " Lau gw..." ucapan Theo terpotong karena nada dering hp-nya Laura " eh bentar ya Theo ada yang nelpun.. gw angkat dulu " ucap Laura " halo.. Siapa ya " tanya Laura karena itu nomor asing


" lu gak inget gw?" Laura bingung dengan cowok tersebut " yaudah gw Kelvin cowok di restoran itu " ucap Kelvin " oh.. " singkat Laura, Laura pun langsung mematikan telfon itu " siapa Lau?" tanya Theo " ah.. itu cowok yang di restoran namanya Kelvin " saut Laura


" oh ya btw lu mau ngomong apa?" tanya Laura " g jadi" dingin Theo " aneh banget ni cowok" gumam Laura " semua kan dah jadian kecuali Laura dan Theo jadi gimana kalo kita bangun villa yang lebih gede buat kita semua?" tanya Alvan " kita setuju" seru semuanya

__ADS_1


__ADS_2