Cinta Para Gadis

Cinta Para Gadis
Laura dan Clara Diculik


__ADS_3

" udah siap belum.. Welcome kampus ku" ceria Laura, " hai sayang " sapa Vano " guys gw ama ayang gw yaa daa" ujar Evelyn " gw juga ama Brayen ya " Misyel pergi bersama Brayen " apalah daya kita yang jomblo ini " kata Clara " Vania Fiona bareng yok " ucap Elvan dan Daniel " maksudnya gw ama Clara sendiri gitu " kesal Laura.


"Ya udahlah Laura nggak apa-apa mending kita berangkat berdua aja gimana?" tanya Clara, Sesampainya di kampus, tepatnya di pintu gerbang, ada yang menculik Laura dan Clara, ternyata yang menculiknya adalah Vera dan Tasya "Ayo, Tasya, kita Letakkan mereka ke gudang paling atas kampus " suruh Vera, Mereka pun mengurung Laura dan Clara di gudang paling atas kampus.


"Misyel, Clara di mana?" tanya Alvan "Hah maksudnya mereka berdua belum ke kampus jangan-jangan mereka kecelakaan lagi " panik Misyel, Misyel pun menghubungi semua para gadis " Halo syel Kenapa kok tumben telepon di sini?" tanya Fiona " guyss huhu.. Laura dan Clara hilang " sedih Misyel "syel, kalau lu mau bercanda, jangan di sini deh, jangan bikin kita panik! " panik Vania.


"Hai Brayen Kenapa kok tiba-tiba ribut di sini?" tanya Theo "Theo, Laura ada nggak di lo? " tanya Misyel "Enggak tuh dari tadi gue sendirian emangnya kenapa?" Tanya balik Theo " Laura dan Clara hilang!! " panik Misyel, Vano yang sedang lewat, mendengar ucapan Misyel dan Teo langsung panik, pulang kampus, mereka langsung mencari Laura dan Clara. Sedangkan para gadis, diamankan di Villa para cowok.


"bro kita mau cari di mana?" tanya Daniel "ayo semua cari di sekitaran kota" perintah Theo dan Vano, Percuma saja, di hari itu, Laura dan Clara tidak ditemukan para gadis nangis dan menyesal, karena tidak peduli dengan Clara dan Laura, mereka malah pergi bersama pasangannya.

__ADS_1


keesokan harinya Pada saat jam kampus the six boy's dan the six girl's tidak ke kampus, karena mereka sibuk mencari Laura dan Clara yang hilang selama dua hari. Sedangkan Clara dan Laura yang disekap di gudang paling atas kampus sangat lapar dan haus " Laura gw sangat lapar Gw mau keluar " sedih Clara "Clara Lu mau nggak lompat dari atas gedung ini?" saran Laura.


"hah Lu gila kita bisa mati dong kalau lompat dari atas" saut Clara "anggak, kita nggak akan meninggal, gedung ini nggak terlalu tinggi, dan di bawah ada kolam besar, palingan kita hanya tenggelam" rencana Laura. Sementara itu, di Villa para gadis, mereka Berencana mencari Laura dan Clara di kampus mereka semua pun mencari Laura dan Clara di kampus.


di kampus *BURR* suara kolam sekolah yang bercipratan "Bro cepat ke sana siapa tahu itu adalah Clara dan Laura cepetan!!" teriak Vano yang Mendengar hal itu, Mereka pun langsung lari menuju kolam kampus tersebut Alangkah terkejutnya Mereka melihat, Laura dan Clara tenggelam di kolam tersebut "tolong tolongin gue gue tenggelam sama Clara " teriak Laura yang minta tolong, Matheo dan Vano langsung menyebur ke kolam tersebut, untuk menyelamatkan Clara dan Laura.


Di ruangan tersebut terlihat Clara dan Laura baik-baik saja "Clara Laura gue minta maaf sama kalian" penyesalan para gadis "kalian kenapa nangis ada salah ya?" tanya Laura dan Clara "kami sedih karena meninggalkan kalian berdua, sedangkan kami malah pergi sama cowokcowok" sedih para gadis " Ya udah nggak apa-apa itu memang keputusan kalian kok, lagian kami itu diculik bukan hilang" saut Laura.


"Siapa yang menculik kalian?" tanya Daniel " "kalau gue denger sih, ada yang menyebut nama Vera, dan Tasya, mereka kayak mengobrol, saling menyebut Vera dan Tasya " ungkap Clara dan Laura " Oh, mereka, gue tahu, Mereka berdua adalah cewek yang paling gatal " kesal Brayen "Emangnya kalian dikurung di mana? kok dua hari nggak kita temukan?" tanya Vano " kami disekap di gudang paling atas kampus " ungkap Laura

__ADS_1


" Terus kenapa kalian bisa ada di kolam kampus?" tanya Evelyn " "Iya, kami terkurung, selama 2 hari di gudang kampus tersebut, kami lapar dan haus, Clara nangis, pengen bebas, jadi pilihan salah satunya adalah lompat" jawab Laura " apa? lompat? Lo pikir itu rencana, membuat hidup lo bebas gitu, bahkan membuat hidup lu makin terancam, tau nggak!" marah Theo.


"Ya, gimana lagi, Gue lapar dan haus, gue pengen bebas, salah satunya adalah mengikuti rencananya, Laura deh " jawab Clara " "ra, lain kali jangan seperti itu ya, bikin gue panik aja, dan juga, jangan lompatlompat dari ketinggian kayak gitu, apalagi jatuhnya di air, kalian berdua kan nggak bisa berenang" kesal Vano.


"Iya, maafin kami, Oh ya, Gimana kalau besok kita jalanjalan?" ajakan Laura "Mau jalanjalan? ke mana? lu aja belum sembuh, ngapain jalanjalan?" marah Theo " Ih, lu, kenapa sih? lu gk senang ya lihat gue bahagia? gue tuh pengen jalanjalan, makan! " kesal Laura.


"Ya udahlah Bro, Biarin aj, Ya udah, kami akan mengajak kalian jalanjalan, gimana?" kata Elvan " Hore Elvan!! gue ikut ya gue ikut!!" seru para gadis ""Permisi, atas, pasien yang bernama Clara, dan Laura, Nanti sore udah bisa pulang, dan Ingat, jaga kondisi, jangan lagi tenggelam" kata seorang perawat " Sus, kalau boleh tahu, mereka berdua boleh makan apa saja ya?" tanya Vano "bebas kok asalkan jangan kayu dan batu " jawab suster tersebut, dan suster itu langsung mengecek pasien lainnya.


" Hahaha.. kena mental tuh digituin sama susternya " ejekan Clara kepada Alvan " Nanti sore, kita bisa nggak nginep di Villa para gadis?" tanya Daniel "Idih buat apa?" tanya Vania " Iya, untuk berjaga jaga saja, siapa tahu penculik itu datang lagi" saut Daniel " ya gue setuju dengan idenya Daniel " saut Elvan.

__ADS_1


__ADS_2