
Mereka bertiga sampai di atap sekolah yang pasti perjalanan dari lapangan ke atap terasa sangat jauh di sepanjang jalan siswa siswi sedang bergosip ria dn yang jadi topik hari ini adalah Elsa si murid pindahan yang dengan berani nya menghentikan perkelahian Agus dan dengan lantang memberi pilihan bahkan mengajak berdamai atau malah melanjutkan berkelahi.
Elsa hanya berjalan tanpa menggubris mereka semua banyak yang menyukai Elsa karena bisa mendamaikan Agus dan tak sedikit juga yang mencibir atau bahkan membenci Elsa karena tindakan sok pahlawannya itu.
Elsa sendiri bingung dimana para osis dan guru yang mengawasi mereka hingga ada perkelahian pun tak ada yang memisahkan? Atau mereka semua telah jengah dan hanya membiarkan si Agus dan Fikri ini terus berkelahi. Mereka memang sering berkelahi tapi itu harus terus dihentikan karena akan merusak nama baik sekolah dan mengganggu para siswa lain jika guru tak ingin memisahkan lebih baik mereka dikeluarkan.
"Gue minta tolong dong sama kalian untuk turun gue mau minjam tempat ini" Elsa bicara kepada Eric Leon dan Rey yang sedang berbincang. Mereka hanya melihat tanpa niatan menjawab atau beranjak pergi.
"Biarin aja mereka disini. Kita bisa disebelah sana" Fikri lebih memilih tempat lain dari pada harus berkelahi lagi dengan mereka masalah ini saja belum selesai udah tambah lagi ntar malah repot pikirnya.
"Baiklah. Bicara kan apa masalah kalian?" elsa.
Mereka hanya dia dan saling membuang pandangan Elsa melihat mereka sedikit jengkel pasal nya dia ingin mereka berdamai tapi tidak ada yang mau bicara atau mengaku salah.
__ADS_1
"Lanjutkan perkelahian" elsa.
Semua orang yang disitu terkejut dan. melihat Elsa disana ada Abrisam yang mengikuti Elsa sejak Elsa pergi dari lapangan.
"Bicara atau lanjut berkelahi?" Elsa masih dengan nada tenang dan dingin
dia tak biasa nya seperti ini karena ketika ada teman nya yang berkelahi atau hanya saling diam maka Elsa yang akan berbicara dan dengan nada yang terdengar dingin sudah membuat teman nya angkat bicafa, mungkin orang yang dihadapi Elsa kali ini sedikit membawa Elsa menuju ke gerbang kesabaran nya.
Elsa menekan kata mati dan lagi lagi mereka semua melotot mendengar Elsa.
Agus akhirnya membuka mulut nya
"Kita mempermasalah kan hal kecil."
__ADS_1
"Terus?" elsa.
"Wanita yang aku sukai diambil dia dia bahkan menyakiti wanita ku." fikri.
"Wa-ni-ta?" elsa
Mereka berdua serentak mengangguk. Elsa tertawa sinis.
"Otak kalian sebegitu kecil nya? Kalian bergaya preman di sekolah dan berkelahi hanya karena wanita?" Elsa kembali tertawa kali ini terdengar keras dan mengejek laki laki yang ada di depan nya. Kedua pria itu hanya menunduk entah malu atau tak berani. melihat Elsa. Di bagian kanan dari mereka empat orang siswa sedang melihat Elsa menyidang dua laki laki yang sama sama berandalan itu mereka juga kagum Elsa bisa ditakuti dua orang preman sekaligus.
"Jangan berpikir konyol. Wanita itu bukan wanita kalian dan dengan bodoh nya kalian berkelahi memperebutkan dia? Dengan senang hati dia akan mengadu domba kalian. Dan lihat saja siapa diantara kalian uang dipilih wanita itu. Tapi aku yakin wanita itu memilih laki laki lain dan meninggalkan kalian."
Elsa berbicara dengan tenang diiringi tawanya.
__ADS_1