
Elsa memesan banyak makan menu makan malam saking asik nya bermain dan bercerata dengan Sandra dia sampai lupa kalau bahan makanan di rumah telah habis semua.
Gamau ribet Elsa memilih menu makanan yang bisa dimakan untuk sarapan besok.
"Mending gua vc aja sama Tian gabungin aja sama mama dan mbak Yani biar asik rame rame"
Elsa memanggil keluarga nya melalui video call dengan polsen pintarnya, tak selang beberapa menit mereka menjawab bersamaan
"Selamat malam semua, aku kangen banget sama kalian" Elsa menyapa dengan mata yang menahan air matanya agar tidak jatuh
"Malam sayang, gimana kamu disana, baik kan sehat" Mama nya menyahut paling awal walau pun awal nya sungguh khawatir akan keberadaan anak nya tapi mama nya tetap melepas kan Elsa untuk masa depan Elsa
__ADS_1
"Alhamdulillah aku baik, kalian disana gimana?" `Elsa
"Baik nak, oh iya kamu bicara sama kakak mu dan Septian dulu ya, mama sedang memasak nanti gosong. Nanti malam kalau gak sibuk hubungin mama ya nak" mama nya berpamitan karena sedang memasak, Elsa hanya bercakap dengan kaka nya sebentar karena anak nya sudah rewel.
Elsa sekarang hanya terhubung dengan Septian mereka banyak bercerita hingga larut malam tapi ke dua nya enggan mematikan sambungan itu. Saking rindunya mereka tak merasa ngantuk walau besok mereka akan sekolah kembali.
"Yan,," panggil Elsa setelah kembali dari minum
Elsa "Gimana dia?"
Septian "Gausah hawatir, mereka gua jelasin sedikit sedikit biar ga jadi salah paham. Dan mereka paham kok, walaupun ada sebagian hati mereka yang masih membenci gua, bukan lu yang mereka benci tapi gua."
__ADS_1
Elsa "Maaf ya Yan, karena gua lu jadi di gituin sama mereka. gua jadi salah banget sama lu"
Elsa meneteskan air mata nya, entah karena rindu atau merasa sangat bersalah pada Septian karena dia selalu merepotkan Septian tak hanya sekali saja.
"Gausah cengeng lu, gua tahu sifat mereka sebenarnya mereka gitu karena gua nutupin ini, bukan gua tapi kita lebih tepatnya. Mereka merasa kek bukan teman lu, makanya mereka sedikit kecewa. Tapi lama lama mereka akan tahu kok, cuma masalah kecil ini mah. Udah gausah nangis mendingan tidur besok masuk sekolah kan?" Septian dengan lembut menenangkan Elsa , dia tahu kalau Elsa bersedih pasti karena pikiran nya terganggu dan itu tak akan hilang dalam waktu yang singkat, sampai Elsa bisa menyelesaikan masalah yang ada di pikiran nya itu.
Elsa "Ya udah maaf ya Yan, gua tidur dulu. Jangan lupa merrm juga lu, gausah rindu gua juga. bulan depan gua balik ke sono tapi jangan bilang sama siapa siapa ya. Daaa good night"
"Oke bos... Hati hati kalau mau beranglat kabarin gua, kalau udah sampai kabarin juga biar gua jemput. Night too and i love you baby's"
Septian mengakhiri komunikasi mereka setelah dia memastikan Elsa benar benar tenang dan bisa tidur nyenyak tanpa ada beban pikiran.
__ADS_1
"Seneng aja punya sahabat yang udah kek kekasih gua, untung aja sahabat dan saudara. Ehh tapi cuma seperti sih, orang gak saudaraan. Bisa juga jadi kekasih beneran kalau gini terus " Pikiran ***** Elsa kembali menyerang. Dia bahkan lupa akan salahnya telah merepotkan Septian , malah fokus dengan otak nakalnya.